هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Ini kitab Kami yang berbicara terhadap kalian dengan kebenaran; sesungguhnya Kami telah mencatat apa yang kalian kerjakan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّhaadzaa kitaabunaa yanthiqu 'alaykum bi-l-haqqiini kitab Kami yang berbicara terhadap kalian dengan kebenaran
  2. إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَinnaa kunnaa nastansikhu maa kuntum ta'maluunasesungguhnya Kami telah mencatat apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. هَٰذَاhaadzaaini
  2. كِتَابُنَاkitaabunaakitab Kami
  3. يَنْطِقُyanthiquberbicara
  4. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  5. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  6. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  7. كُنَّاkunnaaKami adalah
  8. نَسْتَنْسِخُnastansikhuKami menyalin
  9. مَاmaaapa yang
  10. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  11. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Susunan (هَٰذَا كِتَابُنَا, haadzaa kitaabunaa) muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 45:29.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dimulai dengan (هَٰذَا كِتَابُنَا, haadzaa kitaabunaa) yang berarti "ini kitab Kami". Kata (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" menunjuk benda yang dekat dengan pembicara, berbeda dari (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang dalam terjemahan ini berarti "itu" untuk yang jauh, sehingga kitab itu tergambar hadir di tempat ucapan berlangsung. Susunan haadzaa kitaabunaa muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 45:29. Kata (كِتَابُنَا, kitaabunaa) berakar ك-ت-ب dan berakhiran -naa, "Kami". Akhiran yang sama menyertai (آيَاتُنَا, aayaatunaa) yang berarti "tanda-tanda Kami" di 45:25, sehingga dalam satu rangkaian ada tanda Kami yang dibacakan dan kitab Kami yang berbicara. Di 45:6 pemiliknya disebut dengan nama, (تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ, tilka aayaatu llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah itu", dan kata Kami di ayat yang sama menjadi pelaku membacakannya. Terjemahan memakai "kitab" berhuruf kecil, sama dengan kitabnya di 45:28 dan dengan (كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ, kitaabun yanthiqu bi-l-haqqi) yang berarti "kitab yang berbicara dengan benar" di 23:62.

Kata kerja (يَنْطِقُ, yanthiqu) yang berarti "berbicara" berakar ن-ط-ق, dan pelakunya di sini adalah kitab. Kitab sebagai pelaku kata kerja ini ada di 23:62 dan 45:29. Di tempat lain akar yang sama dipakai untuk manusia, misalnya di 77:35, (هَٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُونَ, haadzaa yawmu laa yanthiquuna) yang berarti "ini hari mereka tidak berbicara", sedangkan di 45:29 yang berbicara adalah kitab. Bagian berikutnya adalah (عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ, 'alaykum bi-l-haqqi) yang berarti "terhadap kalian dengan kebenaran". Susunan 'alaykum bi-l-haqqi muncul sekali di 45:29. Di 23:62 ada bi-l-haqqi saja, tanpa penunjuk kepada siapa kitab itu berbicara, sedangkan di 45:29 kata depan 'alaa dan akhiran -kum menunjuk langsung pada mereka. Kata depan yang sama dipakai di 45:25, (تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ, tutlaa 'alayhim) yang berarti "dibacakan kepada mereka". Kata (الْحَقِّ, l-haqqi) berakar ح-ق-ق, dan terjemahan memakai "kebenaran".

Kalimat kedua adalah (إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ, innaa kunnaa nastansikhu) yang berarti "sesungguhnya Kami telah mencatat". Kata (نَسْتَنْسِخُ, nastansikhu) berakar ن-س-خ dan muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 45:29. Akarnya sendiri ada di empat ayat, yaitu 2:106, 7:154, 22:52, dan 45:29. Di 2:106, (مَا نَنْسَخْ, maa nansakh) yang berarti "apa pun yang Kami hapuskan", dan di 22:52, (فَيَنْسَخُ, fa-yansakhu) yang berarti "lalu menghapus", kata kerjanya mengarah ke penghapusan. Di 7:154, (نُسْخَتِهَا, nuskhatihaa) yang berarti "tulisannya", kata bendanya mengarah ke teks yang tertulis pada lauh-lauh. Di 45:29 kata ini berdampingan dengan kitab yang berbicara dan dengan perbuatan sebagai isinya, sehingga kata ini terbaca mengarah ke tulisan. Terjemahan memakai "mencatat", yang memuat arti menuliskan tanpa menyatakan ada naskah asal yang disalin, karena ayat ini tidak menyebut naskah semacam itu.

Susunan innaa kunnaa muncul delapan belas kali di dua belas surah, yaitu 7:5, 7:172, 12:97, 14:21, 21:14, 21:46, 21:104, 28:53, 29:10, 37:32, 40:47, 44:3, 44:5, 45:29, 52:26, 52:28, 68:29, dan 68:31. Hanya di 45:29 susunan itu langsung disusul kata kerja yang sedang berlangsung berawalan na-, sedangkan di tujuh belas ayat lain susunan itu disusul sifat atau keterangan. Separuh kedua kalimat memakai bentuk yang sama untuk pihak lain: (مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "apa yang kalian kerjakan". Dengan demikian kalimat ini menaruh dua pekerjaan berdampingan dalam bentuk yang sama, yaitu kunnaa nastansikhu untuk Kami dan kuntum ta'maluuna untuk kalian. Frasa maa kuntum ta'maluuna muncul dua puluh empat kali di sembilan belas surah, yaitu 5:105, 6:60, 7:43, 9:94, 9:105, 10:23, 16:28, 16:32, 27:90, 29:8, 29:55, 31:15, 32:14, 36:54, 37:39, 39:7, 43:72, 45:28, 45:29, 52:16, 52:19, 62:8, 66:7, dan 77:43. Pasangan ayat berurutan di antara kemunculan itu hanya satu, yaitu 45:28 dan 45:29, dan keduanya menutup ayatnya dengan frasa itu.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan ucapan yang dibuka di 45:28 dan menjawab apa yang ditinggalkan ayat itu: kitab yang dituju setiap umat ternyata hadir, berbicara, dan isinya adalah pekerjaan mereka yang dicatat. Terjemahan menutup kutipan di akhir ayat ini, dan 45:30 kembali berbentuk penuturan.

Ayat 45:25 dan 45:29 saling berhadapan. Di 45:25 tanda-tanda Kami dibacakan kepada mereka, dan jawaban mereka berupa tuntutan. Di 45:29 kitab Kami berbicara terhadap kalian, dengan kata depan yang sama, dan tidak ada jawaban yang dikutip. Arahnya berbalik: dulu ada sesuatu yang dibacakan dan mereka yang menjawab, kini ada sesuatu yang berbicara dan tidak ada jawaban. Ayat 45:6 menaruh kebenaran pada pembacaan tanda-tanda Allah, (نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ, natluuhaa 'alayka bi-l-haqqi) yang berarti "Kami bacakan kepadamu dengan benar", dan 45:29 menaruh kebenaran pada kitab yang berbicara, sehingga 45:6 dan 45:29 memakai kata yang sama untuk cara menyampaikan.

Ayat ini juga menggenapi 45:27. Di sana orang-orang yang membatalkan merugi, dan akar ب-ط-ل berdampingan dengan akar ح-ق-ق di tempat lain, misalnya 8:8, 17:81, dan 22:62. Ayat 45:29 menaruh kebenaran sebagai cara kitab berbicara, jadi kerugian yang disebut di 45:27 dan kebenaran yang disebut di sini berada dalam satu rangkaian ayat.

Ayat 36:12 memasangkan dua perbuatan Allah dalam satu kalimat, (نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا, nuhyi l-mawtaa wa-naktubu maa qaddamuu) yang berarti "Kami menghidupkan orang-orang mati dan mencatat apa yang mereka dahulukan". Ayat 45:26 dan 45:29 menaruh dua perbuatan itu, menghidupkan dan mencatat, pada dua ujung satu rangkaian yang melewati kematian dan pengumpulan. Karena frasa penutup 45:28 diulang di sini, kitab yang dituju di 45:28 dapat dibaca sebagai kitab yang sama dengan yang mencatat di 45:29.

Renungan dan Hikmah

  • Di 45:25 sesuatu dibacakan kepada mereka dan mereka menjawab dengan tuntutan, sedangkan di 45:29 sesuatu berbicara terhadap kalian dan tidak ada jawaban yang dikutip. Giliran bicara berpindah, dan kata depan yang dipakai di kedua tempat sama. Allah, yang menurut 45:6 membacakan tanda-tanda-Nya dengan benar, di sini disebut lewat kata Kami sebagai pemilik kitab yang berbicara. Pembaca yang pernah menjawab keterangan dengan tuntutan dapat menimbang apa yang berubah pada percakapan ketika giliran bicara berpindah ke pihak lain. Jawaban apa yang akan tersedia bila tidak ada lagi giliran bagi pembaca?
  • Kalimat kedua menaruh Kami dan kalian dalam bentuk kata kerja yang sama: Kami mencatat dan kalian mengerjakan. Keduanya berjalan berdampingan, dan ayat tidak menyebut kapan pencatatan dimulai. Kalimat ini tidak membedakan pekerjaan di tempat sepi dari pekerjaan di depan banyak orang, karena semuanya disebut apa yang kalian kerjakan, dan pencatatnya adalah Allah yang kitab-Nya berbicara. Pembaca dapat meninjau satu hari kerjanya dan menandai bagian yang dikerjakan seakan-akan tidak ada yang mencatat. Bagian mana yang berubah bila pencatat itu dibayangkan hadir sepanjang hari?
  • Kitab itu berbicara dengan kebenaran, dan 23:62 menaruh kalimat serupa disusul pernyataan bahwa mereka tidak dizalimi. Di 45:29 kebenaran melekat pada cara kitab berbicara. Kitab itu memuat apa yang dikerjakan, dan isi itu dibacakan dengan kebenaran. Pembaca dapat membayangkan pekerjaannya sendiri dibacakan dengan kebenaran, tanpa dipercantik dan tanpa dipelintir. Bagian mana dari pekerjaannya sendiri yang paling sulit didengar apa adanya?
  • Ayat ini tidak menghadirkan saksi dari luar. Kitablah yang berbicara, dan isinya pekerjaan kalian sendiri, sehingga tidak ada pihak ketiga yang perlu dipercaya atau diragukan. Di 45:28 umat dipanggil kepada kitabnya, dan di 45:29 kitab itu berbicara terhadap mereka. Pembaca yang biasa menyandarkan penilaian atas dirinya pada ucapan orang lain, baik pujian maupun kritik, dapat membandingkannya dengan sumber yang disebut ayat ini. Apakah pembaca pernah membaca pekerjaannya sendiri sebagaimana orang lain akan membacanya?
  • Ayat 36:12 memasangkan menghidupkan orang mati dan mencatat apa yang mereka dahulukan dalam satu kalimat, dan 45:26 serta 45:29 menaruh kedua perbuatan itu di dua ujung rangkaian yang melewati kematian. Pelakunya sama, yaitu Allah. Kehidupan yang dipakai untuk bekerja diberikan, dan hasil kerja dicatat, oleh pihak yang sama menurut ayat-ayat itu. Pembaca dapat melihat bagaimana cara memandang pekerjaannya berubah bila awal hidup dan catatan akhirnya ditaruh pada tangan yang sama. Apakah pekerjaan itu masih terasa seperti miliknya sendiri?
  • Akar ع-م-ل muncul di tiga ayat berurutan: apa yang kalian kerjakan dibalas di 45:28, dicatat di 45:29, dan menjadi ciri orang-orang yang beramal saleh di 45:30. Dalam ketiga ayat itu pekerjaan memiliki tiga fungsi, yaitu ukuran pembalasan, isi catatan, dan tanda golongan yang dimasukkan Tuhan mereka ke dalam rahmat-Nya. Ayat-ayat itu tidak menyebut jenis pekerjaan tertentu di 45:28 dan 45:29, dan baru menyebut sifatnya, saleh, di 45:30. Pembaca dapat bertanya, bila pekerjaannya sendiri menjadi ukuran, isi catatan, dan tanda golongan sekaligus, pekerjaan yang mana yang pantas diberi ketiga tugas itu?