يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

hari seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya sedikit pun dan mereka tidak akan ditolong,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًاyawma laa yughnii mawlan 'an mawlan syay'anhari seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya sedikit pun
  2. وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَwa-laa hum yunsharuunadan mereka tidak akan ditolong

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. لَاlaatidak
  3. يُغْنِيyughniimencukupkan
  4. مَوْلًىmawlanpelindung
  5. عَنْ'andari
  6. مَوْلًىmawlanpelindung
  7. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. هُمْhummereka
  10. يُنْصَرُونَyunsharuunaditolong

Inti bacaan

Penutup (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:48, 2:86, 2:123, 21:39, 44:41, dan 52:46.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَوْمَ, yawma) yang berarti "hari", dan ayat sebelumnya memuat (يَوْمَ الْفَصْلِ, yawma l-fashli) yang berarti "hari keputusan" di 44:40. Terjemahan menyambung kedua ayat dengan "hari" tanpa menambah "yaitu" atau "ketika", sebab Arabnya tidak memuat kata sambung di depan yawma. Susunan (يَوْمَ لَا يُغْنِي, yawma laa yughnii) yang berarti "hari tidak mencukupkan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:41 dan 52:46. Di 52:46 bunyinya (يَوْمَ لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا, yawma laa yughnii 'anhum kayduhum syay'an) yang berarti "hari siasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun".

Kata kerja (يُغْنِي, yughnii) berakar غ-ن-ي dan diterjemahkan "mencukupkan", seperti di 19:42 dan 52:46. Dalam bentuk yang didahului penolakan, (لَا يُغْنِي, laa yughnii) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu di 10:36, 19:42, 44:41, 45:10, 52:46, 53:28, 77:31, dan 88:7. Di tujuh ayat selain 44:41, kata kerja itu dikenakan pada dugaan, sesuatu yang disembah, amal dan apa yang dijadikan pelindung, siasat, naungan, serta makanan, sedangkan di 44:41 dikenakan pada seorang pelindung. Pelaku manusia juga ada di 66:10, (فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا, fa-lam yughniyaa 'anhumaa mina llaahi syay'an) yang berarti "maka keduanya tidak mencukupkan keduanya sedikit pun dari Allah", dan pelakunya dua hamba yang disebut di awal ayat itu. Kata (شَيْئًا, syay'an) yang berarti "sedikit pun" menyusul kata kerja itu, antara lain di 44:41, 52:46, dan 66:10. Terjemahan memakai "sedikit pun" satu kali dan tidak menambah "sama sekali" atau "dapat", karena tidak ada kata Arab yang melahirkan tambahan itu.

Kata (مَوْلًى, mawlan) berakar و-ل-ي dan muncul dua kali dalam ayat ini, satu di tiap sisi (عَنْ, 'an) yang berarti "dari". Kata ini, dalam berbagai bentuknya, dipakai di empat belas ayat, yaitu 2:286, 3:150, 6:62, 8:40, 9:51, 10:30, 16:76, 22:13, 22:78, 44:41, 47:11, 57:15, 66:2, dan 66:4. Pada sepuluh ayat di antaranya sebutan itu dikenakan kepada Allah, dan sembilan ayat memakai "pelindung" untuk menerjemahkannya, yaitu 2:286, 3:150, 8:40, 9:51, 10:30, 22:78, 47:11, 66:2, dan 66:4. Contohnya (أَنْتَ مَوْلَانَا, anta mawlaanaa) yang berarti "Engkaulah pelindung kami" di 2:286; hanya 6:62 yang memakai "penguasa". Di 44:41 sebutan itu dipakai antara dua pihak yang sama-sama manusia, dan terjemahan memakai "pelindung" juga. Kata "setia" tidak punya kata Arab di ayat ini, dan padanan "teman setia" sudah dipakai untuk kata lain, (حَمِيمٌ, hamiimun), di 69:35 dan 70:10. Di 16:76, (كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ, kallun 'alaa mawlaahu) yang berarti "beban bagi penanggungnya", sebutan itu dipakai untuk manusia dan terjemahannya mengikuti keadaan yang digambarkan ayat itu, yaitu orang yang menjadi beban.

Bagian kedua dibuka dengan (وَلَا هُمْ, wa-laa hum) yang berarti "dan mereka tidak". Kata ganti (هُمْ, hum) bersifat jamak, sedangkan (مَوْلًى, mawlan) di bagian pertama tunggal, dan ayat tidak menyebut siapa saja yang diacu oleh "mereka". Kata ganti jamak yang terdekat ada di 44:40, (مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ, miiqaatuhum ajma'iina) yang berarti "waktu yang ditetapkan bagi mereka semuanya". Kata (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) berakar ن-ص-ر dan berbentuk pasif, sehingga terjemahan "tidak akan ditolong" membiarkan pelaku penolongan tak bernama, seperti Arabnya. Penutup (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna) muncul enam kali di empat surah, yaitu di 2:48, 2:86, 2:123, 21:39, 44:41, dan 52:46.

Tafsiran

Ayat ini mengisi hari keputusan di 44:40 dengan dua peniadaan bantuan. Yang pertama terjadi antara sesama pelindung, dan yang kedua menimpa "mereka" yang tidak disebut namanya. Kata yang sama berdiri di kedua sisi (عَنْ, 'an), sehingga ayat tidak membagi dua pihak itu menjadi pemberi dan penerima. Keduanya sama-sama pelindung, dan tidak satu pun mencukupkan yang lain.

Pola ini berulang di ayat lain yang membicarakan hari yang sama dengan pasangan berbeda. Di 2:48 dan 2:123 pasangannya dua jiwa, (لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا, laa tajzii nafsun 'an nafsin syay'an) yang berarti "tidak ada satu jiwa pun berguna bagi jiwa yang lain sedikit pun", dan kedua ayat itu ditutup dengan kalimat yang sama seperti 44:41. Di 82:19 pasangannya jiwa lagi, (لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا, laa tamliku nafsun li-nafsin syay'an), lalu ayat itu menyebut urusan pada hari itu milik Allah. Di 31:33 pasangannya orang tua dan anak, (لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ, laa yajzii waalidun 'an waladihi). Ayat 44:41 memilih pasangan yang lain lagi, yaitu dua pihak yang saling melindungi, sehingga hubungan antara dua pelindung ikut masuk ke dalam daftar pasangan itu.

Sebutan pelindung di ayat lain berdampingan dengan pertolongan. Di 2:286, (أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا, anta mawlaanaa fa-nshurnaa) yang berarti "Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami". Di 3:150, (وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ, wa-huwa khayru n-naashiriina) yang berarti "dan Dia sebaik-baik penolong", menyusul sebutan pelindung. Di 8:40 dan 22:78, (نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ, ni'ma l-mawlaa wa-ni'ma n-nashiiru) yang berarti "sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong". Pada keempat ayat itu pelindung dan penolong berdampingan dalam kalimat yang sama, sedangkan 44:41 memuat keduanya dalam satu ayat dengan penolakan.

Ayat 45:19 mempertemukan peniadaan dan sebutan pelindung antar manusia dalam satu ayat: mereka tidak mencukupkan sedikit pun dari Allah, (بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ, ba'dhuhum awliyaa'u ba'dhin) yang berarti "sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain", dan (وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ, wa-llaahu waliyyu l-muttaqiina) yang berarti "dan Allah pelindung orang-orang bertakwa". Ayat 44:41 tidak memuat kalimat ketiga itu, dan 44:42 yang menyusul memuat pengecualian.

Renungan dan Hikmah

  • Kata mawlan berdiri di dua sisi kata 'an, sehingga yang tidak mencukupkan dan yang tidak dicukupi memakai sebutan yang sama. Pembaca yang menjadi sandaran bagi orang lain di keluarga, kantor, atau kampungnya sedang berada di sisi pertama, dan pada saat yang sama pembaca itu memiliki pihak yang disandarinya sendiri di sisi kedua. Ayat ini tidak memberi pengecualian kepada salah satu dari keduanya. Di 3:150 sebutan yang sama dikenakan kepada Allah, (بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ, bali llaahu mawlaakum) yang berarti "bahkan Allah pelindung kalian". Bila dua pihak yang saling bersandar sama-sama tidak mencukupkan pada hari itu, kepada siapa sandaran pembaca akhirnya sampai?
  • Kata syay'an menutup peniadaan dengan "sedikit pun", sehingga ayat tidak menyisakan bagian kecil yang masih bisa dicukupkan satu pelindung untuk pelindung lain. Pembaca yang pernah menghitung bantuan dari sekitarnya dapat memeriksa apakah yang besar ditaruh di depan lalu yang kecil disimpan sebagai cadangan, misalnya satu telepon, satu rekomendasi, atau satu nama yang bisa disebut. Ukuran apa pun yang selamat dari peniadaan itu tidak tertulis di ayat ini. Di 82:19, sesudah peniadaan serupa, (وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ, wa-l-amru yawma'idzin li-llaahi) yang berarti "dan urusan pada hari itu milik Allah", sehingga yang tersisa ditunjuk pada satu pihak. Cadangan kecil apa yang selama ini dipegang pembaca tanpa pernah disebut?
  • Ayat 45:19 menyebut orang-orang zalim sebagian menjadi pelindung bagi sebagian yang lain, lalu menyebut Allah pelindung orang-orang bertakwa, dan di ayat yang sama mereka tidak mencukupkan sedikit pun dari Allah. Dibaca bersama 44:41, kedua ayat itu membuat daftar sandaran pembaca memiliki dua kolom, yaitu pelindung yang diambil manusia untuk dirinya, seperti di 45:10 yang menyebut apa yang mereka jadikan pelindung selain Allah, dan pelindung yang disebut Allah bagi orang yang bertakwa. Pembaca dapat menuliskan satu per satu siapa yang dianggap pelindungnya, lalu menimbang di kolom mana masing-masing akan tercatat menurut 45:19. Nama siapa yang ditulis paling awal?
  • Penutup ayat memakai kata "mereka" yang jamak tanpa menyebut siapa saja yang termasuk, sementara bagian pertamanya berbicara tentang seorang pelindung dan pelindung lainnya. Ayat tidak mengatakan bahwa mereka orang lain. Pembaca yang menyebut dalam hati siapa "mereka" itu dapat memperhatikan wajah siapa yang muncul lebih dulu dan apakah dirinya ikut dihitung, sebab 44:40 sudah menyebut waktu yang ditetapkan bagi mereka semuanya, (مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ, miiqaatuhum ajma'iina). Pada kata itu, wajah siapa yang lebih dulu hadir di benak pembaca, dan di mana letak dirinya sendiri?
  • Kata "ditolong" berbentuk pasif, dan ayat tidak menyebut penolongnya, sehingga peniadaan itu tidak menunjuk pada satu penolong tertentu yang gagal datang. Ayat 3:150 menyebut Allah (خَيْرُ النَّاصِرِينَ, khayru n-naashiriina) yang berarti "sebaik-baik penolong", dan 44:41 sendiri tidak mengatakan apakah penolong itu datang atau tidak. Kedua ayat itu berada di surah yang berbeda dan tidak saling membantah. Pembaca yang mengetahui keduanya dapat bertanya kepada dirinya, pada hari yang disebut 44:40, nama siapa yang diharapkan mengisi tempat kosong di belakang kata "ditolong"?
  • Ayat ini membatasi peniadaannya pada satu hari dengan kata yawma, sehingga bantuan antara pelindung dan pelindung tidak dibahas untuk hari-hari sebelumnya. Bantuan yang sampai kepada pembaca hari ini dari keluarga, kawan, atau atasan tidak dibantah oleh ayat ini, dan pembaca dapat menerimanya sebagai bantuan sungguhan sambil membaca bahwa ayat ini menaruh batas waktu. Ayat 44:40 menyebut hari itu sebagai waktu yang ditetapkan. Bagaimana pembaca memperlakukan bantuan yang sedang diterimanya hari ini, bila hari itu sudah memiliki waktu yang ditetapkan?