كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ
Demikianlah; dan Kami pasangkan mereka dengan bidadari yang bermata elok.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍwa-zawwajnaahum bi-huurin 'iinindan Kami pasangkan mereka dengan bidadari yang bermata elok
Terjemahan per kata (4 kata)
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- وَزَوَّجْنَاهُمْwa-zawwajnaahumdan Kami memasangkan mereka
- بِحُورٍbi-huurindengan bidadari
- عِينٍ'iininbermata jeli
Inti bacaan
Susunan (وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ, wa-zawwajnaahum bi-huurin 'iinin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:54 dan 52:20.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) yang berarti "demikianlah", gabungan awalan (كَ, ka) yang berarti "seperti" dan kata tunjuk (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu". Terjemahan menaruh titik koma sesudah "demikianlah", seperti di 44:28. Susunan (كَذَٰلِكَ وَ, ka-dzaalika wa-) di awal ayat muncul empat kali di tiga surah, yaitu 18:91, 26:59, 44:28, dan 44:54, dan di keempatnya kata kerja sesudahnya berpelaku Kami. Di 26:59 dan 44:28 kata kerjanya sama, yaitu (كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا, ka-dzaalika wa-awratsnaahaa) yang berarti "demikianlah, dan Kami mewariskannya". Di 18:91 wa disusul qad, yaitu (كَذَٰلِكَ وَقَدْ, ka-dzaalika wa-qad), lalu kata kerja berpelaku Kami. Di 44:54 wa langsung disusul kata kerja memasangkan. Akhiran -hum pada wa-zawwajnaahum menunjuk orang-orang yang bertakwa di 44:51, sehingga pelaku yalbasuuna di 44:53 dan penerima pemasangan di 44:54 adalah kelompok yang sama.
Kata (وَزَوَّجْنَاهُمْ, wa-zawwajnaahum) yang berarti "dan Kami pasangkan mereka" tersusun dari wa, kata kerja zawwaja, akhiran -naa yang berarti "Kami", dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Kata kerja zawwaja berakar ز-و-ج, akar pasangan. Bentuk persis wa-zawwajnaahum muncul dua kali di dua surah, yaitu 44:54 dan 52:20. Bentuk kata kerja yang sama muncul pula di 42:50, (يُزَوِّجُهُمْ, yuzawwijuhum) yang berarti "Dia menjadikan mereka berpasangan", dan di 81:7, (زُوِّجَتْ, zuwwijat) yang berarti "dipasangkan", yang dipakai untuk jiwa-jiwa. Terjemahan memakai "memasangkan" di 44:54 dan 52:20. Akar ن-ك-ح tidak muncul di kedua ayat itu, dan kata kerja zawwaja di sana disusul huruf bi- yang berarti "dengan".
Kata (بِحُورٍ, bi-huurin) yang berarti "dengan bidadari" berakar ح-و-ر dan berbentuk jamak. Kata huur muncul empat kali di empat surah, yaitu 44:54, 52:20, 55:72, dan 56:22, dan terjemahan memakai "bidadari" di keempatnya. Di 55:72 kata itu disifati (حُورٌ مَقْصُورَاتٌ, huurun maqshuuraatun) yang berarti "bidadari-bidadari yang terpelihara". Ayat 44:54 tidak menyebut jumlah mereka, asal mereka, atau tempat mereka tinggal, dan mencatat satu sifat saja, yaitu sifat yang menyusul sesudah huur.
Sifat itu adalah (عِينٍ, 'iinin) dalam (بِحُورٍ عِينٍ, bi-huurin 'iinin) yang berarti "dengan bidadari yang bermata elok". Kata 'iin berakar ع-ي-ن, akar yang sama dengan 'uyuunin pada 44:52 dan (عَيْنَيْنِ, 'aynayni) yang berarti "sepasang mata" di 90:8. Pasangan huur dan 'iin muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 44:54, 52:20, dan 56:22, dan terjemahan memakai "bermata elok" di ketiganya. Di 56:22 bunyinya (وَحُورٌ عِينٌ, wa-huurun 'iinun), tanpa awalan bi- dan dengan huruf akhir yang berbeda karena kedudukannya dalam kalimat.
Tafsiran
Ayat ini menutup gambaran orang bertakwa dengan penutup yang sama seperti penutup daftar tinggalan kaum Firaun. Ayat 44:25 sampai 44:27 mendaftar taman dan mata air, tanam-tanaman dan tempat tinggal yang mulia, serta kesenangan yang ditinggalkan, lalu 44:28 menutupnya dengan (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) dan kata kerja berpelaku Kami. Ayat 44:51 sampai 44:53 mendaftar tempat aman, taman dan mata air, serta pakaian bagi orang bertakwa, lalu 44:54 menutupnya dengan ka-dzaalika dan kata kerja berpelaku Kami. Kerangka kedua daftar sama, yaitu daftar benda, kata penutup, lalu kata kerja Kami. Isinya berlawanan, karena daftar pertama menyebut yang ditinggalkan dan 44:28 menyebutkan pewarisannya kepada kaum lain, sedangkan daftar kedua menyebut yang diberikan dan 44:54 menyebut pemasangan. Susunan yang sama muncul di 26:57 sampai 26:59, yaitu daftar taman, mata air, harta, dan tempat tinggal yang mulia, lalu ka-dzaalika dan kata kerja mewariskan.
Dalam lima ayat 44:51 sampai 44:55, pelaku pemberi disebut satu kali, yaitu Kami di 44:54. Ayat 44:51 sampai 44:53 menyebut tempat, taman, dan pakaian tanpa menyebut siapa yang menyediakannya, dan 44:55 menyebut orang bertakwa meminta buah. Pelaku pemberi baru muncul di ayat keempat, sesudah tiga ayat yang menyebut benda, dan ayat kelima kembali menyebut orang bertakwa sebagai pelaku. Ayat 44:56 kemudian menyebut Dia yang melindungi mereka dari azab, dan 44:57 menyebut Tuhanmu sebagai asal karunia.
Kalimat yang dibuka inna l-muttaqiina fii berujung pada frasa pemasangan yang sama di dua tempat. Di 52:17 kalimat itu dibuka (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي, inna l-muttaqiina fii) dan di 52:20 sampai pada wa-zawwajnaahum bi-huurin 'iinin. Di 44:51 kalimat dengan pembuka yang sama sampai pada frasa yang sama di 44:54. Dua surah itu memakai urutan yang cocok, yaitu kata pembuka tentang orang bertakwa lalu, beberapa ayat kemudian, pemasangan dengan bidadari. Ayat 52:19 menambah ucapan tentang makan dan minum atas apa yang dikerjakan, yang tidak ada di 44:54, sehingga kedua surah tidak identik.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 44:54 menaruh orang bertakwa sebagai yang dipasangkan oleh pelaku Kami, sehingga mereka berada di posisi penerima. Di 81:7 jiwa-jiwa disebut dipasangkan dengan kata kerja yang berakar sama, dan di 42:50 Dia menjadikan mereka berpasangan laki-laki dan perempuan. Ayat 42:49 membuka dengan pernyataan bahwa kerajaan langit dan bumi milik Allah. Tiga ayat itu tidak berbicara tentang peristiwa yang sama dan tidak disamakan, tetapi ketiganya memakai kata kerja pasif atau kata kerja dengan pelaku di luar yang dipasangkan. Orang yang merasa hubungan terdekatnya hasil usahanya sendiri dapat memperhatikan bahwa kata kerja dalam ayat-ayat ini tidak diletakkan di tangan yang dipasangkan. Kapan orang terdekat itu terakhir disebutnya sebagai pemberian, dan kepada siapa ucapan itu dialamatkannya?
- Ayat 44:28 dan 44:54 sama-sama dibuka dengan demikianlah dan sama-sama memuat pelaku Kami, tetapi yang pertama menutup daftar yang ditinggalkan dan yang kedua menutup daftar yang diberikan. Dua kalimat itu berada dalam satu surah dan memakai kerangka yang sama. Orang yang menyusun catatan hidupnya sendiri dapat membayangkan dua daftar di sampingnya, benda yang akan ditinggalkan dan benda yang akan diterima. Daftar mana yang kini lebih panjang, dan kata kerja apa yang akan ditulis pelaku yang berbicara dengan kata Kami di ujung masing-masing daftar itu?
- Di 52:18 Tuhan mereka disebut menganugerahkan sesuatu kepada orang bertakwa dan menjaga mereka dari azab neraka, dua ayat sebelum 52:20 yang memuat pemasangan dengan bidadari. Di 44:56, dua ayat sesudah 44:54, Dia disebut melindungi mereka dari azab neraka. Pasangan yang disebut di 44:54 dan 52:20 karenanya berdekatan dengan penyebutan pelindung pada kedua surah. Ayat 44:54 sendiri tidak menyebut pelindung, dan pembaca menemukannya di ayat tetangga. Orang yang menerima kebaikan dari orang terdekatnya dapat bertanya apakah perlindungan yang menyertai kebaikan itu pernah disadarinya, dan apakah Tuhan disebutnya di antara yang melindunginya?
- Dalam lima ayat 44:51 sampai 44:55, kata Kami terbaca sekali saja, di 44:54. Sebelum itu pembaca menerima tempat, taman, mata air, dan sutra tanpa pelaku yang berbicara, lalu satu kata kerja menyebut pelakunya. Ayat 44:51 sampai 44:53 dan 44:55 tidak menyatakan siapa yang menyediakan benda-benda itu, dan 44:54 dapat dibaca sebagai petunjuk, dengan catatan bahwa ayat itu sendiri hanya menyatakan pemasangan. Pembaca yang pernah menikmati sesuatu lama sebelum menyadari siapa yang menyediakannya dapat mengenali urutan ini. Siapa saja yang menyediakan tempat tinggal, makanan, dan pakaiannya hari ini, dan sejak kapan disadarinya bahwa semuanya disediakan oleh pihak lain, termasuk Tuhan?
- Ayat 52:19 mengaitkan makan dan minum dengan apa yang dikerjakan, sedangkan 44:54 menyebut pemasangan dengan kata kerja Kami tanpa menyebut pekerjaan. Dua ayat itu berada di surah yang berbeda dan menunjuk kelompok yang sama, orang bertakwa. Dapat dibaca bahwa 52:19 memperlihatkan hubungan antara perbuatan dan apa yang diterima, dan 44:54 memperlihatkan apa yang diterima tanpa menyebut hubungan itu. Kedua ayat tidak bertentangan karena masing-masing memuat potongan yang berbeda. Pembaca yang menimbang kebaikan yang diterimanya dapat bertanya, ke mana kecenderungannya lebih sering mengarah, ke ayat yang menyebut pekerjaan atau ke ayat yang menyebut pemberi, dan apakah keduanya pernah dibawanya bersama kepada Tuhan?
- Urutan di 44:51 sampai 44:55 adalah tempat aman, taman dan mata air, pakaian, pasangan, lalu buah. Pasangan berada di posisi keempat dari lima, sesudah tempat dan pakaian dan sebelum buah. Ayat-ayat itu tidak menyatakan pentingnya masing-masing, sehingga peringkat tidak dapat dibaca dari posisinya saja. Orang yang menyusun daftar syukurnya sendiri dapat melihat bahwa daftar di ayat ini dimulai dari keamanan tempat. Bila daftar hidupnya ditulis dengan urutan yang sama, apakah keamanan atau pasangan yang diletakkan lebih dulu, dan kepada siapa daftar itu dibacakan, kepada Allah atau kepada dirinya sendiri?