ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ
yang demikian itu karena sesungguhnya kalian telah menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok dan kalian telah diperdaya oleh kehidupan dunia.” Maka, pada hari ini mereka tidak dikeluarkan darinya dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَاdzaalikum bi-annakumu ttakhadztum aayaati llaahi huzuwan wa-gharratkumu l-hayaatu d-dunyaayang demikian itu karena sesungguhnya kalian telah menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok dan kalian telah diperdaya oleh kehidupan dunia
- فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَfa-l-yawma laa yukhrajuuna minhaa wa-laa hum yusta'tabuunamaka, pada hari ini mereka tidak dikeluarkan darinya dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat
Terjemahan per kata (16 kata)
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- بِأَنَّكُمُbi-annakumukarena sesungguhnya kalian
- اتَّخَذْتُمْttakhadztumkalian mengambil
- آيَاتِaayaatitanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- هُزُوًاhuzuwanejekan
- وَغَرَّتْكُمُwa-gharratkumudan menipu kalian
- الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- فَالْيَوْمَfa-l-yawmamaka pada hari ini
- لَاlaatidak
- يُخْرَجُونَyukhrajuunamereka dikeluarkan
- مِنْهَاminhaadarinya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- يُسْتَعْتَبُونَyusta'tabuunamereka diberi kesempatan bertobat
Inti bacaan
Susunan (فَالْيَوْمَ لَا, fa-l-yawma laa) yang berarti "maka pada hari ini tidak" muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:42, 36:54, 45:35, dan 57:15.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكُمْ, dzaalikum) yang berarti "yang demikian itu", lalu (بِأَنَّكُمُ, bi-annakumu) yang berarti "karena sesungguhnya kalian". Kedua kata itu berakhiran -kum, akhiran untuk "kalian", sama seperti (نَسِيتُمْ, nasiitum) yang berarti "kalian melupakan" di 45:34. Karena itu ayat ini terbaca sebagai lanjutan ucapan yang dibuka di 45:34, dan terjemahan membiarkan tanda kutip itu berjalan sampai kata "dunia". Pergantian sapaan terjadi di tengah ayat. Sampai (الدُّنْيَا, d-dunyaa) semua kata ganti berbunyi "kalian", sedangkan sesudah (فَالْيَوْمَ, fa-l-yawma) yang berarti "maka pada hari ini" kata kerjanya berbunyi (لَا يُخْرَجُونَ, laa yukhrajuuna) yang berarti "mereka tidak dikeluarkan", dan kata (هُمْ, hum) yang berarti "mereka" muncul pada kalimat berikutnya. Terjemahan menutup kutipan tepat di titik pergantian itu. Gabungan (ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ, dzaalikum bi-annakumu) hanya muncul di 45:35.
Kata kerja (اتَّخَذْتُمْ, ttakhadztum) yang berarti "kalian mengambil" berakar أ-خ-ذ. Dengan atau tanpa awalan, bentuk dengan harakat persis ini muncul 4 kali di 4 surah, yaitu 2:80, 13:16, 29:25, dan 45:35. Di 13:16 bunyinya (أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ, a-fa-ttakhadztum min duunihi) yang berarti "apakah kalian menjadikan selain Dia", dan di 29:25 bunyinya (اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ, ttakhadztum min duuni llaahi) yang berarti "kalian menjadikan selain Allah". Di dua ayat itu kata kerjanya memuat satu benda yang ditempatkan di luar Allah. Di 45:35 kata kerjanya memuat dua benda, yaitu (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah" dan (هُزُوًا, huzuwan) yang berarti "olok-olok", sehingga "mengambil" menjadi "menjadikan ... sebagai ...". Benda pertama di sini adalah milik Allah sendiri.
Kata huzuwan berakar ه-ز-ء dan muncul 11 kali di 7 surah, yaitu 2:67, 2:231, 5:57, 5:58, 18:56, 18:106, 21:36, 25:41, 31:6, 45:9, dan 45:35. Di kesebelas ayat itu huzuwan menjadi benda kedua dari kata kerja akar أ-خ-ذ yang berarti "menjadikan", dan tidak pernah muncul tanpa kata kerja itu di ayat yang sama. Susunan (آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا, aayaati llaahi huzuwan) yang berarti "tanda-tanda Allah sebagai olok-olok" muncul dua kali, yaitu di 2:231 dan 45:35. Akar ه-ز-ء dipakai tiga kali di surah ini: (اتَّخَذَهَا هُزُوًا, ittakhadzahaa huzuwan) yang berarti "dia menjadikannya olok-olok" di 45:9, (يَسْتَهْزِئُونَ, yastahzi'uuna) yang berarti "mereka mengolok-olok" di 45:33, dan huzuwan di 45:35. Terjemahan memakai "olok-olok" untuk ketiganya.
Kata (وَغَرَّتْكُمُ, wa-gharratkumu) yang berarti "dan memperdaya kalian" berakar غ-ر-ر. Kata itu tersusun dari wa yang berarti "dan", kata kerja gharrat yang berarti "memperdaya", dan akhiran -kumu yang berarti "kalian". Akhiran -at pada gharrat menandai pelaku perempuan tunggal, yaitu (الْحَيَاةُ, l-hayaatu) yang berarti "kehidupan", sehingga kehidupan menjadi yang memperdaya dan "kalian" yang diperdaya. Kata (الدُّنْيَا, d-dunyaa) berakar د-ن-و dan dalam data morfologi bertanda kata sifat perempuan tunggal yang menerangkan l-hayaatu, sehingga keduanya dibaca bersama sebagai "kehidupan dunia". Bentuk gharrat muncul lima kali di empat surah, yaitu 6:70, 6:130, 7:51, 45:35, dan 57:14. Pelakunya adalah kehidupan dunia di empat ayat pertama dan (الْأَمَانِيُّ, l-amaaniyyu) yang berarti "angan-angan" di 57:14. Akhiran "kalian" dipakai di dua ayat, yaitu 45:35 dan 57:14 pada (وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ, wa-gharratkumu l-amaaniyyu), dan keduanya diterjemahkan dengan "memperdaya". Di 6:70 dan 7:51 gharrat didahului (اتَّخَذُوا دِينَهُمْ, ttakhadzuu diinahum) yang berarti "mereka menjadikan pertanggungjawaban mereka", jadi rangkaian "menjadikan lalu diperdaya" sama dengan 45:35, dengan benda yang berbeda.
Kata (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "darinya" berakhiran -haa, akhiran untuk perempuan tunggal. Kata (لَا يُخْرَجُونَ, laa yukhrajuuna) berbentuk pasif, sehingga yang mengeluarkan tidak disebut. Rujukan -haa adalah api yang disebut di 45:34, yaitu (النَّارُ, n-naaru). Kata d-dunyaa juga perempuan tunggal, tetapi dua ayat lain menghubungkan keluar dengan api. Di 32:20 bunyinya (فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ, fa-ma'waahumu n-naaru) yang berarti "maka tempat tinggal mereka adalah api", lalu (أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا, an yakhrujuu minhaa) yang berarti "mereka hendak keluar darinya". Di 5:37 api disebut dengan (مِنَ النَّارِ, mina n-naari) yang berarti "dari api", lalu muncul minhaa dalam kalimat yang sama.
Kata (يُسْتَعْتَبُونَ, yusta'tabuuna) berakar ع-ت-ب dan, seperti yukhrajuuna, berbentuk pasif tanpa pelaku yang disebut. Akar ini dipakai di 4 ayat saja, yaitu 16:84, 30:57, 41:24, dan 45:35, sehingga artinya tidak dapat dibandingkan dengan pemakaian yang lebih luas. Tiga ayat memuat bagian kalimat yang sama, (وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ, wa-laa hum yusta'tabuuna) yang berarti "dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertobat", yaitu 16:84, 30:57, dan 45:35, dan di ketiganya bagian kalimat itu menutup ayat. Di 41:24 akar yang sama muncul dua kali dalam satu kalimat, (يَسْتَعْتِبُوا, yasta'tibuu) dan (الْمُعْتَبِينَ, l-mu'tabiina), dan kalimat itu menyatakan bahwa bila mereka melakukan yang pertama, mereka tidak termasuk yang kedua. Di 41:24 permohonannya tidak berujung pada diterimanya mereka, sedangkan di tiga ayat lainnya yang tertutup adalah kesempatan untuk memohon itu sendiri. Terjemahan memakai "bertobat" sebagai padanan kesempatan yang tertutup itu, sama dengan arti kata per kata untuk (يُسْتَعْتَبُونَ, yusta'tabuuna) di 16:84 dan 30:57, yaitu "mereka diberi kesempatan bertobat". Akar tobat, ت-و-ب, tidak ada di ayat ini, jadi kata tobat adalah padanan terjemahan dan tidak berasal dari akar ع-ت-ب.
Tafsiran
Ayat ini memberi dua alasan bagi ucapan di 45:34 bahwa Kami melupakan kalian sebagaimana kalian melupakan pertemuan dengan hari kalian ini. Alasan pertama adalah perbuatan mereka sendiri, yaitu menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok. Alasan kedua menimpa mereka, yaitu kehidupan dunia yang memperdaya. Keduanya dihubungkan oleh kata "dan" saja, sehingga ayat ini tidak menyatakan bahwa yang satu menyebabkan yang lain.
Kedua alasan itu sudah muncul terpisah di surah ini. Di 45:8 orang yang mendengar tanda-tanda Allah dibacakan tetap menyombongkan diri, dan di 45:9 orang yang mengetahui sesuatu dari tanda-tanda itu menjadikannya olok-olok lalu disebut akan menerima azab yang menghinakan. Di 45:31 tanda-tanda dibacakan kepada orang-orang yang kufur, dan mereka menyombongkan diri. Di 45:33 apa yang dahulu mereka olok-olokkan meliputi mereka. Pelaku di 45:8 dan 45:9 adalah satu orang, sedangkan di 45:35 pelakunya "kalian", sehingga perbuatan yang di awal surah dituturkan sebagai kebiasaan seorang diri di sini menjadi alasan bagi satu kelompok.
Sesudah alasan, ayat ini menutup dua jalan: mereka tidak dikeluarkan dari api, dan mereka tidak diberi kesempatan bertobat. Di 32:20 orang-orang yang hendak keluar dari api dikembalikan ke dalamnya, dan ayat itu menyebut upaya mereka. Di 45:35 upaya itu tidak disebut, dan yang tercatat hanya keadaan pada hari ini. Kedua kalimat penutup memakai kata "mereka" dan kata kerja pasif, sehingga adegan terlihat dari luar dan tidak lagi diucapkan kepada mereka.
Dalam alur surah, 45:35 adalah ayat terakhir yang membicarakan nasib orang-orang yang kufur. Ayat sesudahnya, 45:36 dan 45:37, tidak lagi memakai kata ganti untuk manusia dan beralih memuji Allah dan menyebut kebesaran-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 45:35 menyebut dua alasan dengan dua pelaku yang berbeda. Kalian menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok, dan kehidupan dunia memperdaya kalian. Pembaca yang menimbang kebiasaannya dapat memisahkan apa yang dipilih dengan sadar dari apa yang tumbuh tanpa direncanakan, misalnya kalimat yang diucapkan dengan sengaja dan kecenderungan yang pelan-pelan menguasai. Ayat ini menaruh keduanya dalam satu kalimat dan satu perhitungan, sehingga pemisahan itu tidak mengurangi bobot salah satunya. Bagian mana dari hidup pembaca yang selama ini disebut nasib, padahal di ayat ini berdiri sejajar dengan pilihan?
- Di 2:231 larangan menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok datang sesudah aturan tentang menahan atau melepaskan perempuan dengan cara yang patut, dan sebelum perintah mengingat nikmat Allah. Ayat itu tidak merinci perbuatan apa yang termasuk olok-olok. Letaknya di antara aturan dan peringatan memungkinkan pembacaan bahwa olok-olok dapat berupa sikap terhadap aturan yang sudah diketahui, tidak terbatas pada kata-kata yang diucapkan. Pembacaan itu bersifat kemungkinan. Pembaca dapat menimbang cara memperlakukan sesuatu yang diketahui berasal dari Allah tetapi terasa merepotkan: dikerjakan, atau diperlakukan sebagai bahan tertawa?
- Dua alasan di ayat ini memakai bentuk lampau: kalian telah menjadikan, dan kalian telah diperdaya. Pada saat kalimat itu diucapkan, keduanya sudah selesai. Pembaca membaca pada waktu yang lain, ketika kata kerja dalam hidupnya masih berbentuk sedang berlangsung. Di 45:9 kata kerja menjadikan tanda-tanda Allah olok-olok dipakai untuk satu orang, dan ayat itu menyebut azab yang menghinakan akan diterima orang-orang itu. Apa saja yang kini masih berlangsung dalam hidup pembaca, dan kelak dapat diringkas dengan satu kata kerja lampau seperti dua kata kerja di ayat ini?
- Ayat ini menutup dua hal sekaligus: dikeluarkan dari api dan memohon kesempatan bertobat. Orang yang terkunci di sebuah ruangan masih dapat memanggil orang di luar, dan panggilan itu dapat menjadi harapan terakhir ketika pintu tidak bisa dibuka. Di 32:20 dan 22:22 orang-orang yang hendak keluar dikembalikan ke dalamnya, sehingga pintu tempat tertutup. Di 45:35 pintu permohonan disebut tertutup di samping pintu tempat. Ayat tidak menyebut siapa yang akan menerima permohonan itu. Pembaca dapat bertanya apa yang masih dianggap tersisa ketika semua jalan fisik habis, dan apakah ayat ini menyebut sisa itu juga tertutup pada hari tersebut?
- Sampai kata dunia, ayat ini berbicara kepada kalian, dan sesudahnya berbicara tentang mereka. Perpindahan itu terjadi di tengah satu kalimat, tanpa kata pengantar. Alasan tentang tanda-tanda Allah disampaikan dengan sapaan langsung, sedangkan hasilnya diceritakan dari luar. Pembaca berada di antara keduanya: alasan itu dapat terasa menyapa langsung, lalu pembaca mendapati dirinya sedang membaca cerita tentang orang lain. Bagian mana dari ayat ini yang terasa ditujukan kepada pembaca sendiri, sapaan yang memuat alasan atau cerita yang memuat hasilnya?
- Pelaku yang memperdaya di ayat ini adalah kehidupan dunia, tempat pembaca menjalani harinya, dan di 57:14 pelakunya angan-angan, yang bersumber dari pikiran sendiri. Keduanya dekat dengan pembaca. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal yang paling dekat dengannya dan bertanya adakah yang kerjanya serupa dengan pelaku di ayat ini. Hal apa yang kini disebut kenyamanan dan kelak mungkin dikenali dengan kata kerja yang sama seperti di ayat ini?