اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Allahlah yang telah menundukkan laut untuk kalian agar kapal-kapal dapat berlayar di dalamnya dengan perintah-Nya, agar kalian dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kalian bersyukur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَallaahu lladzii sakhkhara lakumu l-bahraAllahlah yang telah menundukkan laut untuk kalian
- لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِli-tajriya l-fulku fiihi bi-amrihiagar kapal-kapal dapat berlayar di dalamnya dengan perintah-Nya
- وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَwa-li-tabtaghuu min fadhlihi wa-la'allakum tasykuruunaagar kalian dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kalian bersyukur
Terjemahan per kata (14 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- الَّذِيlladziiyang
- سَخَّرَsakhkharamenundukkan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- الْبَحْرَl-bahralaut
- لِتَجْرِيَli-tajriyaagar berlayar
- الْفُلْكُl-fulkukapal
- فِيهِfiihidi dalamnya
- بِأَمْرِهِbi-amrihidengan keputusan-Nya
- وَلِتَبْتَغُواwa-li-tabtaghuudan agar kalian mencari
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- وَلَعَلَّكُمْwa-la'allakumdan agar kalian
- تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur
Inti bacaan
Rangkaian (لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ, li-tajriya l-fulku) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:46 dan 45:12.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ, allaahu lladzii sakhkhara lakumu l-bahra) yang berarti "Allahlah yang telah menundukkan laut untuk kalian". Kata kerja (سَخَّرَ, sakhkhara) berakar س-خ-ر dan diterjemahkan "menundukkan". Bersama (لَكُمْ, lakum) yang berarti "untuk kalian", kata kerja itu muncul tujuh kali di seluruh Al-Qur'an, tersebar di lima surah, yaitu 14:32, 14:33, 16:12, 22:65, 31:20, 45:12, dan 45:13. Tujuh ayat itu menyebut hal yang ditundukkan secara berbeda-beda: kapal dan sungai di 14:32, matahari, bulan, malam, dan siang di 14:33 dan 16:12, apa yang ada di bumi dan kapal di 22:65, serta apa yang ada di langit dan di bumi di 31:20 dan 45:13. Laut yang menempati tempat itu, tepat sesudah lakum, hanya ada di 45:12. Di 16:14 laut juga ditundukkan, tetapi tanpa lakum, dalam (وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ, wa-huwa lladzii sakhkhara l-bahra) yang berarti "dan Dialah yang menundukkan lautan", dengan tujuan agar kalian memakan daging yang segar darinya.
Tujuan pertama di ayat ini adalah (لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ, li-tajriya l-fulku fiihi bi-amrihi) yang berarti "agar kapal-kapal dapat berlayar di dalamnya dengan perintah-Nya". Kata (الْفُلْكُ, l-fulku) yang berarti "kapal" berakar ف-ل-ك. Rangkaian (لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ, li-tajriya l-fulku) muncul dua kali, yaitu di 30:46 dan 45:12. Di 30:46 bunyinya (وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ, wa-li-tajriya l-fulku bi-amrihi) yang berarti "agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya", dan sebelumnya di sana disebut angin, bukan laut. Kata (بِأَمْرِهِ, bi-amrihi) yang berarti "dengan perintah-Nya" berakar أ-م-ر, dan kapal yang berlayar dengan perintah-Nya disebut di empat ayat, yaitu 14:32, 22:65, 30:46, dan 45:12. Keempat ayat itu tidak menyebut bunyi perintahnya. Huruf (فِي, fii) yang berarti "di" dan akhiran (هِ, -hi) yang berarti "-nya" menyusun (فِيهِ, fiihi) yang berarti "di dalamnya", menunjuk laut. Terjemahan memakai "di dalamnya" karena fii adalah "di" atau "dalam", bukan "di atas", dan memakai padanan yang sama dengan 35:12, (وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ, wa-tara l-fulka fiihi mawaakhira) yang berarti "dan engkau melihat kapal-kapal membelah di dalamnya".
Tujuan kedua adalah (وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ, wa-li-tabtaghuu min fadhlihi) yang berarti "dan agar kalian mencari sebagian karunia-Nya". Kata kerja (تَبْتَغُوا, tabtaghuu) berakar ب-غ-ي dan di sini berarti "mencari". Kata (فَضْلِهِ, fadhlihi) berakar ف-ض-ل dan berarti "karunia-Nya". Huruf (مِنْ, min) membuat yang dicari menjadi bagian dari karunia itu, sehingga terjemahan memakai "sebagian". Rangkaian wa-li-tabtaghuu min fadhlihi muncul empat kali, yaitu di 16:14, 28:73, 30:46, dan 45:12. Tanpa wa-, bunyi (لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ, li-tabtaghuu min fadhlihi) ada di enam ayat, yaitu 16:14, 17:66, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12. Hal yang mendahuluinya berbeda-beda: laut dan kapal di 16:14, 17:66, 35:12, dan 45:12, angin dan kapal di 30:46, serta malam dan siang di 28:73. Ayat 45:12 tidak menyebut bentuk karunia yang dicari. Ayat 16:14 menyebutkan lebih dulu (لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا, li-ta'kuluu minhu lahman thariyyan) yang berarti "agar kalian memakan daging yang segar darinya", sedangkan 45:12 tidak memuat daftar semacam itu.
Tujuan ketiga memakai huruf yang berbeda. Dua tujuan sebelumnya dibuka dengan (لِ, li-), sedangkan yang ketiga dibuka dengan (لَعَلَّكُمْ, la'allakum). Terjemahan menyatukan keduanya dalam kata "agar", sehingga perbedaan huruf itu tidak tampak dalam kalimat Indonesia. Kata kerja (تَشْكُرُونَ, tasykuruuna) berakar ش-ك-ر dan diterjemahkan "bersyukur". Ayat ini tidak menyebut kepada siapa kalian bersyukur. Rangkaian (وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, wa-la'allakum tasykuruuna) muncul enam kali, yaitu di 2:185, 16:14, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12. Dalam lima ayat di antaranya, yaitu 16:14, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12, rangkaian itu langsung menyusul tujuan mencari karunia.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari ancaman di 45:11 ke sesuatu yang diberikan. Kalimatnya tersusun dari satu pelaku, yaitu Allah, dan tiga tujuan yang berurutan: kapal berlayar, kalian mencari karunia, dan kalian bersyukur. Pelaku kata kerja berganti di tiap tujuan. Allah menundukkan, kapal berlayar, dan kalian mencari serta bersyukur. Penundukan dan pelayaran ditempatkan di bawah nama-Nya dan perintah-Nya, sedangkan dua kegiatan terakhir ditaruh pada pembaca.
Ayat 16:14 dan 45:12 sama-sama memuat laut yang ditundukkan, kapal, karunia, dan syukur, tetapi 16:14 menambahkan daging yang segar dan perhiasan. Ayat 45:12 membuang daftar itu dan menyisakan kapal, karunia, dan syukur. Kalimat tujuan yang sama persis dengan dua ujung 45:12 juga dipakai di 30:46 untuk angin dan kapal, dan di 28:73 untuk malam dan siang. Rumus mencari karunia lalu bersyukur dipasang pada beberapa hal yang berbeda, yaitu laut di 45:12, angin dan kapal di 30:46, serta malam dan siang di 28:73, sehingga pembaca yang tidak pernah naik kapal tetap berada di dalam jangkauan rumus itu lewat malam dan siang.
Ayat 45:12 dan 45:13 berpasangan oleh kata kerja yang sama, sakhkhara lakum. Ayat 45:12 menyebut hal yang spesifik, yaitu laut, dan menutupnya dengan syukur. Ayat 45:13 melebar ke semua yang ada di langit dan di bumi, dan menutupnya dengan tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Dua penutup itu berbeda: yang pertama menyebut sikap hati, yaitu bersyukur, dan yang kedua menyebut kerja akal, yaitu berpikir. Di surah ini penerima tanda-tanda juga berganti dari ayat ke ayat, yaitu orang-orang mukmin di 45:3, kaum yang yakin di 45:4, kaum yang mengerti di 45:5, dan kaum yang berpikir di 45:13.
Renungan dan Hikmah
- Bahasa sehari-hari mudah berkata bahwa manusia menaklukkan laut, dengan manusia sebagai pelaku. Ayat 45:12 memakai kata kerja yang lain: Allah yang menundukkan laut, dan laut itu ditundukkan untuk kalian. Perbedaan pelaku ini mengubah kedudukan siapa pun yang memakai laut. Mereka disebut sebagai penerima laut yang sudah ditundukkan, dan tidak disebut sebagai penakluk. Di 16:14 laut ditundukkan tanpa kata untuk kalian, tetapi pelakunya tetap Dia. Pembaca dapat memperhatikan kata kerja apa yang dipakainya ketika menceritakan perjalanan yang berhasil: menaklukkan, melewati, atau menerima jalan yang sudah dibukakan? Apakah pelaku dalam ceritanya berubah ketika perjalanan itu berjalan lancar dibandingkan ketika gagal?
- Kapal dalam 45:12 digambarkan berlayar dengan perintah-Nya, dan frasa itu dipakai untuk kapal di empat ayat. Kapal dirancang, dibangun, dan dikemudikan oleh manusia. Ayat ini menaruh pelayaran itu di bawah perintah Allah tanpa menyebut bunyi perintahnya, dan tanpa menafikan kerja manusia yang membuat kapal. Hal yang berubah bagi pembaca ialah letak ucapan terima kasih sesudah suatu urusan berjalan: ke arah keahlian sendiri, ke arah alat, atau ke arah perintah yang ayat ini sebut. Pada perjalanan terakhir yang berhasil dilakukannya, bagian mana yang dicatat sebagai hasil kerjanya sendiri, dan bagian mana yang sejajar dengan kapal yang berlayar dengan perintah-Nya?
- Dalam kalimat 45:12 pelaku kata kerja berganti tiga kali. Allah menundukkan, kapal berlayar, lalu kalian mencari karunia dan bersyukur. Pembaca hanya muncul sebagai pelaku pada dua kegiatan terakhir. Penundukan laut dan pelayaran kapal tidak ditulis sebagai pekerjaan kalian. Pembaca dapat memakai pembagian ini untuk memeriksa bebannya. Pembaca bisa mendaftar apa saja yang sedang dipikulnya seolah-olah dirinya pula yang menundukkan lautnya, misalnya hasil yang tidak dapat diaturnya, lalu memisahkan daftar itu dari kegiatan mencari dan bersyukur. Daftar mana yang lebih panjang pada hari ini, daftar yang dipikul seolah-olah sendirian atau daftar mencari dan bersyukur?
- Ayat 45:12 menyuruh kalian mencari sebagian karunia-Nya tetapi tidak menyebut bentuk karunia itu. Di 16:14 bentuknya disebutkan lebih dulu, yaitu daging segar dan perhiasan, sedangkan di 45:12 tidak ada daftar. Ketiadaan daftar membiarkan kata karunia tanpa batasan bentuk yang disebut ayat. Pembaca yang hanya mengenal satu bentuk karunia, misalnya penghasilan, dapat melihat bahwa ayat ini tidak mempersempitnya menjadi satu bentuk. Sebelum menyebut sesuatu sebagai karunia-Nya, bentuk apa saja yang sudah ia kenali? Adakah karunia yang lewat di depannya setiap hari tanpa sempat dicatat karena bentuknya tidak seperti yang dibayangkannya?
- Syukur di 45:12 datang paling belakang, dan dibuka dengan huruf yang berbeda dari dua tujuan sebelumnya, yaitu la'allakum. Ayat tidak menjadikannya syarat yang harus dipenuhi sebelum laut ditundukkan, dan tidak memerintahkannya dengan kata kerja perintah. Ia ditaruh sebagai sesuatu yang diharapkan tumbuh sesudah kapal berlayar dan karunia dicari. Ayat juga tidak menyebut kepada siapa kalian bersyukur, sehingga sasarannya hanya dapat dibaca dari kalimat pembukanya yang menyebut Allah. Pembaca yang sedang menunggu perasaan syukur muncul lebih dulu sebelum bertindak dapat melihat urutan ini. Apakah rasa syukurnya hadir sebelum karunia dicari, selama dicari, atau baru sesudah semuanya lewat?
- Rumus mencari karunia lalu bersyukur di 45:12 muncul juga di 28:73, tetapi di sana yang disebut adalah malam dan siang, bukan laut. Ayat 28:73 menaruh dua tujuan berdampingan, beristirahat dan mencari sebagian karunia-Nya, lalu menutup dengan syukur. Pembaca yang belum pernah berlayar mungkin merasa laut di 45:12 jauh dari pengalamannya. Rumus yang sama pada malam dan siang mendekatkannya, karena keduanya dilewati setiap hari. Pembaca dapat menaruh hari kemarinnya di samping rumus itu dan bertanya pada bagian hari mana karunia-Nya dicari dan pada bagian mana syukur muncul. Pada hari yang biasa-biasa saja, apakah ada bagian yang lolos dari kedua kegiatan itu?