وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dia telah menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُwa-sakhkhara lakum maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi jamii'an minhuDia telah menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya dari-Nya
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yatafakkaruunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَسَخَّرَwa-sakhkharadan Dia menundukkan
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَمَاwa-maadan apa yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
- مِنْهُminhudarinya
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiidi
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يَتَفَكَّرُونَyatafakkaruunamereka merenungkan
Inti bacaan
Rangkaian (لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ, la-aayaatin li-qawmin yatafakkaruuna) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:3, 30:21, 39:42, dan 45:13.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَسَخَّرَ لَكُمْ, wa-sakhkhara lakum) yang berarti "dan Dia telah menundukkan untuk kalian". Huruf (وَ, wa-) yang berarti "dan" menyambung ayat ini ke 45:12, dan kata kerja sakhkhara tidak diberi pelaku baru. Pelaku yang terakhir disebut namanya di 45:12 adalah Allah, sehingga terjemahan memakai "Dia". Akhiran (كُمْ, -kum) pada lakum berbentuk jamak, dan terjemahan memakai "kalian". Kata kerja sakhkhara bersama lakum dan disusul (مَا فِي, maa fii) yang berarti "apa yang ada di" muncul tiga kali, yaitu di 22:65, 31:20, dan 45:13. Di 22:65 daftar itu berhenti pada apa yang ada di bumi, sedangkan di 31:20 dan 45:13 daftarnya memuat apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Di 31:20 dan 45:13, langit dan bumi ditulis dengan (مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi) yang berarti "apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi", dengan maa diulang untuk masing-masing. Terjemahan menjaga pengulangan itu dalam "apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi". Sesudahnya ada (جَمِيعًا, jamii'an) yang berarti "semuanya", berakar ج-م-ع. Rangkaian (مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا, maa fii l-ardhi jamii'an) muncul enam kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:29, 5:36, 8:63, 13:18, 39:47, dan 45:13. Di 2:29 bunyinya (خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا, khalaqa lakum maa fii l-ardhi jamii'an) yang berarti "menciptakan untuk kalian segala yang ada di bumi, seluruhnya". Di 5:36, 13:18, dan 39:47, jumlah yang sama muncul dalam pengandaian: pihak yang kufur, pihak yang tidak memenuhi seruan Tuhan mereka, dan pihak yang zalim memilikinya, ditambah sebanyak itu lagi, lalu menebus diri dengannya. Di 8:63 jumlah itu disebut sebagai sesuatu yang diinfakkan tanpa bisa mempersatukan hati. Pada empat ayat itu semuanya berupa pengandaian atau sesuatu yang dihabiskan, sedangkan di 2:29 dan 45:13 semuanya diberikan untuk kalian.
Kata terakhir kalimat pertama adalah (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya", tersusun dari (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan (هُ, -hu) yang berarti "-nya". Di 2:29 jamii'an berdiri tanpa minhu, sedangkan 45:13 menambahkannya, sehingga sumber dari semua itu disebut di akhir kalimat. Akhiran -hu dapat dibaca menunjuk pelaku kata kerja, yaitu Allah yang disebut di 45:12. Terjemahan memakai "dari-Nya" dan tidak menambahkan "sebagai rahmat" atau "pula", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kalimat kedua adalah (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ, inna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yatafakkaruuna) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk sesuatu yang sudah disebut, dan ayat tidak mengatakan apakah itu penundukannya, isi langit dan bumi, atau keduanya. Huruf (لَ, la-) pada la-aayaatin menegaskan, dan (آيَاتٍ, aayaatin) yang berarti "tanda-tanda" berbentuk jamak tak tentu. Kata kerja (يَتَفَكَّرُونَ, yatafakkaruuna) berakar ف-ك-ر dan berbentuk yang menandai perbuatan yang sedang berlangsung, sehingga terjemahan memakai "berpikir" dan tidak memakai "akan berpikir" atau "telah berpikir". Rangkaian (لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ, la-aayaatin li-qawmin yatafakkaruuna) muncul empat kali, yaitu di 13:3, 30:21, 39:42, dan 45:13. Di empat ayat itu hal yang disebut sebelum dzaalika berbeda-beda: bumi yang dihamparkan di 13:3, pasangan-pasangan yang diciptakan di 30:21, jiwa yang diwafatkan dan yang dilepaskan saat tidur di 39:42, dan penundukan isi langit dan bumi di 45:13.
Tafsiran
Ayat ini melebarkan kalimat penundukan dari laut di 45:12 ke seluruh isi langit dan bumi. Ayat 45:12 menyebut laut beserta tiga tujuannya, sedangkan 45:13 menyebut semuanya tanpa tujuan, dan menutup dengan tanda-tanda. Dua ayat itu berpasangan oleh kata kerja yang sama, tetapi penutupnya berbeda: 45:12 berakhir dengan sikap kalian, yaitu bersyukur, dan 45:13 berakhir dengan kaum yang berpikir.
Kalimat yang sama, sakhkhara lakum maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi, muncul di 31:20, tetapi kelanjutannya berlainan. Ayat 31:20 menyambungnya dengan nikmat yang disempurnakan, yang tampak dan yang tersembunyi, lalu menyebut orang yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi. Ayat 45:13 menyambungnya dengan tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Satu pernyataan yang sama karena itu diikuti dua kemungkinan tanggapan, dan kedua ayat itu tidak menyatakan bahwa kemungkinan itu berasal dari orang yang sama.
Di dalam surah ini, tanda-tanda sudah disebut sejak awal dengan penerima yang berganti. Ayat 45:3 memuat (إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ, inna fii s-samaawaati wa-l-ardhi la-aayaatin li-l-mu'miniina) yang berarti "sesungguhnya di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang mukmin", yaitu tanda yang berada di langit dan bumi. Ayat 45:13 memakai kalimat yang hampir sama, tetapi letak tandanya bergeser dari langit dan bumi ke dzaalika, yaitu hal yang disebut sebelumnya. Bila dzaalika dibaca mencakup penundukan, letak tanda itu meliputi benda-benda dan juga kenyataan bahwa benda-benda itu ditundukkan. Penerimanya pun berganti dari orang-orang mukmin di 45:3, kaum yang yakin di 45:4, dan kaum yang mengerti di 45:5, menjadi kaum yang berpikir di 45:13.
Sesudah dua ayat yang berisi pemberian, 45:14 beralih ke perbuatan yang diminta dari orang-orang yang beriman, yaitu memaafkan.
Renungan dan Hikmah
- Frasa "semuanya dari-Nya" di 45:13 menaruh sumber di ujung kalimat, sesudah daftar panjang berupa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jumlah yang sama, semua yang ada di bumi, muncul di 5:36, 13:18, dan 39:47 sebagai sesuatu yang dibayangkan dimiliki pihak yang kufur, tidak memenuhi seruan, atau zalim, yang diserahkan demi menebus diri, dan di 8:63 sebagai sesuatu yang dihabiskan tanpa mampu mempersatukan hati. Dalam ayat-ayat itu semuanya gagal membeli apa yang dicari pemiliknya. Di 45:13 jumlah yang sama diberikan untuk kalian tanpa tebusan. Pembaca dapat bertanya pada saat merasa kekurangan, apakah yang dihitungnya itu isi tangannya atau isi yang ditundukkan Allah untuknya? Dan jika yang kedua, apa yang masih dapat dihitungnya sebagai kekurangan?
- Ayat 45:13 menulis maa fii s-samaawaati dan maa fii l-ardhi dengan maa masing-masing, sehingga langit dan bumi sama-sama menjadi sumber yang ditundukkan, sedangkan 22:65 menyebut bumi saja. Daftar nikmat yang disusun dari pengalaman sehari-hari bisa dimulai dari tanah, hasil panen, dan barang yang dapat dipegang. Ayat ini menaruh apa yang ada di langit pada daftar yang sama, tanpa merinci isinya. Ketiadaan rincian itu membuat daftar yang dihitung pembaca bisa terlalu pendek, karena bagian dari langit mungkin belum pernah dimasukkan pembaca. Sebelum menutup daftar nikmat yang diterima dari Tuhan, apa saja yang tercatat berasal dari bumi, dan apa saja dari langit?
- Di 45:3 tanda-tanda berada di langit dan bumi, sedangkan di 45:13 tanda-tanda berada pada dzaalika, hal yang baru disebut. Bila hal itu dibaca sebagai penundukan, ia mencakup benda-benda yang ditundukkan beserta kenyataan bahwa benda-benda itu ditundukkan. Dengan itu pembaca dapat melihat bahwa memakai sesuatu pun termasuk dalam kenyataan yang ditandai ayat ini, di samping memandangnya. Orang yang menikmati hasil panen, cahaya siang, atau jalan yang terbuka lewat laut sedang berada di dalam kenyataan yang oleh ayat ini disebut tanda. Pembaca yang biasa menyebut manfaat sebagai manfaat saja dapat menimbang apa yang berubah ketika kata yang dipakai adalah tanda dari Dia yang menundukkannya. Kapan terakhir kali pembaca memakai sesuatu sambil memandang ke mana asalnya?
- Pernyataan bahwa Allah menundukkan isi langit dan bumi bagi kalian diikuti dua kelanjutan yang berbeda, di 31:20 dan 45:13. Di 31:20 pernyataan itu disusul orang yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi, dan di 45:13 pernyataan itu disusul tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Dua ayat itu tidak mengatakan bahwa keduanya orang yang sama, tetapi keduanya menaruh dua kemungkinan tanggapan di samping pernyataan yang identik. Pembaca yang menerima manfaat yang sama dengan semua orang dapat memeriksa tanggapan yang paling sering diberikannya: membantah dalam hati, membiarkan saja, atau menimbang. Apa yang terjadi pada kata "membantah" ketika manfaat itu diterima setiap hari tanpa diminta?
- Kata yatafakkaruuna di 45:13 berbentuk perbuatan yang sedang berlangsung, bukan perbuatan yang sekali selesai. Bentuk itu dapat dibaca sebagai penunjuk bahwa tanda-tanda itu disebut untuk kaum yang masih bergerak berpikir, dan ayat tidak menyebut kaum yang sudah selesai menetapkan jawabannya. Penerima di ayat-ayat sekitarnya juga berganti: orang-orang mukmin di 45:3, kaum yang yakin di 45:4, kaum yang mengerti di 45:5. Pergantian itu memberi pembaca daftar sikap yang tanda-tandanya ditujukan kepada mereka, dan berpikir adalah satu di antaranya. Pembaca dapat bertanya seberapa sering pikirannya masih bergerak terhadap hal yang sudah dianggapnya biasa, dan apa yang membuat sebuah hal berhenti dipikirkan? Hal-hal apa yang sudah lama tidak dipikirkannya karena terlalu sering dilihat?
- Ayat 45:13 memakai kata kerja menundukkan dan kata untuk kalian, bukan kata yang berarti memiliki. Ayat ini menyebut isi langit dan bumi ditundukkan agar dapat dipakai, tanpa menyatakan bahwa isi itu berpindah menjadi milik. Perbedaan itu menentukan cara pembaca memperlakukan apa yang dipakainya: sebagai milik yang boleh dihabiskannya, atau sebagai sesuatu yang ditundukkan Allah untuknya dengan sumber yang tetap disebut di akhir kalimat. Ayat ini tidak merinci batas pemakaiannya. Pembaca dapat bertanya pada dirinya apakah pembaca memakai sumber daya sehari-hari sebagai pemilik atau sebagai penerima, dan apakah sebutan itu mengubah apa yang ia lakukan dengan sisanya?