ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

yang demikian itu karena sesungguhnya kalian telah menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok dan kalian telah diperdaya oleh kehidupan dunia.” Maka, pada hari ini mereka tidak dikeluarkan darinya dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَاdzaalikum bi-annakumu ttakhadztum aayaati llaahi huzuwan wa-gharratkumu l-hayaatu d-dunyaayang demikian itu karena sesungguhnya kalian telah menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok dan kalian telah diperdaya oleh kehidupan dunia
  2. فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَfa-l-yawma laa yukhrajuuna minhaa wa-laa hum yusta'tabuunamaka, pada hari ini mereka tidak dikeluarkan darinya dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  2. بِأَنَّكُمُbi-annakumukarena sesungguhnya kalian
  3. اتَّخَذْتُمْttakhadztumkalian mengambil
  4. آيَاتِaayaatitanda-tanda
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. هُزُوًاhuzuwanejekan
  7. وَغَرَّتْكُمُwa-gharratkumudan menipu kalian
  8. الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
  9. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  10. فَالْيَوْمَfa-l-yawmamaka pada hari ini
  11. لَاlaatidak
  12. يُخْرَجُونَyukhrajuunamereka dikeluarkan
  13. مِنْهَاminhaadarinya
  14. وَلَاwa-laadan tidak pula
  15. هُمْhummereka
  16. يُسْتَعْتَبُونَyusta'tabuunamereka diberi kesempatan bertobat

Inti bacaan

Diagnosis ganda: 'menjadikan tanda-tanda Allah sebagai bahan olok-olok dan diperdaya oleh kehidupan dunia', dua kesalahan yang saling terkait, meremehkan kebenaran dan terpesona kesenangan sementara.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(terjadi)', '(bahan)', dan '(neraka)' tidak dipakai. 'Dzaalikum' (jauh, bentuk jamak) benar diterjemahkan 'yang demikian itu'. Kutipan yang dibuka di 45:34 ditutup setelah anak kalimat 'kehidupan dunia': bagian berikutnya beralih dari sapaan orang-kedua ('kalian') ke orang-ketiga ('mereka'), menandai kembalinya suara narator.

Tafsiran

Ayat ini menutup firman pembalasan dengan penjelasan sebabnya (mengolok-olok tanda-tanda Allah dan tertipu kehidupan dunia), lalu narator menegaskan tiadanya jalan keluar dari azab.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua sebab: menjadikan tanda-tanda-Nya olok-olok, dan diperdaya kehidupan dunia. Yang aktif dan yang pasif. Satu mereka lakukan, satu menimpa mereka, dan keduanya dihitung.
  • Yang mereka jadikan bahan tertawaan tanda-tanda Allah. Bukan orang. Sasaran olok-olok itulah yang membuatnya berbeda dari sekadar bercanda.
  • Allah menutup dengan menyebut mereka tidak dikeluarkan dan tidak diberi kesempatan memperbaiki. Dua pintu. Yang habis bukan hanya jalan keluar, melainkan juga waktu untuk menawar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.