كَغَلْيِ الْحَمِيمِ

seperti mendidihnya air yang sangat panas.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَغَلْيِ الْحَمِيمِka-ghalyi l-hamiimiseperti mendidihnya air yang sangat panas

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. كَغَلْيِka-ghalyiseperti mendidihnya
  2. الْحَمِيمِl-hamiimiair yang sangat panas

Inti bacaan

Akar غ-ل-ي hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, dalam (يَغْلِي, yaghlii) di 44:45 dan (كَغَلْيِ, ka-ghalyi) di 44:46.

Penjelasan pilihan kata

Kata pertama ayat ini, (كَغَلْيِ, ka-ghalyi) yang berarti "seperti mendidihnya", tersusun dari awalan ka yang berarti "seperti" dan kata benda ghalyi yang berarti "mendidihnya". Kata benda ghalyi berakar غ-ل-ي, dan akar ini dipakai dua kali di seluruh Al-Qur'an, keduanya di ayat yang berurutan, yaitu (يَغْلِي, yaghlii) yang berarti "mendidih" di 44:45 dan ka-ghalyi di 44:46. Kata kerja yaghlii menandai perbuatan yang sedang berlangsung, sehingga 44:45 melukiskan sesuatu yang sedang mendidih. Kata ghalyi menyebut perbuatan yang sama sebagai nama benda, sehingga 44:46 menaruh satu mendidih di samping mendidih yang lain dan memakai yang kedua sebagai ukuran bagi yang pertama.

Awalan ka membuka dua perbandingan yang berurutan, yaitu (كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ, ka-l-muhli yaghlii fii l-buthuuni) yang berarti "seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut" di 44:45, lalu ka-ghalyi l-hamiimi di 44:46. Keterangan tempat (فِي الْبُطُونِ, fii l-buthuuni) yang berarti "di dalam perut" hanya ada di 44:45, dan terjemahan 44:46 tidak mengulangnya. Ayat ini juga tidak memuat angka suhu, lamanya, atau rasa, dan ukuran yang diberikan adalah air yang mendidih.

Kata (الْحَمِيمِ, l-hamiimi) yang berarti "air yang sangat panas" berakar ح-م-م. Bentuk dengan kata sandang dan akhiran bunyi -i ini dipakai empat kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 40:72, 44:46, 44:48, dan 56:54, dan di keempatnya yang dimaksud adalah air, misalnya (فِي الْحَمِيمِ, fii l-hamiimi) yang berarti "ke dalam air yang mendidih" di 40:72 dan (مِنَ الْحَمِيمِ, mina l-hamiimi) yang berarti "dari air yang mendidih" di 56:54. Kata hamiim secara keseluruhan dipakai di sembilan belas ayat dan maknanya dua. Empat belas ayat memakainya untuk air mendidih, yaitu 6:70, 10:4, 22:19, 37:67, 38:57, 40:72, 44:46, 44:48, 47:15, 55:44, 56:42, 56:54, 56:93, dan 78:25. Lima ayat memakainya untuk teman karib, yaitu 26:101, 40:18, 41:34, 69:35, dan 70:10.

Terjemahan 44:46 memakai "air yang sangat panas" untuk l-hamiimi, sedangkan tiga ayat lain yang memuat bentuk yang sama, yaitu 40:72, 44:48, dan 56:54, memakai "air yang mendidih". Perbedaan itu berasal dari ghalyi di depannya yang sudah berarti "mendidihnya". Bila kata mendidih dipakai dua kali, kalimatnya terbaca "mendidihnya air yang mendidih", yaitu pengulangan tanpa tambahan arti.

Kata hamiim di 44:46 dan kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) yang berarti "neraka yang menyala-nyala" di 44:47 saling berdampingan, dan susunan itu muncul tiga kali di Al-Qur'an, dengan hamiim di satu ayat dan jahiim di ayat sesudahnya, yaitu 37:67 dan 37:68, 44:46 dan 44:47, serta 56:93 dan 56:94. Di 37:67 bunyinya (مِنْ حَمِيمٍ, min hamiimin) yang berarti "dari air yang mendidih", disusul di 37:68 oleh (لَإِلَى الْجَحِيمِ, la-ilaa l-jahiimi) yang berarti "pasti menuju neraka yang menyala-nyala". Di 56:93 bunyinya (فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ, fa-nuzulun min hamiimin) yang berarti "maka, jamuan air mendidih", disusul di 56:94 oleh (وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ, wa-tashliyatu jahiimin) yang berarti "dan pembakaran di neraka yang menyala-nyala". Urutannya sama di ketiga tempat, yaitu air lebih dulu dan neraka kemudian.

Tafsiran

Ayat ini menutup kalimat panjang yang berjalan sejak 44:43, yaitu pohon zaqqum di 44:43, makanan orang yang banyak berdosa di 44:44, cairan logam yang mendidih di perut di 44:45, dan mendidihnya air di 44:46. Tanda titik pada terjemahan 44:46 menandai kalimat itu selesai, dan 44:47 membuka kalimat baru dengan perintah kepada pelaku yang tidak disebut.

Perbandingan di 44:45 menyebut bahan yang mendidih, dan perbandingan di 44:46 menyebut gerak mendidih itu dengan air, sehingga keduanya melukiskan hal yang berbeda. Keduanya dibuka awalan yang sama, sehingga pembaca menerima dua ukuran berturut-turut tanpa penjelasan di antaranya.

Air yang di 44:46 hanya berperan sebagai pembanding muncul lagi dua ayat sesudahnya sebagai benda yang dituangkan, (مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ, min 'adzaabi l-hamiimi) di 44:48. Bentuk l-hamiimi dipakai dua kali di surah ini, yaitu di 44:46 dan 44:48, dan di antaranya 44:47 menyebut l-jahiimi, sehingga urutannya air, neraka, lalu air lagi. Dengan urutan itu air yang pada 44:46 diumpamakan menjadi benda yang disebut langsung dalam adegan sesudahnya. Teksnya tidak menyatakan apakah air di 44:46 dan air di 44:48 itu satu benda, karena yang pertama berfungsi sebagai pembanding dan yang kedua sebagai sesuatu yang dituangkan.

Ayat lain menyebut kata hamiim untuk beberapa tempat pada tubuh. Di 22:19 air itu disiramkan ke atas kepala, (يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ, yushabbu min fawqi ru'uusihimu l-hamiimu) yang berarti "ke atas kepala mereka disiramkan air yang mendidih". Di 47:15 air itu diminum, (وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ, wa-suquu maa'an hamiiman fa-qaththa'a am'aa'ahum) yang berarti "dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga usus mereka terpotong-potong". Pelakunya disebut lewat perintah di 44:48, sedangkan 22:19 dan 47:15 menyebut apa yang terjadi tanpa menyebut siapa yang melakukannya, sehingga 44:46 tidak ikut menunjuk siapa yang menuangkan atau memberi minum.

Renungan dan Hikmah

  • Di 44:46 tidak ada angka suhu, lama, atau luas, dan perbandingannya dengan air yang bergolak. Pembaca yang pernah menunggui panci sampai airnya mulai bergolak menyimpan gambar uap, buih, dan bunyi dari permukaan air itu, dan gambar itu menjadi takaran yang dibawa ke ayat ini. Pembaca yang belum pernah melihatnya membawa takaran yang lebih tipis, dan ayat tidak menambahkan keterangan untuk melengkapinya. Gambar apa yang muncul di benak ketika kata mendidih dibaca, dan seberapa jauh gambar dari dapur itu cukup untuk menimbang sesuatu yang belum pernah dilihat?
  • Di 56:93 air yang mendidih disebut jamuan, dan kata jamuan yang sama dipakai di 3:198 untuk taman bagi orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka, "sebagai jamuan dari sisi Allah". Satu kata menampung dua hidangan yang jauh berbeda. Ayat 3:198 menyebut dari sisi mana jamuan taman itu datang, sedangkan 56:93 tidak menyebut dari sisi mana jamuan air itu datang, dan rangkaian 44:44 sampai 44:46 tidak menyebut dari sisi mana makanan itu datang. Pembaca yang menerima sambutan dari kantor, tetangga, atau keluarga dapat bertanya dari mana sambutan itu sebenarnya berasal. Jamuan dari sisi mana yang sedang dinantikan pembaca, dan sudah sejauh mana jawabannya dipikirkan?
  • Di 44:45 mendidih terjadi di dalam perut, dan di 22:20 apa yang ada dalam perut diluluhkan oleh air yang sama, tepat sesudah 22:19 menyebut dua golongan yang bertengkar tentang Tuhan mereka. Perut adalah tempat yang tidak bisa dilihat siapa pun dari luar. Makanan terlihat di piring, dan ayat-ayat ini menaruh akibatnya di tempat yang tidak terlihat dari piring. Pembaca dapat menghitung berapa kali dalam sehari ada sesuatu yang masuk ke dalam dirinya tanpa pernah terlihat akibatnya. Siapa yang mengetahui akibat itu lebih dulu daripada dirinya?
  • Empat ayat sebelum ayat ini, 44:42 membuka pengecualian, "kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah", dan menutupnya dengan "Sesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih". Dari 44:43 sampai 44:46 pembicaraan beralih ke makanan, dan kata rahmat tidak muncul lagi di empat ayat itu. Perlindungan dari azab baru disebut lagi di 44:56, ketika Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Pembaca yang berhenti di 44:46 membawa pulang air mendidih, sedangkan pembaca yang membaca sampai 44:56 membawa pulang perlindungannya juga. Dari seluruh bagian itu, apa yang paling menetap di ingatan pembaca, dan apa yang terjadi bila yang menetap hanya air mendidihnya?
  • Kata hamiim di 44:46 berarti air, dan kata yang sama berarti teman setia di 69:35, "pada hari ini tidak ada baginya di sini seorang teman setia", yang disusul di 69:36 oleh "tidak ada makanan kecuali dari nanah". Dua ayat itu menaruh teman dan makanan berdampingan, dan 44:41 juga menyebut hari ketika seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya. Satu kata yang sama menyebut teman setia di satu tempat dan air yang mendidih di tempat lain. Orang yang punya teman dekat dapat bertanya, kapan terakhir ia memikirkan apa yang akan tersisa bila hari itu tiba dan temannya tidak dapat mencukupkan apa pun baginya?
  • Di 14:25 Allah membuat perumpamaan-perumpamaan untuk manusia agar mereka mengambil pelajaran, dan di 59:21 perumpamaan itu dibuat agar mereka berpikir. Ayat 44:46 tidak memuat kata perumpamaan, tetapi bentuknya sejalan, yaitu menjelaskan sesuatu yang tidak terlihat lewat benda yang sudah dikenal. Dengan bentuk itu, sebuah peringatan tidak menuntut pembaca memahami hal asing dari awal, karena air mendidih dapat dibayangkan dari pengalaman sehari-hari. Gambar apa saja dalam hidup pembaca yang selama ini dipakai untuk menimbang hal yang belum terlihat, dan pernahkah ditanyakan siapa yang menaruh gambar itu di sana?