تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ
Itulah tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar. Maka, pada tuturan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّtilka aayaatu llaahi natluuhaa alayka bi-l-haqqiitulah tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar
- فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَfa-bi-ayyi hadiitsin ba'da llaahi wa-aayaatihi yu'minuunamaka, pada tuturan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya
Aplikasi
Pertanyaan retoris final 'pada perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya?', jika bukti sedemikian lengkap masih ditolak, sumber otoritatif alternatif macam apa lagi yang bisa memuaskan?
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Those are the proofs of God; We recite them to thee in truth. Then in what narration after God and His proofs will they believe?'