تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ
Itu tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar. Maka, dengan tuturan apa mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّtilka aayaatu llaahi natluuhaa 'alayka bi-l-haqqiitu tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar
- فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَfa-bi-ayyi hadiitsin ba'da llaahi wa-aayaatihi yu'minuunamaka, dengan tuturan apa mereka akan beriman setelah Allah dan tanda-tanda-Nya
Terjemahan per kata (12 kata)
- تِلْكَtilkaitulah
- آيَاتُaayaatutanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- نَتْلُوهَاnatluuhaaKami bacakan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka, dengan yang manakah
- حَدِيثٍhadiitsinperkataan
- بَعْدَba'dasesudah
- اللَّهِllaahiAllah
- وَآيَاتِهِwa-aayaatihidan tanda-tanda-Nya
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Bentuk natluuhaa muncul tiga kali di Al-Qur'an (2:252, 3:108, 45:6), dan ketiganya berpelaku Kami.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ, tilka aayaatu llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah itu". Di 45:3 sampai 45:5 kata (آيَاتٍ, aayaatin) dan (آيَاتٌ, aayaatun) masih tak tentu, dan tiap kali langsung disusul penerimanya: orang-orang beriman di 45:3, kaum yang yakin di 45:4, dan kaum yang mengerti di 45:5. Di 45:6 tanda-tanda itu sudah punya pemilik, yaitu Allah, dan penerimanya diganti pertanyaan. Susunan utuh (تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ, tilka aayaatu llaahi natluuhaa 'alayka bi-l-haqqi) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu 2:252, 3:108, dan 45:6. Di 2:252 dan 3:108 susunan itu disambung pernyataan, sedangkan di 45:6 disambung pertanyaan.
Kata (نَتْلُوهَا, natluuhaa) yang berarti "Kami bacakan" berakar ت-ل-و. Awalan nun menandai "Kami", dan akhiran -haa menandai benda perempuan tunggal yang kembali ke aayaatu. Pembacanya ditulis jelas, yaitu "Kami". Bentuk pasif dari akar yang sama, (تُتْلَىٰ, tutlaa) yang berarti "dibacakan", muncul di surah ini pada 45:8, 45:25, dan 45:31, dan di ketiganya pembacanya tidak disebut. Kata (عَلَيْكَ, 'alayka) yang berarti "atasmu" diterjemahkan "kepadamu", sama seperti (عَلَيْهِ, 'alayhi) di 45:8 yang diterjemahkan "kepadanya".
Kata (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan benar" tersusun dari bi- yang berarti "dengan", kata sandang al-, dan (حَقِّ, haqqi) yang berakar ح-ق-ق. Kata ini menyertai kegiatan membacakan atau menuturkan di lima ayat yang semuanya diterjemahkan "dengan benar", yaitu 2:252, 3:108, 5:27, 18:13, dan 28:3. Di 5:27 bunyinya (وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ, wa-tlu 'alayhim naba'a bnay aadama bi-l-haqqi), di 18:13 (نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ, naqushshu 'alayka naba'ahum bi-l-haqqi), dan di 28:3 (نَتْلُو عَلَيْكَ مِنْ نَبَإِ مُوسَىٰ وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ, natluu 'alayka min naba'i muusaa wa-fir'awna bi-l-haqqi). Di semua ayat itu kata "dengan benar" melekat pada cara sesuatu disampaikan kepada pendengar.
Pertanyaan penutup dibuka dengan (فَبِأَيِّ حَدِيثٍ, fa-bi-ayyi hadiitsin) yang berarti "maka dengan tuturan apa". Kata (حَدِيثٍ, hadiitsin) diterjemahkan "tuturan", sama seperti di 4:87, 12:111, 39:23, 52:34, 53:59, dan 77:50. Susunan utuh fa-bi-ayyi hadiitsin muncul tiga kali, yaitu 7:185, 45:6, dan 77:50, dan ketiganya ditutup (يُؤْمِنُونَ, yu'minuuna) yang berarti "mereka akan beriman". Di 7:185 dan 77:50 pertanyaan itu bersambung ke (بَعْدَهُ, ba'dahu) yang berarti "sesudahnya", memakai kata ganti -hu. Di 45:6 kata ganti itu diganti (بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ, ba'da llaahi wa-aayaatihi) yang berarti "setelah Allah dan tanda-tanda-Nya", sehingga hal yang dilampaui disebut dengan namanya.
Bentuk (بَعْدَ اللَّهِ, ba'da llaahi) muncul satu kali, di 45:6. Surah yang sama memuat (فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ, fa-man yahdiihi min ba'di llaahi) di 45:23, yang berarti "siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah?", dan kedua kalimat itu berbentuk pertanyaan. Bentuk (وَآيَاتِهِ, wa-aayaatihi) muncul dua kali, yaitu 9:65 dan 45:6. Di 9:65 bentuk itu berada dalam rangkaian (أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ, a-bi-llaahi wa-aayaatihi wa-rasuulihi) yang berarti "apakah terhadap Allah, tanda-tanda-Nya, dan Rasul-Nya", sehingga Allah dan tanda-tanda-Nya disebut berdampingan di kedua ayat itu. Terjemahan memakai "apa" untuk (أَيِّ, ayyi) seperti di 7:185 dan 77:50, dan tidak menambahkan "lagi", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Tafsiran
Ayat 45:6 menutup rangkaian tanda yang dimulai di 45:3 dan membuka rangkaian peringatan yang berlanjut sampai 45:11. Tiga ayat sebelumnya menyebut langit dan bumi, penciptaan manusia dan makhluk bergerak, pergantian malam dan siang, rezeki yang diturunkan dari langit, dan pengisaran angin, masing-masing dengan penerima yang berbeda. Di 45:6 semua itu dirangkum dengan satu kata penunjuk, lalu arah bicara berpindah dari penerima tanda ke "mereka" yang ditanya. Teks tidak menyebut siapa "mereka" itu, dan pertanyaannya dibiarkan terbuka.
Dalam satu ayat ini Allah disebut dengan tiga cara. Nama-Nya muncul di (آيَاتُ اللَّهِ, aayaatu llaahi), kata "Kami" muncul di bagian yang membacakan, dan akhiran -Nya muncul di "tanda-tanda-Nya". Pembacaan dikerjakan oleh "Kami" kepada "engkau", sedangkan pertanyaan memakai orang ketiga. Pergeseran itu memisahkan dua kedudukan dalam ayat: yang diajak bicara langsung, dan yang dibicarakan.
Pertanyaan di 45:6 tidak dijawab dalam ayatnya. Ayat 45:7 langsung menyebut celaka bagi setiap pembohong lagi banyak berdosa, 45:8 menggambarkan orang yang mendengar tanda-tanda dibacakan lalu tetap menyombongkan diri, dan 45:9 menggambarkan orang yang menjadikan tanda-tanda bahan olok-olok. Dapat dibaca bahwa pertanyaan itu dijawab oleh perilaku yang dipaparkan sesudahnya. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab tidak ada kata sambung yang mengikat 45:6 dengan 45:7.
Tanda-tanda yang sama muncul lagi di 45:11, tempat ayat menyatakan bahwa orang-orang yang kufur terhadap (آيَاتِ رَبِّهِمْ, aayaati rabbihim) yang berarti "tanda-tanda Tuhan mereka" akan menerima azab. Di 45:6 tanda-tanda itu disebut milik Allah, dan di 45:11 milik Tuhan mereka. Kata yang dipakai sama, yaitu aayaat, sedangkan pemiliknya disebut dengan nama Allah di 45:6 dan dengan sebutan Tuhan mereka di 45:11.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:6 berakhir dengan pertanyaan, dan 45:7 langsung membuka dengan kata celaka bagi setiap pembohong lagi banyak berdosa. Tidak ada kalimat jawaban di antara keduanya. Pembaca yang ditanya diberi ruang untuk menjawab sendiri, dengan dua hal yang disebut ayat sebagai yang dilampaui, yaitu Allah dan tanda-tanda-Nya. Orang yang ditanya "dengan tuturan apa" dapat menyusun daftar tuturan yang biasa dipercayainya, lalu menaruh tiap butirnya di samping dua hal itu. Apa yang masih berdiri dari daftar itu bila Allah dan tanda-tanda-Nya diletakkan di depannya?
- Dalam satu ayat, pembicara disebut dengan nama Allah, dengan kata Kami, dan dengan akhiran -Nya. Pembacaan dikerjakan oleh Kami kepada engkau, sedangkan pertanyaannya berbicara tentang mereka. Pembaca dapat memperhatikan di kedudukan mana pembaca berdiri ketika membaca: sebagai orang yang dibacakan kepadanya seperti kata kepadamu, atau sebagai salah satu dari mereka yang ditanya. Kedua kedudukan itu dapat ditempati orang yang sama pada waktu yang berbeda. Pada waktu membaca ayat ini, ke arah mana pertanyaan Allah itu terasa menghadap?
- Kata tuturan dipakai untuk Kitab yang diturunkan, seperti di 39:23 yang menyebut Allah menurunkan sebaik-baik tuturan. Di 45:6 kata yang sama dipakai untuk menanyakan tuturan mana yang akan dipercaya setelah Allah dan tanda-tanda-Nya. Pembaca hidup di tengah tuturan yang datang dari banyak arah dalam sehari. Ayat ini menaruh satu urutan di antara semuanya, yaitu Allah dan tanda-tanda-Nya lebih dulu. Tuturan apa saja yang pernah didengar lebih awal daripada tanda-tanda di langit dan bumi yang disebut 45:3?
- Kata dengan benar menempel pada kegiatan membacakan, seperti pada penuturan di 18:13 dan 28:3. Keberatan terhadap sebuah tuturan dapat tertuju pada isinya atau pada cara menyampaikannya. Di 45:6 kata benar ditaruh pada cara tanda-tanda itu dibacakan, dan pertanyaan baru diajukan sesudahnya. Pembaca dapat memeriksa keberatan yang pernah diajukan terhadap bacaan ini: tertuju ke mana, dan apakah bacaan ini pernah dibaca dengan perhatian yang sama seperti pada tuturan lain?
- Kata setelah dipakai dua kali dalam surah yang sama sebagai bagian dari pertanyaan, di 45:6 dan di 45:23. Di 45:6 pertanyaannya tentang tuturan yang dipercaya setelah Allah dan tanda-tanda-Nya, dan di 45:23 tentang siapa yang memberi petunjuk setelah Allah. Dua pertanyaan itu sama-sama tidak diikuti jawaban di ayatnya sendiri. Pembaca yang sedang mencari sandaran atau petunjuk dapat memperhatikan dari titik mana pandangan dimulai, dari Allah atau dari apa yang datang sesudah-Nya, dan siapa yang diharapkan menjawab ketika ayat berhenti pada tanda tanya?
- Kata kerja beriman di ujung ayat berbentuk sedang atau akan berlangsung, tidak berbentuk selesai. Tanda-tanda di 45:3 sampai 45:5 sudah tersedia, termasuk hujan yang menghidupkan bumi sesudah matinya, sedangkan keimanan yang ditanyakan masih berjalan. Pembaca yang pernah melihat tanah kering menjadi hijau sesudah hujan sedang melihat salah satu tanda yang disebut ayat sebelumnya. Dari semua yang pernah dilihat, tanda mana yang dianggap sudah selesai dibaca, dan tanda mana yang masih meminta dibaca ulang setiap kali dilihat?