إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ

Sesungguhnya pohon zaqqum,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِinna syajarata z-zaqquumisesungguhnya pohon zaqqum

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. شَجَرَتَsyajaratapohon
  3. الزَّقُّومِz-zaqquumizaqqum

Inti bacaan

Tulisan (شَجَرَتَ, syajarata) dijumpai dua kali dalam mushaf, yaitu di 44:43 dan 56:72.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", tanpa huruf sambung seperti (وَ, wa) atau (فَ, fa) di depannya. Ayat 44:40 juga dibuka dengan inna, (إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ, inna yawma l-fashli miiqaatuhum ajma'iina) yang berarti "sesungguhnya hari keputusan adalah waktu yang ditetapkan bagi mereka semuanya", dan kalimatnya selesai di ayat itu juga. Di 44:43 yang menyusul inna hanya sebuah nama, sedangkan sisa kalimatnya datang di 44:44, sehingga terjemahan menutup ayat ini dengan koma dan tidak menambahkan kata "adalah" di sini.

Kata (شَجَرَتَ, syajarata) yang berarti "pohon" berakar ش-ج-ر. Bentuk persis ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:43 dan 56:72. Di 56:72 bunyinya (أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا, ansya'tum syajaratahaa) yang berarti "kalian yang menumbuhkan pohonnya", dan pohon itu terhubung dengan api yang disebut di 56:71, (النَّارَ الَّتِي تُورُونَ, n-naara llatii tuuruuna) yang berarti "api yang kalian nyalakan". Frasa yang sama dengan 44:43 ditulis dengan ujung kata yang berbeda di 37:62, (شَجَرَةُ الزَّقُّومِ, syajaratu z-zaqquumi) yang berarti "pohon zaqqum". Perbedaan ujung kata itu tidak membawa kata Indonesia tambahan, jadi terjemahan memakai "pohon zaqqum" di kedua tempat.

Kata (الزَّقُّومِ, z-zaqquumi) berakar ز-ق-م dan disebut tiga kali di tiga surah, yaitu di 37:62, 44:43, dan 56:52. Di 56:52 bunyinya (لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ, la-aakiluuna min syajarin min zaqquumin) yang berarti "pasti memakan dari pohon, dari zaqqum". Kata ini tidak diterangkan artinya oleh ayat mana pun, sedangkan pohonnya diterangkan. Ayat 37:64 menyebutnya (تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ, takhruju fii ashli l-jahiimi) yang berarti "keluar dari dasar neraka yang menyala-nyala", dan 37:65 menyebut mayangnya (طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ, thal'uhaa ka-annahu ru'uusu sy-syayaathiini) yang berarti "mayangnya seperti kepala-kepala setan". Di 37:63 pohon itu disebut (فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ, fitnatan li-zh-zhaalimiina) yang berarti "cobaan bagi orang-orang yang zalim", dan terjemahan 44:43 tidak memuat kata "cobaan" karena ayat ini tidak memuatnya. Karena itu terjemahan memindahkan bunyi zaqqum apa adanya dan tidak menggantinya dengan nama tumbuhan lain, sebab nama lain akan menyatakan jenis pohon yang tidak diberikan ayat mana pun.

Kata zaqqum di 44:43 memakai kata sandang al-, (الزَّقُّومِ, z-zaqquumi), sedangkan di 56:52 kata itu tanpa kata sandang, (زَقُّومٍ, zaqquumin). Terjemahan tidak menambahkan "itu" pada keduanya, sebab Arabnya tidak memuat kata penunjuk, dan 37:62 pun diterjemahkan "pohon zaqqum" tanpa "itu".

Tafsiran

Ayat ini memindahkan surah dari hari keputusan ke satu benda bernama, dan tidak ada huruf sambung yang menghubungkan keduanya. Ayat 44:42 ditutup dengan Allah dan dua nama-Nya, lalu 44:43 langsung menyebut sebuah pohon. Sejak ayat ini sampai 44:50 surah menuturkan satu urutan yang bersambung, yaitu pohon di 44:43, makanan orang yang banyak berdosa di 44:44, cairan logam yang mendidih di perut di 44:45, air yang mendidih di 44:46, perintah menangkap dan menyeret di 44:47, perintah menuangkan di 44:48, kata "rasakanlah" di 44:49, dan penutup (مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ, maa kuntum bihi tamtaruuna) yang berarti "apa yang dahulu kalian ragukan" di 44:50. Ayat 44:43 membuka urutan itu dengan unsur pertamanya.

Di dua surah lain nama pohon ini datang bersama pertanyaan atau sapaan. Di 37:62 nama itu hadir dalam pertanyaan, (أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ, a-dzaalika khayrun nuzulan am syajaratu z-zaqquumi) yang berarti "apakah itu lebih baik sebagai jamuan, ataukah pohon zaqqum", dan keterangannya menyusul pada ayat sesudahnya. Di 56:52 nama itu datang kepada kelompok yang disapa di 56:51, (إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ, innakum ayyuhaa dh-dhaalluuna l-mukadzdzibuuna) yang berarti "sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan", dan keterangannya juga langsung menyusul. Di 44:43 tidak ada pertanyaan dan tidak ada sapaan, dan keterangannya menyusul di 44:44 sampai 44:46. Di 44:43 nama pohon berdiri sendiri, dan 44:44 menjawab apa pohon itu bagi siapa.

Siapa yang menjadikan pohon itu tidak tertulis di 44:43. Ayat 37:63 memuat kata kerja dengan pelaku Kami, (إِنَّا جَعَلْنَاهَا, innaa ja'alnaahaa) yang berarti "sesungguhnya Kami menjadikannya", tetapi kalimat itu milik surah 37 dan tidak diulang di surah 44. Ayat 44:43 hanya memperkenalkan pohon itu, dan penyebutan tujuan, pemilik, serta rasanya diserahkan pada ayat-ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini berhenti sesudah satu nama dan belum memuat kata kerja atau keterangan apa pun. Pembaca yang mendengar "sesungguhnya pohon zaqqum" harus menunggu satu ayat untuk mengetahui apa yang dikatakan tentang pohon itu. Rentang tunggu itu memperlihatkan seberapa cepat pembaca menyusun kesimpulan sendiri, misalnya tentang rasa, bentuk, atau tempat tumbuhnya, sebelum 44:44 tiba. Kesimpulan apa yang sudah terbentuk di benak pembaca pada tanda koma ini, dan dari ayat mana kesimpulan itu diambil?
  • Ayat 44:42 ditutup dengan dua nama bagi Allah, Sang Digdaya dan Sang Pengasih, lalu 44:43 dibuka dengan satu nama lain, yaitu pohon zaqqum. Pembaca yang membawa ingatan dari ayat-ayat lain mendengar nama pertama dengan banyak ingatan yang menyertainya, sedangkan nama kedua hanya terdapat di tiga ayat, yaitu 37:62, 44:43, dan 56:52, dan datang dengan ingatan yang jauh lebih sedikit. Kedua nama itu berurutan tanpa huruf sambung. Bagaimana pembaca membedakan nama yang membawa banyak ingatan dari nama yang membawa sedikit, dan apa yang terjadi pada ayat ini bila ingatan itu tidak ada?
  • Nama pohon ini muncul di surah 37, 44, dan 56, jadi pembaca yang bertemu dengannya untuk kali kedua atau ketiga membawa gambaran dari pertemuan sebelumnya, misalnya dasar neraka yang menyala-nyala di 37:64, tanpa diminta oleh 44:43. Ayat ini tidak mengulang gambaran itu. Satu nama dapat membawa lebih banyak isi daripada yang tertulis di ayat tempat nama itu muncul. Ketika nama itu muncul di sini, mana yang lebih banyak mengisi pikiran pembaca, kata-kata ayat ini atau ingatan dari ayat yang lain?
  • Di 37:62 nama pohon ini hadir dalam pertanyaan kepada pendengar, dan di 56:51 kepada kelompok yang disapa dengan kata kalian. Di 44:43 tidak ada pertanyaan dan tidak ada kata kalian, sehingga pembaca mendengar nama itu tanpa dipanggil. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara mendengar kabar yang ditujukan kepadanya dan mendengar kabar yang dilewatkan di depannya, sebab keduanya menuntut sikap yang berlainan dari pendengarnya. Pada 37:62 pendengar diminta memilih, di 56:51 pendengar diberi gelar, dan di 44:43 pendengar hanya diberi nama sebuah pohon. Pada ayat ini, di posisi mana pembaca berdiri?
  • Ayat 44:42 menuliskan pelakunya dengan jelas, yaitu Allah yang memberi rahmat, sedangkan 44:43 tidak menuliskan pelaku apa pun karena ayatnya hanya berisi satu nama. Pembaca yang terbiasa menjawab "siapa yang melakukan ini" pada setiap kalimat akan mendapati kolom itu kosong di sini, dan ayat berikutnya pun menyebut pemilik makanan dan bukan pelaku. Kekosongan itu memperlihatkan bahwa tidak setiap ayat dalam rangkaian ini menaruh pelaku di depan. Jawaban apa yang dipasang pembaca di kolom itu, dan ayat mana yang mendukung jawaban tersebut?
  • Ayat 44:42 menyebut orang yang diberi rahmat oleh Allah, dan 44:43 menyebut sebuah pohon, bersebelahan tanpa huruf sambung. Ayat 44:44 baru menyebut pemilik makanannya, orang yang banyak berdosa, dan tidak menyebut bahwa orang itu berseberangan dengan orang yang dirahmati. Pembaca yang menarik garis dari 44:42 ke 44:44 sedang melangkah lebih jauh dari tulisan itu. Apa yang menopang garis tersebut selain kedekatan letak kedua ayat?