قُلْ لِلَّذِينَ آمَنُوا يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak mengharapkan hari-hari Allah, agar Dia membalas suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ لِلَّذِينَ آمَنُواqul li-lladziina aamanuukatakanlah kepada orang-orang yang beriman
- يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِyaghfiruu li-lladziina laa yarjuuna ayyaama llaahihendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak mengharapkan hari-hari Allah
- لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَli-yajziya qawman bi-maa kaanuu yaksibuunaagar Dia membalas suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan
Terjemahan per kata (14 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- يَغْفِرُواyaghfiruumereka mengampuni
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- لَاlaatidak
- يَرْجُونَyarjuunamereka mengharapkan
- أَيَّامَayyaamahari-hari
- اللَّهِllaahiAllah
- لِيَجْزِيَli-yajziyaagar Dia membalas
- قَوْمًاqawmankaum
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَكْسِبُونَyaksibuunamereka usahakan
Inti bacaan
Kata ayyaam yang disandarkan pada nama Allah, (أَيَّامَ اللَّهِ, ayyaama llaahi) dan (بِأَيَّامِ اللَّهِ, bi-ayyaami llaahi), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:5 dan 45:14.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ لِلَّذِينَ آمَنُوا, qul li-lladziina aamanuu) yang berarti "katakanlah kepada orang-orang yang beriman". Kata (قُلْ, qul) berakar ق-و-ل dan berbentuk perintah. Sesudah susunan seperti ini, kata kerja berikutnya berdiri tanpa kata pengantar. Di 24:30, (قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا, qul li-l-mu'miniina yaghudhdhuu) diterjemahkan "katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga", dan di 14:31, (قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا, qul li-'ibaadiya lladziina aamanuu yuqiimuu) diterjemahkan "katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka menegakkan". Terjemahan 45:14 memakai "hendaklah mereka" dengan alasan yang sama. Susunan qul li-lladziina aamanuu muncul satu kali, di 45:14.
Kata kerja (يَغْفِرُوا, yaghfiruu) berakar غ-ف-ر, yaitu akar "menutupi" yang dipakai juga untuk "mengampuni". Bentuk persis yaghfiruu ada di 45:14 saja. Pelaku manusia untuk akar ini dijumpai di 42:37, (هُمْ يَغْفِرُونَ, hum yaghfiruuna) yang berarti "mereka memberi maaf", di 42:43, (صَبَرَ وَغَفَرَ, shabara wa-ghafara) yang berarti "bersabar dan memaafkan", dan di 64:14, (وَتَغْفِرُوا, wa-taghfiruu) yang berarti "dan mengampuni". Di 64:14 tiga kata kerja berderet, (تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا, ta'fuu wa-tashfahuu wa-taghfiruu), dan terjemahan memberi tiga padanan untuk tiga kata Arab itu, yaitu "memaafkan", "menyantuni", dan "mengampuni". Bila pelakunya Allah, terjemahan memakai "mengampuni", seperti di 24:22, (أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ, an yaghfira llaahu lakum) yang berarti "bahwa Allah mengampuni kalian". Di 45:14 pelaku dan penerimanya sama-sama manusia, sehingga terjemahan memakai "memaafkan". Kalimat Indonesia yang sama, "hendaklah mereka memaafkan", dipakai juga di 24:22 untuk (وَلْيَعْفُوا, wa-l-ya'fuu) dari akar ع-ف-و, jadi bunyi Indonesianya tidak membedakan dua akar itu, sedangkan teks Arabnya membedakan.
Kelompok yang dimaafkan dikenali lewat (لِلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ, li-lladziina laa yarjuuna ayyaama llaahi) yang berarti "kepada orang-orang yang tidak mengharapkan hari-hari Allah". Kata kerja (يَرْجُونَ, yarjuuna) berakar ر-ج-و dan diterjemahkan "mengharapkan". Rangkaian (لَا يَرْجُونَ, laa yarjuuna) muncul sembilan kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:104, 10:7, 10:11, 10:15, 24:60, 25:21, 25:40, 45:14, dan 78:27. Objeknya berbeda-beda, di antaranya (لِقَاءَنَا, liqaa'anaa) yang berarti "pertemuan dengan Kami" di 10:7, 10:11, 10:15, dan 25:21, (نُشُورًا, nusyuuran) yang berarti "kebangkitan" di 25:40, dan (حِسَابًا, hisaaban) yang berarti "perhitungan" di 78:27. Di 24:60 objeknya pernikahan, dan di 4:104 objeknya apa yang diharapkan kalian dari Allah. Hanya di 45:14 objeknya (أَيَّامَ, ayyaama) yang berarti "hari-hari", jamak dari yaum, disandarkan kepada nama Allah. Sandaran ini, dalam bentuk (بِأَيَّامِ اللَّهِ, bi-ayyaami llaahi) yang berarti "tentang hari-hari Allah", ada juga di 14:5 sebagai hal yang diingatkan kepada kaum. Kedua ayat itu tidak merinci isi hari-hari tersebut, sehingga terjemahan tidak menambahkan kata "pembalasan".
Bagian terakhir adalah (لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, li-yajziya qawman bi-maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "agar Dia membalas suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan". Kata (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) berakar ج-ز-ي dan muncul sepuluh kali, yaitu di 9:121, 10:4, 14:51, 24:38, 28:25, 30:45, 33:24, 34:4, 45:14, dan 53:31. Di 10:4, 30:45, dan 34:4 objeknya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, di 53:31 dua golongan, yaitu yang berbuat jahat dan yang berbuat baik, sedangkan di 45:14 objeknya (قَوْمًا, qawman) yang berarti "suatu kaum", tak tentu dan tanpa sifat. Kata kerja li-yajziya berbentuk "Dia", dan pihak yang disebut namanya di ayat ini hanya Allah, pada kata sebelumnya. Rangkaian (بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, bi-maa kaanuu yaksibuuna) muncul delapan kali, yaitu di 6:129, 7:96, 9:82, 9:95, 10:8, 36:65, 41:17, dan 45:14. Akar ك-س-ب juga ada di 45:10, (مَا كَسَبُوا, maa kasabuu) yang berarti "apa yang telah mereka kerjakan", sebagai sesuatu yang tidak mencukupkan pelakunya. Di 45:14 hasil usaha yang sama menjadi dasar balasan.
Tafsiran
Ayat ini memuat satu perintah dengan dua pihak dan satu alasan. Pihak pertama adalah orang-orang yang beriman, yang diminta memaafkan. Pihak kedua adalah orang-orang yang tidak mengharapkan hari-hari Allah, yang dimaafkan. Alasannya ditaruh di akhir dan dibuka dengan huruf li-, yaitu agar Dia membalas suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan. Perintah memaafkan dan balasan oleh Allah karena itu ditulis berdampingan dalam satu kalimat.
Pihak yang dimaafkan dikenali dari apa yang tidak mereka harapkan, bukan dari kesalahan yang mereka lakukan kepada orang beriman. Kerugian, permusuhan, dan permintaan maaf tidak muncul dalam ayat ini. Di 10:7 ada orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan 10:8 menyambungnya dengan api sebagai tempat tinggal karena apa yang mereka usahakan. Pasangan "tidak mengharapkan" dan "apa yang mereka usahakan" ada di kedua tempat, dan akhirnya berbeda: 10:8 menyebut api, sedangkan 45:14 menyebut balasan tanpa menyebut isinya.
Pembaca juga bisa melihat bahwa kaum yang dibalas di 45:14 tidak diberi sifat. Dalam 10:4, 30:45, dan 34:4 objek balasan adalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sedangkan di sini kata qawman berdiri sendiri. Ayat tidak mengatakan apakah kaum itu orang-orang yang dimaafkan, orang-orang yang memaafkan, atau keduanya. Kekosongan itu tidak diisi oleh ayat sebelum dan sesudahnya, karena 45:15 langsung beralih ke kalimat tentang setiap orang yang beramal dan tentang kembali kepada Tuhan.
Dalam rangkaian surah, ayat 45:14 menyusul dua ayat tentang pemberian dan tanda-tanda, yaitu 45:12 dan 45:13, dan di sini isinya berubah dari apa yang diberikan kepada manusia menjadi apa yang diminta dari orang beriman. Ayat 45:10 menyebut apa yang telah dikerjakan pihak yang menolak tidak mencukupkan mereka, dan 45:14 menyebut hal yang sama sebagai dasar balasan, sehingga akar yang sama muncul dari dua sisi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:14 mengenali pihak yang dimaafkan lewat satu ciri, yaitu mereka tidak mengharapkan hari-hari Allah. Ayat itu tidak memuat kesalahan terhadap orang beriman, tidak memuat penyesalan, dan tidak memuat permintaan maaf, sehingga perintah memaafkan tidak digantungkan pada salah satunya. Ayat tidak menyatakan bahwa kesalahan atau penyesalan tidak penting; keduanya hanya tidak disebut sebagai syarat. Bagi pembaca, ini mengubah urutan pertanyaan yang biasa diajukan sebelum memaafkan, yaitu apa yang sudah dilakukan orang itu dan apakah dia sudah menyesal. Dalam daftar orang yang belum dimaafkannya, pembaca dapat memeriksa mana yang ditahan karena menunggu penyesalan. Apakah ayat ini menyebut penyesalan sebagai syarat, dan dari mana syarat itu berasal bila bukan dari ayat?
- Alasan yang diberikan di 45:14 untuk memaafkan ialah agar Dia membalas suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan. Kata kerja membalas ada pada Dia, dan orang yang diperintah memaafkan tidak diberi tugas itu. Menyimpan dendam dapat dibaca sebagai menjalankan sendiri pekerjaan membalas di dalam batin. Ayat ini menaruh pekerjaan membalas pada pihak lain tanpa menyatakan bahwa perkaranya dianggap selesai atau tidak ada. Pembaca dapat membayangkan apa yang berubah pada harinya bila daftar yang disimpannya tentang orang lain dipindahkan dari tangannya ke tangan Dia. Apa yang masih tersisa dari daftar itu bila pekerjaan menghitungnya sudah bukan tugasnya lagi?
- Ayat 4:104 berisi kalimat "kalian dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan", dalam ayat yang berbicara tentang kaum lain pada keadaan lain. Ayat itu tidak dipakai untuk menafsirkan 45:14, tetapi kata kerja mengharapkan di sana menaruh orang beriman pada sisi yang punya harapan kepada Allah, sedangkan di 45:14 pihak yang dimaafkan berada di sisi yang tidak mengharapkan hari-hari Allah. Perbedaan sisi itu dapat dipakai pembaca untuk memeriksa tempat berdirinya ketika memaafkan. Memaafkan dari sisi yang masih mengharapkan sesuatu dari Allah berbeda dari memaafkan dari sisi yang merasa sudah menang. Dari sisi mana pembaca biasanya memaafkan?
- Di 45:14 yang dibalas adalah qawman, suatu kaum tanpa sifat dan tanpa nama. Pada 10:4, 30:45, dan 34:4 yang dibalas disebut orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan pada 53:31 disebut dua golongan sekaligus. Kekosongan sifat di 45:14 membuat pembaca tidak punya daftar yang sudah jadi. Ayat ini tidak mengatakan bahwa kaum itu orang lain saja. Kata "suatu kaum" bisa diisi oleh siapa pun yang memenuhi syarat yang sama, yaitu punya usaha, dan ayat tidak menutup kemungkinan bahwa pembaca termasuk di dalamnya. Dalam kalimat yang berbicara tentang balasan atas usaha, ke dalam kelompok mana pembaca menaruh dirinya secara spontan, dan apa yang membuat penempatan itu terasa otomatis?
- Akar yang sama, ك-س-ب, muncul dua kali dalam jarak empat ayat. Di 45:10 apa yang telah dikerjakan pihak yang menolak tidak mencukupkan mereka, dan di 45:14 apa yang mereka usahakan menjadi dasar balasan. Pada 45:10 hasil usaha dibicarakan sebagai perlindungan yang gagal, sedangkan pada 45:14 hasil usaha itu dibicarakan sebagai ukuran yang dipakai Dia. Dua penyebutan itu memperlihatkan bahwa usaha bisa gagal sebagai bekal dan tetap menjadi dasar balasan. Pembaca yang menghitung usahanya untuk menenangkan diri dapat memeriksa pihak mana yang dipakainya: usaha sebagai perlindungan atau usaha sebagai ukuran. Seberapa sering usahanya dibawa sebagai perisai, dan seberapa sering ia siap menerima ukuran dari Dia?
- Ayat 24:22 memberi alasan yang berbeda untuk memaafkan, yaitu pertanyaan "apakah kalian tidak suka bahwa Allah mengampuni kalian". Pada 45:14 alasannya agar Dia membalas suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan. Pada kasus pertama dasar memaafkan ialah keinginan sendiri untuk diampuni, dan pada kasus kedua ialah bahwa balasan sudah ada pada pihak yang membalas. Dua ayat itu berbicara tentang keadaan yang berbeda, sehingga tidak ditumpuk menjadi satu kewajiban. Pembaca dapat memperhatikan alasan mana yang lebih sering menggerakkannya ketika memaafkan. Bila kedua alasan itu diletakkan berdampingan, mana yang membuatnya lebih mudah melepaskan?