وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Padahal, mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka hanyalah menduga-duga.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَقَالُواwa-qaaluumereka berkata
  2. مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَاmaa hiya illaa hayaatunaa d-dunyaa namuutu wa-nahyaakehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup
  3. وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُwa-maa yuhlikunaa illaa d-dahrudan tidak ada yang membinasakan kita selain masa
  4. وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍwa-maa lahum bi-dzaalika min 'ilminpadahal, mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu
  5. إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَin hum illaa yazhunnuunamereka hanyalah menduga-duga

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. مَاmaatidaklah
  3. هِيَhiyaia
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. حَيَاتُنَاhayaatunaakehidupan kami
  6. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  7. نَمُوتُnamuutukami mati
  8. وَنَحْيَاwa-nahyaadan kami hidup
  9. وَمَاwa-maadan tidaklah
  10. يُهْلِكُنَاyuhlikunaamembinasakan kami
  11. إِلَّاillaakecuali
  12. الدَّهْرُd-dahrumasa
  13. وَمَاwa-maadan tidaklah
  14. لَهُمْlahumbagi mereka
  15. بِذَٰلِكَbi-dzaalikadengan itu
  16. مِنْmindari
  17. عِلْمٍ'ilminpengetahuan
  18. إِنْinjika
  19. هُمْhummereka
  20. إِلَّاillaakecuali
  21. يَظُنُّونَyazhunnuunamereka menduga

Inti bacaan

Klaim materialis 'tidak ada yang membinasakan kita selain masa' dibongkar sebagai 'tidak mempunyai ilmu. hanyalah menduga-duga', keyakinan yang tampak ilmiah namun sebenarnya spekulasi tanpa dasar bukti yang kuat.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(sama sekali)' tidak dipakai. 'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itu'. Kutipan pandangan materialis dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini mengutip pandangan materialis pengingkar kebangkitan: meyakini hidup-mati semata sebagai siklus alami tanpa Sang Pencipta.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengutip pandangan yang menolak kebangkitan. Hidup, mati, selesai. Masa dijadikan satu-satunya pelaku.
  • Yang mereka sebut ilmu ternyata dugaan. Kalimatnya terdengar pasti. Dasarnya tidak ada.
  • Allah membongkarnya bukan dengan dalil panjang. Cukup disebut mereka menduga-duga. Klaim yang terdengar ilmiah dibalas satu kalimat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.