فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ

Maka, tunggulah; sesungguhnya mereka pun sedang menunggu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَارْتَقِبْfa-rtaqibmaka, tunggulah
  2. إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَinnahum murtaqibuunasesungguhnya mereka pun sedang menunggu

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَارْتَقِبْfa-rtaqibmaka tunggulah
  2. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  3. مُرْتَقِبُونَmurtaqibuunaorang-orang yang menunggu

Inti bacaan

Bentuk (فَارْتَقِبْ, fa-rtaqib) yang berdiri sendiri muncul dua kali di Al-Qur'an (44:10, 44:59).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَارْتَقِبْ, fa-rtaqib) yang berarti "maka, tunggulah". Awalan fa berarti "maka" dan menyambung ayat ini dengan 44:58, sedangkan irtaqib adalah perintah untuk satu orang dari akar ر-ق-ب. Perintah dari akar ini muncul empat kali, yaitu di 11:93, 44:10, 44:59, dan 54:27. Bentuk (فَارْتَقِبْ, fa-rtaqib) yang berdiri sendiri hanya ada di 44:10 dan 44:59. Di 54:27 bunyinya (فَارْتَقِبْهُمْ, fa-rtaqibhum) dengan akhiran -hum yang berarti "mereka", sehingga terjemahannya "tunggulah mereka", dan di 11:93 bunyinya (وَارْتَقِبُوا, wa-rtaqibuu) dengan akhiran untuk banyak orang.

Perintah di 44:10 mempunyai objek yang disebut, yaitu (يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ, yawma ta'tii s-samaa'u bi-dukhaanin mubiinin) yang berarti "hari langit mendatangkan kabut asap yang nyata", dan terjemahannya "nantikanlah" karena yang dinanti sebuah hari. Perintah di 44:59 tidak memuat objek, sehingga terjemahan memakai "tunggulah" tanpa menambahkan apa yang ditunggu. Di 11:93, (وَارْتَقِبُوا إِنِّي مَعَكُمْ رَقِيبٌ, wa-rtaqibuu innii ma'akum raqiibun) berarti "dan amatilah, sesungguhnya aku pun mengamati bersama kalian". Terjemahan di sana memakai "amatilah" karena disusul (رَقِيبٌ, raqiibun) dari akar yang sama, dan kata benda raqiib itu muncul lima kali, yaitu di 4:1, 5:117, 11:93, 33:52, dan 50:18. Di 4:1 dan 33:52, (رَقِيبًا, raqiiban) diterjemahkan "pengawas" dan pelakunya Allah, dan di 5:117, (الرَّقِيبَ, r-raqiiba) diterjemahkan "pengawas" dan diucapkan kepada Allah.

Kata (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka" tersusun dari inna dan -hum. Kata (مُرْتَقِبُونَ, murtaqibuuna) yang berarti "yang sedang menunggu" adalah kata pelaku jamak dari akar yang sama dengan perintah di awal ayat, dan bentuk ini hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 44:59. Terjemahan menuliskannya "mereka pun sedang menunggu". Kata "pun" tidak punya kata Arab sendiri, dan menandai bahwa pernyataan tentang mereka sejajar dengan perintah kepada yang disapa. Pola yang sama ada di tiga ayat lain dari akar yang berbeda, yaitu ن-ظ-ر. Di 32:30, (وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ, wa-ntazhir innahum muntazhiruuna) berarti "dan tunggulah. Sesungguhnya mereka pun menunggu", dan di 11:122 serta 6:158, (إِنَّا مُنْتَظِرُونَ, innaa muntazhiruuna) berarti "sesungguhnya kami pun menunggu". Dalam keempat ayat itu perintah menunggu disusul pernyataan bahwa pihak lain juga menunggu, dan terjemahan memakai "pun" di semuanya. Pihak yang menunggu berupa "mereka" di 32:30 dan 44:59, dan berupa "kami" di 11:122 dan 6:158.

Perintah di 44:59 ditujukan kepada satu orang, dan -ka yang menyapa satu orang juga ada di 44:57 pada rabbika dan di 44:58 pada bi-lisaanika. Nama orang itu tidak tertulis di ketiga ayat. Kata -hum pada innahum juga tidak diikuti nama kelompoknya, dan di 44:58 la'allahum memakai -hum yang bentuknya sama. Terjemahan tidak menambahkan nama kelompok mana pun karena tidak ada kata di ayat ini yang melahirkannya.

Ayat ini adalah ayat ke-59 dan terakhir di surah ini, dan 32:30 juga ayat terakhir di surahnya. Bentuk (فَارْتَقِبْ, fa-rtaqib) tertulis di surah ini dua kali, yaitu pada ayat ke-10 dan pada ayat terakhir.

Tafsiran

Ayat ini menutup surah dengan satu perintah dan satu pernyataan: tunggulah, dan mereka pun sedang menunggu. Isinya dua penantian yang sejajar.

Perintah yang sama sudah terdengar di 44:10, tetapi di sana objeknya disebut: hari langit mendatangkan kabut asap yang nyata. Di 44:59 objeknya tidak disebut. Sepanjang surah ini beberapa hari disebut dengan nama, yaitu hari kabut asap di 44:10, hari Kami menghantam di 44:16, dan hari keputusan di 44:40 yang disebut sebagai waktu yang ditetapkan bagi mereka semuanya. Karena objeknya kosong, penantian di 44:59 dapat dibaca mencakup hari-hari itu, atau mencakup apa saja yang disebut surah ini sebagai akibat.

Ayat 44:59 berada tepat sesudah 44:58 yang menyebut tujuan kemudahan, yaitu agar mereka mengambil pelajaran. Sesudah pesan disampaikan dalam bahasa yang dapat dijangkau, ayat 44:59 menyebut dua pihak yang menunggu: yang diperintah dan mereka. Ayat 44:58 dan 44:59 sama-sama memakai -hum, dan kelompok yang ditunjuk di keduanya dapat sama dan dapat berbeda.

Ayat 32:30 menunjukkan susunan yang serupa di akhir surahnya, yaitu perintah menunggu disusul pernyataan bahwa mereka pun menunggu. Perbedaannya ada pada awal ayat: 32:30 dibuka dengan perintah berpaling dari mereka, sedangkan 44:59 langsung ke perintah menunggu. Ayat 32:29, tepat sebelum perintah menunggu itu, menyebut sebuah hari, yaitu hari kemenangan ketika iman orang-orang yang kufur tidak berguna, sedangkan 44:58 tidak menyebut hari. Dua surah itu sama-sama berakhir pada kata menunggu, tetapi hari yang disebut tertulis tepat sebelum penantian di 32:29 dan jauh di depan pada surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 44:59 menempatkan penantian yang disapa dengan -ka sejajar dengan penantian mereka, dan terjemahan menandai kesejajaran itu dengan kata pun. Pembaca yang sedang menunggu sesuatu dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut pihak lain yang juga sedang berada dalam keadaan yang sama, yaitu menunggu. Kesejajarannya terletak pada menunggu itu sendiri, dan apa yang ditunggu masing-masing pihak tidak diuraikan. Pembaca dapat bertanya, bila penantiannya sendiri dibaca di samping penantian orang lain, apa yang tampak sama dan apa yang tampak berbeda dari kedua penantian itu?
  • Perintah menunggu di 44:10 menyebut objeknya, yaitu hari langit mendatangkan kabut asap yang nyata, dan di 44:59 tidak ada objek. Di 6:158 penantian orang-orang yang dituju ayat itu berupa kedatangan malaikat, kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu, lalu ayat itu menyuruh berkata, tunggulah, sesungguhnya kami pun menunggu. Tiga ayat itu memperlihatkan penantian yang objeknya disebut dan penantian yang objeknya dibiarkan kosong. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ketika objek tidak disebut, pembacalah yang mengisinya. Apa yang diisi pembaca pada tempat kosong itu, dan dari mana isian itu berasal: dari ayat, atau dari harapan dan kecemasannya sendiri?
  • Surah yang memuat gambaran taman di 44:51 sampai 44:57 dan kemudahan di 44:58 berakhir dengan kata menunggu, tanpa ayat tambahan yang merangkum apa yang telah dikatakan. Ayat 32:30 mengakhiri surahnya dengan cara yang serupa. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat penutup ini berisi perintah yang mengarah ke depan, dan tidak berisi kesimpulan tentang apa yang sudah lewat. Apa yang terasa lain bagi pembaca ketika sebuah surah ditutup dengan penantian dan tidak dengan jawaban?
  • Akar yang dipakai untuk menunggu di 44:59 juga dipakai untuk kata pengawas. Di 4:1 dan 33:52 Allah disebut pengawas atas manusia dan atas segala sesuatu, dan di 11:93 perintah dari akar ini diterjemahkan amatilah. Dapat dibaca bahwa menunggu dalam ayat ini memuat sisi mengamati, meskipun terjemahan 44:59 memilih tunggulah karena tidak ada kata benda yang menyertainya. Apa yang diamati tidak disebut di ayat ini. Pembaca dapat bertanya, bila menunggu juga berarti mengamati, apa yang sebenarnya diamati selama menunggu: peristiwa di luar, atau diri sendiri yang sedang dilihat Allah sebagai pengawas?
  • Ayat 44:40 menyebut hari keputusan sebagai waktu yang ditetapkan bagi mereka semuanya, lalu 44:41 sampai 44:42 menyebut bahwa pada hari itu seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Hari itu tidak disebut lagi di 44:59, dan ayat ini tidak mengatakan bahwa hari itu yang ditunggu. Bila penantian di 44:59 dibaca mencakup hari itu, penantiannya berlangsung di bawah kalimat bahwa pertolongan pada hari itu tidak datang dari pelindung, kecuali bagi yang diberi rahmat oleh Allah. Pembaca dapat bertanya apa yang dinantikannya dari hari seperti itu, dan siapa yang ia bayangkan menyertainya?
  • Sapaan kepada satu orang muncul tiga kali berturut-turut di 44:57 sampai 44:59: lewat -ka pada Tuhanmu, lewat -ka pada bahasamu, dan lewat perintah tunggulah. Dengan demikian perintah menunggu datang sesudah penyebutan Tuhanmu dan sesudah penyebutan bahasamu, dan penerima sapaan itu tidak dinamai. Di 54:27 perintah yang sama dipasangkan dengan bersabarlah, sedangkan 44:59 dipasangkan dengan pernyataan bahwa mereka pun menunggu. Dapat dibaca bahwa penantian di 44:59 berlangsung dalam hubungan yang disebut dua ayat sebelumnya, yaitu hubungan dengan Tuhanmu, dan tidak berlangsung dalam kesendirian. Pembaca dapat bertanya, penantian macam apa yang berlangsung di dalam hubungan itu, dan apa bedanya dengan penantian yang tidak berhubungan dengan siapa pun?