وَإِذَا قِيلَ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَا قُلْتُمْ مَا نَدْرِي مَا السَّاعَةُ إِنْ نَظُنُّ إِلَّا ظَنًّا وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ

Dan apabila dikatakan, “Sesungguhnya janji Allah benar, dan hari kiamat tidak ada keraguan padanya,” kalian berkata, “Kami tidak tahu apa hari kiamat itu; kami hanya menduga-duga, dan kami tidak yakin.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَإِذَا قِيلَwa-idzaa qiiladan apabila dikatakan
  2. إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَاinna wa'da llaahi haqqun wa-s-saa'atu laa rayba fiihaasesungguhnya janji Allah benar, dan hari kiamat tidak ada keraguan padanya
  3. قُلْتُمْqultumkalian berkata
  4. مَا نَدْرِي مَا السَّاعَةُmaa nadrii maa s-saa'atukami tidak tahu apa hari kiamat itu
  5. إِنْ نَظُنُّ إِلَّا ظَنًّا وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَin nazhunnu illaa zhannan wa-maa nahnu bi-mustayqiniinakami hanya menduga-duga, dan kami tidak yakin

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. قِيلَqiiladikatakan
  3. إِنَّinnasesungguhnya
  4. وَعْدَwa'dajanji
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. حَقٌّhaqqunbenar
  7. وَالسَّاعَةُwa-s-saa'atudan hari Kiamat
  8. لَاlaatidak
  9. رَيْبَraybakeraguan
  10. فِيهَاfiihaapadanya
  11. قُلْتُمْqultumkalian berkata
  12. مَاmaatidaklah
  13. نَدْرِيnadriikami tahu
  14. مَاmaaapa yang
  15. السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
  16. إِنْintidaklah
  17. نَظُنُّnazhunnukami mengira
  18. إِلَّاillaakecuali
  19. ظَنًّاzhannandugaan
  20. وَمَاwa-maadan tidaklah
  21. نَحْنُnahnukami
  22. بِمُسْتَيْقِنِينَbi-mustayqiniinaorang-orang yang yakin

Inti bacaan

Bentuk (بِمُسْتَيْقِنِينَ, bi-mustayqiniina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 45:32.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا قِيلَ, wa-idzaa qiila) yang berarti "dan apabila dikatakan". Kata kerja qiila tidak menyebut siapa yang berkata. Susunan wa-idzaa qiila muncul enam belas kali di sebelas surah, yaitu 2:11, 2:13, 2:91, 2:170, 2:206, 4:61, 5:104, 16:24, 25:60, 31:21, 36:45, 36:47, 45:32, 58:11, 63:5, dan 77:48; surah 2 memuatnya lima kali dan surah 36 dua kali. Di empat belas ayat di antaranya qiila langsung disusul kata yang menyebut lawan bicara, seperti (قِيلَ لَهُمْ, qiila lahum) yang berarti "dikatakan kepada mereka" di 2:11. Isi ucapannya di lima belas ayat selain 45:32 berupa larangan atau perintah, misalnya (لَا تُفْسِدُوا, laa tufsiduu) yang berarti "janganlah berbuat kerusakan" dan (آمِنُوا, aaminuu) yang berarti "berimanlah", atau berupa pertanyaan seperti (مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ, maadzaa anzala rabbukum) yang berarti "apa yang diturunkan Tuhan kalian". Di 45:32 lawan bicara tidak disebut, dan isi ucapannya berupa pernyataan yang dibuka (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya". Dari enam belas ayat itu, isi ucapan berupa pernyataan ditemukan di 45:32 saja.

Kalimat (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah benar" muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17; surah 40 memuatnya dua kali. Di 30:60, 40:55, dan 40:77 kalimat itu mengikuti (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah", sedangkan di 31:33 dan 35:5 kalimat itu ditujukan kepada manusia dan disusul larangan agar kehidupan dunia tidak memperdaya mereka. Di 46:17 kalimat itu diucapkan oleh orang tua kepada anak yang menolak, (آمِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, aamin inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "berimanlah, sesungguhnya janji Allah benar", dan anak itu menjawab (مَا هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ, maa haadzaa illaa asaathiiru l-awwaliina) yang berarti "ini tidak lain dongeng orang-orang terdahulu". Hanya di 46:17 dan 45:32 kalimat itu disusul jawaban dari orang yang diberi tahu. Ayat 45:32 menyambungnya dengan (وَالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَا, wa-s-saa'atu laa rayba fiihaa) yang berarti "dan hari kiamat tidak ada keraguan padanya". Rangkaian (لَا رَيْبَ فِيهَا, laa rayba fiihaa) yang berarti "tidak ada keraguan padanya" muncul empat kali, yaitu di 18:21, 22:7, 40:59, dan 45:32. Janji Allah dan hari kiamat disatukan dalam satu kalimat di 18:21 dan 45:32 saja; di 22:7 dan 40:59 kata sebelum rangkaian itu adalah (آتِيَةٌ, aatiyatun) dan (لَآتِيَةٌ, la-aatiyatun) yang berarti "pasti datang".

Kata kerja (قُلْتُمْ, qultum) yang berarti "kalian berkata" memakai akhiran -tum, sehingga ayat ini masih menyapa mereka dengan "kalian" seperti 45:31, dan ucapan mereka dimulai (مَا نَدْرِي مَا السَّاعَةُ, maa nadrii maa s-saa'atu) yang berarti "kami tidak tahu apa hari kiamat itu". Kata kerja (نَدْرِي, nadrii) berakar د-ر-ي dan didahului maa yang menafikan. Akar ini dan kata as-saa'ah berada dalam satu ayat di empat tempat, yaitu 31:34, 33:63, 42:17, dan 45:32. Dua di antaranya menyatakan bahwa pengetahuan tentang hari kiamat ada pada Allah, yaitu (إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ, inna llaaha 'indahu 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "sesungguhnya Allah, di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat" dan (إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ, innamaa 'ilmuhaa 'inda llaahi) yang berarti "sesungguhnya pengetahuan tentang itu hanya ada di sisi Allah". Ucapan di 45:32 berbunyi "apa hari kiamat itu", sedangkan 33:63 dan 42:17 membicarakan dekatnya waktu, (لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا, la'alla s-saa'ata takuunu qariiban) yang berarti "boleh jadi hari kiamat sudah dekat". Ayat 45:32 tidak menghubungkan ketidaktahuan yang diucapkannya dengan pengetahuan yang ada pada Allah.

Kata (إِنْ نَظُنُّ إِلَّا ظَنًّا, in nazhunnu illaa zhannan) yang berarti "kami hanya menduga-duga" memakai kata kerja nazhunnu dan kata benda zhannan dari akar ظ-ن-ن yang sama. Kata zhannan muncul dua kali, yaitu di 10:36 dan 45:32. Di 10:36 bunyinya (وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا, wa-maa yattabi'u aktsaruhum illaa zhannan) yang berarti "dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dugaan", yaitu pernyataan tentang orang lain, sedangkan di 45:32 pembicaranya mengucapkannya tentang diri sendiri. Dalam surah yang sama 45:24 memuat (إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ, in hum illaa yazhunnuuna) yang berarti "mereka tidak lain menduga-duga", dan terjemahan memakai kata kerja "menduga-duga" di kedua ayat itu.

Kata (وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ, wa-maa nahnu bi-mustayqiniina) yang berarti "dan kami tidak yakin" tersusun dari wa-maa nahnu yang berarti "dan kami tidak", awalan bi- yang menyertai kata benda, dan mustayqiniina dari akar ي-ق-ن. Bentuk (بِمُسْتَيْقِنِينَ, bi-mustayqiniina) hanya muncul satu kali, yaitu di 45:32. Kata kerja dengan awalan yang sama muncul di 27:14, (وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ, wa-stayqanat-haa anfusuhum) yang berarti "dan diri mereka meyakininya", dan di 74:31, (لِيَسْتَيْقِنَ, li-yastayqina) yang berarti "agar menjadi yakin". Di 27:14 penolakan berjalan bersama keyakinan di dalam diri, sedangkan 45:32 menyatakan tiadanya keyakinan itu. Dalam surah yang sama akar ini dipakai di 45:4 dan 45:20 untuk kaum yang menerima tanda-tanda, (لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ, li-qawmin yuuqinuuna) yang berarti "bagi kaum yang yakin". Di 30:60 kalimat janji Allah disusul penyebutan orang-orang yang tidak yakin, (الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ, lladziina laa yuuqinuuna) yang berarti "orang-orang yang tidak yakin".

Tafsiran

Ucapan orang-orang yang kufur dalam rangkaian 45:31 sampai 45:35 tercatat di ayat ini saja, dan ucapan itu menjawab sebagian dari yang dikatakan kepada mereka. Kepada mereka dikatakan dua hal, yaitu janji Allah benar dan tidak ada keraguan pada hari kiamat. Jawaban mereka menyebut hari kiamat dan tidak menyebut janji Allah. Ucapan itu terdiri dari tiga pernyataan berurutan. Pernyataan pertama menyangkal pengetahuan, pernyataan kedua mengaku berpegang pada dugaan, dan pernyataan ketiga menyangkal keyakinan.

Ucapan ini bertemu dengan keadaan yang digambarkan sebelumnya di surah yang sama. Ayat 45:24 menggambarkan mereka dari luar sebagai orang yang tidak mempunyai pengetahuan dan hanya menduga-duga, dan 45:26 memuat perintah untuk mengatakan bahwa Allah menghidupkan, mematikan, lalu mengumpulkan mereka pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Ayat 45:32 mengulang tiga unsur itu dengan suara mereka sendiri, yaitu hari kiamat, dugaan, dan ketidaktahuan.

Bentuk jawabannya berbeda dari 46:17, tempat kalimat yang sama dijawab dengan tuduhan bahwa janji itu dongeng orang terdahulu. Di 45:32 tidak ada tuduhan semacam itu dan tidak ada pertanyaan balik, sehingga ucapan mereka menyatakan sikap tanpa menantang isi yang dikatakan kepada mereka. Kalimat yang dikatakan kepada mereka sama dengan kalimat di 31:33 dan 35:5, yang disusul larangan agar kehidupan dunia tidak memperdaya, dan 45:35 menyebut bahwa mereka memang diperdaya oleh kehidupan dunia.

Ayat ini tidak mencatat bagaimana sikap tidak yakin itu berakhir. Ayat berikutnya berpindah ke apa yang tampak bagi mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Jawaban mereka menyebut hari kiamat, sedangkan janji Allah lewat tanpa disebut ulang. Pembaca yang pernah diberi tahu dua hal sekaligus mungkin mengenal gerak itu, yaitu menjawab satu bagian dan membiarkan bagian lainnya tanpa tanggapan. Ayat ini tidak mencatat alasannya. Ayat ini memperlihatkan bahwa dua pernyataan yang disampaikan bersama dapat diperlakukan tidak sama. Bagian mana dari yang disampaikan Allah kepada pembaca yang selama ini dibiarkan tanpa jawaban?
  • Ucapan di ayat ini bergerak dari "kami tidak tahu" ke "kami hanya menduga-duga" lalu "kami tidak yakin", dan ketiganya diucapkan sesudah kalimat yang berbunyi tidak ada keraguan padanya. Pernyataan "tidak yakin" diucapkan berhadapan dengan pernyataan tentang tiadanya keraguan, sehingga yang saling berhadapan adalah kepastian dan pengakuan ragu. Pembaca dapat memeriksa kapan ketiga ungkapan itu dipakainya untuk diri sendiri, dan apakah tiap ungkapan menggambarkan keadaan yang sebenarnya atau menjadi pintu keluar yang sopan dari sebuah pertanyaan.
  • Di 46:17 janji Allah dijawab dengan tuduhan, sedangkan di 45:32 jawabannya tidak memuat satu pun pertanyaan kepada yang memberi tahu. Orang yang mengaku tidak tahu lalu tidak bertanya meninggalkan satu kemungkinan yang tidak dipakai, yaitu mencari tahu. Dalam ayat ini ketidaktahuan dan ketidakyakinan tampil sebagai tempat berhenti, dan awal sebuah pencarian tidak tercatat. Ketika Tuhan disebut berjanji dan janji itu dikatakan benar, apa pertanyaan pertama yang diajukan pembaca, dan kepada siapa?
  • Ayat 45:24 menggambarkan mereka sebagai orang yang tidak punya pengetahuan dan hanya menduga-duga, dan 45:32 memuat ucapan mereka sendiri dengan isi yang sama. Gambaran dari luar dan pengakuan dari dalam bertemu tanpa selisih. Pembaca dapat membandingkan apa yang dikatakan tentang manusia di 45:24 dengan apa yang diucapkan manusia tentang dirinya sendiri, termasuk ucapan yang dipakai untuk menolak bila sesuatu dari Allah disampaikan kepadanya. Bila dua catatan itu dibaca berdampingan, bagian mana yang cocok dengan ucapan pembaca sendiri?
  • Kalimat sesungguhnya janji Allah benar dalam 30:60 mengikuti perintah bersabar dan menyebut orang-orang yang tidak yakin sebagai pihak yang dapat membuat goyah orang yang diperintah bersabar, sedangkan di 45:32 kalimat yang sama dikatakan kepada orang-orang yang tidak yakin itu. Kalimat itu dengan demikian ada di dua tempat, sebagai pegangan bagi yang menanggung keraguan orang lain dan sebagai pernyataan yang ditolak oleh yang ragu. Pembaca yang pernah berada di tempat pertama dan pernah berada di tempat kedua dapat menimbang bagaimana kalimat itu terdengar dari kedua tempat. Di tempat mana kalimat itu terasa lebih berat, dan mengapa?
  • Ayat 27:14 menyebut orang yang menolak padahal diri mereka meyakininya, sedangkan 45:32 menyebut orang yang mengatakan tidak yakin. Dua ayat itu menggambarkan dua keadaan yang berbeda dan tidak saling menjelaskan, tetapi bersama-sama memperlihatkan bahwa sikap di luar dan keadaan di dalam diri dapat berbeda. Antara penolakan yang terucap dan keyakinan yang diam di dalam diri, mana yang akan ditemukan pembaca bila ia memeriksa dirinya sendiri dengan jujur?
  • Ucapan di ayat ini memakai kata "kami" tiga kali, pada tidak tahu, menduga, dan tidak yakin, dan tidak memuat satu pun "aku". Ketidakyakinan itu diucapkan bersama, sehingga tidak tampak satu suara pun yang memikulnya sendirian. Janji Allah yang dikatakan kepada "kalian" dijawab dengan suara bersama. Seorang pembaca yang berlindung di balik kata "kami" dapat memeriksa apakah kalimat yang sama akan diucapkannya bila dirinya seorang yang ditanya. Apakah ketidakyakinan itu masih terdengar sama ketika diucapkan dalam bentuk "aku"?