وَآتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِ ۖ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Kami telah menganugerahkan kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan. Maka, mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan di antara mereka pada hari kiamat apa yang selalu mereka perselisihkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَآتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِwa-aataynaahum bayyinaatin mina l-amriKami telah menganugerahkan kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan
  2. فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْfa-maa khtalafuu illaa min ba'di maa jaa'ahumu l-'ilmu baghyan baynahummaka, mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka
  3. إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَinna rabbaka yaqdhii baynahum yawma l-qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuunasesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan di antara mereka pada hari kiamat apa yang selalu mereka perselisihkan

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَآتَيْنَاهُمْwa-aataynaahumdan Kami memberi mereka
  2. بَيِّنَاتٍbayyinaatinyang nyata
  3. مِنَminadari
  4. الْأَمْرِl-amriurusan
  5. فَمَاfa-maamaka tidak
  6. اخْتَلَفُواkhtalafuuberselisih
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. مِنْmindari
  9. بَعْدِba'disesudah
  10. مَاmaaapa yang
  11. جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
  12. الْعِلْمُl-'ilmupengetahuan
  13. بَغْيًاbaghyankarena kedengkian
  14. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  15. إِنَّinnasesungguhnya
  16. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  17. يَقْضِيyaqdhiimemutuskan
  18. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  19. يَوْمَyawmahari
  20. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  21. فِيمَاfiimaapada apa yang
  22. كَانُواkaanuumereka selalu
  23. فِيهِfiihidi dalamnya
  24. يَخْتَلِفُونَyakhtalifuunamereka berselisih

Inti bacaan

Rumus (بَغْيًا بَيْنَهُمْ, baghyan baynahum) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:213, 3:19, 42:14, dan 45:17.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَآتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِ, wa-aataynaahum bayyinaatin mina l-amri) yang berarti "dan Kami beri mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan". Kata (بَيِّنَاتٍ, bayyinaatin) berakar ب-ي-ن dan berbentuk jamak. Rangkaian (بَيِّنَاتٍ مِنَ, bayyinaatin mina) muncul dua kali, yaitu di 2:185 dan 45:17. Di 2:185 kata mina disusul (الْهُدَىٰ, l-hudaa) yang berarti "petunjuk", dan di 45:17 disusul (الْأَمْرِ, l-amri) yang berarti "urusan". Terjemahan memakai "mengenai" di 2:185 dan "tentang" di sini, karena "keterangan dari urusan" tidak terbaca wajar dalam bahasa Indonesia. Kata amr berakar أ-م-ر, dan rangkaian (مِنَ الْأَمْرِ, mina l-amri) muncul di lima ayat dalam tiga surah, yaitu 3:128, 3:154, 45:17, 45:18, dan 49:7. Di tiga ayat yang bukan dari surah 45, rangkaian itu berada dalam kalimat tentang bagian seseorang atau tentang banyak hal. Di 45:17 dan 45:18 rangkaian itu menyusul kata benda yang diberikan atau ditetapkan, yaitu keterangan di sini dan syariat di ayat berikutnya. Urusan apa yang dimaksud tidak diuraikan di ayat ini.

Perselisihan ditulis dengan (اخْتَلَفُوا, khtalafuu) yang berarti "mereka berselisih", berakar خ-ل-ف. Bentuk ini muncul di sepuluh ayat dalam enam surah, yaitu 2:176, 2:213, 2:253, 3:105, 4:157, 10:19, 10:93, 16:64, 16:124, dan 45:17. Rangkaian (فَمَا اخْتَلَفُوا, fa-maa khtalafuu) yang berarti "maka mereka tidak berselisih" muncul dua kali, yaitu di 10:93 dan 45:17, dan keduanya menyangkut Bani Israil.

Waktu perselisihan itu ditulis dengan (إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, illaa min ba'di maa jaa'ahumu l-'ilmu) yang berarti "kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka". Kalimat itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 3:19, 42:14, dan 45:17. Di 10:93 kalimat serupa memakai (حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, hattaa jaa'ahumu l-'ilmu) yang berarti "sampai datang pengetahuan kepada mereka", sehingga (جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, jaa'ahumu l-'ilmu) muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:19, 10:93, 42:14, dan 45:17. Terjemahan memakai "pengetahuan" untuk (الْعِلْمُ, l-'ilmu) di keempatnya. Di 3:19 yang berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab, di 42:14 yang berpecah dikatakan "mereka", dan di 10:93 serta di sini Bani Israil. Ayat 3:19, 10:93, dan 42:14 tidak menyebut keterangan yang jelas, sedangkan 45:17 menyebutnya lebih dulu dalam ayat yang sama.

Penyebab perselisihan ditulis dengan (بَغْيًا بَيْنَهُمْ, baghyan baynahum) yang berarti "karena kedengkian di antara mereka". Rumus itu muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:213, 3:19, 42:14, dan 45:17. Kata (بَغْيًا, baghyan) sendiri berakar ب-غ-ي dan muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:90, 2:213, 3:19, 10:90, 42:14, dan 45:17. Terjemahan membedakan dua pemakaian. Di 10:90 kata itu berdampingan dengan (عَدْوًا, 'adwan) dan mengikuti gerak mengejar, sehingga terjemahannya "menganiaya". Di 2:90 kata itu disusul (أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ, an yunazzila llaahu min fadhlihi 'alaa man yasyaa'u) yang berarti "bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki", yaitu perasaan terhadap karunia yang diberikan kepada orang lain, dan pembacaan "kedengkian" untuk keempat ayat berumus sama bertumpu pada 2:90. Di 45:17 pihak yang didengki tidak disebut. Teksnya memuat (بَيْنَهُمْ, baynahum) yang berarti "di antara mereka" dan berhenti di situ.

Keputusan ditulis dengan (يَقْضِي, yaqdhii) yang berarti "memutuskan", berakar ق-ض-ي. Rangkaian (إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ, inna rabbaka yaqdhii baynahum) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 10:93, 27:78, dan 45:17. Di 27:78 kalimat itu berlanjut dengan (بِحُكْمِهِ, bi-hukmihi) yang berarti "dengan putusan-Nya". Rangkaian (يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ, yawma l-qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna) muncul lima kali di lima surah, yaitu 2:113, 10:93, 16:124, 32:25, dan 45:17. Di tiga ayat di antaranya kata kerja keputusannya lain, yaitu (يَحْكُمُ, yahkumu) di 2:113, (لَيَحْكُمُ, la-yahkumu) di 16:124, dan (يَفْصِلُ, yafshilu) di 32:25. Terjemahan di sini memakai "memutuskan" untuk yaqdhii. Pokok yang diperselisihkan ditunjuk dengan (فِيهِ, fiihi) yang berarti "di dalamnya" dan tidak diberi nama.

Kata (رَبَّكَ, rabbaka) terdiri dari rabb yang berarti "Tuhan" dan -ka yang berarti "engkau", yaitu sapaan kepada satu orang. Ayat 45:15 memakai (رَبِّكُمْ, rabbikum) yang berarti "Tuhan kalian", sapaan kepada banyak orang, sehingga sapaan satu orang kembali di ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menjawab apa yang terjadi sesudah daftar pemberian di 45:16, dan jawabannya bergerak dalam tiga langkah. Langkah pertama menambah pemberian berupa keterangan-keterangan yang jelas. Langkah kedua mencatat perselisihan dan membatasi waktunya dengan kata kecuali setelah, sehingga pengetahuan datang lebih dulu dan perselisihan menyusul. Langkah ketiga meletakkan keputusan atas perselisihan itu pada Tuhanmu di hari kiamat. Dengan susunan itu daftar di ayat sebelumnya berubah dari kabar kelimpahan menjadi bagian pertama sebuah penuturan yang punya akibat.

Urutan pengetahuan lalu perselisihan menutup satu dugaan, yaitu bahwa orang berselisih karena kurang keterangan. Menurut ayat ini keterangan sudah diberikan dan pengetahuan sudah datang, dan penyebab yang tertulis adalah kedengkian di antara mereka sendiri. Ayat 2:213 memuat urutan serupa bagi orang yang telah diberi Kitab, sedangkan 3:19 dan 42:14 memuat rumus yang sama dengan pelaku yang berbeda. Ayat 10:93 menuturkan kaum yang sama dengan ayat ini sampai ke keputusan hari kiamat, tetapi tanpa keterangan yang jelas dan tanpa kedengkian. Ayat 45:17 menggabungkan keduanya dalam satu ayat.

Kalimat penutup berpindah dari "mereka" ke "Tuhanmu". Pihak yang memutuskan ialah Tuhan orang yang disapa. Sapaan satu orang, yang terakhir terbaca di 45:14, kembali di sini sesudah sapaan banyak orang di 45:15, dan ayat 45:18 meneruskannya dengan "Kami jadikan engkau". Dengan begitu penuturan tentang kaum itu berakhir pada keputusan, dan perhatian ayat berikutnya beralih kepada orang yang disapa.

Renungan dan Hikmah

  • Perselisihan di ayat ini muncul sesudah pengetahuan datang, dan keterangan yang jelas sudah diberikan lebih dulu oleh Allah, yang berbicara dengan kata Kami. Dugaan bahwa orang berselisih karena kurang keterangan tidak mendapat tempat dalam urutan itu. Seseorang yang sedang berselisih dengan saudara, rekan, atau tetangganya dapat memeriksa apa yang sebenarnya ditunggunya: satu penjelasan tambahan, atau sesuatu yang sudah ada sejak sebelum penjelasan itu datang. Ayat ini menaruh pengetahuan dan perselisihan berdampingan tanpa menjadikan yang pertama sebagai obat bagi yang kedua. Sebelum menuntut satu bukti lagi, apakah bukti yang sudah ada pernah benar-benar dibaca?
  • Perselisihan itu terjadi di antara mereka, yaitu kaum yang sama-sama menerima daftar pemberian di ayat sebelumnya. Kedengkian disebut sebagai penyebabnya. Dua saudara yang menerima warisan serupa, atau dua rekan yang mendapat jabatan sejajar, berada dalam keadaan yang mirip dengan susunan ayat ini: pemberian yang sama diterima banyak tangan, lalu sesuatu bergerak di antara tangan-tangan itu. Pada keadaan apa pemberian yang sama berubah menjadi bahan kedengkian di antara orang-orang yang menerimanya?
  • Kata kecuali setelah di ayat ini membuat masa sebelum pengetahuan datang terbaca sebagai masa tanpa perselisihan. Ayat memberi batas masa itu tanpa mengisinya dengan cerita. Orang yang berada di tengah keluarga atau perkumpulan yang sedang retak dapat bertanya kapan tepatnya perselisihan itu mulai, apakah sebelum atau sesudah keterangan yang paling jelas sampai kepadanya. Pertanyaan itu mengikuti urutan ayat dan bergerak mundur dari keadaan sekarang ke titik awal.
  • Kalimat penutup ayat ini menaruh keputusan pada Tuhanmu, yaitu Allah. Keputusan itu jatuh pada hari kiamat dan menyangkut apa yang mereka perselisihkan. Orang yang sudah terlalu lama menjadi pembela perkaranya sendiri dapat membaca kalimat itu sebagai penempatan hakim di luar dirinya. Ayat memberi tempat dan waktu keputusan itu, yaitu hari kiamat. Bila Dia yang memutuskan di antara mereka, apa lagi yang bisa dimenangkan dengan memperpanjang perdebatan hari ini?
  • Apa yang akan diputuskan di hari kiamat ditulis sebagai apa yang selalu mereka perselisihkan. Kata selalu menunjuk perselisihan yang berulang. Di rumah, di kantor, atau di kampung, sebagian perselisihan datang lalu selesai, dan sebagian kembali dengan wajah baru. Dari semua yang pernah diperdebatkan di sekeliling seseorang, mana yang terus kembali, dan apakah yang kembali itu soal yang sama atau soal yang berbeda dengan pakaian lama?
  • Keterangan yang jelas ditulis di ayat ini sebagai sesuatu yang Kami beri, sejajar dengan kitab dan kenabian di ayat sebelumnya. Kejelasan dengan begitu datang dari pemberi, yaitu Allah, dan penerimanya tidak dicatat menciptakannya. Seseorang yang merasa paling paham dalam sebuah pertikaian dapat bertanya dari mana pemahaman itu sampai kepadanya, dan apakah kedengkian menyertai pemahaman yang sama pada orang lain. Ayat ini memperlihatkan keduanya bisa hadir sekaligus pada penerima yang sama. Kalau kejelasan itu pemberian, apa yang tersisa untuk dibanggakan?