يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
yang mendengar tanda-tanda Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan tidak mendengarnya. Maka, peringatkanlah dia dengan azab yang amat pedih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِyasma'u aayaati llaahi tutlaa alayhiyang mendengar tanda-tanda Allah dibacakan kepadanya
- ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَاtsumma yusirru mustakbiran ka-an lam yasma'haakemudian, dia tetap menyombongkan diri seakan-akan tidak mendengarnya
- فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍfa-bashshirhu bi-adzaabin aliiminmaka, peringatkanlah dia dengan azab yang amat pedih
Aplikasi
Pola menutup diri secara sadar: 'mendengar... kemudian tetap menyombongkan diri seakan-akan tidak mendengarnya', bukan ketidaktahuan yang tulus, melainkan penolakan yang disengaja terhadap bukti yang sudah jelas didengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Who hears the proofs of God recited to him then persists in waxing proud as if he heard them not! Then give thou him tidings of a painful punishment.'