إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ
Sesungguhnya di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang mukmin.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَinna fii s-samaawaati wa-l-ardhi la-aayaatin li-l-mu'miniinasesungguhnya di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang mukmin
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
- لِلْمُؤْمِنِينَli-l-mu'miniinabagi orang-orang beriman
Inti bacaan
Bentuk jamak (لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ, la-aayaatin li-l-mu'miniina) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 45:3, sedangkan bentuk tunggalnya (لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, la-aayatan li-l-mu'miniina) muncul dua kali, yaitu di 15:77 dan 29:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", lalu (فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, fii s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "di langit dan bumi". Urutan (إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, inna fii s-samaawaati wa-l-ardhi) hanya muncul sekali, yaitu di 45:3. Dua susunan lain dengan inna dipakai di ayat-ayat tanda. Susunan pertama adalah (إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, inna fii khalqi s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi", dan susunan ini muncul dua kali, yaitu di 2:164 dan 3:190. Susunan kedua adalah (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ, inna fii dzaalika) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu", yang menunjuk kembali pada sesuatu yang baru saja dituturkan, misalnya pada penciptaan langit dan bumi di 29:44. Ayat 45:3 tidak memakai keduanya. Ayat sebelumnya, 45:2, membicarakan penurunan Kitab, dan inna di 45:3 tidak menunjuk kembali kepadanya. Kata penciptaan juga tidak ada, sehingga langit dan bumi disebut langsung sebagai tempat tanda-tanda itu berada.
Kata (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) berbentuk jamak, sedangkan (الْأَرْضِ, l-ardhi) berbentuk tunggal. Terjemahan memakai "langit dan bumi" tanpa menandai jumlah, sama seperti pasangan yang sama di 45:37. Kata (فِي, fii) yang berarti "di" mengikat kedua kata itu sebagai tempat.
Kata (لَآيَاتٍ, la-aayaatin) yang berarti "benar-benar tanda-tanda" tersusun dari huruf (لَ, la) yang berarti "benar-benar", yaitu penegas yang menempel pada kata sesudahnya, dan (آيَاتٍ, aayaatin) yang berarti "tanda-tanda", bentuk jamak dari kata yang berakar أ-ي-ي. Sesungguhnya dan benar-benar muncul bersamaan, jadi pernyataan ini ditegaskan dua kali sebelum isinya disebut. Penegasan ganda itu terlihat pada dua susunan berikut. Susunan (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً, inna fii dzaalika la-aayatan) dengan kata tunggal muncul dua puluh kali, yaitu di 2:248, 3:49, 11:103, 15:77, 16:11, 16:13, 16:65, 16:67, 16:69, 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, 27:52, 29:44, dan 34:9. Susunan (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ, inna fii dzaalika la-aayaatin) dengan kata jamak muncul dua puluh empat kali, yaitu di 10:67, 13:3, 13:4, 14:5, 15:75, 16:12, 16:79, 20:54, 20:128, 23:30, 27:86, 29:24, 30:21, 30:22, 30:23, 30:24, 30:37, 31:31, 32:26, 34:19, 39:42, 39:52, 42:33, dan 45:13. Ayat 45:3 memakai pola penegasan yang sama, tetapi menyebut tempatnya langsung dan tidak memakai kata penunjuk.
Ayat ini tidak memuat kata kerja. Keberadaan tanda dinyatakan oleh urutan katanya, yaitu tempat lebih dulu, lalu benda tak tentu, dan terjemahan menambahkan "terdapat" untuk urutan itu. Terjemahan memakai "benar-benar terdapat" untuk susunan yang sama di 15:77, 29:44, dan 45:13, sehingga 45:3 mengikuti kebiasaan itu.
Frasa penerimanya, (لِلْمُؤْمِنِينَ, li-l-mu'miniina) yang berarti "bagi orang-orang mukmin", tersusun dari (لِ, li) yang berarti "bagi", kata sandang al-, dan kata (مُؤْمِنِينَ, mu'miniina) yang berakar أ-م-ن dan menyebut orang berdasarkan keadaannya, yaitu orang yang beriman. Tanda yang berbentuk tunggal disusul penerima yang sama di dua ayat, yaitu (لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, la-aayatan li-l-mu'miniina) di 15:77 dan 29:44. Di 29:44 tanda tunggal itu mengikuti kalimat (خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, khalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi) yang berarti "Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak", sehingga satu tanda itu menunjuk pada satu perkara yang baru disebut. Bentuk jamak dengan penerima yang sama, (لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ, la-aayaatin li-l-mu'miniina), hanya muncul di 45:3. Terjemahan memakai "orang-orang mukmin" untuk frasa ini, sama seperti di 15:77 dan 29:44.
Tafsiran
Ayat ini membuka daftar tanda-tanda dengan tempat yang paling luas, yaitu langit dan bumi, sebelum 45:4 turun ke penciptaan manusia dan makhluk bergerak, dan 45:5 menyebut pergantian waktu, rezeki yang turun dari langit, dan angin. Di antara 45:3 sampai 45:5, kata sesungguhnya hanya ada di 45:3. Ayat 45:4 dan 45:5 tidak mengulanginya dan langsung memakai (آيَاتٌ, aayaatun) yang berarti "tanda-tanda", sehingga ketiga ayat itu terbaca sebagai satu pernyataan yang diperinci dalam tiga bagian. Ayat 45:5 pun menyebut kembali kedua tempat itu, langit lewat (مِنَ السَّمَاءِ, mina s-samaa'i) yang berarti "dari langit" dan bumi lewat (الْأَرْضَ, l-ardha) yang berarti "bumi", sehingga daftar yang dibuka dengan langit dan bumi ditutup dengan rezeki yang turun dari langit dan menghidupkan bumi.
Pasangan langit dan bumi tidak berhenti di ayat ini. Ayat 45:13 menyebut isinya sebagai apa yang telah ditundukkan bagi kalian, 45:22 menyebutnya sebagai ciptaan dengan kebenaran, 45:27 menyebutnya sebagai kerajaan milik Allah, dan 45:36 menyebut Allah sebagai Tuhan langit dan Tuhan bumi. Ayat 45:37, ayat terakhir, memakai kata (فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, fii s-samaawaati wa-l-ardhi) lagi dalam kalimat tentang kebesaran. Dengan begitu tempat yang di 45:3 dinamai tempat tanda-tanda berganti perannya menurut ayat yang memakainya, dan di ujung surah menjadi tempat kebesaran Allah.
Ayat ini juga menyebut siapa yang menerima tanda-tanda itu, yaitu orang-orang mukmin, dan tidak menyebut tanda-tanda itu menghasilkan iman. Awalan li- menandai bahwa tanda-tanda itu diperuntukkan bagi mereka. Bagi orang yang belum disebut, teksnya tidak menyatakan apakah tanda-tanda itu ada atau tidak. Ayat 45:4 dan 45:5 mengganti penerimanya dengan sebutan lain, sehingga ketiga ayat itu menyebut tiga penerima untuk tanda-tanda yang berlainan.
Renungan dan Hikmah
- Langit dan bumi di 45:3 adalah tempat pembaca berada saat membaca ayat itu, sehingga tanda-tanda yang disebut tidak terletak di tempat yang harus dicapai lebih dulu. Ayat 45:37 menyebut tempat yang sama sebagai tempat kebesaran milik Allah, dan karena itu tempat pembaca berada dinamai dua kali di surah yang sama dengan dua sebutan, yaitu tempat tanda dan tempat kebesaran. Pembaca yang membayangkan tanda sebagai sesuatu yang jauh dapat mencatat bahwa ayat ini menunjuk tempat yang sudah ditempatinya. Dalam sehari, berapa kali pembaca berjalan di bawah langit tanpa pernah menamainya tanda?
- Ayat 45:3 menyebut siapa yang menerima tanda-tanda itu, yaitu orang-orang mukmin. Penerima yang disebut dalam ayat yang sama dengan tanda-tandanya membuat pembaca bertanya tentang kedudukannya sendiri, apakah pembaca termasuk yang dituju atau sekadar membaca tentang orang lain. Teksnya tidak menjawab pertanyaan itu untuk siapa pun. Langit dan bumi terlihat oleh siapa pun yang membuka mata, sedangkan ayat ini mengaitkan tanda-tandanya dengan sebutan tertentu. Apa yang membedakan memandang langit dari menerimanya sebagai tanda, dan bagaimana pembaca mengetahui di sisi mana dirinya berdiri?
- Di 29:44 Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak, lalu satu tanda disebut bagi orang-orang mukmin. Di 45:3 penerimanya sama, tetapi tandanya berbentuk jamak dan tempatnya langit dan bumi sendiri tanpa kata penciptaan. Dua ayat itu membaca tempat yang sama dengan dua cara. Ayat 29:44 mengikat satu tanda pada penciptaan, sedangkan 45:3 membukanya menjadi tanda-tanda jamak yang diperinci di ayat-ayat berikutnya. Pembaca yang menatap satu pemandangan dapat memperhatikan berapa tanda yang terlihat, apakah satu tanda besar atau beberapa yang bisa dibedakan. Apakah jumlah itu berubah bila pembaca berhenti sebentar dan melihat lagi?
- Daftar tanda di 45:3 sampai 45:5 dimulai dari langit dan bumi, baru kemudian turun ke penciptaan kalian di 45:4 dan ke malam, siang, rezeki dari langit, serta angin di 45:5. Urutan itu menempatkan pembaca di dalam pemandangan yang luas sebelum ayat menyebut dirinya. Ketika 45:4 tiba di kata kalian, pembaca sudah mengetahui bahwa dirinya berdiri di tempat yang oleh surah ini disebut tempat tanda-tanda. Pembaca yang terbiasa memulai pengamatan dari dirinya sendiri dapat mencoba urutan sebaliknya, yaitu memulai dari yang terluas dan baru sampai pada dirinya. Perubahan apa yang terjadi pada ukuran dirinya di mata pembaca bila langit dan bumi dilihat lebih dulu?
- Ayat 45:3 menyebut bahwa tanda-tanda itu ada, tetapi tidak mengatakan tanda tentang apa. Ayat 45:6 memakai kata tanda-tanda juga untuk apa yang dibacakan kepada pembaca, yaitu tanda-tanda Allah, dan teksnya tidak mengatakan apakah tiga ayat sebelumnya termasuk di dalamnya. Pesan tiap tanda tidak dirinci, sehingga pembaca menyimpulkannya sendiri. Pembaca dapat memperhatikan seberapa cepat pikirannya menyodorkan jawaban tentang isi sebuah tanda, padahal ayat hanya menyatakan keberadaannya. Apa yang tersisa dari sebuah tanda bila jawaban cepat itu ditahan sebentar?
- Pembaca yang berhenti di 45:3 hanya memegang bagian pertama dari tiga bagian daftar, dan dua bagian lainnya menyusul di 45:4 dan 45:5. Pernyataan yang dibuka dengan sesungguhnya itu belum selesai ketika kalimatnya berhenti, dan ayat sesudahnya memperlihatkan bahwa maksudnya lebih luas. Tanda yang disebut pertama tampak lebih sempit bila dibaca sendirian daripada bila dibaca bersama ayat-ayat yang menyusulnya. Pembaca dapat memeriksa kapan biasanya sebuah pernyataan disimpulkan, yaitu setelah bagian pertama atau setelah daftarnya tuntas. Berapa banyak pernyataan yang selama ini dinilainya hanya dari bagian pertamanya?