لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Mereka tidak merasakan kematian di dalamnya kecuali kematian yang pertama; dan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰlaa yadzuuquuna fiihaa l-mawta illaa l-mawtata l-uulaamereka tidak merasakan kematian di dalamnya kecuali kematian yang pertama
  2. وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِwa-waqaahum 'adzaaba l-jahiimidan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. يَذُوقُونَyadzuuquunamereka merasakan
  3. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  4. الْمَوْتَl-mawtakematian
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. الْمَوْتَةَl-mawtatakematian
  7. الْأُولَىٰl-uulaayang pertama
  8. وَوَقَاهُمْwa-waqaahumdan Dia memelihara mereka
  9. عَذَابَ'adzaabaazab
  10. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Susunan (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا, laa yadzuuquuna fiihaa) muncul dua kali di Al-Qur'an (44:56, 78:24).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا, laa yadzuuquuna fiihaa) yang berarti "mereka tidak merasakan di dalamnya". Kata kerja (يَذُوقُونَ, yadzuuquuna) berakar ذ-و-ق dan terjemahan memakai "merasakan". Susunan (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا, laa yadzuuquuna fiihaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:56 dan 78:24. Di 78:24, (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا, laa yadzuuquuna fiihaa bardan wa-laa syaraaban) berarti "mereka tidak merasakan di dalamnya kesejukan dan tidak pula minuman", lalu 78:25, (إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا, illaa hamiiman wa-ghassaaqan), menyebut pengecualiannya, yaitu "kecuali air mendidih dan nanah". Ayat 78:21 sampai 78:23 menyebut Jahanam sebagai tempat mereka tinggal. Dua ayat itu memakai susunan yang sama untuk tempat yang berlawanan, dengan pengecualian berupa air mendidih dan nanah di 78:25 dan berupa kematian yang pertama di 44:56.

Kata kerja merasakan dipakai di surah ini untuk dua pihak yang berlawanan. Di 44:49, (ذُقْ, dzuq) berarti "rasakanlah!" dan ditujukan kepada orang yang menurut 44:47 diseret ke tengah neraka. Di 44:56 kata kerja yang sama ditiadakan bagi orang-orang bertakwa. Kata kerja itu mengambil (الْمَوْتَ, l-mawta), "kematian", sebagai objeknya. Pasangan merasakan dan kematian juga ada di 3:185, 21:35, dan 29:57, yang ketiganya berbunyi (كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ, kullu nafsin dzaa'iqatu l-mawti) dan berarti "setiap jiwa akan merasakan kematian" di 21:35 dan 29:57, sedangkan 3:185 diterjemahkan "setiap diri akan merasakan mati". Terjemahan memakai "merasakan" di semua ayat itu.

Dua kata berakar م-و-ت berdampingan dalam satu kalimat, yaitu (الْمَوْتَ, l-mawta) dan (الْمَوْتَةَ, l-mawtata). Terjemahan memakai "kematian" untuk keduanya, dan yang kedua diberi kata sifat (الْأُولَىٰ, l-uulaa) yang berarti "yang pertama". Kata benda mawtah ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:59, 44:35, dan 44:56, dan ketiganya langsung disusul l-uulaa. Di 37:59, (إِلَّا مَوْتَتَنَا الْأُولَىٰ, illaa mawtatanaa l-uulaa) berarti "kecuali kematian kita yang pertama", dan di 44:35, (إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰ, in hiya illaa mawtatunaa l-uulaa) berarti "tidak ada kecuali kematian kita yang pertama". Di 44:56 tidak ada kata ganti "kita", sehingga terjemahannya "kematian yang pertama" tanpa pemilik. Kata sifat l-uulaa ikut menghitung, dan terjemahan memakai "yang pertama" di ketiga ayat itu. Tidak ada ayat yang memuat mawtah dengan kata sifat lain, jadi frasa "kematian yang kedua" tidak tertulis di mana pun. Hitungan dua yang tertulis ada di 40:11, (أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ, amattanaa tsnatayni) yang berarti "Engkau telah mematikan kami dua kali", ucapan orang-orang yang lalu mengakui dosa mereka.

Kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" menyisihkan kematian pertama dari penyangkalan. Teksnya tidak menjelaskan hubungan kematian itu dengan kata "di dalamnya", sebab tidak tertulis apakah kematian pertama dirasakan di tempat itu atau sebelum mereka masuk ke sana.

Kata (وَوَقَاهُمْ, wa-waqaahum) yang berarti "dan Dia melindungi mereka" tersusun dari wa yang berarti "dan", kata kerja lampau waqaa berakar و-ق-ي, dan -hum yang berarti "mereka". Pelakunya orang ketiga tunggal dan tidak disebut namanya di ayat ini, jadi terjemahan memakai "Dia" mengikuti bentuk kata kerjanya. Bentuk lampau untuk pelaku orang ketiga tunggal dari akar ini muncul lima kali, yaitu di 40:45, 44:56, 52:18, 52:27, dan 76:11. Di empat ayat lainnya pelakunya disebut: Allah di 40:45, 52:27, dan 76:11, serta (رَبُّهُمْ, rabbuhum) yang berarti "Tuhan mereka" di 52:18. Ayat 52:18, (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-waqaahum rabbuhum 'adzaaba l-jahiimi), berbunyi sama dengan 44:56 selain kata rabbuhum yang menyebut pelakunya. Terjemahan memakai "melindungi" seperti di 40:45 dan 76:11, sedangkan 52:18 dan 52:27 memakai "menjaga".

Frasa (عَذَابَ الْجَحِيمِ, 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "azab neraka yang menyala-nyala" muncul tiga kali, yaitu di 40:7, 44:56, dan 52:18. Di 40:7, (وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-qihim 'adzaaba l-jahiimi) berarti "dan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala", yaitu doa yang disampaikan kepada Tuhan oleh pihak yang memikul 'Arasy, sedangkan 44:56 dan 52:18 memberitakannya dengan kata kerja lampau. Kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) di surah ini muncul dua kali, yaitu di 44:47 dan 44:56. Di 44:47 orang yang berdosa diseret ke tengah neraka yang menyala-nyala, dan di 44:56 orang bertakwa dilindungi dari azabnya. Terjemahan memakai "neraka yang menyala-nyala" di kedua ayat itu.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 44:57, yang dibuka dengan (فَضْلًا, fadhlan) yang berarti "sebagai karunia".

Tafsiran

Ayat ini memuat dua janji bagi orang-orang bertakwa di tempat yang digambarkan sejak 44:51: tidak ada kematian di sana selain yang pertama, dan mereka dilindungi dari azab neraka. Daftar tempat, pakaian, pasangan, dan buah di 44:51 sampai 44:55 ditutup dengan dua hal yang menyangkut akhir hidup dan hukuman, sehingga gambaran taman itu mencakup keadaan tubuh dan juga nasib sesudahnya.

Ayat 3:185, 21:35, dan 29:57 menyatakan bahwa setiap diri atau jiwa akan merasakan kematian, dan 44:56 tidak membantahnya. Ayat ini mengakui satu kematian dan menolak kematian yang lain. Hitungan "pertama" di ayat ini tidak disertai keterangan kapan kematian itu terjadi dan tidak disertai kata "kedua", jadi dua pertanyaan itu tetap terbuka. Pada surah yang sama 44:8 menyatakan bahwa Dia menghidupkan dan mematikan, sehingga hidup dan mati disebut berasal dari pihak yang sama.

Kata kecuali dan kematian pertama sudah muncul bersama di surah yang sama pada 44:35. Di sana orang-orang yang menolak kebangkitan berkata, "Tidak ada kecuali kematian kita yang pertama, dan kita tidak akan dibangkitkan." Kata-katanya mirip 44:56, tetapi kalimat sesudahnya berbeda: 44:35 berlanjut ke penolakan kebangkitan, sedangkan 44:56 berlanjut ke perlindungan dari azab. Penutur dan tujuannya berlainan, dan ayat ini tidak menjawab ucapan di 44:35.

Adegan neraka di 44:43 sampai 44:50 memuat perintah merasakan kepada orang yang berdosa, dan 44:56 meniadakan perasaan yang sejenis, yaitu kematian, bagi orang bertakwa. Dua adegan itu disusun berhadapan: yang diseret dan yang dilindungi, yang diperintah merasakan dan yang tidak merasakan.

Pelaku pada ayat-ayat taman berganti bentuk. Di 44:54, (وَزَوَّجْنَاهُمْ, wa-zawwajnaahum) memakai bentuk Kami, di 44:56 pelaku perlindungan berbentuk orang ketiga tunggal tanpa nama, dan di 44:57 muncul (رَبِّكَ, rabbika) yang berarti "Tuhanmu". Perlindungan di 44:56 disampaikan lebih dulu, dan nama pihak yang memberikan kenikmatan taman baru tertulis di ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 44:56 menyebut kematian lebih dulu, lalu mengecualikan yang pertama, sehingga kabar baik di sini datang bersama pengakuan bahwa kematian itu ada. Janji yang tertulis berbunyi bahwa tidak ada kematian lain. Ayat 44:8 menyatakan bahwa Dia menghidupkan dan mematikan, dan 3:185 menyatakan bahwa setiap diri akan merasakan kematian, jadi kematian pertama yang diakui ayat ini sejalan dengan kedua ayat itu. Pembaca yang membaca janji ini dapat memperhatikan bahwa sebuah kabar baik tidak perlu menutupi kematian supaya terdengar sebagai kabar baik. Pertanyaan yang tersisa ialah apakah janji terasa lebih dapat dipercaya ketika kematian pertama disebut terang-terangan, dibandingkan dengan janji yang melewatkan kematian dalam pembicaraannya?
  • Kata kerja merasakan diperintahkan di 44:49 kepada orang yang diseret ke tengah neraka, dan di 44:56 ditiadakan bagi orang bertakwa. Dapat dibaca bahwa dua ayat itu menilai keadaan akhir dengan ukuran yang sama, yaitu apa yang dirasakan penghuninya. Pembaca yang pernah ditanya apa yang paling ditakutkannya dari kematian dapat menguji jawabannya dengan ukuran ini: rasanya, waktunya, atau akibatnya? Ayat 44:56 meniadakan rasa kematian sesudah yang pertama, dan hal itu memberi pembaca ruang untuk membedakan takut pada peristiwa kematian dari takut pada apa yang menyusul sesudahnya.
  • Pengecualian 'kecuali kematian pertama' dipakai dua kali dalam satu surah, oleh orang-orang yang menolak kebangkitan di 44:35 dan sebagai janji di 44:56. Yang membedakan keduanya ialah kalimat yang menyusul: di 44:35 mereka melanjutkan dengan 'dan kita tidak akan dibangkitkan', di 44:56 ayat melanjutkan dengan 'dan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala'. Sebuah kalimat belum selesai dimaknai sebelum diketahui kalimat apa yang dipasang sesudahnya dan siapa yang mengucapkannya. Pembaca dapat menanyakan hal itu pada dirinya sendiri: ketika mendengar kalimat 'tidak ada kecuali kematian pertama kita', apa yang pembaca sambungkan sesudahnya, dan dari mana sambungan itu berasal?
  • Pelaku perlindungan di 44:56 tidak disebut namanya, lalu 44:57 memakai kata Tuhanmu untuk pemberi karunia taman itu, dan 52:18 yang bagian akhirnya sejajar menyebut pelakunya Tuhan mereka. Urutan di surah ini membuat pembaca menerima dulu apa yang terjadi pada orang bertakwa, baru kemudian membaca dari siapa karunia itu disebut datang. Teks tidak menyatakan bahwa pelaku di 44:56 dan pemberi karunia di 44:57 adalah pihak yang sama, tetapi 52:18 memperlihatkan bahwa perlindungan dari azab neraka yang menyala-nyala dituliskan sebagai perbuatan Tuhan mereka. Pembaca dapat bertanya, pada pertolongan terakhir yang diterimanya, kapan nama penolongnya baru disebut: sebelum atau sesudah rasa aman itu datang?
  • Di 40:7 pihak yang memikul 'Arasy berkata, 'Wahai Tuhan kami', lalu memohon, 'dan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala'. Ayat 44:56 memberitakan hal yang sama dengan kata kerja lampau, 'dan Dia melindungi mereka'. Ayat yang satu berupa permohonan dan yang lain berupa kabar tentang orang bertakwa, dan teks tidak menghubungkan keduanya, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa isi yang dimohonkan dalam doa itu juga isi yang dikabarkan di sini. Pembaca dapat bertanya apa yang berubah pada cara berdoa ketika perlindungan dari azab sudah tertulis sebagai sesuatu yang dilakukan Tuhan bagi orang lain, dan apakah doa seperti itu menjadi lebih ringan atau lebih bersungguh-sungguh?
  • Di 37:57 salah seorang yang bercakap-cakap berkata bahwa sekiranya nikmat Tuhannya tidak ada, dirinya akan termasuk orang yang dihadirkan. Di 37:58 dan 37:59 orang itu bertanya apakah mereka tidak akan mati kecuali kematian yang pertama dan tidak akan diazab. Urutannya mati dulu, azab kemudian, dan urutan itu sama dengan 44:56. Perbedaannya ada pada bentuk kalimat: 37:58 berupa pertanyaan yang diucapkan di tengah percakapan, sedangkan 44:56 berupa berita. Pembaca dapat menimbang apa yang berbeda antara hal yang ditanyakan dan hal yang sama yang diberitakan, dan apakah 44:57, yang menyebut Tuhanmu sesudahnya, menambahkan sesuatu pada berita itu?
  • Kata aman sudah dipakai dua kali sebelum 44:56, yaitu pada tempat yang aman di 44:51 dan pada meminta buah dengan aman di 44:55. Ayat 44:56 tidak memakai kata aman, tetapi memuat dua hal yang dapat dibaca sebagai isi rasa aman: tidak ada kematian lain dan perlindungan dari azab. Dapat dibaca bahwa perlindungan oleh Dia memberi dasar bagi kata aman di ayat-ayat sebelumnya, meskipun teks tidak menghubungkan keduanya secara tertulis. Pembaca yang pernah merasa aman karena tahu bahwa sesuatu yang ditakutkan tidak akan datang dapat bertanya apa yang sebenarnya disebut aman: tidak adanya ancaman, atau adanya pihak yang menjaga?