أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Ataukah orang-orang yang melakukan keburukan mengira bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sama kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya apa yang mereka putuskan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِam hasiba lladziina jtarahuu s-sayyi'aatiataukah orang-orang yang melakukan keburukan mengira
- أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْan naj'alahum ka-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati sawaa'an mahyaahum wa-mamaatuhumbahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sama kehidupan dan kematian mereka
- سَاءَ مَا يَحْكُمُونَsaa'a maa yahkumuunaalangkah buruknya apa yang mereka putuskan
Terjemahan per kata (17 kata)
- أَمْamataukah
- حَسِبَhasibamengira
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اجْتَرَحُواjtarahuumereka mengerjakan
- السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
- أَنْanbahwa
- نَجْعَلَهُمْnaj'alahumKami menjadikan mereka
- كَالَّذِينَka-lladziinaseperti orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- سَوَاءًsawaa'ansama
- مَحْيَاهُمْmahyaahumhidup mereka
- وَمَمَاتُهُمْwa-mamaatuhumdan mati mereka
- سَاءَsaa'aseburuk-buruk
- مَاmaaapa yang
- يَحْكُمُونَyahkumuunamereka memutuskan
Inti bacaan
Rangkaian (أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ, am hasiba lladziina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:4, 45:21, dan 47:29.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَمْ, am) yang berarti "ataukah", lalu kata kerja (حَسِبَ, hasiba) yang berarti "mengira". Rangkaian (أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ, am hasiba lladziina) yang berarti "ataukah orang-orang yang mengira" ada tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:4, 45:21, dan 47:29. Pada ketiganya orang yang mengira disebut dengan sifat yang berlainan. Di 45:21 sifatnya (اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ, jtarahuu s-sayyi'aati) yang berarti "melakukan keburukan".
Kata (اجْتَرَحُوا, jtarahuu) berakar ج-ر-ح, dan bentuk persis ini hanya ada di 45:21. Akar yang sama dipakai di tiga ayat lain dalam bentuk berbeda: (الْجَوَارِحِ, l-jawaarihi) di 5:4 untuk binatang pemburu, (وَالْجُرُوحَ, wa-l-juruuha) di 5:45 untuk luka-luka, dan (جَرَحْتُمْ, jarahtum) di 6:60 untuk perbuatan manusia pada siang hari yang diketahui oleh Allah. Untuk objek yang sama, yaitu keburukan, 29:4 memilih kata kerja lain: (يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ, ya'maluuna s-sayyi'aati) yang berarti "mengerjakan keburukan". Di 45:21 kedua kata kerja itu hadir berdampingan, jtarahuu untuk keburukan dan (وَعَمِلُوا, wa-'amiluu) yang berarti "dan mengerjakan" untuk amal saleh, sehingga terjemahan memberi keduanya padanan yang berlainan, "melakukan" dan "mengerjakan".
Kata (سَوَاءً, sawaa'an) yang berarti "sama" ada lima kali dalam bentuk ini, yaitu di 3:113, 4:89, 22:25, 41:10, dan 45:21. Di 22:25 kata itu disusul dua kata benda yang dihubungkan huruf wa, yaitu (الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ, al-'aakifu fiihi wa-l-baadi) yang berarti "yang bermukim di sana dan yang datang dari luar". Ayat 45:21 berbentuk serupa: sawaa'an disusul (مَحْيَاهُمْ, mahyaahum) yang berarti "kehidupan mereka" dan (وَمَمَاتُهُمْ, wa-mamaatuhum) yang berarti "dan kematian mereka". Kata benda mahyaa ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:162 dan 45:21, sedangkan mamaat ada tiga kali, yaitu di 6:162, 17:75, dan 45:21. Keduanya sekaligus hanya ada di 6:162 dan 45:21, dan di 6:162 pasangan itu berbunyi (وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي, wa-mahyaaya wa-mamaatii) yang berarti "dan hidupku dan matiku". Akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka" pada kedua kata benda di 45:21 tidak diperinci lebih jauh: ayat tidak menyatakan apakah "mereka" itu golongan pertama saja atau kedua golongan, dan terjemahan mempertahankan "mereka" sebagaimana adanya.
Kata (نَجْعَلَهُمْ, naj'alahum) yang berarti "Kami menjadikan mereka" memuat pelaku "Kami" pada huruf nun di awalnya, sehingga dugaan yang dikutip menaruh penyamaan itu di tangan Kami. Bentuk persis naj'alahum ada dua kali, yaitu di 28:5 dan 45:21. Di 28:5, (وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً, wa-naj'alahum a'immatan) yang berarti "dan menjadikan mereka para pemimpin" melanjutkan kehendak Kami terhadap orang-orang yang tertindas di bumi. Di 45:21 kata kerja itu berada di dalam dugaan orang lain tentang Kami. Pertanyaan tentang menyamakan dua golongan juga ada di 38:28, (أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ, am naj'alu lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati ka-l-mufsidiina) yang berarti "ataukah Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan", dan di 68:35. Di 38:28 golongan lawannya disebut dengan sebutan, yaitu pelaku kerusakan, sedangkan di 45:21 disebut lewat perbuatannya.
Penutup (سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ, saa'a maa yahkumuuna) yang berarti "alangkah buruknya apa yang mereka putuskan" ada empat kali, yaitu di 6:136, 16:59, 29:4, dan 45:21. Kata kerja (يَحْكُمُونَ, yahkumuuna) berakar ح-ك-م. Akar itu dipakai juga di 68:36 dalam (تَحْكُمُونَ, tahkumuuna) yang berarti "kalian memutuskan", sesudah pertanyaan 68:35 tentang menyamakan dua golongan. Karena itu di 45:21 dan 68:35 sampai 68:36 penyamaan sama-sama disebut sebuah putusan. Ayat 45:21 tidak mengutip ucapan siapa pun, jadi penilaian buruk itu mengenai putusan yang terkandung dalam dugaan tersebut.
Tafsiran
Ayat ini menaruh satu dugaan di hadapan pembaca dan menilainya dalam kalimat yang sama: orang yang melakukan keburukan mengira akan disamakan dengan orang yang beriman dan beramal saleh, dalam kehidupan dan dalam kematian mereka. Dugaan itu tidak diberi bentuk ucapan, karena ayat tidak menulis "mereka berkata", sehingga yang diperiksa adalah isi pikiran.
Tiga ayat dengan awalan sama memuat tiga dugaan yang berlainan. Di 29:4 orang yang mengerjakan keburukan mengira akan luput dari Kami. Di 47:29 orang yang hatinya sakit mengira Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Di 45:21 pelaku keburukan mengira akan disamakan dengan orang beriman. Penilaian buruk atas putusan dipakai di 29:4 dan 45:21, sedangkan 47:29 langsung dilanjutkan ke ayat berikutnya.
Ayat sebelumnya, 45:20, menyebut Al-Qur'an sebagai pedoman bagi manusia, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang yakin. Ayat 45:21 beralih kepada pelaku keburukan dengan pertanyaan tentang nasib mereka. Jawabannya tidak ada di dalam 45:21 sendiri. Ayat 45:22 menyebut Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran dan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang diusahakannya, dan huruf wa yang menyambungkan kedua ayat tidak menyatakan sebab, sehingga hubungan jawab antara keduanya merupakan pembacaan atas susunan ayat. Wujud perbedaan nasib baru dirinci di 45:28 sampai 45:31. Di 45:30 sebutan (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) muncul kembali, dan kali ini disertai tindakan Tuhan mereka, yaitu memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Di 45:31 orang-orang yang kufur ditanya apakah tanda-tanda Allah tidak dibacakan kepada mereka.
Kosakata hidup dan mati dari 45:21 kembali di dua ayat berikutnya. Di 45:24 para pengingkar mengucapkan bahwa mereka mati dan hidup, dan di 45:26 Allah disebut menghidupkan, mematikan, lalu mengumpulkan. Ketiga ayat itu menyentuh hal yang sama dari tiga sisi: dugaan tentang disamakan, ucapan tentang berakhirnya hidup, dan pernyataan tentang siapa yang menghidupkan dan mematikan. Di dalam ayat ini sendiri ukuran penyamaan hanya berupa kehidupan dan kematian, dan harta, umur, atau kedudukan tidak disebut.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:21 memeriksa apa yang dikira orang, tanpa mengutip ucapan apa pun darinya. Seseorang dapat menjalani hidup yang bertentangan dengan keyakinannya tanpa pernah menyinggung akibatnya di hadapan siapa pun, sementara di dalam pikirannya tersimpan perkiraan bahwa semuanya akan berakhir sama saja. Perkiraan semacam itu tidak terdengar oleh orang lain. Di 47:29 awalan yang sama dipakai untuk memeriksa dugaan bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian yang tersimpan di hati, jadi dugaan yang tersimpan di dalam termasuk bahan yang diperiksa. Bila dugaan-dugaan yang tak pernah diucapkan pembaca ditulis satu per satu, kalimat mana yang membuatnya enggan membaca sampai habis?
- Golongan pembanding di 45:21 digambarkan dengan dua kata kerja, yaitu beriman dan mengerjakan amal saleh. Di 45:30 gambaran yang sama diikuti tindakan Tuhan mereka, yaitu memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Seseorang yang diminta menyebut dua kata kerja yang paling cocok dengan dirinya dapat memeriksa apakah keduanya terisi atau yang pertama saja yang mudah diucapkan. Ayat ini menaruh kedua kata kerja berdampingan dan tidak menyatakan salah satunya cukup. Perbuatan apa dalam minggu ini yang dapat ditunjuk sebagai isi dari mengerjakan amal saleh?
- Penyamaan yang dibantah di 45:21 diukur pada kehidupan dan kematian, dua ujung yang membatasi seluruh perjalanan. Orang yang menilai hasil usahanya dalam hitungan bulan atau tahun menemukan ukuran yang jauh lebih panjang di ayat ini. Di 6:162 dua kata benda yang sama, hidupku dan matiku, disebut sebagai milik Allah, Tuhan seisi alam. Ukuran sepanjang itu memberi tempat bagi hasil yang baru terlihat jauh sesudah pilihan diambil, karena ayat tidak membatasi penilaiannya pada hari ini. Pembaca dapat bertanya, bila hasil dari sebuah pilihan baru terlihat setelah hidupnya selesai, apakah pilihan itu masih akan diambilnya dengan cara yang sama?
- Dugaan itu menaruh Kami sebagai pelaku penyamaan, sehingga orang yang mengira sudah menuliskan naskah bagi pihak yang memegang keputusan. Ayat 45:22 menyusul dengan menyebut Allah sebagai yang menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran dan agar tiap jiwa dibalas, jadi pihak yang dibicarakan dalam dugaan itu dikenal lewat apa yang Dia kerjakan menurut ayat berikutnya. Seseorang dapat memeriksa naskah apa yang pernah ditulisnya untuk Allah tanpa bertanya lebih dulu, misalnya anggapan bahwa Dia pasti akan memaafkan. Dapatkah naskah itu dicocokkan dengan satu ayat?
- Ayat ini juga dapat dibaca oleh orang yang pernah dirugikan oleh pelaku keburukan dan melihat pelakunya hidup nyaman. Pertanyaan di 45:21 membicarakan pelaku itu, dan orang yang dirugikan tidak termasuk di dalamnya. Ayat ini tidak menyebut kapan atau bagaimana perbedaan nasib tampak, karena 45:30 dan 45:31 baru menyebut dua ujung yang berlainan bagi dua golongan. Pembaca yang menunggu sebuah putusan dapat membedakan antara menunggu dengan dendam dan menunggu dengan keyakinan bahwa penyamaan itu ditolak oleh ayat ini. Perasaan yang mana yang lebih sering menemaninya saat teringat orang itu?
- Penutup ayat ini menilai putusan, bukan orangnya. Seseorang dapat memegang putusan pribadi yang tidak pernah dibawanya ke hadapan orang lain, seperti anggapan bahwa dirinya tetap aman atau bahwa pilihannya yang sudah terlanjur tidak perlu ditimbang lagi. Putusan yang tidak pernah diucapkan juga tidak pernah diuji orang lain. Kata putusan di ayat ini sama dengan kata dalam pertanyaan 68:36 tentang bagaimana sebuah putusan diambil, jadi putusan yang tak terucap pun boleh ditanyai caranya. Putusan apa yang selama ini dipegangnya tentang dirinya, dan siapa yang pernah diminta memeriksa dasarnya?