مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ ۖ وَلَا يُغْنِي عَنْهُمْ مَا كَسَبُوا شَيْئًا وَلَا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Di hadapan mereka ada Jahanam. Tidak akan mencukupkan mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan dan tidak pula apa yang mereka jadikan sebagai pelindung selain Allah. Bagi mereka azab yang agung.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُmin waraa'ihim jahannamudi hadapan mereka ada Jahanam
- وَلَا يُغْنِي عَنْهُمْ مَا كَسَبُوا شَيْئًاwa-laa yughnii 'anhum maa kasabuu syay'antidak akan mencukupkan mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan
- وَلَا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَwa-laa maa ttakhadzuu min duuni llaahi awliyaa'adan tidak pula apa yang mereka jadikan sebagai pelindung selain Allah
- وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌwa-lahum 'adzaabun 'azhiimunbagi mereka azab yang agung
Terjemahan per kata (19 kata)
- مِنْmindari
- وَرَائِهِمْwaraa'ihimbelakang mereka
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يُغْنِيyughniimencukupkan
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- مَاmaaapa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- مَاmaaapa yang
- اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- عَظِيمٌ'azhiimunyang agung
Inti bacaan
Susunan yughnii 'anhum muncul tiga kali di Al-Qur'an (12:68, 45:10, 52:46), masing-masing dengan subjek sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ, min waraa'ihim jahannamu) yang berarti "di hadapan mereka ada Jahanam". Kata (وَرَائِهِمْ, waraa'ihim) berakar و-ر-ي dan muncul di 23:100, 45:10, dan 85:20. Bentuk (وَرَائِهِ, waraa'ihi) dengan kata ganti tunggal ada di 14:16, dalam (مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ, min waraa'ihi jahannamu) yang berarti "di hadapannya ada Jahanam", dan di 14:17. Di 23:100 dan 85:20 kata yang sama diterjemahkan dengan "belakang", jadi pilihan "hadapan" di 45:10 mengikuti 14:16 yang memuat susunan sejajar.
Kata (يُغْنِي, yughnii) yang berarti "mencukupkan" berakar غ-ن-ي dalam bentuk keempat. Susunan (يُغْنِي عَنْهُمْ, yughnii 'anhum) muncul tiga kali, yaitu 12:68, 45:10, dan 52:46, dan di ketiganya diterjemahkan "mencukupkan", dengan subjek yang berbeda: di 52:46 subjeknya (كَيْدُهُمْ, kaiduhum) yang berarti "siasat mereka", dan di 45:10 subjeknya apa yang mereka kerjakan. Bentuk lampaunya, (مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ, maa aghnaa 'anhum), muncul lima kali, yaitu 15:84, 26:207, 39:50, 40:82, dan 46:26. Tiga di antaranya, 15:84, 39:50, dan 40:82, disusul (مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "apa yang dahulu mereka usahakan". Ayat 45:10 menaruh gagasan yang sama dalam bentuk sekarang untuk kata kerja mencukupkan, dengan kata kerja kasab dalam bentuk lampau.
Kata (كَسَبُوا, kasabuu) yang berarti "mereka kerjakan" berakar ك-س-ب. Susunan (مَا كَسَبُوا, maa kasabuu), dengan atau tanpa awalan bi- dan tidak menghitung bentuk menyatu mimmaa, muncul di sembilan ayat pada delapan surah, yaitu 3:155, 4:88, 6:70, 18:58, 35:45, 39:48, 39:51, 42:34, dan 45:10. Terjemahan "mereka kerjakan" di 45:10 sama dengan 39:48 dan 39:51. Kata (شَيْئًا, syay'an) sesudah kata kerja yang diingkari diterjemahkan "sedikit pun", seperti di 45:19 dalam (لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا, lan yughnuu 'anka mina llaahi syay'an) yang berarti "sekali-kali tidak akan mencukupkanmu sedikit pun dari Allah", berbeda dari "sesuatu" di 45:9 yang kalimatnya tidak mengingkari.
Bagian kedua dibuka (وَلَا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ, wa-laa maa ttakhadzuu min duuni llaahi awliyaa'a) yang berarti "dan tidak pula apa yang mereka jadikan sebagai pelindung selain Allah". Terjemahan memasukkan "pula" untuk mewakili (وَلَا, wa-laa) yang mengulang penyangkalan, karena tanpa kata itu kalimatnya terbaca terputus. Kata kerja (اتَّخَذُوا, ttakhadzuu) berakar أ-خ-ذ dan sama dengan (اتَّخَذَهَا, ittakhadzahaa) di 45:9, jadi dua ayat berurutan memakai kata kerja yang sama dengan dua objek yang berbeda: tanda-tanda yang dijadikan olok-olok, lalu pelindung yang dijadikan sandaran. Susunan (مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ, min duuni llaahi awliyaa'a) muncul dua kali, yaitu 29:41 dan 45:10. Kata (أَوْلِيَاءَ, awliyaa'a) berakar و-ل-ي dan diterjemahkan "pelindung". Di 45:19 bentuk (أَوْلِيَاءُ, awliyaa'u) dipakai untuk sebagian orang zalim terhadap sebagian yang lain, dan (وَلِيُّ, waliyyu) untuk Allah dalam (وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ, wa-llaahu waliyyu l-muttaqiina), keduanya diterjemahkan "pelindung".
Ayat ditutup dengan (وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ, wa-lahum 'adzaabun 'azhiimun) yang berarti "bagi mereka azab yang agung". Susunan ini muncul lima kali, yaitu 2:7, 3:176, 16:106, 24:23, dan 45:10. Kata (عَظِيمٌ, 'azhiimun) berakar ع-ظ-م dan menjadi sifat ketiga untuk azab dalam tiga ayat berurutan, sesudah (أَلِيمٍ, aliimin) di 45:8 dan (مُهِينٌ, muhiinun) di 45:9.
Tafsiran
Ayat ini menutup gambaran pelaku di 45:7 sampai 45:9 dengan kesudahannya. Ayat 45:7 menamai pelaku, 45:8 menunjukkan sikapnya terhadap tanda-tanda yang dibacakan, 45:9 menunjukkan perlakuannya terhadap tanda-tanda itu, dan 45:10 menyebut apa yang menanti serta apa yang tidak lagi dapat diandalkan. Jahanam disebut lebih dulu, lalu dua hal yang mungkin diandalkan, yaitu apa yang dikerjakan dan apa yang dijadikan pelindung. Dengan urutan itu andalan ditimbang sesudah tujuan akhir dinyatakan.
Apa yang dikerjakan berasal dari pelaku sendiri, sedangkan pelindung dipilih pelaku dari luar dirinya, yaitu pelindung selain Allah. Ayat menyangkal keduanya dengan kata kerja yang sama dan susunan yang sejajar. Dapat dibaca bahwa apa yang dikerjakan itu tidak dinyatakan kosong; kecukupannya yang disangkal, sebab kata kerja yang dipakai berbicara tentang mencukupkan.
Ayat 45:9 dan 45:10 memakai kata kerja yang sama, ittakhadza. Di 45:9 tanda-tanda dijadikan olok-olok. Di 45:10 pelindung selain Allah dijadikan sandaran. Dapat dibaca bahwa 45:10 menaruh hal yang diperlakukan dengan sungguh-sungguh di samping hal yang diperlakukan dengan ringan di ayat sebelumnya. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab teks tidak mengaitkan kedua objek itu secara eksplisit.
Ayat 45:19 dalam surah yang sama mengembalikan pembicaraan ke pelindung. Di sana kata kerja mencukupkan dipakai untuk menyangkal bahwa orang-orang tertentu dapat mencukupkan engkau sedikit pun dari Allah, lalu dinyatakan bahwa orang zalim saling menjadi pelindung sedangkan Allah adalah pelindung orang bertakwa. Ayat 45:10 menyatakan sisi negatif bagi orang yang mengambil pelindung selain Allah, dan 45:19 menyatakan sisi positif bagi orang yang bertakwa.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:10 menutup dua andalan dalam satu napas: apa yang telah dikerjakan, dan apa yang dijadikan pelindung selain Allah. Andalan pertama berasal dari dalam diri dan andalan kedua dipilih dari luar diri, tetapi keduanya disangkal dengan susunan yang sejajar. Pembaca dapat memeriksa dua tempat bersandarnya sendiri, hasil kerja dan orang atau benda yang diharapkan melindungi, lalu menaruh keduanya di samping Jahanam yang disebut lebih dulu di ayat ini. Dari dua sandaran itu, mana yang paling sering disebut pembaca ketika membicarakan rasa aman?
- Ayat memakai kata mencukupkan, dan kata kosong atau hilang tidak muncul. Apa yang telah dikerjakan tetap ada sebagai kenyataan, dan ayat membicarakan kecukupannya. Tiga ayat lain, 15:84, 39:50, dan 40:82, memakai kalimat serupa untuk orang-orang sebelumnya, dengan apa yang dahulu mereka usahakan sebagai hal yang tidak mencukupkan. Pembaca yang menghitung amalnya dapat melihat bahwa ayat menanyakan kecukupan, dan jumlah belum menjawabnya. Bila kecukupan menjadi ukuran, apa yang selama ini dipakai pembaca untuk menilai pekerjaannya sendiri?
- Pelindung di ayat ini dijadikan oleh mereka sendiri, sesuai kata kerja yang dipakai ayat, yaitu mereka jadikan. Pilihan itu jatuh pada yang selain Allah. Di 45:19 surah yang sama, orang zalim disebut saling menjadi pelindung sedangkan Allah disebut pelindung orang bertakwa. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata pelindung muncul di kedua sisi, sehingga kata itu sendiri belum menentukan apa pun, dan alamatnya yang menentukan. Ketika rasa takut datang, kepada siapa pembaca menyerahkan perlindungan lebih dulu, dan seberapa sering pilihan itu dibuat tanpa disadari?
- Ayat 45:9 dan 45:10 memakai kata kerja menjadikan. Di 45:9 tanda-tanda Allah dijadikan olok-olok, dan di 45:10 pelindung selain Allah dijadikan sandaran. Tindakan memilih terjadi di keduanya dan kata kerjanya sama, sedangkan yang berbeda adalah apa yang dipilih. Pembaca dapat melihat bahwa ringan atau beratnya sesuatu di matanya merupakan hasil sebuah pilihan, dan ayat memperlihatkan dua hasil pilihan itu berdampingan. Apa yang sedang dijadikan ringan oleh pembaca hari ini, apa yang sedang dijadikan berat, dan siapa yang menentukan urutan itu?
- Jahanam disebut lebih dulu, baru kemudian ayat menimbang usaha dan pelindung. Urutan itu menaruh tujuan akhir di depan dan menimbang andalan sesudah tujuan itu terlihat. Pembaca yang menilai amal dan sandarannya lebih dulu, lalu melihat tujuan akhir belakangan, mendapat urutan terbalik dari ayat ini. Bila penimbangan dimulai dari tujuan akhir yang disebut ayat, hal apa dari kebiasaan menilai diri yang bergeser, dan hal apa yang tetap berdiri di tempatnya?
- Di 45:10 kata kerja mencukupkan menyangkal kecukupan bagi mereka yang digambarkan, dan di 45:19 kata kerja itu menyangkalnya bagi penerima bacaan di 45:6: mereka sekali-kali tidak akan mencukupkanmu sedikit pun dari Allah. Pembaca yang membaca keduanya berurutan melihat penyangkalan itu berlaku juga pada orang yang diajak bicara, dan tidak terbatas pada orang yang digambarkan dari kejauhan. Dalam hal apa saja pembaca masih berharap orang lain mencukupkannya, dan apa yang tersisa dari harapan itu bila ayat 45:19 dibacakan kepadanya?