وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan kepada Bani Israil kitab, putusan, dan kenabian. Kami pun telah memberikan kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka atas seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَwa-la-qad aataynaa banii israa'iila l-kitaaba wa-l-hukma wa-n-nubuwwatasungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan kepada Bani Israil kitab, putusan, dan kenabian
  2. وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَwa-razaqnaahum mina th-thayyibaati wa-fadhdhalnaahum 'alaa l-'aalamiinaKami pun telah memberikan kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka atas seisi alam

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
  3. بَنِيbaniiBani
  4. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  5. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  6. وَالْحُكْمَwa-l-hukmadan hikmah
  7. وَالنُّبُوَّةَwa-n-nubuwwatadan kenabian
  8. وَرَزَقْنَاهُمْwa-razaqnaahumdan Kami memberi mereka rezeki
  9. مِنَminadari
  10. الطَّيِّبَاتِth-thayyibaatiyang baik-baik
  11. وَفَضَّلْنَاهُمْwa-fadhdhalnaahumdan Kami melebihkan mereka
  12. عَلَى'alaaatas
  13. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Rangkaian (وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ, wa-razaqnaahum mina th-thayyibaati wa-fadhdhalnaahum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:70 dan 45:16.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ آتَيْنَا, wa-la-qad aataynaa) yang berarti "dan sungguh Kami telah menganugerahkan". Kata kerjanya berakar أ-ت-ي. Pembuka itu muncul enam belas kali di lima belas surah, yaitu 2:87, 11:110, 15:87, 17:101, 21:48, 21:51, 23:49, 25:35, 27:15, 28:43, 31:12, 32:23, 34:10, 40:53, 41:45, dan 45:16, dengan kata kerja yang diberi akhiran -ka di 15:87. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 21 memuatnya di 21:48 dan 21:51. Di lima belas ayat lain penerimanya satu atau dua orang, misalnya Musa di 28:43 dan Luqman di 31:12. Di 45:16 penerimanya sebuah kaum, yaitu (بَنِي إِسْرَائِيلَ, banii israa'iila), dan rangkaian (آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ, aataynaa banii israa'iila) hanya ada di ayat ini.

Tiga pemberian pertama ditulis berderet, (الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ, l-kitaaba wa-l-hukma wa-n-nubuwwata), yang berarti "kitab, putusan, dan kenabian". Terjemahan memakai "kitab" tanpa tambahan "suci", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Deretan dengan urutan ini terdapat tiga kali di tiga surah, yaitu 3:79, 6:89, dan 45:16. Di 3:79 yang diberi seorang manusia, di 6:89 mereka yang ditunjuk dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) "mereka itu", dan di 45:16 sebuah kaum. Dua ayat lain menyebut pasangan dengan urutan terbalik, kenabian dahulu lalu Kitab, dan kedua ayat itu menaruhnya pada keturunan, yaitu 29:27 dan 57:26. Kata kenabian sendiri muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:79, 6:89, 29:27, 45:16, dan 57:26.

Terjemahan memakai "putusan" untuk (الْحُكْمَ, l-hukma). Akarnya ح-ك-م, sama dengan kata kerja yang berarti memutuskan. Bentuk (الْحُكْمُ, al-hukmu) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 6:57, 6:62, 12:40, 12:67, 28:70, 28:88, dan 40:12, dan di ketujuhnya kata itu dinyatakan milik Allah. Di 27:78 kata ini muncul lagi sebagai (بِحُكْمِهِ, bi-hukmihi) yang berarti "dengan putusan-Nya", berdampingan dengan kata kerja yang berarti "memutuskan". Kata lain dari akar yang sama, (الْحِكْمَةَ, al-hikmata), berarti "hikmah". Kata itu muncul di dua belas ayat dalam tujuh surah, yaitu 2:129, 2:151, 2:251, 2:269, 3:48, 3:164, 4:54, 4:113, 5:110, 31:12, 38:20, dan 62:2, dan terjemahan memberi kedua kata itu dua padanan. Ayat 45:16 tidak merinci apa isi putusan yang dianugerahkan itu.

Pemberian berikutnya ditulis dengan (وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ, wa-razaqnaahum mina th-thayyibaati) yang berarti "dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik". Kata kerja razaqa berakar ر-ز-ق. Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" menandai bagian, sehingga rezeki itu berupa sebagian dari hal-hal yang baik, dan kata (الطَّيِّبَاتِ, th-thayyibaati) berbentuk jamak. Bentuk (مِنَ الطَّيِّبَاتِ, mina th-thayyibaati) muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 8:26, 10:93, 16:72, 17:70, 23:51, 40:64, dan 45:16. Terjemahan memakai "dari yang baik-baik" seperti di 16:72, 17:70, 23:51, dan 40:64, supaya kata dari dan bentuk jamaknya sama-sama terbaca.

Pemberian terakhir ditulis (وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ, wa-fadhdhalnaahum 'alaa l-'aalamiina) yang berarti "dan Kami lebihkan mereka atas seisi alam". Kata kerjanya berakar ف-ض-ل, akar yang sama dengan (فَضْلِهِ, fadhlihi) yang berarti "karunia-Nya" di 45:12, dan di surah 45 akar itu berada di dua ayat, yaitu 45:12 dan 45:16. Rangkaian (عَلَى الْعَالَمِينَ, 'alaa l-'aalamiina) muncul delapan kali di enam surah, yaitu 2:47, 2:122, 2:251, 3:33, 6:86, 7:140, 44:32, dan 45:16. Kata kerja "melebihkan" ada di lima di antaranya, yaitu 2:47, 2:122, 6:86, 7:140, dan 45:16. Di 2:47, 2:122, dan 7:140 yang dilebihkan Bani Israil, sedangkan di 6:86 yang dilebihkan Ismail, Ilyasa, Yunus, dan Lut. Tiga ayat sisanya, 2:251, 3:33, dan 44:32, tidak memakai kata kerja "melebihkan". Kelebihan atas seisi alam dengan demikian dinyatakan untuk lebih dari satu pihak, dan ayat ini tidak menjelaskan dalam hal apa Bani Israil dilebihkan. Terjemahan "seisi alam" sama di kedelapan ayat itu.

Rezeki dan kelebihan juga ditulis berurutan di 17:70, dan rangkaian (وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ, wa-razaqnaahum mina th-thayyibaati wa-fadhdhalnaahum) hanya ada di dua ayat itu. Penerima di 17:70 anak cucu Adam dengan kelebihan atas banyak dari yang Kami ciptakan, dan penerima di 45:16 Bani Israil dengan kelebihan atas seisi alam. Kedua ayat berbeda penerima dan berbeda sasaran kelebihan, dan perbandingan ini tidak menyatakan keduanya setara.

Tafsiran

Ayat ini mendaftar lima pemberian sekaligus, yaitu kitab, putusan, kenabian, rezeki, dan kelebihan, dan tidak menyisipkan satu syarat pun di antaranya. Ketiga kata kerjanya berpelaku Kami, dan penerimanya satu kaum yang ditunjuk dengan -hum "mereka". Ayat 45:15 berakhir pada pengembalian kepada Tuhan, dan ayat ini dibuka dengan wa-la-qad "dan sungguh", sehingga hubungan keduanya terbaca sebagai urutan.

Ayat 10:93 memuat rangkaian serupa untuk kaum yang sama: Kami menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang benar, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, lalu mereka tidak berselisih sampai pengetahuan datang. Ayat 10:93 menyebut tempat kediaman dan tidak menyebut kitab, putusan, serta kenabian, sedangkan ayat ini menyebut ketiganya dan tidak menyebut tempat kediaman. Kedua ayat berlanjut dengan perselisihan, dan karena itu daftar di ayat ini terbaca sebagai bagian pertama dari penuturan yang selesai di ayat sesudahnya.

Daftar pemberian itu tidak berdiri untuk dirinya sendiri. Ayat 45:17 menyambungnya dengan keterangan-keterangan yang jelas, perselisihan, dan keputusan pada hari kiamat. Dengan susunan itu, kelebihan atas seisi alam menjadi titik awal penuturan. Ayat ini juga tidak menyatakan apakah kelebihan itu berlaku bagi keturunan yang datang kemudian, dan ayat 45:17 memakai -hum "mereka" tanpa menambahkan batas waktu.

Surah 45 sampai di sini berbicara tentang tanda-tanda penciptaan dan tentang tanggung jawab tiap orang atas amalnya sendiri di 45:15. Ayat 45:16 memindahkan sorotan ke sebuah kaum yang menerima banyak, dan penerimaan itu ditulis tanpa celaan. Celaan baru terbaca di ayat berikutnya, ketika perselisihan karena kedengkian disebut.

Renungan dan Hikmah

  • Lima pemberian disebut berurutan di ayat ini, dan Allah, yang berbicara dengan kata Kami, tidak menyelipkan satu pun syarat di antaranya. Akibatnya baru terbaca di ayat sesudahnya. Seseorang yang menghitung apa saja yang sudah diterimanya, dari keluarga, dari sekolah, atau dari pekerjaan, dapat memeriksa bagaimana daftarnya ditulis: apakah daftar itu berhenti pada barang yang masuk, atau juga mencatat apa yang menyertai tiap penerimaan. Ayat ini memperlihatkan daftar yang berhenti pada penerimaan, lalu meneruskan penuturan di ayat berikutnya. Kalau daftar anugerah sudah lengkap, apa yang baru terbaca pada baris sesudahnya?
  • Rezeki di ayat ini ditulis dengan kata dari, sehingga yang diberikan ialah sebagian di antara hal-hal yang baik. Ayat tidak menyebut sisanya. Orang yang mengukur hidupnya dengan seluruh yang baik di dunia akan selalu mendapati bagian yang tidak dipegangnya. Allah, sebagai pemberi, menulis kata dari di sini dan membiarkan sisanya tanpa nama. Orang yang menimbang bagian yang tidak sampai kepadanya dapat bertanya, apakah bagian itu disebutnya tagihan yang belum dibayar atau sisa yang berada di luar apa yang Dia berikan kepadanya?
  • Kata kerja kelebihan di ayat ini berpelaku Kami, dan yang dilebihkan ialah mereka. Tidak ada kalimat yang menulis bahwa mereka melebihkan diri sendiri. Kata unggul dalam percakapan sehari-hari dapat diucapkan oleh pihak yang merasa unggul, entah satu kelompok, satu perusahaan, atau satu keluarga besar. Ayat ini meletakkan kata itu di mulut Allah dan membiarkan kaum yang menerimanya diam. Seseorang yang menyebut kelompoknya lebih baik dari yang lain dapat bertanya siapa yang mengucapkan kata lebih itu di ayat ini, dan siapa yang mengucapkannya dalam percakapannya sendiri?
  • Semua pemberian di ayat ini jatuh kepada mereka, sebuah kaum, dan tidak kepada seorang tokoh. Daftar itu milik bersama, dan anggotanya dapat membaca kelima pemberian itu sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Ayat sesudahnya mencatat bahwa mereka berselisih di antara mereka. Orang yang tumbuh dalam kelompok yang warisannya besar, entah keluarga, kampung, atau perkumpulan, dapat memperhatikan bagian mana dari warisan itu yang dipegangnya sendiri dan bagian mana yang dipegang bersama. Pada saat perselisihan datang, siapa di antara mereka yang masih memegang daftar yang sama?
  • Di ayat ini pemberinya berbicara dengan kata Kami, dan di ayat sesudahnya pihak yang sama disebut Tuhanmu, yaitu pemberi yang kini dihubungkan dengan orang yang disapa. Orang yang disapa ayat itu mendengar daftar anugerah untuk kaum lain dari Tuhan yang sama dengan Tuhannya. Daftar semacam itu dapat dibaca sebagai berita tentang pihak lain dan dapat pula dibaca sebagai berita tentang cara Dia memberi. Seseorang yang mendengar kabar tentang kelimpahan orang lain dapat bertanya, bila pemberi yang menuturkannya disebut Tuhanmu, apa yang berubah pada caranya mendengar daftar itu?
  • Putusan ditulis di ayat ini sebagai sesuatu yang diberikan, sejajar dengan kitab dan kenabian. Seseorang yang memegang wewenang memutuskan, sebagai atasan, orang tua, atau pengurus sebuah lembaga, dapat menyebut wewenang itu miliknya. Ayat ini memasukkan putusan ke dalam daftar yang diterima, tanpa merinci isinya. Bila putusan dibaca sebagai sesuatu yang diterima, bagaimana orang yang memegang wewenang itu menimbang putusan berikutnya yang akan diambilnya hari ini?