فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

di dalam taman-taman dan mata air,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍfii jannaatin wa-'uyuunindi dalam taman-taman dan mata air

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فِيfiidi dalam
  2. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  3. وَعُيُونٍwa-'uyuunindan mata air

Inti bacaan

Pasangan (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa-'uyuunin) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 44:25, 44:52, dan 51:15, dengan urutan taman lebih dulu di semuanya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berisi satu frasa, (فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fii jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "di dalam taman-taman dan mata air", dan frasa itu bersambung dengan 44:51 tanpa kata pembuka baru. Kata fii muncul dua kali dalam rangkaian ini, di 44:51 dan di 44:52, dan terjemahan memakai "di dalam" pada yang kedua. Ayat tidak menyatakan apakah taman dan mata air berada di dalam tempat aman di 44:51 atau menjadi tempat kedua yang disebut berurutan, sehingga terjemahan hanya menyusunnya berurutan. Frasa yang sama persis, termasuk harakatnya, muncul empat kali di empat surah, yaitu 15:45, 26:147, 44:52, dan 51:15. Di 15:45 dan 51:15 frasa itu menjadi bagian dari kalimat yang dibuka (إِنَّ الْمُتَّقِينَ, inna l-muttaqiina), sehingga satu ayat memuat apa yang di surah 44 dibagi ke dua ayat. Di 26:147 frasa itu berada di dalam pertanyaan kepada kaum Tsamud, bersama 26:146, (أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ, a-tutrakuuna fii maa haahunaa aaminiina) yang berarti "apakah kalian akan dibiarkan tinggal di sini dalam keadaan aman".

Pasangan (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa-'uyuunin) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 44:25, 44:52, dan 51:15. Tiga ayat menyebut orang bertakwa, yaitu 15:45, 44:52 lewat sambungannya dengan 44:51, dan 51:15. Empat ayat menyebut kaum yang tinggal di bumi, yaitu kaum Firaun di 26:57 dan 44:25, kaum Ad di 26:134, dan kaum Tsamud di 26:147. Pada ketujuh ayat itu urutannya sama, taman lebih dulu dan mata air kemudian. Ayat 26:131 sampai 26:134 menambah satu rincian. Kaum Ad diminta bertakwa kepada Allah, lalu diminta (وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ, wa-ttaquu lladzii amaddakum) yang berarti "dan bertakwalah kepada Yang telah menganugerahkan kepada kalian", dan 26:134 memasukkan taman dan mata air ke dalam apa yang dianugerahkan itu. Kata kerja takwa di 26:132 berakar و-ق-ي, akar yang sama dengan l-muttaqiina di 44:51.

Kata (جَنَّاتٍ, jannaatin) berakar ج-ن-ن dan berbentuk jamak. Terjemahan memakai "taman" untuk kata ini pada ayat-ayat yang menyebut orang bertakwa, yaitu 15:45, 44:52, 51:15, 52:17, dan 54:54, dan tidak memakai "surga". Pada kelima ayat itu kata tersebut disusul benda lain lewat huruf wa, yaitu mata air, kenikmatan, atau sungai, sehingga "taman" berdiri sebagai satu unsur dari daftar dan tidak menunjuk seluruh tempat.

Kata (عُيُونٍ, 'uyuunin) berakar ع-ي-ن, akar yang juga membentuk kata untuk mata, misalnya (عَيْنَيْنِ, 'aynayni) yang berarti "sepasang mata" di 90:8. Bentuk jamak 'uyuun muncul sepuluh kali, yaitu di 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 36:34, 44:25, 44:52, 51:15, 54:12, dan 77:41, dan di kesepuluh ayat itu terjemahan memakai "mata air". Pemakaian itu dekat dengan citra bahasa Indonesia, yang juga menamai sumber air dengan kata mata. Di 36:34, (وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ, wa-fajjarnaa fiihaa mina l-'uyuuni) yang berarti "dan Kami pancarkan padanya mata air", dan di 54:12, (وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا, wa-fajjarnaa l-ardha 'uyuunan) yang berarti "dan Kami menjadikan bumi menyemburkan mata air", benda yang sama disebut sebagai hasil perbuatan pelaku Kami di bumi.

Ayat 44:52 tidak memuat kata kerja. Ayat 44:51 pun tidak, sehingga dua ayat pertama dalam rangkaian ini hanya menyebut tempat dan isinya. Kata kerja pertama baru datang di 44:53, yaitu (يَلْبَسُونَ, yalbasuuna) yang berarti "mereka memakai".

Tafsiran

Ayat ini mengisi tempat aman di 44:51 dengan dua benda yang oleh surah yang sama sudah disebut sebagai tinggalan kaum Firaun. Ayat 44:25 membuka daftar tinggalan itu dengan (كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, kam tarakuu min jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "betapa banyak taman-taman dan mata air yang mereka tinggalkan". Ayat 44:52 mengulang dua benda itu dalam kerangka yang berlawanan, yaitu tidak ada kata meninggalkan dan tempatnya dihuni orang bertakwa. Surah ini tidak menyatakan taman kaum Firaun sama dengan taman orang bertakwa. Kedua ayat memakai kata yang sama, dan perbedaannya terletak pada kata kerja yang menyertainya.

Perbedaan kata kerja yang sama terlihat pada dua ayat di luar surah ini. Di 26:57, (فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fa-akhrajnaahum min jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "maka Kami keluarkan mereka dari taman-taman dan mata air", pelaku Kami mengeluarkan kaum Firaun dari dua benda itu. Di 15:48, sesudah 15:45 yang memuat frasa yang sama untuk orang bertakwa, (وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ, wa-maa hum minhaa bi-mukhrajiina) yang berarti "dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya". Dua ayat itu memakai akar kata keluar yang sama, dengan tanda berlawanan. Ayat 44:52 sendiri tidak memuat kata kerja keluar maupun masuk, dan pembaca hanya menemukan keduanya bila membawa ayat-ayat lain ke sampingnya.

Tiga kata dari rangkaian ini muncul berdekatan di 15:45 sampai 15:47. Ayat 15:45 memuat jannaatin wa-'uyuunin, 15:46 memuat (ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ, udkhuluuhaa bi-salaamin aaminiina) yang berarti "masuklah ke dalamnya dengan keselamatan lagi aman", dan 15:47 memuat (مُتَقَابِلِينَ, mutaqaabiliina) yang berarti "berhadap-hadapan". Di surah 44 ketiganya tersebar dengan urutan lain, yaitu mutaqaabiliina di 44:53 dan aaminiina di 44:55. Surah 44 tidak mengulang salam dan pencabutan dendam yang dimuat 15:46 dan 15:47, sehingga kedua rangkaian saling melengkapi dan tidak saling menggantikan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 44:25 mencatat taman dan mata air sebagai sesuatu yang ditinggalkan, dan 44:52 mencatat dua benda yang sama sebagai tempat orang bertakwa. Benda itu tidak berubah, sedangkan kedudukan orang terhadap benda itu berubah. Di 44:28 pelaku yang berbicara dengan kata Kami mewariskan tinggalan itu kepada kaum lain, dan di 15:48 orang bertakwa disebut tidak akan dikeluarkan dari taman yang disebut di 15:45. Orang yang memiliki kebun, rumah, atau sumber air dapat memperhatikan bahwa teks menilai hubungan pemiliknya dengan benda itu lewat kata kerja yang menyertainya. Bila hubungan itu kelak ditulis sebagai kata kerja, apakah yang tertulis tentang miliknya sekarang, ditinggalkan atau dihuni?
  • Di 26:131 pembicara menyuruh kaumnya bertakwa kepada Allah, lalu 26:132 sampai 26:134 menyebut pihak yang menganugerahkan ternak, anak-anak, kebun-kebun, dan mata air. Seruan takwa dan rincian pemberian itu disebut dalam satu napas, sedangkan di 44:52 taman dan mata air disebut sebagai tempat orang yang sudah disebut bertakwa. Dua ayat itu tidak saling menafsirkan, karena yang pertama tentang pemberian di bumi dan yang kedua tentang tempat orang bertakwa. Dapat dibaca bahwa dua benda yang sama disebut dalam dua kedudukan yang berbeda. Orang yang kini memegang kebun atau air dapat menimbang apakah kebun dan air itu pernah dikaitkannya dengan Allah, yang di 26:131 disebut sebagai tujuan takwa, dan bagaimana kaitan itu akan dirumuskannya?
  • Ayat 44:52 menyebut taman dan mata air tanpa menyebut siapa yang memberikannya. Di 51:15 frasa yang sama disusul 51:16, "seraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka", sehingga pemberi disebut dalam kalimat yang sama dengan penerimanya. Di 52:18 Tuhan mereka juga disebut sebagai yang menganugerahkan dan menjaga. Perbedaan itu menunjukkan bahwa sebagian ayat menyebut pemberi di kalimat yang sama dan sebagian lain, seperti 44:52, tidak menyebutnya. Orang yang menerima sesuatu tanpa nama pemberinya, misalnya air yang mengalir ke rumahnya atau udara yang bersih di jalannya, dapat bertanya apakah nama pemberi itu pernah dicarinya, atau apakah cukup baginya bahwa air dan udara itu datang?
  • Kata mata air di 44:52 dipakai pula di bumi, ketika 36:34 menyebut pelaku Kami memancarkan mata air dan 54:12 menyebut bumi disemburkan menjadi mata air. Ayat 44:52 tidak memakai kata baru untuk tempat orang bertakwa, dan kata yang dipakainya sudah dikenal dari dua ayat itu. Dua pemakaian itu tidak disamakan, karena yang satu menceritakan penciptaan di bumi dan yang lain menyebut tempat orang bertakwa. Dapat dibaca bahwa ayat menaruh tempat orang bertakwa pada benda yang sudah disebut di bumi. Orang yang pernah berdiri di dekat mata air dan merasa tenang dapat bertanya, kapan ketenangan itu pernah dikaitkannya dengan pelaku yang disebut Kami di 54:12, dan apakah kaitan itu pernah terucap?
  • Di 26:146 dan 26:147 kaum Tsamud ditanya, "Apakah kalian akan dibiarkan tinggal di sini dalam keadaan aman, di dalam kebun-kebun dan mata air", dan pertanyaan itu dilanjutkan dengan 26:148 tentang tanam-tanaman. Sebelum itu 26:145 memuat pernyataan bahwa imbalan sang penyeru tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam. Pertanyaan itu memakai benda yang sama dengan 44:52 dan kata aman yang sama dengan 44:55, tetapi ditujukan kepada orang yang tinggal di bumi. Ayat 26:147 dan 44:52 tidak disamakan, dan hubungan keduanya hanya terlihat pada kosakata. Pembaca dapat membandingkan rasa aman di tempat yang ditinggalinya sekarang dengan tempat yang dilukiskan 44:52. Rasa aman macam apa yang masih tersisa bila jaminannya berupa kebun dan mata airnya sendiri?
  • Setelah taman dan mata air, surah 15 melanjutkan dengan salam, rasa aman, pencabutan dendam dari dada, dan berhadap-hadapan (15:46 dan 15:47). Surah 44 melanjutkan dengan sutra dan berhadap-hadapan (44:53). Surah 44 tidak memuat pencabutan dendam di rangkaian ini, dan surah 15 tidak memuat sutra di rangkaian itu. Dua urutan itu menaruh hal yang berbeda di sebelah taman dan mata air. Orang yang membayangkan tempat yang baik dapat memperhatikan bahwa 15:47 menyebut sesuatu yang tidak berupa benda, yaitu dendam yang dicabut dari dada oleh pelaku Kami. Bila taman dan mata air sudah tersedia, apakah dendam yang dibawanya masih mendapat tempat untuk tinggal, dan siapa yang akan mencabutnya?