خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَاءِ الْجَحِيمِ
“Tangkaplah dia, lalu seretlah dia ke tengah-tengah neraka yang menyala-nyala,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَاءِ الْجَحِيمِkhudzuuhu fa-'tiluuhu ilaa sawaa'i l-jahiimitangkaplah dia, lalu seretlah dia ke tengah-tengah neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (5 kata)
- خُذُوهُkhudzuuhutangkaplah dia
- فَاعْتِلُوهُfa-'tiluuhumaka seretlah dia
- إِلَىٰilaakepada
- سَوَاءِsawaa'itengah
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Susunan (سَوَاءِ الْجَحِيمِ, sawaa'i l-jahiimi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:55 dan 44:47.
Penjelasan pilihan kata
Perintah pertama, (خُذُوهُ, khudzuuhu) yang berarti "tangkaplah dia", tersusun dari kata kerja perintah khudz yang berakar أ-خ-ذ, akhiran -uu yang menunjuk beberapa orang yang diperintah, dan akhiran -hu yang berarti "dia". Bentuk utuh khudzuuhu berdiri sendiri di dua ayat, yaitu 44:47 dan 69:30. Di 69:30 bentuk itu disusul (فَغُلُّوهُ, fa-ghulluuhu) yang berarti "lalu belenggulah dia", dan di 44:47 disusul (فَاعْتِلُوهُ, fa-'tiluuhu), sehingga keduanya membuka rangkaian perintah dengan awalan fa pada perintah kedua. Terjemahan 44:47 memakai "tangkaplah dia" seperti 69:30, karena kedua ayat memuat bentuk yang sama dengan sasaran seorang yang tidak disebut namanya.
Perintah kedua, fa-'tiluuhu yang berarti "lalu seretlah dia", tersusun dari awalan fa yang berarti "lalu", kata kerja perintah i'til yang berakar ع-ت-ل, akhiran -uu, dan akhiran -hu. Bentuk fa-'tiluuhu hanya ada di 44:47, dan akar ع-ت-ل dipakai dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:47 dan 68:13. Di 68:13 kata (عُتُلٍّ, 'utullin) berarti "yang bertabiat kasar". Dua ayat lain yang diterjemahkan "diseret", yaitu 40:71 dan 54:48, memakai kata lain, (يُسْحَبُونَ, yushabuuna), dan bentuknya menyatakan apa yang dialami tanpa menyebut siapa yang menyeret. Di 54:48 bunyinya (يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ, yushabuuna fii n-naari 'alaa wujuuhihim) yang berarti "mereka diseret ke dalam api atas wajah mereka". Terjemahan memakai "seret" untuk kedua akar karena perbedaan makna antara ع-ت-ل dan س-ح-ب tidak dapat dibuktikan dari korpus, sebab ع-ت-ل hanya satu kali berbentuk kata kerja.
Kata (سَوَاءِ, sawaa'i) berakar س-و-ي, dan bentuk sawaa'i dengan kata benda sesudahnya dipakai lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:60, 5:77, 37:55, 38:22, dan 44:47. Tiga ayat yang menyebut jalan, yaitu 5:60, 5:77, dan 38:22, diterjemahkan "jalan yang lurus", misalnya (إِلَىٰ سَوَاءِ الصِّرَاطِ, ilaa sawaa'i sh-shiraathi) di 38:22. Dua ayat yang menyebut neraka, yaitu 37:55 dan 44:47, diterjemahkan "tengah-tengah", sebab "lurus" tidak berlaku bagi neraka. Di 37:55 bunyinya (فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ, fa-ththala'a fa-ra'aahu fii sawaa'i l-jahiimi) yang berarti "maka ia menengok, lalu melihatnya di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala". Orang yang menengok melihat dari luar ke bagian dalam, dan terjemahan memegang pengertian itu, yaitu sawaa' menunjuk bagian dalam yang jauh dari tepi. Perbedaan kedua ayat terletak pada arah, karena 37:55 memakai fii yang berarti "di", sedangkan 44:47 memakai (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "ke".
Kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) yang berarti "neraka yang menyala-nyala" berakar ج-ح-م. Susunan (عَذَابَ الْجَحِيمِ, 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "azab neraka yang menyala-nyala" muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:7, 44:56, dan 52:18, dan di ketiganya kata kerja berakar و-ق-ي yang berarti "melindungi" mendampinginya. Di 40:7 bunyinya (وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-qihim 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "dan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Di 52:18 bunyinya (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-waqaahum rabbuhum 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "dan Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Di 44:56 bunyinya (وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-waqaahum 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "dan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Di 44:47 kata jahiim tidak ditemani kata melindungi dan menjadi tujuan perintah.
Ayat ini tidak memuat kata kerja berkata, dan 69:30 pun membuka perintah serupa tanpa kata kerja berkata. Terjemahan menaruh tanda kutip pembuka di depan 44:47 karena isinya perintah langsung, dan tanda kutip itu baru ditutup di 44:50. Teks juga tidak menyebut siapa yang diperintah dan siapa yang dituju akhiran -hu. Dapat dibaca bahwa -hu menunjuk (الْأَثِيمِ, l-atsiimi) di 44:44, karena l-atsiimi adalah orang tunggal yang disebut di 44:44, tetapi ayat ini sendiri tidak menyebutnya.
Tafsiran
Ayat ini mengubah cara surah berbicara. Dari 44:43 sampai 44:46 yang dibicarakan adalah sebuah makanan tanpa pelaku, lalu di 44:47 muncul dua kata kerja perintah yang ditujukan kepada beberapa pelaksana tentang satu orang. Perintah ketiga, (صُبُّوا, shubbuu) di 44:48, juga berbentuk jamak, sedangkan (ذُقْ, dzuq) di 44:49 berbentuk tunggal dan baru di situ orang yang diseret disapa langsung. Dengan demikian dua ayat pertama dalam adegan ini berisi tangan-tangan yang bekerja, dan kata-kata untuk orang itu datang sesudahnya.
Rangkaian perintah yang serupa ada di 69:30 sampai 69:32. Di sana perintah pertama, khudzuuhu, disusul fa-ghulluuhu, lalu (ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ, tsumma l-jahiima shalluuhu) yang berarti "kemudian bakarlah dia dalam neraka yang menyala-nyala", lalu (فَاسْلُكُوهُ, fa-slukuuhu) yang berarti "belitlah dia" di 69:32. Pada 44:47 sampai 44:48 pola yang sama terlihat, yaitu dua perintah pertama berurutan dan perintah berikutnya dibuka tsumma, tetapi tujuan perintahnya berbeda. Di 69:31 jahiim adalah tempat membakar, sedangkan di 44:47 jahiim adalah tempat yang dituju seretan dan penuangan air menyusul di 44:48. Di 69:33 ada alasan yang tertulis, "Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Sang Agung", sedangkan 44:47 tidak memuat alasan.
Tanda koma di ujung terjemahan 44:47 menandai bahwa kalimat berlanjut ke 44:48, yang dibuka (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian". Karena itu adegan ini terbaca sebagai satu rangkaian tindakan, yaitu menangkap, menyeret ke tengah, lalu menuangkan, dan tak satu pun dari ketiganya disertai ucapan kepada orang yang dituju sampai 44:49.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 44:47 memuat perintah kepada beberapa pelaksana tentang satu orang, tetapi pemberi perintah dan para pelaksananya tidak disebut. Di 66:6 ada malaikat-malaikat di atas api yang "tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan mengerjakan apa yang diperintahkan", dan ayat itu tidak menunjuk 44:47. Pembaca yang menemukan perintah tanpa pemberi dapat memperhatikan bagaimana tempat kosong itu terisi dengan sendirinya oleh gambar yang sudah dibawanya dari tempat lain. Siapa yang dibayangkan sebagai pemberi perintah di ayat ini, dan dari ayat mana gambar itu berasal?
- Perintah di 44:47 berat dan tidak disertai alasan di ayatnya sendiri. Di 69:30 perintah yang bentuknya sama disusul di 69:33 oleh "Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Sang Agung", sehingga alasannya tertulis. Pada 44:47 pembaca harus membawa pertanyaan itu ke ayat-ayat berikutnya. Ada ayat yang memberi alasan di tempat yang sama dengan perintahnya, dan ada ayat yang menahannya beberapa ayat. Pembaca dapat menimbang berapa lama sanggup menahan pertanyaan sebelum menjawabnya sendiri, dan apa yang mengisi jawaban itu bila ayatnya belum sampai?
- Di 37:55 orang yang menengok melihat temannya di tengah neraka, dan di 37:56 orang itu berkata kepadanya, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku", lalu di 37:57 menyatakan bahwa tanpa nikmat Tuhannya dirinya sendiri termasuk yang dihadirkan. Sebelumnya, di 37:53, temannya itu pernah bertanya apakah mereka benar-benar akan dibalas sesudah mati dan menjadi tanah. Tempat yang dituju seretan di 44:47 disebut dengan kata yang sama dengan tempat yang dilihat dari luar di 37:55. Dari sisi mana pembaca sedang menengok sekarang, dan nikmat apa dalam hidupnya yang selama ini terasa biasa saja?
- Yang diperintah di 44:47 berbentuk jamak, sedangkan yang dituju berbentuk tunggal. Banyak tangan bekerja atas satu orang, dan 44:41 telah menyebut hari ketika seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya sedikit pun. Ramainya orang di sekitar seseorang tidak berarti adanya yang dapat menolongnya. Pembaca dapat mengingat saat dirinya dikelilingi banyak orang tetapi tidak satu pun dapat mengambil alih beban yang sedang dipikulnya. Apa yang tersisa dari kedekatan semacam itu bila hari yang disebut 44:41 tiba?
- Kata neraka yang menyala-nyala di 44:47 menjadi tujuan seretan, dan di tiga ayat lain kata itu muncul bersama permintaan atau pernyataan perlindungan. Di 40:7 pemikul Arasy memohon, "Wahai Tuhan kami ... lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala", dan di 52:18 "Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Satu kata yang sama berdiri sebagai tujuan di satu ayat dan sebagai sesuatu yang dijauhkan di ayat lain. Pembaca dapat memperhatikan di mana ia sedang menaruh dirinya dalam dua gambar itu, dan kepada siapa permintaan perlindungan semacam itu ditujukan?
- Orang yang diseret di 44:47 hanya disebut dengan akhiran -hu, tanpa nama, jabatan, atau daftar perbuatan. Di 44:44 keterangan tentang dia berupa julukan orang yang banyak berdosa. Ciri yang tersedia hanya satu, yaitu banyak berdosa, dan ukuran banyak itu tidak ditentukan ayat. Seseorang dapat bertanya pada dirinya sendiri, bila namanya dan kedudukannya dicopot dan hanya tersisa satu keterangan tentang cara hidupnya, keterangan apa yang akan tertulis di sana dan siapa yang akan menuliskannya?