إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍinna l-muttaqiina fii maqaamin amiininsesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
- فِيfiidi
- مَقَامٍmaqaaminkedudukan
- أَمِينٍamiininyang tepercaya
Inti bacaan
Rangkaian (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي, inna l-muttaqiina fii) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41, dan hanya 44:51 yang melanjutkannya dengan tempat yang disifati amiinin.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ الْمُتَّقِينَ, inna l-muttaqiina) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang bertakwa". Kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) berakar و-ق-ي dan memakai kata sandang al-. Ciri mereka tidak diulang di sini. Rangkaian inna l-muttaqiina fii muncul enam kali di enam surah, yaitu 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41. Pada lima ayat yang lain kata sesudah fii menyebut isi tempatnya, yaitu (فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fii jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "di taman-taman dan mata air" di 15:45 dan 51:15, (فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ, fii jannaatin wa-na'iimin) yang berarti "di taman-taman dan kenikmatan" di 52:17, (فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ, fii jannaatin wa-naharin) yang berarti "di taman-taman dan sungai" di 54:54, dan (فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ, fii zhilaalin wa-'uyuunin) yang berarti "dalam naungan dan mata air" di 77:41. Di 44:51 kata sesudah fii menyebut tempat itu sendiri beserta sifatnya, dan isinya baru disebut di ayat berikutnya.
Kata (مَقَامٍ, maqaamin) berakar ق-و-م, akar berdiri. Terjemahan memakai "tempat" di sini dan "kedudukan" di ayat lain, misalnya 14:14, (مَقَامِي, maqaamii) yang berarti "kedudukan-Ku", serta 55:46 dan 79:40, (مَقَامَ رَبِّهِ, maqaama rabbihi) yang berarti "kedudukan Tuhannya". Di ketiga ayat itu maqaam melekat pada pemiliknya lewat akhiran atau kata rabbihi, dan menjadi sesuatu yang ditakuti. Di 44:51 maqaam berdiri tanpa pemilik, didahului fii, dan disusul sifat, sehingga yang dibicarakan adalah tempat orang berada. Pola tempat yang disusul sifat juga ada di 17:79, (مَقَامًا مَحْمُودًا, maqaaman mahmuudan) yang berarti "tempat yang terpuji". Bentuk maqaamin tanpa kata sandang muncul tiga kali di dua surah, yaitu 26:58, 44:26, dan 44:51. Pada 26:58 dan 44:26 kata itu disifati kariimin dalam (وَمَقَامٍ كَرِيمٍ, wa-maqaamin kariimin), dan terjemahan 26:58 memakai "tempat tinggal yang mulia".
Kata (أَمِينٍ, amiinin) berakar أ-م-ن dan menjadi sifat di empat belas ayat di delapan surah, yaitu 7:68, 12:54, 26:107, 26:125, 26:143, 26:162, 26:178, 26:193, 27:39, 28:26, 44:18, 44:51, 81:21, dan 95:3. Dua belas ayat menyifati pihak yang bertindak, yaitu rasul, penasihat, Ruh, jin, pekerja, utusan, dan Yusuf, misalnya (رَسُولٌ أَمِينٌ, rasuulun amiinun) yang berarti "rasul yang tepercaya" di 44:18. Dua ayat menyifati tempat, yaitu 44:51 dan 95:3, (الْبَلَدِ الْأَمِينِ, l-baladi l-amiini) yang berarti "negeri yang aman". Terjemahan memakai "tepercaya", "terpercaya", atau "dapat dipercaya" untuk dua belas ayat pertama dan "aman" untuk kedua tempat itu, sehingga 44:51 dan 95:3 terbaca sejajar. Bentuk persis amiinin muncul dua kali di dua surah, yaitu 44:51 dan 81:21, dan di 81:21 bentuk itu menyifati utusan dalam (ثَمَّ أَمِينٍ, tsamma amiinin) yang berarti "di sana lagi terpercaya".
Dua sifat, kariim dan amiin, sudah muncul di surah ini pada seorang rasul. Ayat 44:17 menyebut rasul yang datang kepada kaum Firaun dengan (رَسُولٌ كَرِيمٌ, rasuulun kariimun), dan ucapan rasul itu di 44:18 memuat rasuulun amiinun. Sifat kariim kembali di 44:26 pada tempat yang ditinggalkan kaum Firaun, dan sifat amiin kembali di 44:51 pada tempat orang bertakwa. Ayat 44:51 tidak mencatat siapa yang menjaga tempat itu, ancaman apa yang tidak ada di sana, atau di mana letaknya, dan terjemahan membawa apa yang tertulis saja. Tanda koma di ujung terjemahan menandai kalimat yang berlanjut ke 44:52.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan pembicaraan surah dari pendosa kepada orang bertakwa. Dari 44:43 sampai 44:50 surah ini membicarakan pendosa, mulai dari pohon zaqqum sebagai makanan di 44:43 sampai 44:46, perintah menyeret dan menuangkan air mendidih di 44:47 dan 44:48, hingga ejekan di 44:49 dan penutupnya di 44:50. Ayat 44:51 dibuka dengan inna seperti 44:43, (إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ, inna syajarata z-zaqquumi) yang berarti "sesungguhnya pohon zaqqum". Dengan kata pembuka yang sama, 44:43 membawa pembaca ke makanan pendosa dan 44:51 membawa pembaca ke tempat orang bertakwa.
Ayat 44:25 sampai 44:28 mendaftar apa yang ditinggalkan kaum Firaun, dan daftar itu memuat (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa-'uyuunin), (وَمَقَامٍ كَرِيمٍ, wa-maqaamin kariimin), dan (فَاكِهِينَ, faakihiina). Ayat 44:28 menutup daftar itu dengan "Kami mewariskannya kepada kaum yang lain". Rangkaian 44:51 sampai 44:55 memakai kosakata yang sebangun, tetapi 44:51 mengambil satu butir dari daftar itu, yaitu tempat, dan menggantikan sifatnya dengan amiin. Tempat di 44:26 muncul di antara hal-hal yang ditinggalkan, sedangkan tempat di 44:51 muncul tanpa kata kerja yang menyebut kepergian atau pewarisan. Kedua ayat tidak membandingkan tempatnya secara langsung, dan perbedaan itu terbaca dari kata kerja di sekitar masing-masing.
Ayat 44:51 hanya membuka rangkaian, dan isi tempat itu dibagi ke empat ayat sesudahnya. Taman dan mata air ada di 44:52, sutra dan keadaan berhadap-hadapan di 44:53, pasangan di 44:54, dan buah di 44:55. Kata amiin disebut sebelum benda apa pun, lalu 44:55 menutup daftar benda dengan (آمِنِينَ, aaminiina) dari akar أ-م-ن yang sama. Dengan susunan itu rangkaian dibuka oleh sifat tempat dan ditutup oleh keadaan para penghuninya, dengan taman, sutra, pasangan, dan buah di antara keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 44:51 menyebut sifat tempat itu, yaitu aman, lebih dulu, sedangkan taman dan mata air baru datang di 44:52. Urutan itu membuat rasa aman terbaca sebagai alas bagi benda-benda sesudahnya. Di 106:3 dan 106:4 pembicaranya meminta orang menyembah Tuhan Rumah itu, yang disebut memberi mereka makan dari kelaparan dan mengamankan mereka dari ketakutan, dan kedua pemberian itu disebut berdampingan. Ayat 106:4 berbicara tentang kelompok lain di dunia dan tidak menyebut tempat orang bertakwa, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membandingkan urutan di 44:51 dengan urutannya sendiri ketika menimbang tempat tinggal atau tempat kerja: apa yang ditanyakan lebih dulu, isinya atau rasa amannya? Apa yang tersisa dari sebuah tempat yang penuh taman bila penghuninya tidak pernah merasa aman di sana?
- Akar kata maqaam berarti berdiri, dan 44:51 menaruh orang bertakwa pada tempat berdiri yang aman. Beberapa ayat sebelumnya, 44:47 memerintahkan, "Tangkaplah dia, lalu seretlah dia ke tengah-tengah neraka yang menyala-nyala", sehingga orang di ayat itu berpindah oleh perintah orang lain. Kedua gambaran itu dibedakan oleh bentuk kalimatnya, yaitu yang satu memakai kata kerja perintah dan yang lain tidak memakai kata kerja. Ayat 44:42 menyebut orang yang diberi rahmat oleh Allah sebagai pengecualian pada hari yang digambarkan sebelumnya, dan 44:51 tidak menyatakan bahwa kelompok itu sama dengan orang bertakwa. Pembaca dapat bertanya, dalam keadaannya sekarang, apakah dirinya lebih sering berdiri di sebuah tempat atau digiring oleh keadaan, dan tempat mana yang akan disebutnya aman?
- Ayat 44:51 memakai kata sandang pada kelompok yang bertakwa, dan ayat tidak mendaftar syarat mereka. Pelaku yang menempatkan mereka juga tidak disebut di ayat ini. Di 16:31 kalimat "Demikianlah Allah membalas orang-orang yang bertakwa" menutup uraian taman-taman Adn, dan di sana pelakunya disebut dengan nama. Ayat 44:57 memuat "karunia dari Tuhanmu" di ujung rangkaian ini, tanpa menyatakan butir mana yang dimaksud. Dapat dibaca bahwa rangkaian 44:51 sampai 44:57 menaruh pemberi itu belakangan, sesudah penerimanya sudah berada di tempatnya. Pembaca dapat bertanya, kapan terakhir kali menerima sesuatu sebelum diketahui dari siapa datangnya, dan apakah penerimaan itu ditolak pada saat itu?
- Ayat 44:25 dan 44:26 mencatat tempat yang kariim sebagai sesuatu yang ditinggalkan, dan 44:28 mencatat bahwa pelaku yang berbicara dengan kata Kami mewariskannya kepada kaum lain. Di 44:51 tempat orang bertakwa disebut tanpa kata kerja kepergian. Dua ayat itu menaruh tempat pada dua kedudukan, yaitu yang pertama dilepas oleh penghuninya dan yang kedua ditempati. Orang yang membangun rumah, kantor, atau nama baik dengan tangannya sendiri dapat memperhatikan bahwa kata kerja di sekitar sebuah tempat ikut menentukan kabar tentang tempat itu. Dari tempat-tempat yang kini dibangunnya, mana yang dibayangkannya masih ditempati ketika semua kata kerja kepergian sudah selesai, dan mana yang akan masuk ke daftar yang ditinggalkan?
- Rasul yang disebut tepercaya di 44:18 meminta agar hamba-hamba Allah diserahkan kepadanya, dan sifat dari akar yang sama dipakai untuk tempat di 44:51. Ayat tidak menghubungkan keduanya secara langsung. Dapat dibaca bahwa surah ini memakai satu akar untuk dua hal yang berbeda: seorang yang diserahi sesuatu dan sebuah tempat yang menampung orang bertakwa. Terjemahan membedakan keduanya, "tepercaya" untuk yang pertama dan "aman" untuk yang kedua. Apa yang dititipkan kepadanya sehingga orang lain menyebutnya tepercaya, dan apa yang disediakannya agar orang yang datang kepadanya merasa aman di dekatnya?
- Ayat 2:194 memuat perintah mengetahui bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa, tanpa menyebut tempat. Ayat 44:51 menyebut tempat yang aman, tanpa menyebut siapa yang bersama mereka di sana. Masing-masing ayat memberi bahan sendiri dan tidak merangkap bahan yang lain, dan keduanya berbicara dalam konteks yang berbeda sehingga tidak saling menafsirkan. Orang yang sedang mencari tempat yang aman dapat memperhatikan bahwa teks memakai dua cara berbicara tentang kelompok yang sama. Apakah yang dicarinya sebuah alamat yang aman, atau sebuah kebersamaan yang membuat alamat mana pun terasa aman, dan dari ayat mana pencarian itu dimulai?