وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Apabila dia mengetahui sesuatu tentang tanda-tanda Kami, dia menjadikannya bahan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًاwa-idzaa 'alima min aayaatinaa syay'an ittakhadzahaa huzuwanapabila dia mengetahui sesuatu tentang tanda-tanda Kami, dia menjadikannya bahan olok-olok
- أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinunmerekalah yang akan menerima azab yang menghinakan
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- عَلِمَ'alimamengetahui
- مِنْmindari
- آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- اتَّخَذَهَاittakhadzahaamenjadikannya
- هُزُوًاhuzuwanejekan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- مُهِينٌmuhiinunyang menghinakan
Inti bacaan
Respons mengejutkan: 'apabila dia mengetahui sesuatu tentang tanda-tanda Kami, dia menjadikannya bahan olok-olok', pengetahuan yang justru dijadikan alat ejekan, bukan bahan refleksi.
Penjelasan pilihan kata
'Ulaa'ika' (jauh) benar diterjemahkan 'merekalah'.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa mengolok-olok tanda-tanda Allah, bukan sekadar mengabaikannya, mendatangkan azab yang menghinakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka tahu, lalu mengolok. Bukan tidak tahu. Tahu lalu mengejek.
- Kata sesuatu dipakai, bukan seluruhnya. Sedikit pun sudah cukup. Untuk dijadikan bahan tertawa.
- Azabnya disebut menghinakan. Allah memilih yang sepadan. Yang menertawakan ditertawakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.