إِنَّ هَٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ
Sesungguhnya ini apa yang dahulu kalian ragukan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ هَٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَinna haadzaa maa kuntum bihi tamtaruunasesungguhnya ini apa yang dahulu kalian ragukan
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰذَاhaadzaaini
- مَاmaaapa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- بِهِbihipadanya
- تَمْتَرُونَtamtaruunakalian meragukan
Inti bacaan
Bentuk (تَمْتَرُونَ, tamtaruuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:2 dan 44:50.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ هَٰذَا, inna haadzaa) yang berarti "sesungguhnya ini". Kata haadzaa adalah kata penunjuk dekat untuk sesuatu yang berjenis laki-laki. Kata penunjuk itu tidak disertai kata benda, sehingga ayat ini tidak menamai apa yang ditunjuk. Ayat sebelumnya memuat dua kata laki-laki tunggal yang dapat ditunjuk, yaitu 'adzaabi dan l-hamiimi di 44:48, tetapi hubungan itu merupakan kemungkinan bacaan dan tidak dinyatakan ayat.
Rangkaian (كُنْتُمْ بِهِ, kuntum bihi) yang berarti "dahulu kalian ... padanya" muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:51, 32:20, 37:21, 44:50, 51:14, 67:27, 77:29, dan 83:17, dan di semuanya kata kerja sesudahnya menyebut apa yang dahulu dilakukan orang-orang terhadap hal yang kini dihadapkan kepada mereka. Kata kerjanya berbeda-beda. Bentuk (تُكَذِّبُونَ, tukadzdzibuuna) yang berarti "kalian dustakan" dipakai di 32:20, 37:21, 77:29, dan 83:17. Bentuk (تَسْتَعْجِلُونَ, tasta'jiluuna) yang berarti "kalian minta disegerakan" ada di 10:51 dan 51:14, dan bentuk (تَدَّعُونَ, tadda'uuna) yang berarti "kalian minta" ada di 67:27. Bentuk (تَمْتَرُونَ, tamtaruuna) yang berarti "kalian ragukan" ada di 44:50 saja. Dari delapan ayat itu, kata keraguan dipakai di satu ayat, sedangkan tujuh lainnya memakai kata penolakan atau permintaan.
Kata tamtaruuna berakar م-ر-ي dan berbentuk perbuatan yang berlangsung untuk beberapa orang. Bentuk persis tamtaruuna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:2 dan 44:50. Di 6:2 bunyinya (ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ, tsumma antum tamtaruuna) yang berarti "kemudian kalian masih meragukan", sesudah ayat itu menyatakan (هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ, huwa lladzii khalaqakum min thiinin) yang berarti "Dialah yang menciptakan kalian dari tanah liat". Akar م-ر-ي dipakai di sembilan belas ayat. Empat belas di antaranya berarti keraguan, yaitu 2:147, 3:60, 6:2, 6:114, 10:94, 11:17, 11:109, 15:63, 19:34, 22:55, 32:23, 41:54, 43:61, dan 44:50. Lima lainnya terjemahannya memakai kata bantah di empat ayat, yaitu 18:22, 42:18, 53:12, dan 54:36, dan kata "ragukan" di 53:55. Terjemahan 44:50 memakai "ragukan", sama dengan padanan akar ini di 6:2, yaitu "meragukan", dan di 41:54, yaitu "keraguan".
Kata (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian dahulu" berbentuk lampau, sehingga terjemahan memakai "dahulu" untuk menandai bahwa keraguan itu berlangsung sebelum saat ayat ini diucapkan. Kata (بِهِ, bihi) yang berarti "padanya" menunjuk sesuatu yang laki-laki dan tunggal, sama dengan haadzaa, dan terjemahan menyatukannya dengan kata kerja sehingga terbaca "ragukan", sebab dalam bahasa Indonesia "meragukan" sudah memuat hal yang diragukan.
Tafsiran
Ayat ini mengganti perintah dan sapaan dengan keterangan. Di 44:47 dan 44:48 pembicara memerintah pelaksana, di 44:49 pembicara menyapa satu orang, dan di 44:50 pembicara menyebut sesuatu yang dahulu diragukan. Tanda kutip penutup pada terjemahan menutup ucapan yang dibuka di 44:47, sehingga empat ayat ini terbaca sebagai satu ucapan yang bergerak dari tindakan, ke sapaan, ke penunjukan.
Sapaan berubah bentuk antara 44:49 dan 44:50. Di 44:49 (إِنَّكَ, innaka) dan (أَنْتَ, anta) menunjuk satu orang, dan di 44:50 (كُنْتُمْ, kuntum) menunjuk lebih dari satu orang. Dapat dibaca bahwa orang yang disapa sendirian itu sekarang termasuk dalam kelompok yang dahulu meragukan. Siapa saja anggota kelompok itu tidak tertulis di ayat ini.
Ayat ini tidak menyebut apa yang diragukan. Surah ini memuat dua hal yang dapat dihubungkan dengannya. Di 44:35 sekelompok orang berkata (وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِينَ, wa-maa nahnu bi-munsyariina) yang berarti "dan kita tidak akan dibangkitkan", dan di 44:40 hari keputusan disebut sebagai waktu yang ditetapkan bagi mereka semuanya. Dapat dibaca bahwa keraguan di 44:50 menyangkut salah satunya atau keduanya, tetapi ayat 44:50 sendiri tidak menghubungkannya, dan kelompok yang berkata di 44:35 disebut dengan kata kita dan kami, sedangkan 44:50 memakai kata kalian.
Sesudah ayat ini pokok pembicaraan berpindah dari orang yang berdosa ke orang yang bertakwa. Ayat 44:51 dibuka dengan (إِنَّ الْمُتَّقِينَ, inna l-muttaqiina) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", seperti 44:43 dibuka dengan (إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ, inna syajarata z-zaqquumi). Dengan begitu bagian yang dimulai di 44:43 selesai di 44:50, dan bagian berikutnya memakai pembuka yang sama untuk pihak yang berlawanan.
Renungan dan Hikmah
- Di 41:54 keraguan punya sasaran yang disebut, yaitu pertemuan dengan Tuhan mereka, dan ayat itu disusul pernyataan bahwa Dia meliputi segala sesuatu. Di 44:50 sasarannya hanya ditunjuk dengan kata ini. Keraguan yang tidak punya nama dapat tinggal tanpa pernah diperiksa, sebab tidak ada kalimat yang bisa dijawab atau dibantah. Pembaca dapat bertanya, hal apa yang diragukannya tetapi belum pernah ditulis dalam satu kalimat penuh, dan apa yang terjadi bila kalimat itu akhirnya ditulis?
- Empat ayat memakai kata dustakan untuk apa yang dahulu dilakukan orang terhadap hal yang kini ada di depan mereka, dan 44:50 memakai kata ragukan. Orang yang mendustakan sudah mengambil sikap yang dapat didengar, sedangkan orang yang meragukan masih menunda sikap yang diambilnya. Keraguan dapat berjalan tanpa terdengar seperti penolakan, sebab keraguan tidak perlu menolak secara terang. Adakah hal yang selama ini ditunda keputusannya oleh pembaca dengan alasan masih ragu, dan sudah berapa lama alasan itu dipakai?
- Di 44:34 sampai 44:36 sekelompok orang berbicara dengan kata kita dan kami, dan di 44:50 kata kalian menunjuk lebih dari satu orang. Ayat 44:50 tidak mengatakan bahwa keduanya kelompok yang sama, dan daftar anggota kelompok yang disapa dengan kata kalian tidak tertulis di sana. Keraguan dapat dipegang bersama. Keraguan mana yang dipegang pembaca karena orang-orang di sekitarnya memegangnya, dan apa yang tersisa bila orang-orang itu berhenti?
- Di 6:2 kata kerja yang sama dipakai sesudah ayat itu menyatakan bahwa Dialah yang menciptakan kalian dari tanah liat, bahwa ajal yang ditentukan ada di sisi-Nya, lalu "kemudian kalian masih meragukan". Keraguan di sana datang sesudah daftar hal yang sudah ditetapkan. Pembaca yang membaca 6:2 berdampingan dengan 44:50 menemukan keraguan yang muncul meskipun hal-hal itu sudah ada. Hal apa dalam hidupnya yang sudah jelas ditetapkan tetapi masih diragukan, dan apakah keraguan itu menunggu bukti yang belum disebut?
- Di 3:60 bunyinya "Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu". Ayat itu menaruh keraguan dan kebenaran dari Tuhan berdampingan dalam satu kalimat, dan 2:147, 6:114, serta 10:94 memuat peringatan serupa. Di 44:50 keraguan itu dibicarakan sebagai pengamatan atas masa lalu. Jarak antara larangan di 3:60 dan pengamatan di 44:50 dapat dibayangkan sebagai jarak waktu antara sebelum dan sesudah. Pada sisi mana dari jarak itu pembaca sedang berdiri sekarang?
- Di 10:51 ada pertanyaan kepada orang yang dahulu selalu meminta agar sesuatu disegerakan, "Apakah baru sekarang, padahal kalian dahulu selalu meminta agar ia disegerakan?". Pertanyaan itu menunjuk saat ketika sikap baru diambil sesudah hal yang ditunggu terjadi. Di 44:50 kata dahulu juga menaruh keraguan di satu sisi waktu dan hal yang ditunjuk di sisi lain. Pada titik mana dalam hidup pembaca keraguan itu perlu sudah selesai dipertimbangkan, dan apakah titik itu lebih dekat daripada yang diperkirakan?