إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّهُillaa man rahima llaahukecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah
  2. إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُinnahu huwa l-'aziizu r-rahiimusesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. مَنْmanorang yang
  3. رَحِمَrahimamerahmati
  4. اللَّهُllaahuAllah
  5. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  6. هُوَhuwaDia
  7. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  8. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Pasangan (الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ, al-'aziizu r-rahiimu) muncul sebelas kali di empat surah, yaitu di 26:9, 26:68, 26:104, 26:122, 26:140, 26:159, 26:175, 26:191, 30:5, 32:6, dan 44:42.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ, illaa man rahima llaahu) yang berarti "kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah". Bagian (إِلَّا مَنْ رَحِمَ, illaa man rahima) muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 11:43, 11:119, dan 44:42. Di 11:43 bunyinya (لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ, laa 'aashima l-yawma min amri llaahi illaa man rahima) yang berarti "tidak ada penyelamat pada hari ini dari ketetapan Allah kecuali siapa yang dirahmati", sehingga pengecualian itu menyusul sebuah penafian seperti di 44:41. Di 11:119 bunyinya (إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ, illaa man rahima rabbuka) yang berarti "kecuali orang yang dirahmati Tuhanmu". Penerima rahmat di ketiga tempat itu disebut dengan kata (مَنْ, man) yang berarti "orang yang", sedangkan pemberinya disebut Allah di 44:42, Tuhanmu di 11:119, dan tidak disebut di 11:43.

Kata kerja (رَحِمَ, rahima) berakar ر-ح-م. Dalam bentuk lampau dengan pelaku "dia", termasuk yang bersambung dengan kata ganti seperti (رَحِمَهُ, rahimahu) di 6:16 dan (رَحِمَنَا, rahimanaa) di 67:28, kata kerja itu muncul enam kali di lima surah, yaitu di 6:16, 11:43, 11:119, 12:53, 44:42, dan 67:28. Di 6:16 kata kerja itu terhubung dengan hari, (مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ, man yushraf 'anhu yawma'idzin fa-qad rahimahu) yang berarti "siapa yang dijauhkan darinya pada hari itu, sungguh Dia telah merahmatinya". Bentuk lain berhubungan dengan hari yang sama di 40:9, (وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ, wa-man taqi s-sayyi'aati yawma'idzin fa-qad rahimtahu) yang berarti "dan siapa yang Engkau lindungi dari keburukan pada hari itu, sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya". Terjemahan 44:42 memakai "diberi rahmat oleh Allah" agar penerima, (مَنْ, man), tetap berada di depan seperti dalam Arabnya, dan pemberi, (اللَّهُ, llaahu), menyusul sesudah kata kerja.

Kata (مَنْ, man) di sini tidak diikuti sifat apa pun. Ayat 45:19 menyebut ciri pihak yang dilindungi Allah, (وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ, wa-llaahu waliyyu l-muttaqiina) yang berarti "dan Allah pelindung orang-orang bertakwa", sedangkan 44:42 tidak menuliskan ciri orang yang dirahmati. Ayat ini juga tidak menyatakan apakah pengecualian itu berlaku bagi "tidak mencukupkan" di 44:41, bagi "tidak ditolong", atau bagi keduanya. Terjemahan membiarkan hal itu terbuka dengan menaruh "kecuali" langsung sesudah koma di ujung 44:41.

Bagian kedua berbunyi (إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ, innahu huwa l-'aziizu r-rahiimu) yang berarti "sesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih". Kata (الْعَزِيزُ, al-'aziizu) berakar ع-ز-ز dan (الرَّحِيمُ, ar-rahiimu) berakar ر-ح-م, dan kata sandang al- pada keduanya diterjemahkan "Sang", seperti di 26:9, (وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ, wa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimu) yang berarti "dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih". Pasangan (الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ, al-'aziizu r-rahiimu) muncul sebelas kali di empat surah, yaitu di 26:9, 26:68, 26:104, 26:122, 26:140, 26:159, 26:175, 26:191, 30:5, 32:6, dan 44:42. Di semua tempat itu (الْعَزِيزُ, al-'aziizu) lebih dulu, dan urutan sebaliknya tidak ditemukan di mana pun. Kalimat utuh yang dibuka (إِنَّهُ هُوَ, innahu huwa) ada di 44:42 saja.

Di 30:5 pasangan itu menyusul kata kerja yang akarnya sama dengan (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) di 44:41, yaitu (يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ, yanshuru man yasyaa'u) yang berarti "Dia menolong siapa yang Dia kehendaki", lalu (وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ, wa-huwa l-'aziizu r-rahiimu). Di 12:53 kata kerja rahima dan nama rahiim berjarak satu kalimat, (إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي, illaa maa rahima rabbii) yang berarti "kecuali yang dirahmati Tuhanku", lalu (غَفُورٌ رَحِيمٌ, ghafuurun rahiimun) yang berarti "pengampun lagi pengasih".

Tafsiran

Ayat ini menutup tiga ayat tentang hari keputusan (44:40 sampai 44:42) dengan satu pengecualian dan satu pernyataan tentang Allah. Sesudah 44:41 meniadakan bantuan antar pelindung dan pertolongan bagi "mereka", 44:42 menyebut satu jalan yang tetap terbuka dan menyandarkannya pada rahmat Allah, tidak pada hubungan antar manusia. Ayat ini juga tidak mengikat rahmat dengan pertolongan, jadi keduanya tetap dua kata yang berdiri berdampingan.

Kalimat pengecualian yang sama datang sesudah dua jenis penafian yang berbeda. Di 11:43 pengecualian itu menyusul (لَا عَاصِمَ, laa 'aashima) yang berarti "tidak ada penyelamat", sedangkan di 44:42 pengecualian itu menyusul bantuan yang ditiadakan, yaitu (لَا يُغْنِي, laa yughnii) yang berarti "tidak mencukupkan" dan (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna). Ayat 11:43 berlanjut ke gelombang, (وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ, wa-haala baynahumaa l-mawju) yang berarti "dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya", sedangkan 44:42 berlanjut ke dua nama.

Ayat 6:16 dan 40:9 menggambarkan rahmat pada hari itu lewat akibatnya bagi penerima: dijauhkan dari sesuatu, atau dilindungi dari keburukan. Ayat 44:42 tidak menuliskan akibatnya dan hanya menyebut pemberinya. Penutupnya, dua nama yang disandangkan pada satu pihak sesudah kata Dialah, menaruh alasan pengecualian itu pada siapa yang memberinya. Di 30:5 pasangan yang sama menyusul pertolongan yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki. Pertolongan yang ditiadakan bagi "mereka" di 44:41 dan pasangan nama di 44:42 dapat dibaca di samping 30:5, selama bacaan itu tidak melangkah lebih jauh dari tiga ayat yang tertulis.

Sesudah ayat ini, 44:43 beralih ke pohon yang diberi nama, dan tidak ada huruf sambung yang menghubungkan keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Pembaca yang berhenti di akhir 44:41 menemukan dua peniadaan berturut-turut dan belum menemukan jalan keluar apa pun. Kata pertama ayat berikutnya adalah "kecuali", dan jalan itu tertulis bersama nama pemberinya, yaitu Allah. Urutan itu memperlihatkan bahwa kalimat tentang hari keputusan belum selesai ketika peniadaan berakhir. Orang yang merasa kehabisan penopang dalam suatu keadaan dapat memeriksa apakah bacaannya berhenti sebelum kata "kecuali" tiba. Apa yang berubah pada cara pembaca menanggung 44:41 bila kata berikutnya sudah dikenalnya?
  • Kata man dalam ayat ini tidak diikuti sifat apa pun. Pembaca yang menyebut dalam hati siapa saja yang termasuk "orang yang diberi rahmat" sedang menambahkan bahan sendiri yang tidak ada di ayat, misalnya kelompok, jabatan, atau amal yang dikenalnya. Ayat 45:19 memang menyebut ciri pihak yang dilindungi Allah, yaitu orang-orang bertakwa, tetapi itu ayat lain dengan pokok lain, dan 44:42 sendiri membiarkan kata man tanpa ciri. Tambahan apa yang dipasang pembaca pada kata itu, dan dari ayat mana tambahan tersebut berasal?
  • Ayat 44:41 meniadakan apa yang dapat diberikan sesama pada hari keputusan, dan 44:42 menyebut apa yang diberikan Allah pada hari yang sama. Dua ayat itu menaruh dua sumber berdampingan dalam satu kalimat yang disambung koma. Pembaca dapat membandingkan berapa banyak dari pengaturan hidupnya diarahkan untuk mendapatkan sumber yang pertama, misalnya kenalan, jabatan, dan tabungan, dan berapa banyak untuk yang kedua. Ayat ini menyebut rahmat sebagai sesuatu yang diberikan Allah. Bagaimana pembaca membedakan sandaran yang dicari dari rahmat yang diberikan?
  • Sesudah pengecualian, ayat ini menyebut Allah sebagai Sang Digdaya dan Sang Pengasih dalam satu kalimat, dengan kata Dialah yang menunjuk satu pihak yang sama. Pembaca yang membayangkan hari keputusan dengan rasa gentar dapat memperhatikan bahwa nama pertama yang disebut adalah kuasa dan nama kedua adalah kasih, dan keduanya disandangkan pada satu pihak tanpa dibagi kepada dua. Di 26:9 pasangan nama yang sama dikenakan kepada Tuhan pembaca, (رَبَّكَ, rabbaka) yang berarti "Tuhanmu". Siapa yang dibayangkan memegang kuasa pada hari itu, dan apakah gambaran tersebut memuat nama kedua?
  • Ayat ini memakai kata kerja rahima pada bagian awalnya dan nama rahiim pada bagian akhirnya, dua kata dari akar yang sama. Di 12:53 hal serupa terjadi dengan jarak satu kalimat, (إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي, illaa maa rahima rabbii) lalu (غَفُورٌ رَحِيمٌ, ghafuurun rahiimun). Pembaca yang mengenal rahmat lebih dulu sebagai sesuatu yang terjadi dalam hidupnya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut perbuatan memberi rahmat lebih dulu dan nama menyusul. Rahmat apa dalam hidup pembaca yang pernah diterima tanpa pernah dihubungkan dengan nama Tuhan?
  • Ayat 6:16 dan 40:9 sama-sama menaruh rahmat pada "hari itu", (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin). Di 40:9 kalimatnya ditujukan kepada Tuhan, (فَقَدْ رَحِمْتَهُ, fa-qad rahimtahu) yang berarti "sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya". Ayat 44:42 menyusul hari yang disebut di 44:41, sehingga tiga ayat itu menghubungkan rahmat dengan hari yang sama. Ketiganya tidak merinci seperti apa rahmat itu tampak. Pembaca yang membaca ketiganya berurutan dapat bertanya, bila rahmat pada hari itu dibicarakan sesingkat itu, kata apa yang akan dipilihnya untuk menggambarkannya?