وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran, dan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّwa-khalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqidan Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran
- وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَwa-li-tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabat wa-hum laa yuzhlamuunadan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَخَلَقَwa-khalaqadan Dia menciptakan
- اللَّهُllaahuAllah
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَلِتُجْزَىٰwa-li-tujzaadan agar dibalas
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- كَسَبَتْkasabatdiusahakan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi
Inti bacaan
Kalimat (مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, maa kasabat wa-hum laa yuzhlamuuna) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:281, 3:25, 3:161, dan 45:22.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَخَلَقَ, wa-khalaqa) yang berarti "dan menciptakan", kata kerja berakar خ-ل-ق, lalu (اللَّهُ, llaahu) yang berarti "Allah" sebagai pelaku. Rangkaian (السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi) yang berarti "langit dan bumi dengan kebenaran" ada tujuh kali di tujuh surah, yaitu di 6:73, 14:19, 16:3, 29:44, 39:5, 45:22, dan 64:3. Nama Allah tepat sesudah kata kerja penciptaan ada di 29:44 dan 45:22, dan 45:22 menambahkan huruf wa di depan kata kerjanya. Lima ayat lain tentang penciptaan memakai bentuk pengecualian, (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) yang berarti "kecuali dengan kebenaran", yaitu 10:5, 15:85, 30:8, 44:39, dan 46:3. Di 45:22 tidak ada kata pengecualian, dan penciptaan dengan kebenaran dinyatakan langsung, lalu disambung dengan tujuan.
Kata (وَلِتُجْزَىٰ, wa-li-tujzaa) tersusun dari huruf wa yang berarti "dan", huruf li yang berarti "agar", dan kata kerja (تُجْزَىٰ, tujzaa) yang berarti "dibalas", dari akar ج-ز-ي. Bentuk tujzaa ada empat kali, yaitu di 20:15, 40:17, 45:22, dan 92:19, sedangkan susunan (لِتُجْزَىٰ, li-tujzaa) dengan huruf li ada dua kali, yaitu di 20:15 dan 45:22. Kata kerja ini tidak menyebut siapa yang membalas. Pelaku pembalasan disebut di 14:51, (لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ, li-yajziya llaahu kulla nafsin) yang berarti "agar Allah membalas setiap jiwa", sedangkan 45:22 memilih bentuk yang tidak menyebutnya, dan terjemahan mengikuti pilihan itu. Huruf wa di depan li menyambung tujuan ini dengan (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan kebenaran", sehingga ayat memuat dua hal yang menyertai penciptaan, yaitu kebenaran dan pembalasan, tanpa kata yang menyatakan sebab.
Frasa (كُلُّ نَفْسٍ, kullu nafsin) yang berarti "setiap jiwa" dilanjutkan dengan (بِمَا كَسَبَتْ, bi-maa kasabat) yang berarti "dengan apa yang ia usahakan". Kata kerja (كَسَبَتْ, kasabat) berakar ك-س-ب, dan bentuknya perempuan tunggal, mengikuti kata nafsin. Kalimat (كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ, kullu nafsin bi-maa kasabat) ada tiga kali, yaitu di 40:17, 45:22, dan 74:38. Di 40:17 kalimat itu diikuti (لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ, laa zhulma l-yawma) yang berarti "tidak ada kezaliman pada hari ini", dan di 74:38 diikuti (رَهِينَةٌ, rahiinatun) yang berarti "tergadai". Di 45:22 kalimat itu diikuti (وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-hum laa yuzhlamuuna) yang berarti "dan mereka tidak dizalimi", tanpa keterangan waktu.
Kalimat (مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, maa kasabat wa-hum laa yuzhlamuuna) ada empat kali, yaitu di 2:281, 3:25, 3:161, dan 45:22. Pada keempatnya kata ganti berpindah dari tunggal, "setiap jiwa" dan "ia usahakan", ke jamak, yaitu (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Terjemahan mempertahankan perpindahan itu dan tidak menyeragamkannya menjadi "ia". Penutup (وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-hum laa yuzhlamuuna) sendiri ada sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 2:281, 3:25, 3:161, 6:160, 10:47, 10:54, 16:111, 23:62, 39:69, 45:22, dan 46:19. Kata kerja (يُظْلَمُونَ, yuzhlamuuna) berakar ظ-ل-م dan, sama seperti tujzaa, tidak menyebut pelaku.
Tafsiran
Ayat ini dapat dibaca sebagai jawaban atas pertanyaan 45:21, dengan menunjuk dasar penciptaan: langit dan bumi diciptakan dengan kebenaran, dan pembalasan atas usaha tiap jiwa disebut sebagai tujuan yang menyertainya. Penghubung antara kedua ayat hanya huruf wa pada awal 45:22, sehingga hubungan jawab itu merupakan pembacaan atas susunan ayat dan tidak dinyatakan dengan kata sebab. Dengan pembacaan itu, dugaan penyamaan di 45:21 berhadapan dengan sebuah pernyataan: bila pembalasan atas usaha tiap jiwa termasuk yang menyertai penciptaan, dugaan bahwa semua akan berakhir sama bertentangan dengan apa yang ayat ini nyatakan.
Ayat ini memakai tiga skala. Bagian pertama membicarakan langit dan bumi, bagian kedua membicarakan setiap jiwa, dan bagian terakhir kembali ke bentuk jamak dengan kata mereka. Pergeseran dari penciptaan semesta ke jiwa satu per satu menempatkan pembalasan pada tingkat pribadi, tanpa melepaskannya dari tindakan Allah menciptakan.
Akar ظ-ل-م hadir di dua ayat yang berdekatan dengan arah berlawanan. Di 45:19 (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) yang berarti "orang-orang zalim" disebut saling melindungi, sedangkan di 45:22 akar yang sama dipakai dalam bentuk yang meniadakan: setiap jiwa tidak dizalimi. Kata kerja pembalasan di ayat ini kembali di 45:28 dalam (تُجْزَوْنَ, tujzawna) yang berarti "kalian dibalas", yang diucapkan kepada setiap umat yang dipanggil kepada kitabnya. Ayat 40:17 memuat rangkaian yang hampir sama dengan 45:22 dan menyebut waktunya, yaitu "pada hari ini", sedangkan 45:22 tidak menyebut kapan pembalasan itu berlangsung. Batas itu dibiarkan terbuka oleh ayat ini sendiri, dan waktunya baru tertulis di ayat-ayat lain.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:22 menyebut pembalasan dalam kalimat yang sama dengan penciptaan langit dan bumi, tanpa memisahkannya menjadi dua pernyataan. Seseorang yang membayangkan pembalasan sebagai tambahan yang datang belakangan atas hidup dapat memeriksa gambaran itu, karena ayat ini menyebut Allah menciptakan dengan kebenaran dan dalam napas yang sama menyebut agar setiap jiwa dibalas. Bagi pembaca yang terbiasa memandang pembalasan sebagai sesuatu yang menyusul, bagaimana rasanya hidup bila pembalasan dianggap sudah ikut terkandung sejak langit dan bumi dijadikan?
- Ayat ini mengukur pembalasan dengan apa yang diusahakan jiwa itu sendiri, dan keadaan yang menimpanya tidak disebut sebagai ukuran. Seseorang yang menjalani masa sulit yang tidak dipilihnya dapat membedakan bagian yang datang tanpa diminta dari bagian yang berasal dari langkahnya. Ayat 74:38 menyebut setiap jiwa tergadai atas apa yang diusahakannya, dengan ukuran yang sama. Garis pemisah itu tidak selalu mudah ditarik, dan ayat ini tidak mengajari cara menariknya. Pembaca dapat menyusun daftar dua kolom dari satu masa sulit dalam hidupnya: apa yang menimpanya, dan apa yang diusahakannya. Kolom mana yang ternyata lebih pendek?
- Kalimat di ayat ini membicarakan setiap jiwa satu per satu, lalu memakai kata mereka dalam bentuk jamak. Perpindahan itu ada pula di 2:281, 3:25, dan 3:161. Seseorang yang merasa urusannya sepenuhnya urusan pribadi dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menyebutnya sendirian dan bersama sekaligus: pembalasan dikaitkan dengan usaha tiap jiwa, sedangkan kalimat yang sama menyebut orang banyak tidak dizalimi. Siapa yang dibayangkannya berdiri di dalam kata mereka itu?
- Ayat 45:22 memakai kata kerja yang tidak menyebut siapa yang membalas, padahal kalimat pertamanya menyebut Allah dengan namanya sebagai pencipta. Di 14:51 pembalas itu disebut dengan jelas, yaitu Allah. Kedua ayat sama-sama jelas, dan perbedaannya memperlihatkan bahwa pembalasan dapat dibicarakan dengan menyebut pelakunya atau dengan menyebut hanya yang menerimanya. Seseorang yang membayangkan catatan perbuatannya dapat bertanya kepada dirinya sendiri siapa yang dibayangkannya sedang menghitung: Allah, orang lain, atau dirinya sendiri di kemudian hari. Gambaran mana yang paling sering muncul dalam pikirannya, dan dari ayat mana gambaran itu berasal?
- Kalimat penutup ayat ini meniadakan kezaliman atas mereka, sesudah kalimat yang menyebut Allah menciptakan dengan kebenaran, dan tidak membatasinya pada golongan tertentu. Orang yang merasa dirugikan oleh orang lain dapat membaca kalimat itu sebagai pernyataan bahwa dirinya sendiri pun tidak akan dizalimi dalam hitungan. Orang yang pernah merugikan orang lain dapat membaca kalimat yang sama sebagai penegasan bahwa hitungan atas pihak yang pernah dirugikannya, dan atas dirinya, memakai ukuran yang sama. Bagaimana keadilan itu terpikirkan oleh pembaca yang sedang menunggunya, bila keadilan yang sama berlaku pula bagi pihak yang dianggapnya lawan?
- Ayat 45:22 menyatakan adanya pembalasan atas usaha tiap jiwa tanpa menyebut kapan, sedangkan ayat lain menyebut harinya. Orang yang menunggu hasil dari suatu usaha dapat mengamati urutan itu: pernyataan lebih dulu, waktu belakangan. Kata tidak dizalimi dalam kalimat penutup juga tidak diberi tenggat, jadi ayat ini tidak menjanjikan hasil dalam waktu tertentu dan memberi ruang bagi usaha yang belum terlihat hasilnya hari ini. Bagi pembaca yang usahanya belum dihargai siapa pun, ayat ini menyebut Allah sebagai pencipta dalam kalimat yang sama dengan pembalasan atas usaha itu. Usaha mana yang selama ini ditundanya karena belum ada yang membalasnya?