مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Tidaklah Kami ciptakan keduanya, kecuali dengan kebenaran. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّmaa khalaqnaahumaa illaa bi-l-haqqitidaklah Kami ciptakan keduanya kecuali dengan kebenaran
- وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَwa-laakinna aktsarahum laa ya'lamuunaakan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui
Terjemahan per kata (8 kata)
- مَاmaatidaklah
- خَلَقْنَاهُمَاkhalaqnaahumaaKami menciptakan keduanya
- إِلَّاillaakecuali
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
- أَكْثَرَهُمْaktsarahumkebanyakan mereka
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Bentuk (خَلَقْنَاهُمَا, khalaqnaahumaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:39.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَا خَلَقْنَاهُمَا, maa khalaqnaahumaa) yang berarti "tidaklah Kami ciptakan keduanya". Kata (مَا, maa) menyangkal, (خَلَقْنَا, khalaqnaa) berakar خ-ل-ق dan berarti "Kami menciptakan", dan akhiran (هُمَا, -humaa) berarti "keduanya", yaitu langit dan bumi yang disebut di 44:38. Bentuk khalaqnaahumaa muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Ayat 44:38 menyebut tiga hal, yaitu langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya, sedangkan 44:39 memakai -humaa untuk dua yang pertama. Di antara lima ayat penciptaan yang memakai "kecuali dengan kebenaran", ayat 15:85, 30:8, dan 46:3 menyebut lagi apa yang di antara langit dan bumi, ayat 10:5 membicarakan matahari dan bulan, dan 44:39 memakai -humaa untuk langit dan bumi saja. Ayat 44:39 tidak mengatakan apakah apa yang di antara keduanya ikut terhitung dalam kalimat ini.
Kata (إِلَّا, illaa) berarti "kecuali" dan (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) berarti "dengan kebenaran". Kata terakhir tersusun dari (بِ, bi-) yang berarti "dengan", kata sandang al-, dan (حَقِّ, haqqi) yang berakar ح-ق-ق. Susunan illaa bi-l-haqqi muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 6:151, 10:5, 15:8, 15:85, 17:33, 25:68, 30:8, 44:39, dan 46:3; Surah 15 memuatnya dua kali. Lima dari sembilan ayat itu menyangkut penciptaan: 10:5, 15:85, 30:8, 44:39, dan 46:3. Tiga ayat menyangkut jiwa yang tidak boleh dibunuh, misalnya (وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ, wa-laa taqtuluu n-nafsa llatii harrama llaahu illaa bi-l-haqqi) yang berarti "dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali dengan hak" di 17:33, dan dua lainnya ialah 6:151 dan 25:68. Satu ayat, 15:8, menyangkut malaikat: (مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ, maa nunazzilu l-malaa'ikata illaa bi-l-haqqi) yang berarti "Kami tidak menurunkan malaikat kecuali dengan kebenaran". Dengan demikian kata haqq dipakai untuk tiga urusan, yaitu penciptaan, pembunuhan, dan turunnya malaikat, dan 44:39 termasuk urusan yang pertama. Terjemahan 44:39 memakai "kebenaran" seperti di 15:8, 15:85, dan 46:3.
Kalimat kedua dibuka dengan (وَلَٰكِنَّ, wa-laakinna) yang berarti "akan tetapi", disusul (أَكْثَرَهُمْ, aktsarahum) yang berarti "kebanyakan mereka", dan (لَا يَعْلَمُونَ, laa ya'lamuuna) yang berarti "tidak mengetahui". Kata aktsarahum berakar ك-ث-ر, dengan -hum yang berarti "mereka", dan kata kerja ya'lamuuna berakar ع-ل-م. Bentuk aktsarahum muncul lima belas kali di sepuluh surah, yaitu 6:37, 6:111, 7:17, 7:102, 7:131, 8:34, 10:55, 10:60, 25:44, 27:73, 28:13, 28:57, 39:49, 44:39, dan 52:47. Sembilan di antaranya disusul laa ya'lamuuna: 6:37, 7:131, 8:34, 10:55, 28:13, 28:57, 39:49, 44:39, dan 52:47. Dua disusul laa yasykuruuna (10:60 dan 27:73), dan empat disusul kata lain, yaitu 6:111, 7:17, 7:102, dan 25:44. Kesembilan ayat dengan laa ya'lamuuna berakhir pada kata kerja itu tanpa keterangan tentang apa yang tidak diketahui, dan terjemahan 44:39 tidak menambahkan "hal itu". Di tiga ayat, yaitu 10:55, 28:13, dan 44:39, kata tepat sebelum kalimat ini ialah kebenaran: (أَلَا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, alaa inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya janji Allah itu benar" di 10:55, dan (وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, wa-li-ta'lama anna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar" di 28:13.
Akar ع-ل-م juga dipakai untuk pihak yang digambarkan sebaliknya, yaitu yang mengetahui. Susunan (لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ, li-qawmin ya'lamuuna) yang berarti "kepada kaum yang mengetahui" muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 2:230, 6:97, 6:105, 7:32, 9:11, 10:5, 27:52, dan 41:3, dan Surah 6 memuatnya dua kali. Di 10:5, ayat yang juga memuat illaa bi-l-haqqi, bunyinya (يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ, yufashshilu l-aayaati li-qawmin ya'lamuuna) yang berarti "Dia menjelaskan tanda-tanda kepada kaum yang mengetahui". Dengan demikian orang yang mengetahui disebut sebagai penerima keterangan di 10:5, sedangkan kebanyakan mereka disebut tidak mengetahui di 44:39. Ayat 44:39 tidak menyebut siapa saja yang termasuk golongan yang lebih sedikit itu.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi 44:38. Ayat 44:38 menyangkal bahwa Kami menciptakan langit dan bumi dengan main-main, dan 44:39 menyatakan apa yang ada sebagai gantinya, yaitu kebenaran. Kalimat kedua lalu pindah dari penciptaan ke pengetahuan, dan berkata bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui. Dua ayat ini dapat dibaca sebagai satu pernyataan yang dibagi dua: sisi negatif di ayat pertama dan sisi positif di ayat kedua.
Tiga dari empat ayat penciptaan lain yang memuat "kecuali dengan kebenaran" menyambungnya dengan sebuah titik akhir. Ayat 15:85 menyambungnya dengan pernyataan bahwa Saat itu pasti datang. Ayat 30:8 dan 46:3 menyambungnya dengan (وَأَجَلٍ مُسَمًّى, wa-ajalin musamman) yang berarti "dan waktu yang ditentukan". Di 44:39 titik akhir itu tidak ada dalam ayat yang sama, dan baru muncul di ayat berikutnya sebagai hari keputusan. Dengan 44:40, ada empat tempat yang menyebut kebenaran dalam penciptaan dan sebuah akhir yang ditentukan secara berdekatan.
Ayat 44:39 dan 44:40 memakai dua ukuran jumlah yang berbeda. Di 44:39 yang tidak mengetahui ialah kebanyakan mereka, dan di 44:40 hari keputusan menjadi waktu bagi mereka semuanya. Bila "mereka" di kedua ayat adalah pihak yang sama, ketidaktahuan sebagian besar mereka berdampingan dengan hari yang mencakup mereka semua.
Dalam Surah 44, kata aktsarahum muncul hanya di ayat ini. Ayat 44:34 sampai 44:36 memuat ucapan yang menyangkal kebangkitan, 44:37 menyebut kaum terdahulu yang dibinasakan, dan 44:38 menyangkal bahwa Kami bermain. Kalimat "kebanyakan mereka tidak mengetahui" datang sesudah semua itu, dan tidak ada nama di dalamnya yang menjelaskan siapa "mereka".
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menghubungkan penciptaan dengan kebenaran lewat kata dengan, dan kata itu melekatkan kebenaran pada pekerjaan menciptakan sendiri. Lima ayat penciptaan memakai susunan ini: 10:5, 15:85, 30:8, 44:39, dan 46:3. Pembaca yang mengerjakan sesuatu dapat bertanya apa yang melekat pada pekerjaannya sejak langkah pertama, serta apa yang diharapkannya dari hasil akhirnya. Menurut ayat ini Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran, dan ayat tidak menyebut kebenaran itu sebagai hasil yang tiba sesudah penciptaan selesai. Apa yang melekat pada pekerjaan pembaca hari ini, dan apakah yang melekat itu tetap ada bila hasilnya tidak seperti yang diharapkan?
- Ayat 44:39 berkata kebanyakan mereka tidak mengetahui. Kata kebanyakan menyisakan jumlah yang lebih sedikit, tetapi ayat tidak mengatakan siapa mereka dan dari mana hitungan itu diperoleh. Pembaca yang berkata bahwa kebanyakan orang tidak mengerti sesuatu dapat memeriksa asal hitungannya sendiri, entah pengamatan yang dapat diperiksa orang lain, entah kesan dari lingkungan yang sempit. Kalimat di ayat ini diucapkan oleh Kami yang menciptakan, dan tidak oleh pembaca yang membandingkan sekelilingnya. Dari pengamatan apa pembaca menyebut kebanyakan, dan apakah pembaca berani menyebut kebanyakan itu bila hitungannya diminta ditunjukkan?
- Di 10:55 dan 28:13 pernyataan bahwa janji Allah itu benar langsung disusul kalimat yang sama dengan 44:39, yaitu kebanyakan mereka tidak mengetahui. Di 44:39 kebenaran penciptaan berada di tempat yang sama. Tiga ayat itu menaruh kebenaran dan ketidaktahuan mayoritas berdampingan dalam satu napas. Pembaca yang menimbang sebuah klaim dari seberapa banyak orang yang memercayainya dapat membaca ketiga ayat ini sebagai pernyataan bahwa kebenaran sebuah pernyataan tidak ikut turun ketika sedikit yang mengetahuinya. Seberapa besar pembaca membiarkan jumlah pendukung menjadi alasan sebelum membaca isi pernyataannya?
- Di 10:5 Allah tidak menciptakan demikian itu kecuali dengan benar, lalu Dia menjelaskan tanda-tanda kepada kaum yang mengetahui. Di 44:39 kalimat tentang kebenaran itu disusul kebanyakan mereka yang tidak mengetahui. Kedua ayat menaruh pengetahuan pada pihak penerima. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata mengetahui menunjuk pihak yang menerima keterangan dan tidak menunjuk pihak yang menyediakannya, sehingga pertanyaan beralih kepada siapa yang menerima. Dalam kelompok manakah pembaca menaruh dirinya ketika sebuah keterangan dibacakan kepadanya?
- Ayat 44:39 berakhir pada laa ya'lamuuna tanpa menyebut apa yang tidak diketahui, dan kesembilan ayat dengan susunan ini berakhir sama. Pembaca mengisi kekosongan itu dari kalimat sebelumnya, yaitu kebenaran dalam penciptaan, dan ayat berikutnya menyusul dengan hari keputusan, tetapi ayat 44:39 sendiri tidak mengikatnya. Pembaca yang menemukan kalimat tanpa objek dapat memperhatikan objek apa yang dipasangnya secara otomatis dan mengapa objek itu yang dipilihnya. Bila kalimat itu diarahkan kepada pembaca sendiri, hal apa yang disadarinya belum diketahuinya?
- Kalimat kedua ayat ini berpindah dari penciptaan ke pendengar. Sesudah Dia menyebut langit dan bumi, yang dibicarakan ialah kebanyakan mereka. Perpindahan itu menaruh pembaca di tempat pendengar, dan pertanyaan tentang langit berganti menjadi pertanyaan tentang siapa yang mendengar. Ayat 44:39 tidak menyebut siapa mereka itu, sehingga pembaca tidak memperoleh daftar nama untuk dilewati sambil merasa aman. Bagaimana rasanya mendengar pernyataan sebesar penciptaan, lalu kalimat berikutnya sudah menyebut pendengarnya dan tidak menyebut namanya?