تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ

Itulah tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar. Maka, pada tuturan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّtilka aayaatu llaahi natluuhaa 'alayka bi-l-haqqiitulah tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar
  2. فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَfa-bi-ayyi hadiitsin ba'da llaahi wa-aayaatihi yu'minuunamaka, pada tuturan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. تِلْكَtilkaitulah
  2. آيَاتُaayaatutanda-tanda
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. نَتْلُوهَاnatluuhaaKami bacakan
  5. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  6. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  7. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  8. حَدِيثٍhadiitsinperkataan
  9. بَعْدَba'dasesudah
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. وَآيَاتِهِwa-aayaatihidan tanda-tanda-Nya
  12. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Pertanyaan retoris final 'pada perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya?', jika bukti sedemikian lengkap masih ditolak, sumber otoritatif alternatif macam apa lagi yang bisa memuaskan?

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa tanda-tanda Allah yang jelas ini adalah dasar keimanan tertinggi: tidak ada tuturan lain yang lebih layak dipercaya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menanyakan tuturan mana lagi, bukan bukti mana lagi. Yang kurang bukan tandanya. Yang kurang penerimaannya.
  • Tandanya disebut dibacakan dengan benar. Bukan diringkas. Apa adanya.
  • Pertanyaannya menutup pintu terakhir. Allah menyebut sesudah Dia dan tanda-tanda-Nya. Tidak ada yang lebih tinggi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.