ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ
kemudian, tuangkanlah di atas kepalanya azab berupa air yang mendidih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِtsumma shubbuu fawqa ra'sihi min 'adzaabi l-hamiimikemudian, tuangkanlah di atas kepalanya azab berupa air yang mendidih
Terjemahan per kata (7 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- صُبُّواshubbuutuangkanlah kalian
- فَوْقَfawqadi atas
- رَأْسِهِra'sihikepalanya
- مِنْmindari
- عَذَابِ'adzaabiazab
- الْحَمِيمِl-hamiimiair yang sangat panas
Inti bacaan
Frasa (فَوْقَ رَأْسِهِ, fawqa ra'sihi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:48.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian". Perintah kedua di 44:47 disambung dengan awalan fa yang berarti "lalu", sehingga terjemahan memakai "lalu" di 44:47 dan "kemudian" di 44:48, mengikuti dua penanda yang berbeda di Arabnya. Teksnya tidak menyebut berapa lama jarak antara seretan dan penuangan.
Kata kerja (صُبُّوا, shubbuu) yang berarti "tuangkanlah" berakar ص-ب-ب dan berbentuk perintah untuk beberapa orang. Akar ص-ب-ب dipakai empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:19, 44:48, 80:25, dan 89:13. Di 22:19 bunyinya (يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ, yushabbu min fawqi ru'uusihimu l-hamiimu) yang berarti "ke atas kepala mereka disiramkan air yang mendidih", dan penuangnya tidak disebut. Di 80:25 bunyinya (صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا, shababnaa l-maa'a shabban) yang berarti "Kami mencurahkan air dengan curahan", dan penuangnya disebut dengan kata Kami. Di 89:13 bunyinya (فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ, fa-shabba 'alayhim rabbuka sawtha 'adzaabin) yang berarti "Maka Tuhanmu menimpakan kepada mereka cambuk azab", dan penuangnya disebut Tuhanmu. Di 44:48 penuangnya adalah para pelaksana yang diperintah. Terjemahan 44:48 memakai "tuangkanlah", sedangkan 22:19 memakai "disiramkan", 80:25 "mencurahkan", dan 89:13 "menimpakan"; keempat padanan itu mengikuti benda yang disebut di tiap ayat, yaitu azab berupa air mendidih, air mendidih, air dalam jumlah besar, dan cambuk.
Frasa (فَوْقَ رَأْسِهِ, fawqa ra'sihi) yang berarti "di atas kepalanya" tersusun dari fawqa yang berarti "di atas", kata ra'sihi yang berarti "kepalanya", dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Frasa ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:48. Bentuk jamaknya ada di 22:19, (مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ, min fawqi ru'uusihimu) yang berarti "dari atas kepala mereka". Akhiran -hi berbentuk tunggal laki-laki, sama dengan -hu di 44:47, dan tidak ada nama lain di antara kedua ayat itu, sehingga -hi dapat dibaca menunjuk orang yang sama dengan -hu.
Frasa (مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ, min 'adzaabi l-hamiimi) memakai kata ('adzaabi, عَذَابِ) yang berakar ع-ذ-ب dan langsung diikuti l-hamiimi. Susunan 'adzaabi l-hamiimi hanya ada di 44:48. Di 6:70 dan 10:4 kedua kata itu disebut sebagai dua benda dalam satu kalimat, (لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ, lahum syaraabun min hamiimin wa-'adzaabun aliimun) yang berarti "bagi mereka minuman dari air mendidih dan azab yang pedih". Di 44:48 keduanya dirangkai sehingga azab dirinci oleh air mendidih. Kata min yang berarti "dari" dapat dibaca "berupa", seperti terjemahan, atau "sebagian dari". Terjemahan memilih "berupa" karena kata sesudah azab menyebut bahannya, sama dengan (مِنْ حَمِيمٍ, min hamiimin) di 6:70 yang menyebut bahan minuman. Bacaan "sebagian dari azab" tidak dibantah teks, tetapi tidak ada kata lain di ayat ini yang memintanya.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian perintah kepada pelaksana dengan tindakan ketiga, dan sasaran tindakannya mengecil dari seluruh orang ke satu bagian tubuhnya. Di 44:47 sasarannya orang yang ditangkap dan diseret ke suatu tempat, sedangkan di 44:48 sasarannya kepalanya, bagian atas yang menjadi tempat jatuhnya tuangan. Dua perintah pertama tidak menyebut benda yang dibawa pelaksana, dan perintah ketiga menyebut benda itu, yaitu azab berupa air yang mendidih.
Tanda titik di ujung terjemahan 44:48 menutup kalimat perintah, sedangkan tanda kutip yang dibuka di 44:47 tetap terbuka sampai 44:50. Dengan begitu pekerjaan pelaksana selesai dalam dua ayat, dan 44:49 berisi sapaan kepada orang itu.
Perintah merasakan datang sesudah penuangan ke kepala di dua surah. Di 22:19 air mendidih disiramkan ke atas kepala, dan di 22:22 muncul (وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ, wa-dzuuquu 'adzaaba l-hariiqi) yang berarti "Rasakanlah azab yang membakar!". Di 22:19 sampai 22:22 perintah itu datang tiga ayat sesudah penuangan, sedangkan di 44:48 sampai 44:49 perintah itu datang di ayat berikutnya. Kedua surah menaruh urutan yang sama, yaitu air di kepala lebih dulu dan perintah merasakan sesudahnya.
Sambungan ke 44:49 tidak memuat penghubung apa pun.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 44:48 dibuka dengan tsumma, "kemudian", yang menaruh penuangan sesudah seretan. Waktu di antara keduanya diisi sendiri oleh pembaca. Bagi yang pernah menunggu kabar dari dokter atau atasan, jarak antara dua peristiwa dapat terasa jauh lebih panjang daripada yang tertera pada jam. Berapa lama jarak yang terbayang di antara "diseret" dan "dituangkan", dan ukuran waktu itu berasal dari ayat atau dari pengalaman menunggu yang dibawa pembaca?
- Di 89:13 pelaku penuangan disebut, yaitu Tuhanmu yang menimpakan cambuk azab, dan di 89:14 ditambahkan bahwa Tuhanmu benar-benar di tempat pengintaian. Di 44:48 penuangnya adalah para pelaksana yang diperintah, tanpa nama. Satu ayat menyebut siapa yang bertindak, dan satu ayat menyebut tangan yang diperintah. Keduanya dapat dibaca berdampingan tanpa saling menggeser. Kapan terakhir pembaca bertanya tentang siapa yang berada di balik sebuah peristiwa, dan ayat mana yang diambil untuk menjawabnya?
- Ayat 44:48 memotret satu tindakan, sedangkan 22:19 sampai 22:22 memotret rangkaian yang lebih panjang di sekitar tindakan yang sama: pakaian dari api, air mendidih di atas kepala, isi perut yang diluluhkan, palu godam dari besi, orang-orang yang dikembalikan saat hendak keluar, lalu perintah merasakan. Ayat 22:19 dibuka dengan dua golongan yang bertengkar tentang Tuhan mereka. Pembaca yang berhenti di 44:48 memegang satu potongan dari gambar itu, dan potongan itu tampak utuh karena ayatnya selesai dengan titik. Potongan mana dari sebuah peringatan yang selama ini dipegang pembaca sebagai keseluruhan?
- Arah atas dipakai untuk kiriman yang berlawanan. Di 5:66 disebut bahwa sekiranya mereka menegakkan Taurat dan Injil, mereka akan makan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, sedangkan di 39:16 ada lapisan api dari atas mereka dan Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengannya. Di 29:55 azab menutupi mereka dari atas dan dari bawah kaki, lalu Dia berfirman, "Rasakanlah apa yang kalian kerjakan!". Tuangan di 44:48 jatuh dari atas kepala dengan arah yang sama. Kiriman apa yang dinantikan pembaca dari arah atas, dan sudah pernahkah ia menimbang bahwa arah yang sama membawa dua macam kiriman?
- Air muncul dalam bentuk yang berlawanan di surah ini. Di 44:25 orang-orang meninggalkan taman-taman dan mata air, dan di 44:52 orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan mata air, sedangkan di 44:46 dan 44:48 air adalah air yang mendidih. Pembaca dapat menimbang gambar mana yang lebih dulu muncul ketika mendengar kata air, dan apakah membaca keempat ayat itu berurutan mengubah urutannya?
- Di 40:71 sampai 40:74 orang-orang yang diseret juga diajak bicara, dan ucapan mereka tercatat: "Mereka telah lenyap dari kami; bahkan, dahulu kami tidak pernah menyeru sesuatu pun", disusul pernyataan bahwa Allah membiarkan sesat orang-orang kafir. Di 44:47 sampai 44:48 tidak ada ucapan dari orang yang ditangkap, diseret, dan disiram, dan ucapan pertama dalam adegan ini ditujukan kepadanya di 44:49. Perbedaan itu memperlihatkan dua cara menuturkan adegan yang serupa, yang satu dengan suara orangnya dan yang lain dengan suara orang lain terhadap dirinya. Jawaban apa yang sudah disiapkan pembaca sebelum pertanyaan seperti itu tiba?