وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا أَفَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَاسْتَكْبَرْتُمْ وَكُنْتُمْ قَوْمًا مُجْرِمِينَ
Adapun orang-orang yang kufur, “Bukankah tanda-tanda-Ku telah dibacakan kepada kalian, lalu kalian menyombongkan diri dan menjadi kaum pendurhaka?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواwa-ammaa lladziina kafaruuadapun orang-orang yang kufur
- أَفَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْa-fa-lam takun aayaatii tutlaa 'alaykumbukankah tanda-tanda-Ku telah dibacakan kepada kalian
- فَاسْتَكْبَرْتُمْ وَكُنْتُمْ قَوْمًا مُجْرِمِينَfa-stakbartum wa-kuntum qawman mujrimiinalalu kalian menyombongkan diri dan menjadi kaum pendurhaka
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
- تَكُنْtakunadalah
- آيَاتِيaayaatiitanda-tanda-Ku
- تُتْلَىٰtutlaadibacakan
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- فَاسْتَكْبَرْتُمْfa-stakbartummaka kalian menyombongkan diri
- وَكُنْتُمْwa-kuntumpadahal kalian adalah
- قَوْمًاqawmankaum
- مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Susunan (وَكُنْتُمْ قَوْمًا, wa-kuntum qawman) muncul dua kali di Al-Qur'an (48:12, 45:31), dan hanya di 45:31 kata sesudahnya menyebut pelaku, yaitu (مُجْرِمِينَ, mujrimiina).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-ammaa lladziina kafaruu) yang berarti "adapun orang-orang yang kufur". Kata (وَأَمَّا, wa-ammaa) yang berarti "dan adapun" memakai kata ammaa seperti ayat sebelumnya, yaitu (فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا, fa-ammaa lladziina aamanuu) yang berarti "adapun orang-orang yang beriman", dengan huruf wa yang berarti "dan" menggantikan fa, sehingga dua ayat itu terbaca sebagai dua kelompok yang dibicarakan berdampingan. Susunan ammaa lladziina muncul di delapan belas ayat, yaitu 2:26, 3:7, 3:56, 3:57, 3:106, 3:107, 4:173, 4:175, 9:124, 9:125, 11:106, 11:108, 30:15, 30:16, 32:19, 32:20, 45:30, dan 45:31, tersebar di delapan surah. Di enam belas ayat itu bagian pokok yang menyatakan keadaan atau tindakan kelompok dibuka dengan huruf fa, misalnya (فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ, fa-yudkhiluhum rabbuhum) yang berarti "maka Tuhan mereka akan memasukkan mereka" di 45:30 dan (فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ, fa-ma'waahumu n-naaru) yang berarti "maka tempat tinggal mereka adalah api" di 32:20. Hanya di 3:106 dan 45:31 bagian itu dibuka dengan huruf tanya a-, yaitu (أَكَفَرْتُمْ, a-kafartum) yang berarti "apakah kalian kufur" di 3:106 dan (أَفَلَمْ, a-fa-lam) di ayat ini. Pada kedua ayat itu kelompok yang tadinya disebut "mereka" langsung disapa "kalian", dan terjemahan membuka tanda kutip di sana karena tidak ada kata kerja ucapan yang menandai pergantiannya. Di 32:20 pergantian ucapan ditandai oleh (وَقِيلَ لَهُمْ, wa-qiila lahum) yang berarti "dan dikatakan kepada mereka"; di 45:31 kata seperti itu tidak ada, sehingga terjemahan tidak menambahkan "dikatakan".
Kata (آيَاتِي, aayaatii) yang berarti "tanda-tanda-Ku" memakai akhiran -ii yang berarti "-Ku", jadi pembicara menyebut tanda-tanda itu sebagai miliknya. Bentuk persis ini muncul empat belas kali di sebelas surah, yaitu 2:41, 5:44, 6:130, 7:35, 7:146, 18:56, 18:106, 20:42, 21:37, 23:66, 23:105, 27:84, 39:59, dan 45:31; surah 7, 18, dan 23 memuatnya dua kali, sehingga jumlah surahnya lebih kecil daripada jumlah ayatnya. Dalam surah yang sama benda ini punya dua sebutan lain, yaitu (آيَاتُ اللَّهِ, aayaatu llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah" di 45:6 dan (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah" di 45:35. Dengan dua sebutan itu, tanda-tanda-Ku di 45:31 dapat dibaca sebagai tanda-tanda Allah.
Rangkaian (تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ, tutlaa 'alaykum) yang berarti "dibacakan kepada kalian" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 3:101, 23:66, 23:105, dan 45:31, dan surah 23 memuatnya dua kali. Akhiran -kum menunjuk banyak orang, sehingga terjemahan memakai "kepada kalian", sama dengan tiga ayat lainnya, dan tidak memakai "kepadamu" yang tertuju pada satu orang; bagian kedua ayat ini pun sudah memakai "kalian". Rangkaian (تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ, takun aayaatii tutlaa 'alaykum) yang berarti "tanda-tanda-Ku telah dibacakan kepada kalian" muncul dua kali, yaitu di 23:105 dan 45:31. Di 23:105 pertanyaannya dibuka (أَلَمْ, a-lam) tanpa huruf fa, dan lanjutannya adalah (فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ, fa-kuntum bihaa tukadzdzibuuna) yang berarti "maka kalian dahulu mendustakannya". Di 23:66 tanggapan penerima ditulis dengan (فَكُنْتُمْ, fa-kuntum), dan di 45:31 dengan (فَاسْتَكْبَرْتُمْ, fa-stakbartum). Ketiganya memakai kata kerja berbentuk lampau, yaitu kuntum dan istakbartum, jadi pembacaan dan tanggapan sama-sama terletak sebelum pertanyaan diajukan, dan itu sebabnya terjemahan memakai "telah dibacakan".
Kata (فَاسْتَكْبَرْتُمْ, fa-stakbartum) yang berarti "lalu kalian menyombongkan diri" tersusun dari fa yang berarti "lalu", kata kerja istakbara dari akar ك-ب-ر, dan akhiran -tum yang berarti "kalian". Bentuk istakbara dengan akhiran -tum muncul tiga kali, yaitu di 2:87, 45:31, dan 46:10. Di 2:87, (اسْتَكْبَرْتُمْ, istakbartum) ditujukan kepada orang yang kedatangan rasul membawa sesuatu yang tidak diinginkan diri mereka, dan di 46:10, (وَاسْتَكْبَرْتُمْ, wa-stakbartum) menyusul pernyataan bahwa seorang saksi sudah beriman. Surah ini sendiri memakai akar yang sama di 45:8, yaitu (مُسْتَكْبِرًا, mustakbiran) yang berarti "dengan menyombongkan diri", untuk orang yang mendengar tanda-tanda Allah dibacakan kepadanya lalu bersikap seakan-akan tidak mendengarnya. Urutan tanda-tanda, menyombongkan diri, lalu sebutan kaum pendurhaka juga ada di 10:75, (بِآيَاتِنَا فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ, bi-aayaatinaa fa-stakbaruu wa-kaanuu qawman mujrimiina) yang berarti "dengan tanda-tanda Kami, lalu mereka menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka", dan di 7:133 dengan susunan kata yang sama sesudah kata tanda-tanda.
Kata (قَوْمًا مُجْرِمِينَ, qawman mujrimiina) yang berarti "kaum pendurhaka" tersusun dari qawman yang berarti "kaum", tanpa kata sandang, dan mujrimiina dari akar ج-ر-م. Rangkaian ini muncul tiga kali, yaitu di 7:133, 10:75, dan 45:31, dan di ketiganya didahului kata kerja menyombongkan diri. Bentuk mujrimiina menyebut pelaku, sehingga terjemahan memakai kata benda pelaku "pendurhaka". Susunan (وَكُنْتُمْ قَوْمًا, wa-kuntum qawman) yang berarti "dan kalian menjadi kaum" muncul dua kali, yaitu di 45:31 dan 48:12. Kata sesudahnya di 48:12 adalah (بُورًا, buuran) yang berarti "binasa", dan sebelum itu 48:12 memuat dua kata kerja yang berarti "menyangka", yaitu (ظَنَنْتُمْ, zhanantum) dan (وَظَنَنْتُمْ, wa-zhanantum). Di 45:31 sebutan itu didahului penolakan atas tanda yang dibacakan.
Tafsiran
Ayat ini mengajukan pertanyaan kepada orang-orang yang kufur sebelum menyebut hukuman apa pun, dan pertanyaan itu memuat seluruh perkaranya dalam tiga hal yang berurutan: tanda-tanda dibacakan kepada mereka, mereka menyombongkan diri, dan mereka menjadi kaum pendurhaka. Pihak yang membacakan tidak disebut namanya, sedangkan dua hal berikutnya menjadi perbuatan dan keadaan orang yang ditanya. Kelompok pertama mendapat satu ayat, yaitu 45:30, yang langsung menyatakan bahwa Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Kelompok kedua mendapat lima ayat, yaitu 45:31 sampai 45:35, dan ayat pembukanya tidak menyebut hukuman. Hukuman disebut dengan tegas di 45:34 dan 45:35. Ayat 45:32 mencatat ucapan mereka, dan 45:33 mencatat apa yang tampak bagi mereka serta apa yang meliputi mereka.
Pembacaan tanda-tanda disebut tiga kali dalam surah ini dengan kata kerja tutlaa, dan tiap kali dengan sapaan yang berbeda. Di 45:8 pembacaan itu ditujukan kepada satu orang yang disebut "dia", di 45:25 kepada orang banyak yang disebut "mereka" dan yang hujahnya hanya meminta nenek moyang didatangkan, dan di 45:31 kepada orang yang ditanya langsung sebagai "kalian". Ayat ini juga memuat unsur yang sama dengan 45:8: tanda-tanda dibacakan, lalu menyombongkan diri. Di 45:8 unsur itu ditulis untuk seorang pelaku, di 45:31 untuk sekelompok orang.
Pertanyaan yang sama ada di 23:105, dan ayat sesudahnya mencatat jawaban: (قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا, qaaluu rabbanaa ghalabat 'alaynaa syiqwatunaa) yang berarti "mereka berkata, Tuhan kami, kemalangan kami telah menguasai kami", disusul (وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ, wa-kunnaa qawman dhaalliina) yang berarti "dan kami adalah kaum yang sesat". Di 45:31 tidak ada jawaban semacam itu. Ayat 45:32 mencatat ucapan mereka tentang hal lain, yaitu hari kiamat, dan dibuka dengan "apabila dikatakan", bukan dengan jawaban atas pertanyaan ini. Pertanyaan di 45:31 karena itu dibiarkan terbuka di dalam ayatnya, dan tanda-tanda yang dibicarakan pertanyaan ini muncul lagi di 45:35 sebagai alasan hukuman, yaitu mereka menjadikan tanda-tanda Allah olok-olok.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:30 menyatakan bahwa Tuhan orang-orang beriman memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, sedangkan ayat ini membuka kelompok lain dengan pertanyaan. Orang yang ditanya lebih dulu diminta menengok apa yang pernah dibacakan kepadanya, dan yang dibacakan itu disebut tanda-tanda Allah di 45:6 dan 45:35. Sebuah pertanyaan membuka ruang yang tidak dibuka putusan, yaitu ruang untuk menjawab, walaupun jawabannya tidak dicatat di ayat ini. Seandainya pertanyaan itu diajukan kepada pembaca hari ini, jawaban apa yang sudah disiapkannya?
- Pertanyaan ini menanyakan peristiwa yang sudah selesai, sebab tanda-tanda itu sudah dibacakan sebelum hari ketika pertanyaan datang. Bahan jawabannya karena itu berada di masa lalu orang yang ditanya, dan tidak dapat ditambah atau dikurangi pada saat pertanyaan tiba. Pembaca yang mengikuti ayat ini dapat menimbang apa saja yang sudah sampai ke pendengarannya, dari suara mana pun asalnya, dan bagaimana tanggapannya pada saat itu, sebab ayat ini mencatat tanggapan sebagai bagian dari perkara. Ketika sesuatu pertama kali dibacakan kepadanya, sikap apa yang dipilihnya?
- Sebutan kaum pendurhaka datang paling akhir dalam ayat ini, sesudah tanda-tanda dibacakan dan sesudah mereka menyombongkan diri. Di 10:75 dan 7:133 sebutan yang sama juga ditaruh sesudah kata kerja menyombongkan diri, dan di 10:75 tanda-tanda dibawa kepada Firaun dan para pemukanya lebih dulu. Ketiga ayat itu memasang sebutan sesudah perbuatan dan tidak sebelumnya. Pembaca yang memikirkan julukan apa yang pantas baginya dapat melihat bahwa ayat ini menaruh julukan di ujung sebuah rangkaian tindakan. Tindakan mana dalam rangkaian itu yang masih dapat ia ubah sebelum julukan jatuh?
- Orang-orang yang kufur disebut sebagai pihak ketiga sampai pertanyaan dimulai, lalu mereka disapa dengan "kalian" di tengah ayat. Pembaca yang selama ini menelusuri kelompok itu sebagai pihak ketiga mendapati kata ganti tersebut menunjuk ke arahnya, sebab ayat ini tidak memuat penanda perpindahan. Perpindahan tanpa aba-aba itu memperlihatkan betapa tipis jarak antara orang yang dibicarakan dan orang yang ditanya. Pada kalimat mana dalam bacaan ini pembaca mulai merasa dirinya yang disapa?
- Sapaan "dia" di 45:8 dan "mereka" di 45:25 membiarkan pembaca berada di luar adegan, sebagai penonton atas orang-orang yang mendengar tanda-tanda Allah dibacakan. Sapaan "kalian" di 45:31 menghapus jarak itu, sebab orang yang ditanya disapa langsung. Pembaca yang mengikuti dua ayat pertama sebagai kisah tentang orang lain mendapati bahwa ayat ketiga memakai kata ganti yang sama dengan kata ganti untuk dirinya. Bagi pembaca yang sudah terbiasa menempatkan diri di luar adegan, pergeseran itu mungkin terasa mendadak. Dari ketiga sapaan itu, sapaan mana yang paling nyaman dipakai pembaca untuk membaca ayat-ayat ini, dan sapaan mana yang dihindarinya?
- Pembicara di ayat ini berkata "tanda-tanda-Ku", sedangkan 45:6 dan 45:35 menyebut benda yang sama tanda-tanda Allah. Dengan sebutan itu, kesombongan yang ditanyakan ditaruh sebagai tanggapan atas tanda-tanda yang dinyatakan milik Allah, dan tidak sebagai tanggapan atas orang yang membacakannya. Menolak seorang pembawa pesan dan menolak pemilik pesan berbeda alamatnya. Pembaca yang pernah menepis sesuatu karena tidak menyukai orang yang menyampaikannya dapat memeriksa kepada siapa penepisan itu sebenarnya sampai. Bila yang dibacakan adalah tanda-tanda Allah, kepada siapa kesombongan itu tertuju?
- Ayat 23:105 memuat pertanyaan yang sama, dan ayat sesudahnya mencatat ucapan mereka: Tuhan kami, kemalangan kami telah menguasai kami, dan kami adalah kaum yang sesat. Ayat 45:31 tidak diikuti ucapan semacam itu, dan ayat 45:32 mencatat ucapan lain yang berpindah ke soal hari kiamat. Pembaca yang menaruh kedua ayat berdampingan melihat dua gerak yang berbeda atas pertanyaan yang sama, yaitu jawaban yang mengakui keadaan dan ucapan yang berpindah pokok. Seandainya pertanyaan itu sampai kepadanya, ke arah mana jawabannya akan bergerak?