فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
sebagai karunia dari Tuhanmu. Itulah kemenangan yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَضْلًا مِنْ رَبِّكَfadhlan min rabbikasebagai karunia dari Tuhanmu
- ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُdzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimuitulah kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَضْلًاfadhlankarunia
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- هُوَhuwaitulah
- الْفَوْزُl-fawzukemenangan
- الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung
Inti bacaan
Status hasil sebagai 'karunia dari Tuhanmu', kebahagiaan permanen yang dijamin sebagai anugerah, bukan hak yang bisa diklaim sendiri tanpa rahmat.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itulah'.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kenikmatan itu adalah karunia semata, bukan hasil jasa manusia sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Hasil itu disebut Allah karunia, bukan upah. Bukan yang dibeli. Yang diberikan.
- Yang menerima tidak bisa menuntutnya. Bukan hak. Pemberian.
- Kemenangan itu disebut Allah agung, bukan besar. Bukan banyak. Agung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.