كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ

seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِka-l-muhli yaghlii fii l-buthuuniseperti cairan logam yang mendidih di dalam perut

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. كَالْمُهْلِka-l-muhliseperti cairan logam
  2. يَغْلِيyaghliimendidih
  3. فِيfiidalam
  4. الْبُطُونِl-buthuuniperut

Inti bacaan

Akar غ-ل-ي terdapat dalam seluruh mushaf pada (يَغْلِي, yaghlii) di 44:45 dan (كَغَلْيِ, ka-ghalyi) di 44:46, masing-masing sekali.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (كَالْمُهْلِ, ka-l-muhli) yang berarti "seperti cairan logam", yaitu awalan (كَ, ka) yang berarti "seperti" ditambah kata sandang dan kata (مُهْلِ, muhli). Bentuk persis ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 18:29, 44:45, dan 70:8. Di 18:29 bunyinya (بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ, bi-maa'in ka-l-muhli yasywii l-wujuuha), dan di 70:8 (يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ, yawma takuunu s-samaa'u ka-l-muhli). Di ketiga ayat itu muhl hadir sebagai pembanding bagi air, langit, dan apa yang mendidih di perut. Tidak ada ayat yang menerangkan bahan muhl, sehingga "cairan" dan "logam" adalah pilihan terjemahan, dan kata "cairan" mendapat dukungan dari 18:29 yang menyandingkan muhl dengan air. Terjemahan memakai "logam" tanpa nama jenisnya. Kata "tembaga" sudah dipakai untuk dua kata Arab lain, yaitu (قِطْرًا, qithran) di 18:96 dan (نُحَاسٌ, nuhaasun) di 55:35, sehingga memakainya juga untuk muhl akan menyamakan tiga kata Arab yang berbeda.

Kata kerja (يَغْلِي, yaghlii) yang berarti "mendidih" berakar غ-ل-ي. Akar ini hanya ada di dua ayat berurutan, yaitu kata kerja di 44:45 dan (كَغَلْيِ, ka-ghalyi) yang berarti "seperti mendidihnya" di 44:46. Kata kerja itu menyusul muhl langsung tanpa kata penghubung, sama seperti (يَشْوِي, yasywii) di 18:29 yang menyusul muhl pula, dan terjemahan memakai "yang" untuk keduanya, yaitu "yang mendidih" dan "yang menghanguskan". Ayat 44:46 juga dibuka dengan awalan (كَ, ka), (كَغَلْيِ الْحَمِيمِ, ka-ghalyi l-hamiimi), sehingga 44:45 dan 44:46 berupa dua perumpamaan berurutan yang masing-masing dibuka dengan "seperti".

Frasa (فِي الْبُطُونِ, fii l-buthuuni) yang berarti "di dalam perut" memakai bentuk jamak dari kata perut, sedangkan terjemahan memakai "perut" tanpa penanda jamak, seperti di 37:66 dan 56:53, (فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ, fa-maali'uuna minhaa l-buthuuna) yang berarti "lalu memenuhi perut darinya". Kata (الْبُطُونِ, l-buthuuni) dalam semua bentuk akhirannya muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 37:66, 44:45, dan 56:53. Di dua ayat lainnya perut adalah tempat yang diisi, dan di 44:45 perut adalah tempat sesuatu mendidih. Frasa (فِي بُطُونِهِمْ, fii buthuunihim) yang berarti "di dalam perut mereka" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 2:174, 4:10, dan 22:20. Di 2:174 dan 4:10 perut menjadi tempat api, sedangkan di 22:20 perut menjadi tempat yang diluluhkan, (يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ, yusharu bihi maa fii buthuunihim) yang berarti "dengan itu diluluhkan apa yang ada dalam perut mereka".

Tafsiran

Ayat ini menjawab apa yang terjadi pada makanan yang di 44:44 dimiliki orang yang banyak berdosa. Jawabannya berupa sebuah perumpamaan dan sebuah tempat, yaitu seperti cairan logam yang mendidih, di dalam perut. Dari 44:43 sampai 44:45 gambarannya bergerak dari nama pohon, ke pemakannya, lalu ke bagian dalam tubuh pemakan itu.

Perumpamaan kedua datang di 44:46, (كَغَلْيِ الْحَمِيمِ, ka-ghalyi l-hamiimi) yang berarti "seperti mendidihnya air yang sangat panas". Ayat 44:45 membandingkan makanan itu dengan sebuah benda yang mendidih, dan 44:46 dengan gerak mendidihnya sebuah air. Di 37:67 dan 56:54 air yang mendidih hadir sebagai tambahan sesudah perut terisi, (لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ, la-syawban min hamiimin) yang berarti "campuran dari air mendidih" dan (فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ, fa-syaaribuuna 'alayhi mina l-hamiimi) yang berarti "lalu meminum di atasnya air yang mendidih". Di 44:45 sampai 44:48 urutannya berbeda. Mendidih di dalam perut disebut lebih dulu, air mendidih muncul sebagai pembanding di 44:46, dan baru di 44:48 air itu dituangkan, (ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ, tsumma shubbuu fawqa ra'sihi min 'adzaabi l-hamiimi) yang berarti "kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab berupa air yang mendidih".

Ayat 2:174 dan 4:10 menaruh api di perut sesudah perbuatan yang disebut lebih dulu dalam ayat yang sama, yaitu menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dan memakan harta anak yatim secara zalim. Ayat 44:45 tidak memuat perbuatan semacam itu. Sebutan tentang pemakannya sudah muncul di 44:44, dan ayat ini mengerjakan bagian lain dari urutan yang sama, yaitu keadaan di dalam.

Renungan dan Hikmah

  • Perumpamaan di ayat ini menaruh panas di dalam perut, di tempat yang tidak terlihat dari luar. Ayat 2:174 dan 4:10 juga menyebut perut sebagai tempat api, dan 2:174 menambahkan bahwa Allah tidak menyapa mereka pada hari Kiamat, (وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, wa-laa yukallimuhumu llaahu yawma l-qiyaamati) yang berarti "dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat". Pembaca yang menimbang apa yang masuk ke tubuhnya dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat itu berbicara tentang bagian dalam, sehingga orang lain tidak dapat menilai isinya dari luar. Apa yang sedang masuk ke dalam diri pembaca hari ini, dan siapa yang dapat melihatnya selain pemiliknya?
  • Ayat ini menyebut cairan logam tanpa menyebut jenis logamnya, dan 18:29 serta 70:8 memakai kata yang sama dengan air dan langit sebagai pembandingnya. Pembaca yang langsung membayangkan logam tertentu sedang menambahkan bahan yang tidak ada di tiga ayat itu. Gambaran yang dibiarkan tanpa bahan tetap memuat gerak mendidih, dan gerak itu cukup bagi 44:46 untuk mengulanginya dengan perumpamaan kedua. Apa yang dilakukan pikiran pembaca pada bagian gambar yang sengaja dibiarkan kosong oleh ayat?
  • Di 37:66 dan 56:53 perut disebut sebagai tempat yang dipenuhi, sedangkan di 44:45 perut disebut sebagai tempat sesuatu mendidih. Pembaca yang menghubungkan perut yang penuh dengan rasa cukup akan mendapati ayat ini menaruh kata mendidih di tempat yang sama dengan kata dipenuhi. Satu tempat yang sama mendapat dua kata kerja yang berlawanan arah kesannya. Ketika pembaca mendengar kata kenyang, pertanyaan apa yang lebih dulu diajukannya, tentang rasa atau tentang apa yang terjadi sesudah makanan itu berada di dalam?
  • Ayat 6:70 menyebut jiwa yang tidak memiliki pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, (لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ, laysa lahaa min duuni llaahi waliyyun wa-laa syafii'un), lalu di ayat yang sama menyebut minuman dari air mendidih, (لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ, lahum syaraabun min hamiimin). Ayat 44:41 meniadakan pelindung antar manusia, dan 44:45 sampai 44:46 menggambarkan sesuatu yang mendidih. Ayat 44:45 tidak menghubungkan keduanya, dan pembaca hanya dapat mencatat bahwa 6:70 menaruh keduanya dalam satu ayat. Siapa yang disebut pelindung oleh pembaca, dan apakah daftar itu pernah dibaca bersama ayat tersebut?
  • Ayat ini tidak memuat kata sakit, perih, atau takut. Isinya hanya dua gambaran, cairan logam dan mendidih, serta satu tempat. Rasa yang menyertai gambaran itu tidak tertulis, dan pendengar dapat menyusunnya dari pengalamannya sendiri dengan benda panas. Pembaca dapat memperhatikan perasaan mana yang muncul lebih dulu ketika membaca ayat ini, dan apakah perasaan itu berasal dari kata-kata ayat atau dari ingatan pembaca sendiri. Kata apa dalam ayat ini yang menurut pembaca membangkitkan perasaan itu?
  • Di 44:45 panas berada di dalam perut, dan di 44:48 air mendidih dituangkan di atas kepala. Ayat 22:19 dan 22:20 menaruh kedua arah itu dalam satu rangkaian, yaitu air mendidih dituangkan dari atas kepala dan meluluhkan apa yang ada dalam perut serta kulit. Ayat 22:19 dibuka dengan dua golongan yang bertengkar tentang Tuhan mereka, (اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ, khtashamuu fii rabbihim). Pembaca yang mengingat kedua rangkaian itu dapat memperhatikan bahwa satu rangkaian berjalan dari dalam ke atas dan yang lain dari atas ke dalam. Dari arah mana pembaca biasanya membayangkan kabar semacam ini datang kepadanya?