Ayat 44:49

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

Rasakanlah! Sesungguhnya engkaulah yang perkasa lagi mulia.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذُقْdzuqrasakanlah
  2. إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُinnaka anta l-'aziizu l-kariimusesungguhnya engkaulah yang perkasa lagi mulia

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. ذُقْdzuqrasakanlah
  2. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  3. أَنْتَantaengkau
  4. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  5. الْكَرِيمُl-kariimuYang Mahamulia

Inti bacaan

Sindiran ironis puncak: 'rasakanlah! sesungguhnya engkaulah Sang Digdaya, Sang Mulia itu', pembalikan tajam terhadap klaim kehormatan dan kekuasaan yang dulu dibanggakan semasa hidup, kini digunakan sebagai ejekan pahit yang menyingkap kekosongan status duniawi.

Tafsiran

Ayat ini adalah puncak ejekan: gelar yang dahulu ia banggakan bagi dirinya kini dibalikkan sebagai sindiran pahit saat menerima azab.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memulangkan gelar yang dulu dibanggakannya. Perkasa. Mulia.
  • Ejekannya tidak memakai kata baru. Yang dipakai kata-katanya sendiri. Dikembalikan ke pemiliknya.
  • Kata rasakanlah ditaruh Allah di depan. Sesudahnya gelar itu. Kekosongannya baru kelihatan sekarang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

TAKRIF-IRONI (pola 11:87 haliim): dhuq innaka anta l-'aziizu l-kariim diterjemahkan 'Rasakanlah! Sesungguhnya engkaulah Sang Digdaya, Sang Mulia itu.' Bantalan terjemahan lain '(dalam kehidupan dunia)' & '(merasa sebagai orang)' DIBUANG, interpolasi meredam ejekan; justru membunyikannya. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.

Ayat 44:50

إِنَّ هَٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ

Sesungguhnya inilah apa yang dahulu kalian ragukan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ هَٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَinna haadzaa maa kuntum bihi tamtaruunasesungguhnya inilah apa yang dahulu kalian ragukan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. مَاmaaapa yang
  4. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  5. بِهِbihipadanya
  6. تَمْتَرُونَtamtaruunakalian meragukan

Inti bacaan

Konfirmasi final 'inilah apa yang dahulu kalian ragukan', momen ketika keraguan yang dipelihara selama hidup akhirnya terbukti keliru secara langsung dan tak terbantahkan.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'inilah'. Kutipan yang dibuka sejak 44:47 ditutup di akhir ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup adegan dengan penegasan bahwa azab yang dirasakan adalah persis apa yang dahulu diragukan dan diingkari.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup adegan dengan menunjuk yang di depan mata. Inilah. Yang dulu diragukan.
  • Yang dikembalikan keraguan mereka sendiri. Bukan tuduhan baru. Kalimat mereka dipulangkan.
  • Kata dahulu menandai jaraknya. Allah menyebut waktu. Yang diragukan dulu, yang dihadapi sekarang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, m-r-y): tamtaruun diterjemahkan 'kalian ragukan' (akar m-r-y, azab yang dulu diragukan kini nyata). gloss '(azab)' dibuang.