وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَwa-maa khalaqnaa s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa laa'ibiinadan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  7. لَاعِبِينَlaa'ibiinaorang-orang yang bermain-main

Inti bacaan

Bentuk (لَاعِبِينَ, laa'ibiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:16 dan 44:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا خَلَقْنَا, wa-maa khalaqnaa) yang berarti "dan Kami tidak menciptakan". Awalan (وَ, wa) berarti "dan" dan menyambung ayat ini dengan 44:37. Kata (مَا, maa) menyangkal, kata kerja (خَلَقْنَا, khalaqnaa) berakar خ-ل-ق dan berarti "Kami menciptakan", dan akhiran -naa menunjuk pelakunya, yaitu Kami. Kata maa muncul dua kali dalam ayat ini dengan tugas berbeda. Kata maa pertama menyangkal, dan terjemahan memakai "tidak". Kata maa kedua berada di (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa) yang berarti "serta apa yang di antara keduanya", dan di sana maa berarti "apa yang". Kata (بَيْنَهُمَا, baynahumaa) tersusun dari (بَيْنَ, bayna) yang berarti "di antara" dan akhiran -humaa yang berarti "keduanya", yaitu langit dan bumi yang disebut sebelumnya.

Kalimat pembuka itu tidak berdiri sendiri di Al-Qur'an. Susunan lengkapnya, (وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa khalaqnaa s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa), muncul dua kali, yaitu di 15:85 dan 44:38. Dua ayat lain memakai bentuk dengan kata langit yang berbeda, (السَّمَاءَ, s-samaa'a), yaitu 21:16 dan 38:27, dan terjemahan memakai "langit" untuk keempatnya. Sambungan kalimat itu berbeda di tiap ayat. Di 15:85 sambungannya (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) yang berarti "kecuali dengan kebenaran". Di 21:16 dan 44:38 sambungannya (لَاعِبِينَ, laa'ibiina) yang berarti "dengan main-main". Di 38:27 sambungannya (بَاطِلًا, baathilan) yang berarti "dengan sia-sia". Kalimat yang sama dapat disambung tiga cara, dan 44:38 mengambil cara yang sama dengan 21:16. Frasa wa-maa baynahumaa sendiri muncul dua puluh satu kali di enam belas surah, yaitu 5:17, 5:18, 15:85, 19:65, 20:6, 21:16, 25:59, 26:24, 26:28, 30:8, 32:4, 37:5, 38:10, 38:27, 38:66, 43:85, 44:7, 44:38, 46:3, 50:38, dan 78:37. Surah 5 dan Surah 26 memuatnya masing-masing dua kali, Surah 38 tiga kali, dan Surah 44 dua kali, yaitu 44:7 dan 44:38. Di 44:7 bunyinya (رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, rabbi s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) yang berarti "Tuhan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya".

Kata (لَاعِبِينَ, laa'ibiina) berakar ل-ع-ب. Bentuknya menyebut pelaku yang bermain dalam jamak, sehingga terbaca "dalam keadaan bermain" dan cocok dengan Kami yang menciptakan. Terjemahan "dengan main-main" mempertahankan arah itu, karena pelakulah yang bermain, dan ayat tidak berbicara tentang ciptaan yang bersifat main-main. Bentuk laa'ibiina muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:16 dan 44:38. Akar ل-ع-ب dipakai di dua puluh ayat di tiga belas surah, yaitu 5:57, 5:58, 6:32, 6:70, 6:91, 7:51, 7:98, 9:65, 12:12, 21:2, 21:16, 21:55, 29:64, 43:83, 44:9, 44:38, 47:36, 52:12, 57:20, dan 70:42. Di Surah 44 akar itu dipakai dua kali. Di 44:9 bunyinya (يَلْعَبُونَ, yal'abuuna) yang berarti "sambil bermain-main", dan ayat itu menyebut mereka dalam keraguan. Di 44:38 Kami disangkal sebagai pelaku yang bermain. Pola yang sama terlihat di Surah 21: di 21:2 (يَلْعَبُونَ, yal'abuuna) dipakai untuk pihak yang mendengarkan peringatan sambil bermain-main, dan di 21:16 laa'ibiina dipakai untuk menyangkal bahwa Kami bermain.

Di Surah 21 akar itu muncul sekali lagi, di 21:55, dan di sana akar itu berdampingan dengan kata kebenaran. Bunyinya (أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ, a-ji'tanaa bi-l-haqqi am anta mina l-laa'ibiina) yang berarti "apakah engkau datang kepada kami dengan kebenaran, ataukah engkau termasuk orang-orang yang bermain-main?". Pertanyaan itu menaruh dua kata, kebenaran dan bermain-main, sebagai dua pilihan. Di 44:38 sampai 44:39 dua kata yang sama disusun sebagai satu penyangkalan lalu satu penegasan, dan penegasannya ada di ayat berikutnya. Terjemahan memakai "main-main" untuk laa'ibiina di 44:38 dan "sia-sia" untuk baathilan di 38:27, sehingga dua kata Arab yang berbeda mendapat dua padanan yang berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menyangkal sesuatu tentang cara penciptaan, dan penyangkalan itu tidak ditujukan kepada siapa pun yang disebut namanya. Ayat 44:37 menaruh pertanyaan tentang kaum yang dibinasakan, dan 44:38 berpindah ke penciptaan langit dan bumi dengan awalan "dan". Penyangkalan ini memakai kata kerja Kami menciptakan, jadi ayat menolak satu cara bekerja. Ayat tidak mengatakan bahwa ada pihak yang menuduh Kami demikian.

Surah 44 membuka tentang langit dan bumi lebih awal, di 44:7, ketika Dia disebut Tuhan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, dan di 44:9 mereka disebut sambil bermain-main dalam keraguan. Ayat 44:38 mengulang kedua unsur itu: apa yang di antara keduanya muncul lagi, dan bermain-main muncul lagi, tetapi kali ini dikaitkan dengan Kami dan disangkal. Arah akar bermain-main berbalik dari 44:9 ke 44:38.

Ayat serupa di surah lain berlanjut dengan caranya sendiri. Ayat 21:16 disusul pengandaian di 21:17: seandainya Kami hendak menjadikan suatu permainan, tentu Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar berbuat. Ayat 38:27 menyebut penciptaan dengan sia-sia sebagai dugaan orang-orang yang kufur, lalu ayat yang sama menutup dengan celaka bagi mereka karena api. Ayat 15:85 menyambung kalimat itu dengan kebenaran dan menyatakan bahwa Saat itu pasti datang, lalu 15:86 menyebut Tuhanmu sebagai Sang Pencipta dan Sang Berilmu. Di 44:38 penyangkalan berdiri sendiri, dan penegasan datang di ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Di 44:9 mereka disebut bermain-main dalam keraguan, dan di 44:38 Kami yang menciptakan ditolak bermain-main. Dua ayat dalam satu surah menaruh akar yang sama pada dua pihak yang berbeda. Surah 21 melakukan hal serupa, dengan pendengar yang bermain-main di 21:2 dan Kami yang tidak bermain di 21:16. Pembaca dapat memperhatikan sikapnya sendiri terhadap pertanyaan-pertanyaan besar, apakah dijawab dengan sungguh-sungguh atau dengan canda. Apakah ada pertanyaan besar yang selama ini dijawabnya dengan canda, padahal langit dan bumi menurut 44:38 tidak diciptakan dengan canda?
  • Ayat 44:38 menyebut apa yang di antara langit dan bumi sebagai bagian dari yang tidak diciptakan dengan main-main, dan 44:7 menyebut Dia Tuhan atas apa yang di antara keduanya juga. Ruang itu dapat dibaca mencakup tempat pembaca berdiri, bekerja, dan berbicara dengan orang lain. Ayat ini tidak menyisakan ruang kosong di antara langit dan bumi yang luput dari penyangkalannya. Pembaca yang membagi hari-harinya menjadi urusan besar dan urusan kecil dapat memeriksa apakah urusan kecilnya, yang berlangsung di antara keduanya, dianggap berada di luar wilayah yang digarap dengan sungguh-sungguh. Bagian mana dari harinya yang diperlakukan seolah tidak termasuk apa yang di antara keduanya?
  • Ayat 21:17 menyambung 21:16 dengan pengandaian: seandainya Kami hendak menjadikan suatu permainan, tentu Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar berbuat. Pengandaian itu ditutup dengan jika Kami benar-benar berbuat, sehingga permainan diperlakukan sebagai hal yang tidak Kami kerjakan. Ayat 44:38 menyangkal hal yang sama tanpa pengandaian. Pembaca yang menimbang dunia dapat memeriksa apakah anggapannya sendiri tentang dunia pernah mengandung kemungkinan bahwa semuanya hanya permainan, dan seberapa jauh kemungkinan itu dibiarkan mengatur hari-harinya. Apa yang berubah pada sebuah hari bila kemungkinan itu ditutup seperti penyangkalan Allah di ayat ini menutupnya?
  • Ayat 38:27 menyebut anggapan bahwa langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya diciptakan dengan sia-sia sebagai dugaan orang-orang yang kufur. Anggapan itu diberi nama dugaan, dan tidak diberi nama keterangan. Pembaca yang pernah berpikir bahwa semuanya tidak punya arah dapat menimbang apakah pikiran itu berasal dari keterangan yang dapat ditunjuk atau dari perasaan yang ditinggalkan oleh sebuah hari yang buruk. Ayat 44:39 menyatakan bahwa penciptaan itu dengan kebenaran dan bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui, sehingga anggapan tentang kesia-siaan berhadapan dengan pernyataan itu. Dari mana anggapan itu pertama kali datang kepada pembaca?
  • Di 21:55 orang-orang bertanya kepada Ibrahim apakah ia datang dengan kebenaran atau termasuk orang yang bermain-main, dan jawabannya di 21:56 menyebut Tuhan langit dan bumi yang menciptakannya. Dua kata itu dipakai penanya untuk menimbang seseorang. Di 44:38 sampai 44:39 dua kata yang sama dipakai untuk menimbang penciptaan. Pembaca yang menimbang pembicara dengan dua kategori itu dapat bertanya apakah ukuran yang sama dipakainya untuk ucapannya sendiri. Dengan ukuran apa pembaca menimbang ucapan yang didengarnya, kebenaran atau main-main, dan bagaimana ucapannya sendiri akan tampak bila ditimbang dengan ukuran itu?
  • Ayat 44:38 menyangkal, dan penegasannya ada di 44:39. Pembaca yang berhenti di ayat ini mendengar sebuah kalimat negatif tentang Allah tanpa isi positifnya. Pembaca itu tahu bahwa penciptaan bukan main-main, tetapi belum tahu apa gantinya. Pembaca yang pernah mendengar sebuah penolakan tanpa penjelasan dapat memeriksa bagaimana kekosongan itu diisi: dengan dugaan buruk, dengan dugaan baik, atau dengan menunggu kalimat berikutnya. Seberapa sabar pembaca menunggu isi positif sebuah penolakan sebelum mengisinya sendiri?