فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Maka, sesungguhnya Kami memudahkannya dengan bahasamu, agar mereka mengambil pelajaran.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَfa-innamaa yassarnaahu bi-lisaanikamaka, sesungguhnya Kami memudahkannya dengan bahasamu
  2. لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَla'allahum yatadzakkaruunaagar mereka mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
  2. يَسَّرْنَاهُyassarnaahuKami memudahkannya
  3. بِلِسَانِكَbi-lisaanikadengan lisanmu
  4. لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
  5. يَتَذَكَّرُونَyatadzakkaruunamereka mengambil pelajaran

Inti bacaan

Susunan (يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ, yassarnaahu bi-lisaanika) muncul dua kali di Al-Qur'an (19:97, 44:58).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَإِنَّمَا, fa-innamaa) yang berarti "maka, sesungguhnya". Awalan fa berarti "maka" dan menyambung ayat ini dengan 44:57, sedangkan innamaa berarti "sesungguhnya". Susunan (فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ, fa-innamaa yassarnaahu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 19:97 dan 44:58, dan terjemahan di kedua ayat itu memakai kata yang sama, yaitu "maka sesungguhnya Kami memudahkannya".

Kata (يَسَّرْنَاهُ, yassarnaahu) yang berarti "Kami memudahkannya" tersusun dari kata kerja lampau yassara berakar ي-س-ر dengan huruf s yang digandakan, -naa yang berarti "Kami", dan -hu yang berarti "-nya". Bentuk yassarnaa muncul enam kali di tiga surah, yaitu di 19:97, 44:58, 54:17, 54:22, 54:32, dan 54:40. Keempat ayat di surah 54 berbunyi sama, (يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ, yassarnaa l-qur'aana li-dz-dzikri), dan menyebut objeknya dengan nama, yaitu (الْقُرْآنَ, l-qur'aana). Di 19:97 dan 44:58 objeknya hanya -hu. Ayat 44:3 memuat -hu yang sama pada (أَنْزَلْنَاهُ, anzalnaahu) yang berarti "Kami menurunkannya", dan 44:2 menyebut (وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ, wa-l-kitaabi l-mubiini) yang berarti "demi Kitab yang jelas". Dapat dibaca bahwa -hu di 44:58 menunjuk ke yang diturunkan di 44:3, tetapi ayat 44:58 tidak menyebutkannya, sehingga terjemahan memakai "memudahkannya" tanpa tambahan dalam kurung.

Kata (بِلِسَانِكَ, bi-lisaanika) yang berarti "dengan bahasamu" tersusun dari bi- yang berarti "dengan", lisaan berakar ل-س-ن, dan -ka yang berarti "-mu". Dalam korpus kata lisaan dipakai untuk dua hal. Untuk anggota tubuh terjemahan memakai "lidah", misalnya (لِسَانِي, lisaanii) di 20:27 yang berarti "lidahku". Untuk ucapan sebuah kaum terjemahan memakai "bahasa", misalnya (بِلِسَانِ قَوْمِهِ, bi-lisaani qawmihi) di 14:4 yang berarti "dengan bahasa kaumnya", dan (بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ, bi-lisaanin 'arabiyyin mubiinin) di 26:195 yang berarti "dengan bahasa Arab yang jelas". Susunan (بِلِسَانِكَ, bi-lisaanika) muncul dua kali, yaitu di 19:97 dan 44:58. Di 19:97 terjemahannya "lidahmu" karena ayat itu melanjutkan dengan (لِتُبَشِّرَ بِهِ, li-tubasysyira bihi) yang berarti "agar engkau memberi kabar gembira dengannya", yaitu ucapan orang yang disapa. Di 44:58 kelanjutannya berupa agar orang lain mengambil pelajaran, dan 14:4 memberi pola yang sejalan, sebab bahasa kaum di sana disambung dengan (لِيُبَيِّنَ لَهُمْ, li-yubayyina lahum) yang berarti "agar dia menjelaskan kepada mereka". Terjemahan memakai "bahasamu" di 44:58 mengikuti pola itu. Nama bahasanya tidak tertulis, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan tentang nama itu, karena tidak ada kata di ayat ini yang melahirkannya.

Kata (لَعَلَّهُمْ, la'allahum) yang berarti "agar mereka" diikuti (يَتَذَكَّرُونَ, yatadzakkaruuna) yang berarti "mereka mengambil pelajaran", kata kerja berakar ذ-ك-ر. Susunan (لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ, la'allahum yatadzakkaruuna) muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 2:221, 14:25, 28:43, 28:46, 28:51, 39:27, dan 44:58. Di keenam ayat lain frasa itu menutup kalimat tentang sesuatu yang diberikan atau dijelaskan kepada manusia: tanda-tanda dijelaskan di 2:221, perumpamaan dibuat di 14:25 dan 39:27, Kitab dianugerahkan di 28:43, rahmat dari Tuhanmu di 28:46, dan perkataan disampaikan di 28:51. Terjemahan memakai "mengambil pelajaran" di 2:221, 14:25, 28:51, 39:27, dan 44:58. Akar yang sama dipakai di surah ini pada 44:13, (الذِّكْرَىٰ, dz-dzikraa) yang berarti "peringatan", dan di 54:17 kata (لِلذِّكْرِ, li-dz-dzikri) diterjemahkan "untuk pelajaran" sedangkan (مُدَّكِرٍ, muddakirin) diterjemahkan "yang mengambil pelajaran". Kata -hum pada la'allahum tidak diikuti nama kelompoknya.

Tafsiran

Ayat ini menyebut tujuan kemudahan: agar mereka mengambil pelajaran. Setelah 44:51 sampai 44:57 menggambarkan akhir orang bertakwa, pembicaraan kembali ke hal yang membuka surah ini, yaitu Kitab yang jelas di 44:2 dan penurunannya di 44:3. Surah dibuka dengan Kitab yang diturunkan dan, tepat sebelum ayat terakhirnya, menyebut kemudahannya, dan kedua kata kerja itu memakai -hu yang sama.

Ayat 44:13 dan 44:14 mencatat bahwa seorang rasul yang menjelaskan sudah datang, lalu mereka berpaling darinya dan berkata, "Diajari, lagi gila." Kemudahan di 44:58 dan penolakan di 44:14 berada di surah yang sama, tetapi ayat ini tidak menghubungkan keduanya dan tidak menyebut siapa yang dimaksud dengan "mereka". Ayat ini hanya menyatakan tujuan, yaitu mengambil pelajaran, dan tidak menyatakan hasilnya. Di 54:17 kemudahan yang sama diikuti pertanyaan terbuka, "maka, adakah yang mengambil pelajaran?", sehingga di sana tujuan dan hasil diletakkan terpisah.

Ayat 44:5 sampai 44:6 menyebut urusan dari sisi Kami dan pengutusan sebagai rahmat dari Tuhanmu, dan 44:58 menyebut kemudahan sebagai perbuatan Kami. Penurunan di 44:3, pengutusan di 44:5, dan kemudahan di 44:58 sama-sama memakai bentuk Kami, sedangkan 44:6 menyebut Tuhanmu. Pada kemudahan itu pembagian peran tertulis jelas: Kami memudahkan, dan mereka yang mengambil pelajaran.

Dalam alur surah, ayat ini berada tepat sebelum penutup di 44:59. Sesudah gambaran akhir di 44:51 sampai 44:57, ayat ini menyebut sebab pesan itu disampaikan dalam bahasa yang dapat dijangkau, lalu 44:59 menutup surah dengan perintah menunggu. Dapat dibaca bahwa ayat ini menghubungkan kabar akhir dengan penantian, sebab hasil dari pesan yang sudah dimudahkan itu kemudian ditunggu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja memudahkan di 44:58 berpelaku Kami, dan 44:5 sampai 44:6 memakai Kami yang sama untuk urusan dari sisi Kami serta pengutusan yang disebut rahmat dari Tuhanmu. Pembaca yang menemukan bahwa sebuah pesan terasa mudah dimengerti dapat memperhatikan bahwa ayat ini menuliskan kemudahan itu sebagai sesuatu yang dikerjakan untuk penerimanya. Cara kemudahan itu dikerjakan tidak diuraikan di sini. Pembaca dapat bertanya, pada pesan yang pernah terasa mudah baginya, apakah kemudahan itu dianggapnya milik sendiri atau pemberian yang datang bersama pesannya?
  • Ayat ini menyebut bahasamu dan tidak menyebut nama bahasa. Di 14:4 pola yang sama tertulis untuk setiap rasul: Kami tidak mengutus seorang rasul pun kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia menjelaskan kepada mereka, dan ayat itu bersambung ke pernyataan bahwa Allah menyesatkan dan memberi petunjuk menurut kehendak-Nya. Dua ayat itu berbicara tentang pesan yang disesuaikan dengan penerimanya, dan keduanya tidak menyatakan bahwa penyesuaian itu menjamin penerimaan. Pembaca dapat bertanya, bahasa seperti apa yang paling dekat dengan dirinya sendiri, dan apakah pesan yang sampai dalam bahasa itu terasa sebagai tamu atau sebagai penghuni rumah?
  • Ayat 44:58 memakai kata agar, yang menyatakan tujuan dan belum menyatakan hasil. Ayat 54:17 memasangkan kemudahan yang sama dengan pertanyaan, maka adakah yang mengambil pelajaran, sehingga hasil diletakkan sebagai pertanyaan terbuka sesudah tujuan. Pembaca dapat menimbang bagaimana pertanyaan semacam itu bekerja pada dirinya sendiri: apakah pertanyaan itu terasa ditujukan kepadanya, atau terasa seperti sesuatu yang disaksikannya sedang ditanyakan kepada orang lain?
  • Surah ini memuat Kitab yang jelas di 44:2, rasul yang menjelaskan di 44:13, dan kemudahan di 44:58. Surah yang sama juga memuat 44:14, tempat mereka berpaling dan berkata, Diajari, lagi gila. Mereka di 44:14 tidak disebut sama dengan mereka di 44:58, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya, bila sesuatu sudah jelas dan sudah mudah, kenapa orang masih dapat berpaling, dan apa yang oleh orang itu dianggap belum terjawab?
  • Ayat 44:57 menutup gambaran akhir dengan menyebut karunia dari Tuhanmu, dan 44:58 menyambung dengan huruf maka ke kemudahan yang dikerjakan Kami. Urutannya kabar akhir lebih dulu, kemudahan pesan sesudahnya, dan huruf maka hanya menyambung tanpa menyebut hubungan sebab di antara keduanya. Pembaca menerima kabar tentang akhir yang jauh, lalu pada ayat berikutnya membaca bahwa pesannya sudah dimudahkan, sehingga kabar yang jauh dan cara penyampaian yang dekat ditempatkan di dua ayat yang berurutan. Apa yang berubah pada pembaca ketika kabar yang terasa jauh disusul pernyataan bahwa jalan menujunya sudah dimudahkan?
  • Kemudahan di 44:58 ditautkan pada bahasa, karena kata yang menyertainya ialah bahasamu. Surah ini memuat isi yang berat: makanan pendosa yang mendidih di 44:43 sampai 44:46, perintah memegang dan menyeret di 44:47, dan perintah merasakan di 44:49, di samping perlindungan oleh Dia di 44:56. Ayat 44:58 tidak menyatakan bahwa isi surah menjadi ringan, dan kemudahan yang disebutnya menyangkut cara pesan sampai. Pembaca dapat bertanya, bila sebuah pesan mudah dimengerti tetapi isinya berat, apa yang terjadi pada kemudahan itu: apakah kemudahan itu mengurangi beratnya, atau menghilangkan alasan untuk tidak mengerti?