ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ
Rasakanlah! Sesungguhnya engkaulah yang perkasa lagi mulia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذُقْdzuqrasakanlah
- إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُinnaka anta l-aziizu l-kariimusesungguhnya engkaulah yang perkasa lagi mulia
Catatan pilihan kata (ringkas)
TAKRIF-IRONI (pola 11:87 haliim): dhuq innaka anta l-'aziizu l-kariim diterjemahkan 'Rasakanlah! Sesungguhnya engkaulah Sang Digdaya, Sang Mulia itu.' Bantalan terjemahan lain '(dalam kehidupan dunia)' & '(merasa sebagai orang)' DIBUANG, interpolasi meredam ejekan; justru membunyikannya. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Sindiran ironis puncak: 'rasakanlah! sesungguhnya engkaulah Sang Digdaya, Sang Mulia itu', pembalikan tajam terhadap klaim kehormatan dan kekuasaan yang dulu dibanggakan semasa hidup, kini digunakan sebagai ejekan pahit yang menyingkap kekosongan status duniawi.