Ayat 44:43
إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ
Sesungguhnya pohon zaqqum,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِinna syajarata z-zaqquumisesungguhnya pohon zaqqum
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- شَجَرَتَsyajaratapohon
- الزَّقُّومِz-zaqquumizaqqum
Inti bacaan
Pembukaan deskripsi pohon zaqqum, persiapan menuju gambaran konsekuensi yang akan dijelaskan detail di ayat-ayat berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
Kata 'itu' setelah 'pohon zaqqum' dihapus: tidak ada demonstratif dalam teks Arab, hanya partikel makrifat 'al-'; ayat menyambung ke kelanjutannya di 44:44.
Tafsiran
Ayat ini memperkenalkan pohon zaqqum sebagai simbol azab yang mengerikan bagi para pendosa.
Renungan dan Hikmah
- Allah membuka dengan nama pohonnya. Zaqqum. Belum diterangkan.
- Kalimatnya belum lengkap di sini. Beritanya menyusul. Yang disebut baru pokoknya.
- Namanya dipakai Allah tanpa dijelaskan artinya. Sebagai nama diri. Yang mendengar cukup mengingat bunyinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar sh-j-r, z-q-m): shajarat az-zaqquum diterjemahkan 'pohon zaqqum' (akar sh-j-r). Selaras.
Ayat 44:44
طَعَامُ الْأَثِيمِ
adalah makanan orang yang banyak berdosa,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- طَعَامُ الْأَثِيمِtha'aamu l-atsiimiadalah makanan orang yang banyak berdosa
Terjemahan per kata (2 kata)
- طَعَامُtha'aamumakanan
- الْأَثِيمِl-atsiimiyang banyak berdosa
Inti bacaan
Identifikasi 'makanan orang yang banyak berdosa', konsekuensi yang secara spesifik dikaitkan dengan pola perilaku tertentu, bukan hukuman acak tanpa sebab.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa pohon zaqqum adalah santapan khusus bagi mereka yang banyak berbuat dosa.
Renungan dan Hikmah
- Pemakannya disebut Allah dengan kadar dosanya. Bukan yang berdosa. Yang banyak berdosa.
- Yang disebut makanan, bukan hukuman. Bukan dilemparkan. Disantap.
- Rasanya Allah rinci di dua ayat sesudahnya. Seperti tembaga mendidih. Di dalam perut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-'-m, a-ts-m): ta'aam al-athiim diterjemahkan 'makanan orang berdosa' (akar t-'-m + akar '-ts-m). Selaras.
Ayat 44:45
كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ
seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِka-l-muhli yaghlii fii l-buthuuniseperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut
Terjemahan per kata (4 kata)
- كَالْمُهْلِka-l-muhliseperti cairan logam
- يَغْلِيyaghliimendidih
- فِيfiidalam
- الْبُطُونِl-buthuuniperut
Inti bacaan
Deskripsi eksplisit 'cairan tembaga yang mendidih di dalam perut', gambaran konsekuensi yang detail dan tanpa penghalusan bahasa.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan efek mengerikan pohon zaqqum di dalam tubuh yang memakannya.
Renungan dan Hikmah
- Yang diumpamakan Allah logam cair, bukan api. Bukan yang membakar dari luar. Yang mendidih di dalam.
- Tempatnya disebut di dalam perut, bukan di mulut. Bukan saat ditelan. Sesudah masuk.
- Perumpamaan kedua Allah susulkan di ayat sesudahnya. Seperti tembaga. Lalu seperti air mendidih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-h-l, gh-l-y, b-t-n): muhl diterjemahkan 'cairan tembaga (leburan)' (akar m-h-l); yaghlii fii l-butuun diterjemahkan 'mendidih dalam perut' (akar gh-l-y + akar b-t-n). Selaras.
Ayat 44:46
كَغَلْيِ الْحَمِيمِ
seperti mendidihnya air yang sangat panas.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَغَلْيِ الْحَمِيمِka-ghalyi l-hamiimiseperti mendidihnya air yang sangat panas
Terjemahan per kata (2 kata)
- كَغَلْيِka-ghalyiseperti mendidihnya
- الْحَمِيمِl-hamiimiair yang sangat panas
Inti bacaan
Perbandingan intensitas 'seperti mendidihnya air yang sangat panas', penekanan berlapis pada tingkat keparahan konsekuensi yang digambarkan.
Tafsiran
Ayat ini memperkuat gambaran penderitaan lewat perumpamaan air mendidih.
Renungan dan Hikmah
- Dua perumpamaan dipakai Allah untuk satu makanan. Yang pertama bahannya. Yang kedua geraknya.
- Yang diumpamakan gejolaknya, bukan panasnya saja. Bukan sepanas apa. Segelisah apa.
- Sesudah gambaran itu Allah beralih ke perintah. Makanannya dulu. Peganglah dan seretlah kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar gh-l-y, h-m-m): ghaly al-hamiim diterjemahkan 'mendidihnya air panas' (akar gh-l-y + akar h-m-m). Selaras.