قُلِ اللَّهُ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Katakanlah, “Allah menghidupkan kalian, lalu mematikan kalian, kemudian mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلِqulikatakanlah
  2. اللَّهُ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِallaahu yuhyiikum tsumma yumiitukum tsumma yajma'ukum ilaa yawmi l-qiyaamatiAllah menghidupkan kalian, lalu mematikan kalian, kemudian mengumpulkan kalian pada hari kiamat
  3. لَا رَيْبَ فِيهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَlaa rayba fiihi wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuunayang tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. قُلِqulikatakanlah
  2. اللَّهُallaahuAllah
  3. يُحْيِيكُمْyuhyiikumDia menghidupkan kalian
  4. ثُمَّtsummakemudian
  5. يُمِيتُكُمْyumiitukumDia mematikan kalian
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. يَجْمَعُكُمْyajma'ukummengumpulkan kalian
  8. إِلَىٰilaakepada
  9. يَوْمِyawmiHari
  10. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  11. لَاlaatidak
  12. رَيْبَraybakeraguan
  13. فِيهِfiihidi dalamnya
  14. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  15. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  16. النَّاسِn-naasimanusia
  17. لَاlaatidak
  18. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Bentuk (يَجْمَعُكُمْ, yajma'ukum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 45:26 dan 64:9.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قُلِ, quli) yang berarti "katakanlah", perintah untuk satu orang yang diajak bicara, dan terjemahan menaruhnya di depan kutipan jawaban. Ayat sebelumnya memuat tuntutan mereka, (ائْتُوا بِآبَائِنَا, iituu bi-aabaa'inaa) yang berarti "datangkanlah nenek moyang kami", sehingga perintah quli dapat dibaca membuka jawaban atas tuntutan itu. Sesudah quli datang nama Allah. Susunan (قُلِ اللَّهُ, quli allaahu) yang langsung disusul kata kerja dengan Allah sebagai pelakunya ada enam kali di empat surah, yaitu 4:127, 4:176, 6:64, 10:34, 10:35, dan 45:26. Di 4:127 dan 4:176 jawaban itu menanggapi permintaan fatwa. Di 6:64 jawabannya mengikuti pertanyaan tentang siapa yang menyelamatkan di 6:63, dan bunyinya (قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ, quli llaahu yunajjiikum) yang berarti "katakanlah, Allah menyelamatkan kalian". Di 10:34 jawaban mengulang kata kerja pertanyaannya. Di 45:26 tuntutan mendahului jawaban, dan jawabannya memuat tiga perbuatan yang tidak ada di tuntutan itu.

Perbuatan pertama adalah (يُحْيِيكُمْ, yuhyiikum) yang berarti "menghidupkan kalian", berakar ح-ي-ي dan berakhiran -kum, "kalian", sehingga manusia menjadi sasaran perbuatan. Akar yang sama dipakai di 45:24 dalam susunan lain, (نَمُوتُ وَنَحْيَا, namuutu wa-nahyaa) yang berarti "kita mati dan kita hidup", dan di sana manusia sendiri menjadi pelaku kedua kata kerja. Susunan namuutu wa-nahyaa muncul dua kali, yaitu di 23:37 dan 45:24. Perbuatan kedua, (يُمِيتُكُمْ, yumiitukum) yang berarti "mematikan kalian", berakar م-و-ت, sama dengan akar namuutu. Akar hidup dan akar mati yang di 45:24 dipegang manusia sebagai pelaku, di 45:26 dipegang Allah. Urutannya pun terbalik, karena 45:24 menyebut mati lebih dulu dan 45:26 menyebut hidup lebih dulu.

Rangkaian hidup lalu mati juga ada di tempat lain. Bentuk yuhyiikum muncul lima kali, yaitu di 2:28, 8:24, 22:66, 30:40, dan 45:26, dan bentuk yumiitukum muncul empat kali, yaitu di 2:28, 22:66, 30:40, dan 45:26. Di 2:28, 22:66, dan 30:40 sesudah (ثُمَّ يُمِيتُكُمْ, tsumma yumiitukum) yang berarti "kemudian mematikan kalian" datang lagi (ثُمَّ يُحْيِيكُمْ, tsumma yuhyiikum) yang berarti "kemudian menghidupkan kalian". Di 45:26 kata kerja berikutnya lain. Ayat 8:24 memakai yuhyiikum untuk hal yang berbeda, yaitu seruan yang memberi kehidupan kepada kalian, dan tidak berada dalam rangkaian hidup dan mati.

Perbuatan ketiga adalah (يَجْمَعُكُمْ, yajma'ukum) yang berarti "mengumpulkan kalian", berakar ج-م-ع. Bentuk ini muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 45:26 dan 64:9, dan di 64:9 bunyinya (يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ, yawma yajma'ukum li-yawmi l-jam'i) yang berarti "pada hari Dia mengumpulkan kalian pada hari berhimpun". Tujuan pengumpulan di sini ditulis (إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ilaa yawmi l-qiyaamati) yang berarti "pada hari kiamat". Huruf ilaa lazimnya berarti "kepada", tetapi tiga ayat yang memuat susunan ilaa yawmi l-qiyaamati disusul laa rayba fiihi, yaitu 4:87, 6:12, dan 45:26, diterjemahkan dengan "pada" di ketiganya. Di 4:87 dan 6:12 kata kerjanya (لَيَجْمَعَنَّكُمْ, la-yajma'annakum) yang berarti "akan mengumpulkan kalian", berakar sama dengan yajma'ukum.

Frasa (لَا رَيْبَ فِيهِ, laa rayba fiihi) yang berarti "tidak ada keraguan tentangnya" berakar ر-ي-ب dan muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 2:2, 3:9, 3:25, 4:87, 6:12, 10:37, 17:99, 32:2, 42:7, dan 45:26. Tiga di antaranya melekat pada Kitab, yaitu 2:2, 10:37, dan 32:2, satu melekat pada ajal, yaitu 17:99, dan enam melekat pada hari atau pengumpulan, yaitu 3:9, 3:25, 4:87, 6:12, 42:7, dan 45:26. Keenam ayat terakhir memuat akar ج-م-ع di ayat yang sama: jaami'u di 3:9, jama'naahum di 3:25, la-yajma'annakum di 4:87 dan 6:12, al-jam'i di 42:7, dan yajma'ukum di 45:26. Akhiran -hi pada fiihi menunjuk satu benda berjenis laki-laki, sejalan dengan yawm, "hari", sedangkan al-qiyaamah berjenis perempuan. Di 45:32 kata ganti untuk as-saa'ah adalah fiihaa, yang berjenis perempuan. Terjemahan menempelkan "yang tidak ada keraguan tentangnya" pada hari kiamat.

Penutupnya adalah (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuuna) yang berarti "tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Susunan utuh ini muncul sebelas kali di tujuh surah, yaitu 7:187, 12:21, 12:40, 12:68, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, dan 45:26. Dua di antaranya berada dekat pembicaraan tentang kebangkitan: 7:187 menyusul pertanyaan tentang kapan hari itu terjadi, dan 16:38 menyusul sumpah bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati. Di 40:59 bunyinya (لَا رَيْبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ, laa rayba fiihaa wa-laakinna aktsara n-naasi laa yu'minuuna) yang berarti "tidak ada keraguan padanya, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman", sehingga kalimat yang bentuknya sama berakhir dengan kata kerja yang berbeda. Di 45:26 kata kerjanya ya'lamuuna, berakar ع-ل-م, akar yang sama dengan (عِلْمٍ, 'ilmin) yang berarti "pengetahuan" di 45:24. Kata kerja itu tidak diikuti sasaran, sehingga terjemahan tidak menambahkan "hal itu" atau "kebenaran itu".

Tafsiran

Ayat ini dapat dibaca sebagai jawaban atas tuntutan di 45:25, dengan cara yang berbeda dari yang diminta, karena tidak ada seorang pun nenek moyang yang didatangkan dan jawabannya berupa tiga perbuatan Allah yang berurutan: menghidupkan, mematikan, lalu mengumpulkan. Kutipan jawaban itu berhenti di akhir ayat ini, dan 45:27 tidak mengulang perintah quli.

Ayat 45:24 menaruh masa sebagai pelaku yang membinasakan dan menaruh manusia sebagai pelaku mati dan hidup. Ayat 45:26 mengisi tempat-tempat pelaku itu dengan nama lain. Allah menjadi pelaku untuk hidup dan mati, dan manusia menjadi sasaran. Masa tidak disebut dan tidak dibantah dengan kata. Jawabannya dibangun dari kata kerja yang akarnya sama dengan yang dipakai orang-orang itu sendiri.

Di tiga ayat lain rangkaian hidup dan mati disusul menghidupkan lagi, tetapi di sini kata kerja ketiga adalah mengumpulkan menuju hari kiamat. Pengumpulan itu memberi rangkaian ini tujuan yang bernama, sedangkan 2:28, 22:66, dan 30:40 tidak menyebut hari. Ayat 4:87 dan 6:12 memuat pengumpulan menuju hari yang sama dengan pernyataan yang sama, laa rayba fiihi, sehingga 45:26 dapat dibaca sebagai satu dari tiga tempat yang menaruh pengumpulan dan kepastiannya dalam satu kalimat.

Kalimat terakhir mengubah arah ayat. Tiga kata kerja pertama dikerjakan Allah dan berlaku bagi kalian, sedangkan kalimat penutup berbicara tentang kebanyakan manusia dan keadaan pengetahuan mereka. Ayat menyebut bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui. Ayat 45:27 melanjutkan dengan pemilik kerajaan langit dan bumi.

Renungan dan Hikmah

  • Tuntutan di 45:25 meminta nenek moyang didatangkan, sedangkan ucapan di 45:26, yang dapat dibaca sebagai jawabannya, tidak memuat satu pernyataan pun tentang mendatangkan mereka. Ayat menuliskan tiga perbuatan Allah dengan pelaku yang sama dan sasaran yang sama, yaitu kalian. Jawabannya berbeda bentuk dari permintaan, dan ayat tidak menjelaskan alasannya. Pembaca dapat mengingat saat meminta bukti dalam bentuk tertentu, misalnya sesuatu yang bisa dipegang atau disaksikan sendiri, lalu keterangan datang dalam bentuk lain. Apakah keterangan semacam itu ditolak karena bentuknya tidak cocok dengan permintaan semula, atau ditimbang menurut isinya?
  • Kata kerja pertama memakai kalian sebagai sasaran, dan di 45:24 orang-orang itu berkata kita mati dan kita hidup dengan diri mereka sendiri sebagai pelaku kedua kata kerja. Ayat 2:28 menyebut keadaan sebelum hidup: kalian dahulu mati, lalu Dia menghidupkan kalian. Ayat 2:28 dan 45:26 menyebut hidup sebagai sesuatu yang dikenakan pada manusia, dengan Allah sebagai pelakunya. Pembaca dapat bertanya, apa saja yang selama ini dihitung sebagai hasil kerjanya sendiri, padahal pangkalnya sudah ada sebelum pekerjaan itu dimulai?
  • Tiga kata kerja di ayat ini berurutan: menghidupkan, mematikan, mengumpulkan, dan ketiganya dikerjakan Allah atas orang yang sama. Pembaca yang sedang membaca kalimat ini berada di kata kerja pertama, sedangkan dua yang lain belum dialami. Ayat 45:26 tidak memberi jarak waktu di antara ketiganya dan tidak menyebut berapa lama pun. Pembaca dapat menandai titik tempatnya berdiri dalam urutan itu, lalu melihat bagian mana dari harinya yang disusun seakan-akan urutan itu berhenti pada kata kerja pertama. Apa yang berubah pada rencana hari ini bila rencana itu dipandang dari kata kerja ketiga?
  • Keterangan tidak ada keraguan di ayat ini menempel pada hari kiamat. Di 3:9 kalimat serupa diucapkan sebagai sapaan kepada Tuhan, dan di 42:7 kalimat itu menyertai hari berkumpul. Dalam ketiga ayat itu keraguan disebut tidak punya tempat pada hari itu sendiri. Keraguan pembaca, bila ada, berada pada pengetahuannya tentang hari itu dan tidak pada hari itu. Ayat 45:26 dapat dibaca memisahkan kedua hal itu. Di mana pembaca menaruh keraguannya: pada hari itu, atau pada keterangan yang sampai kepadanya tentang hari itu?
  • Kalimat penutup memakai kata tidak mengetahui, sedangkan 40:59 memakai tidak beriman untuk kalimat yang bentuknya sama. Di 45:26 kekurangan yang disebut adalah pengetahuan, dari akar yang sama dengan pengetahuan yang menurut 45:24 tidak mereka miliki tentang pandangan mereka sendiri. Ayat memilih menyebut keadaan pengetahuan mereka dan tidak menyebut sikap mereka terhadap Allah, yang dalam ayat ini mengumpulkan kalian. Pembaca yang merasa belum yakin dapat memeriksa apakah yang belum ada padanya keyakinan atau keterangan. Keterangan apa tentang hari itu yang sudah sampai kepadanya dan belum pernah dibukanya?
  • Perintah quli memberi orang yang diajak bicara sebuah kalimat untuk diucapkan, dan kalimat itu terdiri dari tiga kata kerja dan satu penutup tentang pengetahuan. Tidak ada perdebatan tentang nenek moyang di dalamnya, dan tidak ada tambahan yang menjelaskan cara Allah mengerjakan ketiga perbuatan itu. Ayat ini memperlihatkan jawaban yang bisa diucapkan dalam satu kalimat oleh orang yang ditantang. Pembaca yang sedang diminta bukti dapat menimbang apa yang akan terjadi pada percakapannya bila jawabannya sependek ini. Seberapa banyak penjelasan yang biasanya ditambahkan pada pernyataan yang sebenarnya sudah lengkap?