يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ

mereka memakai sutra halus dan sutra tebal, berhadap-hadapan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍyalbasuuna min sundusin wa-istabraqinmereka memakai sutra halus dan sutra tebal
  2. مُتَقَابِلِينَmutaqaabiliinaberhadap-hadapan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَلْبَسُونَyalbasuunamereka memakai
  2. مِنْmindari
  3. سُنْدُسٍsundusinsutra halus
  4. وَإِسْتَبْرَقٍwa-istabraqindan sutra tebal
  5. مُتَقَابِلِينَmutaqaabiliinaberhadap-hadapan

Inti bacaan

Kata (سُنْدُسٍ, sundusin) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:31, 44:53, dan 76:21, dan selalu bersama istabraq.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan kata kerja (يَلْبَسُونَ, yalbasuuna) yang berarti "mereka memakai", kata kerja pertama dalam rangkaian 44:51 sampai 44:55. Akar ل-ب-س dipakai dalam dua arti di Al-Qur'an, dan dua arti itu dibedakan oleh harakat pada huruf tengahnya. Pada kata kerja yang menunjuk perbuatan yang sedang atau akan berlangsung, bentuk yang diterjemahkan "memakai" berharakat fatha pada huruf ba, yaitu yalbasuuna di 18:31 dan 44:53, serta (تَلْبَسُونَهَا, talbasuunahaa) di 16:14 dan 35:12. Bentuk yang diterjemahkan "mencampuradukkan" atau "mengaburkan" berharakat kasra, misalnya (وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ, wa-laa talbisu l-haqqa bi-l-baathili) yang berarti "dan janganlah kalian mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan" di 2:42, lalu di 3:71, 6:9, 6:65, 6:82, dan 6:137. Karena 44:53 berharakat fatha dan disusul nama kain, terjemahan memakai "memakai".

Di 18:31 kata kerja yang sama punya objek lebih dulu, yaitu (وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا, wa-yalbasuuna tsiyaaban khudhran) yang berarti "dan memakai pakaian hijau", baru disusul (مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ, min sundusin wa-istabraqin) yang berarti "dari sutra halus dan sutra tebal". Di 44:53 kata pakaian dan kata hijau tidak ada, dan setelah yalbasuuna langsung datang min sundusin wa-istabraqin. Terjemahan 44:53 karena itu menulis "memakai sutra halus dan sutra tebal" dengan bahan sebagai objek, dan tidak menambahkan "pakaian" atau "hijau". Dua ayat lain yang memuat pakaian dari kedua kain itu juga memuat hiasan, yaitu (أَسَاوِرَ, asaawira) yang berarti "gelang-gelang" dari emas di 18:31 dan dari perak di 76:21. Ayat 44:53 tidak memuat gelang.

Kata (سُنْدُسٍ, sundusin) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 18:31, 44:53, dan 76:21, dan selalu bersama (وَإِسْتَبْرَقٍ, wa-istabraqin). Kata istabraq muncul empat kali di empat surah, yaitu 18:31, 44:53, 55:54, dan 76:21. Di 55:54 kata itu muncul tanpa sundus dalam (بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ, bathaa'inuhaa min istabraqin) yang berarti "yang bagian dalamnya dari sutra tebal", dan benda yang dilapisinya adalah kasur. Korpus morfologi tidak memberi akar untuk kedua kata itu, sehingga pembedaan "halus" dan "tebal" tidak dapat dibuktikan lewat akar. Terjemahan memakainya sebagai dua padanan berbeda untuk dua kata Arab yang berbeda, dan konsisten di keempat ayat. Selisih keduanya tidak dijelaskan di ayat ini, dan terjemahan tidak menambah keterangan.

Kata (مُتَقَابِلِينَ, mutaqaabiliina) yang berarti "berhadap-hadapan" berakar ق-ب-ل dan muncul empat kali di empat surah, yaitu 15:47, 37:44, 44:53, dan 56:16. Di 15:47 dan 37:44 kata itu didahului (عَلَىٰ سُرُرٍ, 'alaa sururin) yang berarti "di atas dipan-dipan", dan di 15:47 didahului pula oleh (إِخْوَانًا, ikhwaanan) yang berarti "bersaudara". Di 56:16 kata itu didahului (مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا, muttaki'iina 'alayhaa) yang berarti "bersandar di atasnya". Dari keempat ayat itu, 44:53 menyebut pakaian dan arah menghadap dalam satu ayat, sedangkan tiga ayat lain menyebut dipan atau sandaran dan tidak menyebut pakaian. Bentuk jamak mutaqaabiliina sama dengan bentuk pelaku yalbasuuna, sehingga yang berhadap-hadapan adalah orang-orang yang memakai kain itu; pasangan baru disebut di 44:54.

Tafsiran

Ayat ini membawa gerak pertama ke rangkaian yang sampai 44:52 hanya menyebut tempat dan isinya. Ayat 44:51 menyebut orang bertakwa dengan nama, 44:52 menyebut taman dan mata air tanpa pelaku, dan 44:53 memberi pelaku itu kata kerja untuk pertama kalinya. Pelakunya muncul sebagai akhiran -uuna pada yalbasuuna, dan dalam rangkaian 44:51 sampai 44:55 orang bertakwa berperan sebagai pelaku di dua ayat, yaitu memakai di 44:53 dan meminta di 44:55, serta sebagai penerima di satu ayat, yaitu dipasangkan di 44:54.

Peran itu berbeda dengan peran pendosa beberapa ayat sebelumnya. Ayat 44:47 dan 44:48 memuat perintah yang dikenakan pada tubuh pendosa, yaitu memegang, menyeret, dan menuangkan air mendidih di atas kepalanya. Dua ayat itu juga memakai kata min untuk bahan yang menimpa tubuh, sebagaimana tertulis (مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ, min 'adzaabi l-hamiimi) yang berarti "berupa air yang mendidih" di 44:48. Ayat 44:53 memakai kata min untuk bahan yang dipakai tubuh, yaitu sutra. Dengan kerangka kalimat yang mirip, dua ayat itu menaruh dua bahan pada dua tubuh, dan arah kata kerjanya berlawanan, yaitu yang satu dikenai dan yang lain memakai.

Pakaian dari kedua kain ini juga disebut di 18:31 dan 76:21. Ayat 76:11 dan 76:12 menyebut Allah sebagai pelindung dan pembalas dengan taman dan sutra, sedangkan 44:53 menyebut pemakainya saja. Dua cara bertutur itu saling melengkapi, karena yang satu menyebut pemberi dan yang lain menyebut pemakai. Ayat ini ditutup dengan keadaan berhadap-hadapan, sehingga pembaca meninggalkan 44:53 dengan gambar orang-orang yang berpakaian dan saling menghadap, dan 44:54 kemudian menambah pasangan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 44:53 memberi orang bertakwa kata kerja memakai, sedangkan 76:11 dan 76:12 menyebut Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu lalu membalas mereka dengan taman dan sutra. Dua ayat itu menyebut dua pihak yang berbeda, yaitu pemakai di 44:53 dan pembalas di 76:12. Kedua ayat berasal dari surah yang berbeda dan tidak disusun sebagai satu kalimat, sehingga hubungan keduanya hanya terbaca dari kosakata. Orang yang sedang menerima sesuatu yang bagus, misalnya pekerjaan atau rumah, dapat memperhatikan kapan kata memakai terlintas di pikirannya dan kapan kata membalas ikut terlintas. Dalam kalimat hidupnya hari ini, kata kerja mana yang ditulis lebih dulu?
  • Ayat 44:53 menyebut bahan, yaitu sutra halus dan sutra tebal, dan tidak menyebut warna atau hiasan. Di 18:31 ada kata hijau dan gelang emas, dan di 76:21 ada kata hijau dan gelang perak, ditambah "Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci". Pembaca yang memegang 44:53 saja menerima gambar yang lebih polos daripada pembaca yang memegang tiga ayat itu sekaligus. Dapat dibaca bahwa tiap ayat memberi potongan yang berbeda dan tidak ada ayat yang lengkap sendiri. Ketika membayangkan tempat yang baik, apakah yang pertama dicari dalam pikiran itu bahan, warna, atau hiasan, dan kepada siapa 76:21 menyandarkan pemberian minuman yang suci itu?
  • Di 15:47 berhadap-hadapan disebut sesudah pelaku Kami mencabut dendam dari dada dan sesudah kata bersaudara. Di 44:53 berhadap-hadapan disebut sesudah bahan pakaian, tanpa kata dendam di sekitarnya. Ayat 15:47 dan 44:53 berasal dari surah yang berbeda dan tidak saling menafsirkan, tetapi keduanya memakai kata berhadap-hadapan untuk kelompok yang sama, yaitu orang bertakwa. Dengan siapa dalam hidupnya sekarang pembaca sanggup duduk berhadapan tanpa ada yang perlu dicabut lebih dulu dari dada?
  • Ayat 7:26 menyebut pakaian takwa dan menilainya lebih baik, lalu menutup dengan pernyataan bahwa semua itu termasuk tanda-tanda Allah agar mereka ingat. Ayat 44:53 menyebut orang bertakwa memakai sutra. Ayat 7:26 dan rangkaian 44:51 sampai 44:53 sama-sama memuat akar takwa dan akar pakaian, tetapi ayat 7:26 berbicara kepada anak cucu Adam dan 44:53 tentang penghuni tempat aman, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa dua ayat itu menaruh takwa dan pakaian berdekatan, yang satu dengan penilaian "lebih baik" dan yang lain dengan kain sutra. Pembaca dapat bertanya, kain apa yang kini paling sering dipakainya di depan orang lain, dan apakah ada yang disebut takwa di antaranya?
  • Di 55:54 sutra tebal disebut sebagai bagian dalam kasur, yaitu bagian yang tidak terlihat dari luar, sedangkan di 44:53 sutra tebal dipakai pada tubuh bersama sutra halus. Ayat 22:23 menyebut Allah memasukkan orang beriman ke dalam taman, dan pakaian mereka di sana adalah sutra dengan kata Arab yang berbeda dari 44:53. Tiga ayat itu menyebut sutra pada tiga tempat, yaitu bagian dalam kasur, pakaian pada tubuh, dan pakaian di taman, dan tidak ada yang menyatakan bahwa satu tempat lebih utama. Orang yang menata pakaian atau perabot rumahnya dapat memperhatikan bagian hidupnya yang jarang dilihat orang. Apakah bahan bagian itu dipilih dengan kesungguhan yang sama dengan bagian yang tampak?
  • Ayat 44:48 menuliskan bahan yang dituangkan di atas kepala, yaitu air mendidih, dan 44:53 menuliskan bahan yang dipakai pada tubuh, yaitu sutra. Keduanya memakai kata min di depan bahan. Dua ayat itu berada dalam satu surah dengan jarak lima ayat, dan menaruh dua pihak pada dua keadaan. Pembaca dapat membayangkan hari-harinya sebagai deretan benda yang dituangkan kepadanya atau dipakainya sendiri. Dari keseluruhan hari kemarin, mana yang berasal dari tangannya sendiri, mana yang dituangkan keadaan, dan di antara keduanya mana yang disebutnya kepada Tuhan?