فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

sebagai karunia dari Tuhanmu. Itu kemenangan yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَضْلًا مِنْ رَبِّكَfadhlan min rabbikasebagai karunia dari Tuhanmu
  2. ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُdzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimuitu kemenangan yang agung

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَضْلًاfadhlankarunia
  2. مِنْmindari
  3. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  4. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  5. هُوَhuwaitulah
  6. الْفَوْزُl-fawzukemenangan
  7. الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung

Inti bacaan

Frasa (فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ, fadhlan min rabbika) hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 44:57.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَضْلًا, fadhlan) yang berarti "sebagai karunia". Kata benda fadhl berakar ف-ض-ل dan tertulis tanpa kata sandang, dengan akhiran -an. Terjemahan memakai "sebagai karunia" di 44:57 dan di 49:8, (فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً, fadhlan mina llaahi wa-ni'matan), yang berarti "sebagai karunia dan nikmat dari Allah", karena di kedua ayat kata itu menerangkan sesuatu yang baru disebut. Di 48:29 dan 59:8 bentuk yang sama menjadi objek kata kerja (يَبْتَغُونَ, yabtaghuuna) yang berarti "mereka mencari", sehingga terjemahannya "karunia" tanpa "sebagai". Frasa (فَضْلًا مِنَ اللَّهِ, fadhlan mina llaahi) muncul tiga kali, yaitu di 48:29, 49:8, dan 59:8, sedangkan (فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ, fadhlan min rabbika) muncul sekali, yaitu di 44:57.

Kata (رَبِّكَ, rabbika) yang berarti "Tuhanmu" memuat -ka yang menyapa satu orang, dan nama orang itu tidak tertulis di ayat ini. Di surah ini bentuk rabbika hanya muncul dua kali, yaitu di 44:6 dan 44:57. Di 44:6, (رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ, rahmatan min rabbika) berarti "sebagai rahmat dari Tuhanmu", dan susunan ini muncul lima kali di empat surah, yaitu di 17:87, 18:82, 28:46, 28:86, dan 44:6. Karunia dan rahmat di surah ini sama-sama dinyatakan berasal dari Tuhanmu, yang satu di awal dan yang lain di akhir.

Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk ke yang jauh. Hal yang disebut tepat sebelumnya adalah karunia dari Tuhanmu, dan rangkaian 44:51 sampai 44:56 mendahuluinya. Susunan (ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, dzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimu) muncul enam kali di lima surah, yaitu di 9:72, 9:111, 10:64, 40:9, 44:57, dan 57:12. Frasa (الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, l-fawzu l-'azhiimu) muncul tiga belas kali. Enam kemunculan lainnya tidak memakai kata huwa, yaitu di 4:13, 5:119, 9:89, 9:100, 61:12, dan 64:9, dan satu kemunculan memakai penunjuk dekat, yaitu (إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, inna haadzaa la-huwa l-fawzu l-'azhiimu) di 37:60 yang berarti "sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung". Kata (هُوَ, huwa) yang berarti "dia" terletak di antara penunjuk dan kemenangan sebagai penegas.

Kata (الْفَوْزُ, l-fawzu) berakar ف-و-ز dan terjemahan memakai "kemenangan" pada semua kemunculan frasa itu. Kata kerja dari akar yang sama ada di 3:185, (فَقَدْ فَازَ, fa-qad faaza) yang berarti "sungguh ia beruntung", dan ayat itu menyebut siapa yang dimaksud, yaitu (فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ, fa-man zuhziha 'ani n-naari wa-udkhila l-jannata) yang berarti "maka siapa yang dijauhkan dari api dan dimasukkan ke taman". Dua hal itu juga tertulis di 44:51 sampai 44:56, yaitu taman dan perlindungan dari azab neraka. Ayat 3:185 memakai kata kerja yang diterjemahkan "beruntung" dan 44:57 memakai kata benda yang diterjemahkan "kemenangan", sehingga kedua ayat ini tidak disamakan.

Kata (الْعَظِيمُ, l-'azhiimu) berakar ع-ظ-م dan terjemahan memakai "agung". Di 9:72 kata ini muncul dalam ayat yang sama dengan (أَكْبَرُ, akbaru), yaitu (وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ, wa-ridhwaanun mina llaahi akbaru) yang berarti "dan rida dari Allah lebih besar", sehingga "lebih besar" dan "agung" menerjemahkan dua kata berbeda dalam satu ayat. Di 37:60 padanannya juga "agung".

Terjemahan memulai ayat ini dengan huruf kecil karena kalimatnya bersambung dari 44:56, yang berakhir dengan tanda koma, dan memisahkan dua bagian ayat ini dengan titik karena ada tanda jeda di tengah ayat.

Tafsiran

Ayat ini memberi satu nama kepada seluruh gambaran di 44:51 sampai 44:56: karunia dari Tuhanmu, dan kemenangan yang agung. Enam ayat sebelumnya memerinci tempat yang aman, taman dan mata air, sutra, pasangan, buah, tiadanya kematian lain, dan perlindungan dari azab. Ayat ini tidak menambah satu pun benda ke daftar itu, tetapi menyebut dari mana daftar itu datang dan bagaimana daftar itu dinilai.

Sampai 44:56 orang bertakwa dibicarakan dalam bentuk orang ketiga. Di 44:57 muncul rabbika, sehingga pembicaraan beralih kepada orang yang disapa dengan -ka. Dalam surah ini sapaan semacam itu pada kata Tuhan hanya ada di 44:6 dan 44:57. Rangkaian 44:5 sampai 44:6 menyebut urusan dari sisi Kami dan pengutusan sebagai rahmat dari Tuhanmu, dan ayat ini menyebut balasan bagi orang bertakwa sebagai karunia dari Tuhanmu. Dapat dibaca bahwa surah ini memakai ungkapan yang serupa untuk dua pemberian, yang pertama menyangkut pesan yang diutus dan yang kedua menyangkut akhir perjalanan orang-orang yang menerimanya, meskipun teks tidak menyatakan hubungan itu secara tertulis.

Ayat 44:51 menyebut para penghuni taman sebagai orang-orang bertakwa, dan 44:57 menyebut keadaan mereka karunia. Hubungan antara takwa itu dan karunia ini tidak ditulis di ayat ini, sehingga hubungan itu tetap terbuka.

Ayat 40:9 berpola serupa. Di sana perlindungan dari keburukan disebut lebih dulu, disusul rahmat, lalu kemenangan yang agung, dan ayat 44:56 sampai 44:57 menyusun perlindungan dari azab, karunia, lalu kemenangan yang agung. Perbedaannya ada pada penutur: 40:9 berada dalam permohonan pihak yang memikul 'Arasy, sedangkan 44:56 sampai 44:57 berupa berita. Keduanya menyatakan kemenangan sesudah perlindungan, dan keduanya tidak menyebut lawan yang dikalahkan.

Dalam alur surah, ayat ini menutup perpindahan dari adegan pendosa di 44:43 sampai 44:50 ke adegan orang bertakwa di 44:51 sampai 44:56. Sesudahnya 44:58 menyebut kemudahan yang dikerjakan Kami, sehingga gambaran akhir selesai di ayat ini dan surah beralih ke pembicaraan tentang pesan yang diturunkan.

Renungan dan Hikmah

  • Enam ayat sebelum 44:57 menyebut tempat yang aman, taman dan mata air, sutra halus dan sutra tebal, pasangan, buah, tiadanya kematian lain, dan perlindungan dari azab. Ayat 44:57 memberi seluruh daftar itu satu nama, karunia dari Tuhanmu. Pembaca yang menelusuri daftar itu dapat memperhatikan bahwa tidak satu pun benda di dalamnya disebut sebagai upah. Pertanyaan yang tersisa ialah, dari delapan hal yang tersebut di 44:51 sampai 44:56, mana yang biasanya dianggap hasil usaha sendiri, dan apa yang berubah pada cara membacanya bila ayat ini menamai semuanya karunia dari Tuhanmu?
  • Ayat 44:51 sampai 44:56 memerinci isi taman lebih dulu, dan nama pemberinya baru tertulis di 44:57 sebagai Tuhanmu. Pembaca yang mengikuti ayat demi ayat menerima gambaran isinya dulu, lalu sampai pada sebuah nama. Urutan itu membuka kemungkinan bahwa pemberi dikenali dari pemberiannya, sebelum pemberiannya diberi alamat. Pembaca dapat bertanya, bila gambaran taman itu dihapus dan yang tersisa tinggal nama Tuhanmu, apakah nama itu masih terasa sebagai nama yang sudah dikenalnya, atau apakah pengenalan itu bergantung pada gambaran yang mendahuluinya?
  • Rangkaian tentang orang bertakwa memakai bentuk mereka sampai 44:56, lalu 44:57 memakai bentuk -mu pada kata Tuhan. Di 52:18, ayat yang bagian akhirnya sejajar dengan 44:56, pemberi perlindungan disebut Tuhan mereka tanpa sapaan. Ayat 44:6 memakai bentuk -mu yang sama untuk rahmat dari Tuhanmu, jadi bentuk itu muncul di awal surah dan di ayat terakhir rangkaian taman. Siapa yang disapa dengan -ka tidak tertulis, sehingga pembaca tidak dapat memastikan dari ayat ini saja siapa yang diajak bicara. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ketika Tuhan disebut dengan -mu, pembicaraan berpindah dari kabar tentang orang lain ke pihak yang menerima kabar itu. Apa yang berbeda ketika sebuah kabar tentang Tuhan mereka berubah menjadi kabar tentang Tuhanmu?
  • Ayat 3:185 menyebut orang yang dijauhkan dari api dan dimasukkan ke taman sebagai orang yang beruntung, dan 44:56 sampai 44:57 menyebut orang yang dilindungi Dia dari azab neraka dan diberi taman sebagai pemilik kemenangan yang agung. Kedua ayat menyebut dua hal yang sama, yaitu dijauhkan dari api dan diberi taman, dengan istilah yang berbeda: beruntung di 3:185 dan kemenangan di 44:57. Ayat 44:57 menyebut apa yang dijauhkan dan apa yang diberikan, dan tidak menyebut lawan yang dikalahkan. Pembaca dapat menimbang bahwa dalam rangkaian ini kemenangan dihitung dari keadaan akhir, tidak dari siapa yang tersingkir. Bila kemenangan dalam hidup sehari-hari diukur dengan apa yang dijauhkan dari seseorang dan apa yang dianugerahkan kepadanya, daftar apa yang akan tertulis?
  • Ayat 37:60 memakai penunjuk dekat, 'sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung', sedangkan 44:57 memakai penunjuk jauh, 'itu kemenangan yang agung', sesudah gambaran taman. Keduanya menunjuk hasil akhir yang digambarkan sebelumnya dengan dua kata penunjuk yang berbeda. Pembaca ayat 44:57 membaca kemenangan itu dengan kata penunjuk jauh, dan hal itu dapat dibaca sebagai jarak antara pembaca dan apa yang dibicarakan. Apakah jarak itu mengubah cara pembaca memperlakukan kabar tersebut, dan apa yang berbeda pada pembaca bila kata penunjuknya dekat?
  • Di 9:72 Allah menjanjikan taman-taman dan tempat tinggal yang baik, lalu ayat yang sama menyebut bahwa rida dari Allah lebih besar, dan sesudahnya menyebut kemenangan yang agung. Ayat 44:57 tidak memuat perbandingan seperti itu dan tidak menyebut rida, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Di 9:72 kata lebih besar membandingkan rida dengan isi taman, lalu kata agung menamai keseluruhannya. Pembaca dapat bertanya apakah daftar di 44:51 sampai 44:56 sudah mencakup seluruh yang dinamai agung di 44:57, atau ada hal lain yang termasuk di dalamnya tetapi belum disebut di sana, seperti rida di 9:72?
  • Di 48:29 dan 59:8 orang-orang digambarkan mencari karunia dari Allah, bersama rida. Di 44:57 karunia dinyatakan berasal dari Tuhanmu, tanpa menyebut siapa yang mencarinya. Kedua ayat tidak saling merujuk, sehingga pencarian di 48:29 dan 59:8 dan pemberian di 44:57 tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa kata karunia memuat dua sisi, yaitu sesuatu yang dituju dan sesuatu yang datang. Pembaca dapat bertanya, bila pencarian dan pemberian sama-sama tertulis sebagai urusan Allah dan Tuhanmu, bagaimana pencarian itu dibayangkan: sebagai menyusuri jalan menuju sebuah pintu, atau sebagai menanti pemberian yang alamatnya sudah ditentukan?