وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Dan pergantian malam dan siang serta rezeki yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya, dan pada pengisaran angin terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِwa-khtilaafi l-layli wa-n-nahaaridan pergantian malam dan siang
  2. وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاwa-maa anzala llaahu mina s-samaa'i min rizqin fa-ahyaa bihi l-ardha ba'da mawtihaaserta rezeki yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya
  3. وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَwa-tashriifi r-riyaahi aayaatun li-qawmin ya'qiluunadan pada pengisaran angin terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَاخْتِلَافِwa-khtilaafidan pergantian
  2. اللَّيْلِl-laylimalam
  3. وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
  4. وَمَاwa-maadan apa yang
  5. أَنْزَلَanzalamenurunkan
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. مِنَminadari
  8. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  9. مِنْmindari
  10. رِزْقٍrizqinrezeki
  11. فَأَحْيَاfa-ahyaalalu Dia menghidupkan
  12. بِهِbihidengannya
  13. الْأَرْضَl-ardhabumi
  14. بَعْدَba'dasesudah
  15. مَوْتِهَاmawtihaamatinya
  16. وَتَصْرِيفِwa-tashriifidan pengisaran
  17. الرِّيَاحِr-riyaahiangin
  18. آيَاتٌaayaatuntanda-tanda
  19. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  20. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Susunan (وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ, wa-tashriifi r-riyaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:164 dan 45:5.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memuat tiga tanda dalam satu kalimat, dan bagian pertamanya adalah (وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, wa-khtilaafi l-layli wa-n-nahaari) yang berarti "dan pergantian malam dan siang". Kata (اخْتِلَافِ, khtilaafi) berakar خ-ل-ف dan menamai perbuatan saling berganti atau saling berbeda, tergantung bendanya. Susunan (اخْتِلَافِ اللَّيْلِ, khtilaafi l-layli) muncul empat kali, yaitu di 2:164, 3:190, 10:6, dan 45:5, dan keempatnya diterjemahkan "pergantian". Kata yang sama dengan benda lain diterjemahkan berbeda, yaitu "perbedaan bahasa" untuk (اخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ, khtilaafu alsinatikum) di 30:22 dan "pertentangan" di 4:82. Untuk malam dan siang, akar خ-ل-ف muncul dalam bentuk lain di 25:62, (جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً, ja'ala l-layla wa-n-nahaara khilfatan) yang berarti "menjadikan malam dan siang silih berganti", sehingga pilihan "pergantian" untuk malam dan siang ditopang oleh ayat yang memakai akar itu dengan benda yang sama.

Bagian kedua dimulai dengan (وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ, wa-maa anzala llaahu mina s-samaa'i) yang berarti "dan apa yang diturunkan Allah dari langit". Susunan ini muncul dua kali, yaitu di 2:164 dan 45:5, dan pelakunya disebut dengan nama, Allah. Kata kerja (أَنْزَلَ, anzala) berakar ن-ز-ل, akar yang sama dengan (تَنْزِيلُ, tanziilu) di 45:2. Perbedaan kedua ayat itu ada pada kata sesudahnya. Di 2:164 yang diturunkan disebut (مِنْ مَاءٍ, min maa'in) yang berarti "berupa air", sedangkan di 45:5 yang diturunkan disebut (مِنْ رِزْقٍ, min rizqin) yang berarti "berupa rezeki". Kata air tidak ada di 45:5, dan terjemahan tidak menambahkannya. Bentuk (رِزْقٍ, rizqin) berakar ر-ز-ق dan muncul empat kali, yaitu di 10:59, 18:19, 45:5, dan 51:57. Di antaranya, 10:59 juga menyebut rezeki sebagai yang diturunkan Allah, lewat (مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ, maa anzala llaahu lakum min rizqin) yang berarti "rezeki yang Allah turunkan bagi kalian".

Kalimat berlanjut dengan (فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ, fa-ahyaa bihi l-ardha) yang berarti "lalu dengannya Dia menghidupkan bumi". Susunan ini muncul empat kali, yaitu di 2:164, 16:65, 29:63, dan 45:5. Awalan (فَ, fa) berarti "lalu", kata kerja (أَحْيَا, ahyaa) berakar ح-ي-ي dan berarti "menghidupkan", dan (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya" menunjuk benda yang baru saja diturunkan, yaitu rezeki. Rezeki di ayat ini adalah benda yang membuat bumi hidup, sama seperti air di 2:164. Kata "dengannya" dan "Dia" ditulis dalam terjemahan karena keduanya ada pada Arabnya, yaitu akhiran -hi dan bentuk kata kerja orang ketiga tunggal.

Frasa (بَعْدَ مَوْتِهَا, ba'da mawtihaa) yang berarti "setelah matinya" muncul sembilan kali, yaitu di 2:164, 2:259, 16:65, 30:19, 30:24, 30:50, 35:9, 45:5, dan 57:17. Di delapan ayat, bumi adalah yang dihidupkan, yaitu semua kecuali 2:259, yang membicarakan sebuah negeri. Terjemahan memakai "setelah matinya" di 2:164, 16:65, 30:19, 30:50, 35:9, dan 57:17.

Kata (وَتَصْرِيفِ, wa-tashriifi) yang berarti "dan pengisaran" berakar ص-ر-ف. Bentuk kata benda ini hanya muncul di 2:164 dan 45:5, keduanya dengan (الرِّيَاحِ, r-riyaahi) yang berarti "angin", bentuk jamak dari riih. Akar yang sama muncul sebagai kata kerja di ayat lain dengan terjemahan yang mengikuti bendanya, misalnya "menjelaskan berulang" untuk perumpamaan di 17:89, "menggilirkan" di 25:50, dan "memalingkan" untuk siasat di 12:34. Untuk angin, terjemahan memakai "pengisaran" di kedua ayat yang menyebutnya.

Penutupnya, (آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, aayaatun li-qawmin ya'qiluuna) yang berarti "tanda-tanda bagi kaum yang mengerti", memakai (يَعْقِلُونَ, ya'qiluuna) dari akar ع-ق-ل. Frasa (لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, li-qawmin ya'qiluuna) muncul delapan kali, yaitu di 2:164, 13:4, 16:12, 16:67, 29:35, 30:24, 30:28, dan 45:5, dan terjemahan memakai "yang mengerti" di semuanya.

Tafsiran

Ayat ini mengumpulkan tiga hal sekaligus, yaitu pergantian waktu, rezeki yang diturunkan sehingga bumi hidup, dan pengisaran angin, dan menutup rangkaian yang dibuka 45:3 dengan penerima ketiga. Ketiganya berupa proses yang berjalan, yaitu malam menggantikan siang, rezeki turun dan bumi hidup, dan angin berganti arah. Tidak ada yang berupa benda diam.

Ayat 2:164 memuat hal-hal yang sama dalam satu ayat dengan satu penerima, yaitu kaum yang mengerti, ditambah kapal, awan, dan makhluk yang disebarkan. Surah 45 membagi bahan itu ke tiga ayat dengan tiga penerima. Langit dan bumi ada di 45:3 untuk orang-orang mukmin, penciptaan kalian dan makhluk bergerak ada di 45:4 untuk kaum yang yakin, dan pergantian waktu, rezeki dari langit, serta angin ada di 45:5 untuk kaum yang mengerti. Kapal baru muncul di 45:12, dan 45:13 menutupnya dengan penerima keempat, (لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ, li-qawmin yatafakkaruuna) yang berarti "bagi kaum yang berpikir". Karena itu ayat 45:5 menutup bagian pertama daftar, dan daftar itu berlanjut sampai 45:13.

Empat penerima itu disebut dengan empat kata yang berlainan, dan teks tidak menyusunnya sebagai tingkatan. Di 45:3 penerimanya disebut dengan kata benda tentu, orang-orang mukmin, dan di 45:4, 45:5, serta 45:13 dengan kata kaum disusul kata kerja yang sedang berlangsung. Akar yang dipakai di 45:3 untuk penerima, أ-م-ن, muncul lagi sebagai kata kerja di 45:6, (يُؤْمِنُونَ, yu'minuuna) yang berarti "mereka akan beriman", dalam pertanyaan (فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ, fa-bi-ayyi hadiitsin ba'da llaahi wa-aayaatihi yu'minuuna) yang berarti "maka dengan tuturan apa mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya". Dengan begitu daftar tanda di 45:3 sampai 45:5 diapit oleh akar kata yang sama di kedua ujungnya, yaitu penerima tanda-tanda disebut mukmin di awalnya, dan pertanyaan tentang kepada apa orang akan beriman diajukan sesudah tanda-tanda itu disebut.

Renungan dan Hikmah

  • Pergantian malam dan siang adalah tanda yang disebut pertama di 45:5, sebelum rezeki dari langit dan angin. Ayat 25:62 menyebut bahwa Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti, bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur. Pergantian itu dialami pembaca setiap hari, dan 45:5 menamainya tanda. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara mengalami pergantian itu dan menamainya tanda, dua hal yang disambung ayat ini dalam satu kalimat. Kapan terakhir kali pembaca memperhatikan hari berganti dan menyebutnya tanda, dan tidak berhenti pada jam yang bergulir?
  • Ayat 45:5 menyebut yang diturunkan Allah dari langit dengan nama rezeki, dan kata air maupun hujan tidak ada di sana, padahal 2:164 memakai kata air untuk susunan yang sama. Sesuatu yang turun dari langit dapat disebut air oleh pembaca yang menghitung curah hujan dan rezeki oleh pembaca yang menunggu panen. Ayat 45:5 memilih sebutan rezeki. Pembaca dapat memperhatikan sebutan mana yang spontan dipakainya ketika langit menurunkan sesuatu yang ia butuhkan, dan apa yang berubah pada rasa terima kasihnya bila sebutan itu diganti. Bagaimana rasanya menyebut yang turun dari langit hari ini sebagai rezeki yang diturunkan?
  • Ayat 45:5 menyebut bumi mengalami kematian lalu dihidupkan Dia, dengan rezeki yang diturunkan sebagai sarananya. Frasa kematian bumi dipakai di delapan ayat untuk bumi yang dihidupkan, sehingga gambaran ini berulang di banyak surah. Pembaca yang pernah melihat tanah retak menjadi hijau sudah memiliki ingatan untuk gambaran itu. Ayat ini menaruh ingatan tersebut di samping tanda lain dan menyebut pelakunya, yaitu Dia yang menghidupkan. Seberapa sering tanah hijau yang dilihat pembaca dibaca sebagai musim, dan seberapa sering dibaca sebagai sesuatu yang dihidupkan?
  • Pengisaran angin disebut terakhir di 45:5, sesudah tanda yang berbentuk waktu dan tanda yang berbentuk rezeki dari langit. Arah angin tidak ditentukan pembaca. Ayat ini menaruhnya di daftar tanda tanpa menyebut siapa yang mengisarnya dan tanpa mengatakan apa yang dibawa angin itu. Pembaca yang terbiasa menghitung dengan hal-hal yang bisa diaturnya mendapati sebuah tanda yang berada di luar aturannya. Apa yang masih bisa dikerjakan pembaca ketika angin berubah arah, dan seberapa besar bagian hidupnya yang bergantung pada hal-hal yang tidak bisa diaturnya?
  • Penerima di 45:5 disebut kaum yang mengerti, setelah kaum yang yakin di 45:4 dan orang-orang mukmin di 45:3. Ayat 45:6 lalu bertanya dengan tuturan apa mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya, sehingga bacaan bergerak dari tanda ke pertanyaan. Pembaca yang mencari kedudukannya sendiri di antara tiga sebutan itu mendapati bahwa teks tidak menaruh batas di antaranya. Kata mengerti di sini berupa kata kerja yang sedang berlangsung dan tidak berupa gelar yang sudah melekat. Hal apa yang sedang dikerjakan pembaca ketika disebut mengerti, dan hal apa yang sudah dianggapnya selesai?
  • Malam dan siang, rezeki yang menghidupkan bumi, dan angin disebut dalam satu ayat yang panjang, dua puluh kata menurut pemenggalan kata per kata, padahal 45:1 hanya satu kata. Pembaca yang sampai di sini sudah melewati empat ayat yang lebih pendek, sehingga kalimat sepanjang ini terasa wajar, dan di dalamnya tiga hal yang biasanya dipikirkan terpisah dijadikan satu bacaan. Malam, hujan, dan angin dalam kesehariannya mungkin berada di tiga laci berbeda, yaitu jam, cuaca, dan arah angin. Ayat ini menaruh ketiganya dalam satu laci yang diberi nama tanda-tanda. Apa yang dilihat pembaca di jam, cuaca, dan arah angin pagi ini, bila ketiganya dibuka sekaligus dari laci yang sama?