فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Maka, segala puji bagi Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan seisi alam.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَfa-li-llaahi l-hamdu rabbi s-samaawaati wa-rabbi l-ardhi rabbi l-'aalamiinamaka, segala puji bagi Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَلِلَّهِfa-li-llaahimaka milik Allah
  2. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  3. رَبِّrabbiTuhan
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَرَبِّwa-rabbidan Tuhan
  6. الْأَرْضِl-ardhibumi
  7. رَبِّrabbiTuhan
  8. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Susunan (فَلِلَّهِ, fa-li-llaahi) yang berarti "maka milik Allah" muncul 6 kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:149, 13:42, 35:10, 45:36, 53:25, dan 59:7.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَلِلَّهِ, fa-li-llaahi) yang berarti "maka milik Allah", tersusun dari fa yang berarti "maka", li yang berarti "bagi" atau "milik", dan nama Allah. Susunan ini muncul 6 kali di 6 surah, yaitu 6:149, 13:42, 35:10, 45:36, 53:25, dan 59:7. Di 13:42 bunyinya (فَلِلَّهِ الْمَكْرُ جَمِيعًا, fa-li-llaahi l-makru jamii'an) yang berarti "maka milik Allah makar itu semuanya", dan di 35:10 (فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا, fa-li-llaahi l-'izzatu jamii'an) yang berarti "maka milik Allah kedigdayaan semuanya". Di kedua ayat itu kata (جَمِيعًا, jamii'an) yang berarti "semuanya" menutup kalimat, sehingga makar dan kedigdayaan dinyatakan milik Allah seluruhnya. Di 45:36 posisi itu ditempati (الْحَمْدُ, l-hamdu) yang berarti "segala puji", dan kata sandang al- pada kata itu diterjemahkan "segala". Terjemahan menulis "bagi Allah" dan tidak "milik Allah" karena yang dimiliki berupa puji, seperti pada (الْحَمْدُ لِلَّهِ, al-hamdu li-llaahi) di 1:2 yang berarti "segala puji bagi Allah".

Kata l-hamdu berakar ح-م-د. Dalam bentuk ber-al- ini kata tersebut muncul di 27 ayat di 21 surah, yaitu 1:2, 6:1, 6:45, 7:43, 10:10, 14:39, 16:75, 17:111, 18:1, 23:28, 27:15, 27:59, 27:93, 28:70, 29:63, 30:18, 31:25, 34:1, 35:1, 35:34, 37:182, 39:29, 39:74, 39:75, 40:65, 45:36, dan 64:1. Enam di antaranya memakai urutan (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) yang berarti "segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam", yaitu 1:2, 6:45, 10:10, 37:182, 39:75, dan 40:65. Di 45:36 urutannya dibalik: (فَلِلَّهِ الْحَمْدُ, fa-li-llaahi l-hamdu) menaruh nama Allah di depan, dan urutan (لِلَّهِ الْحَمْدُ, li-llaahi l-hamdu) hanya muncul di ayat ini. Sebelum (رَبِّ الْعَالَمِينَ, rabbi l-'aalamiina) masih ada dua sebutan Tuhan yang diselipkan. Akar ح-م-د hanya dipakai sekali di surah 45, yaitu di ayat ini.

Kata (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhan" muncul tiga kali di ayat ini, tiap kali dengan bendanya sendiri: (رَبِّ السَّمَاوَاتِ, rabbi s-samaawaati) yang berarti "Tuhan langit", (وَرَبِّ الْأَرْضِ, wa-rabbi l-ardhi) yang berarti "dan Tuhan bumi", dan (رَبِّ الْعَالَمِينَ, rabbi l-'aalamiina) yang berarti "Tuhan seisi alam". Ketiganya berakhiran -i seperti nama Allah di depannya, sehingga menerangkan nama itu. Menurut data morfologi, tiga kata rabb yang sama-sama berakhiran -i dalam satu ayat hanya ada di 45:36. Sebutan rabbi s-samaawaati muncul empat kali, yaitu di 43:82, 44:7, 45:36, dan 78:37. Di tiga ayat lain langit dan bumi berbagi satu kata rabb, misalnya (رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ, rabbi s-samaawaati wa-l-ardhi rabbi l-'arsyi) yang berarti "Tuhan langit dan bumi, Tuhan Arasy" di 43:82. Di 45:36 bumi mendapat kata rabb sendiri, dan wa-rabbi l-ardhi hanya muncul di ayat ini.

Kata (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) diterjemahkan "seisi alam". Di 26:23 pertanyaan (وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ, wa-maa rabbu l-'aalamiina) yang berarti "dan apa Tuhan seisi alam itu?" dijawab di 26:24 dengan (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, rabbu s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) yang berarti "Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya". Al-Qur'an sendiri memakai sebutan langit dan bumi untuk menjawab pertanyaan tentang Tuhan seisi alam, dan 45:36 menaruh kedua sebutan itu berdampingan dalam satu ayat.

Ayat ini tidak memuat kata kerja dan kata ganti. Semua katanya nama atau sebutan, dan terjemahannya pun demikian.

Tafsiran

Ayat ini menjawab bagian surah yang baru selesai dengan pujian kepada Allah, dan susunannya berbeda dari ayat-ayat di sekitarnya karena tidak memuat kata kerja atau kata ganti. Ayat 45:26 sampai 45:35 dipenuhi kata "kalian", "mereka", dan "Kami" serta kata kerja tentang hari itu, misalnya "dibalas" di 45:28 dan "dikeluarkan" di 45:35. Di 45:36 yang tersisa hanya nama dan sebutan Allah.

Kata maka di awal ayat menyambungnya dengan 45:35, yang menutup dua jalan bagi orang-orang yang kufur, tanpa merinci apa yang dijawab oleh pujian itu. Pembaca dapat membacanya sebagai pergantian arah dari nasib mereka kepada Allah, dan pembacaan itu bersandar pada urutan ayat saja.

Langit dan bumi sudah disebut di 45:27, (وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, wa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "dan milik Allah kerajaan langit dan bumi", di awal gambaran hari itu. Di 45:36 kedua wilayah itu kembali, kali ini dengan Allah sebagai Tuhannya, tepat sesudah gambaran itu selesai. Dua ayat itu membingkai bagian surah ini dengan nama dua wilayah yang sama.

Puji dengan urutan yang mirip menutup surah lain di ayat terakhirnya, yaitu 37:182 dan 39:75. Di surah 45 puji itu menempati ayat kedua dari akhir dan masih disusul 45:37, sehingga penutup surah ini terdiri dari dua ayat berurutan, yang pertama pujian dan yang kedua kebesaran.

Renungan dan Hikmah

  • Pujian di 45:36 datang langsung sesudah 45:35, yang menutup dua jalan bagi orang-orang yang kufur, dan antara keduanya hanya ada kata maka. Pujian ini diletakkan sesudah gambaran yang menakutkan, dan ayat tidak menyebut bahwa pujian itu diucapkan karena ada yang selamat. Pembaca dapat memperhatikan isi pujiannya sendiri: pujian itu mengikuti nama Allah dan tiga sebutan-Nya, dan tidak digantungkan pada nasib siapa pun. Pujian yang diucapkan setelah mendengar kabar buruk tentang orang lain dapat memperlihatkan dari mana pujian itu berasal, dari apa yang terjadi atau dari siapa yang dipuji. Apakah pujian pembaca berubah isi ketika yang didengarnya kabar baik tentang dirinya sendiri?
  • Bumi mendapat sebutan Tuhan sendiri di ayat ini, terpisah dari langit, padahal di 43:82 langit dan bumi berbagi satu sebutan. Pembaca hidup di bumi, dan sebutan tersendiri itu menaruh tempat berdiri, bekerja, dan beristirahat di bawah satu nama yang disebut dengan jelas. Tanah di bawah kaki, rumah, pekerjaan, dan jalan yang dilalui setiap hari termasuk wilayah yang disebut di sini. Urusan mana dari hari ini yang selama ini diletakkan di luar sebutan itu, seakan-akan Tuhan bumi mengurus hal-hal yang besar saja?
  • Pemuji tidak muncul di ayat ini, karena kata kerja memuji dan kata ganti sama-sama tidak ada, dan segala puji dinyatakan berada pada Allah. Isi kalimatnya lengkap tanpa pemuji mana pun, dan kelengkapan itu tidak bergantung pada ada atau tidaknya yang mengucapkannya. Pembaca yang mengucapkan puji sedang mengikuti isi kalimat yang sudah penuh, dan tidak menambahkan sesuatu kepadanya. Sesudah bertahun-tahun mengucapkan puji, kapan terakhir kali pembaca memperhatikan bahwa kalimat itu sudah utuh sebelum diucapkan?
  • Ayat ini menaruh puji di depan dan tiga sebutan Allah sesudahnya. Pujian disebut sebelum perincian siapa Allah itu: Tuhan langit, Tuhan bumi, Tuhan seisi alam. Urutan itu memperlihatkan puji yang tidak menunggu daftar alasan selesai dibacakan. Pembaca yang terbiasa menimbang dulu baru memuji dapat membandingkan kebiasaannya dengan urutan ayat ini. Di 45:35 daftar alasan datang lebih dulu dan hasilnya kemudian. Di 45:36 puji datang lebih dulu dan perincian sesudahnya. Apakah ada hal dalam hidup pembaca yang baru dipuji setelah semua alasannya lengkap, padahal Allah sudah disebut pemiliknya sejak awal?
  • Di 45:35 kehidupan dunia memperdaya, dan di 45:36 bumi berada di bawah Tuhan yang dipuji. Dunia dan bumi adalah dua kata yang berbeda, dan keduanya tidak ditukar di ayat-ayat ini. Ayat 45:36 juga tidak menyuruh siapa pun meninggalkan dunia, dan menyebut Tuhan bumi. Pembaca yang membaca 45:35 lalu 45:36 dapat membedakan dua hal: kehidupan dunia sebagai pelaku yang memperdaya, dan bumi sebagai wilayah yang punya Tuhan. Perbedaan itu memberi pembaca tempat bertanya apakah yang memperdayanya selama ini bumi itu sendiri, ataukah cara menjalani hidup di atasnya, sementara Allah tetap disebut Tuhan tempat itu.
  • Di surah ini kata olok-olok dipakai tiga kali, yaitu di 45:9, 45:33, dan 45:35, dan kata puji sekali saja, di ayat ini, tepat sesudah olok-olok yang terakhir. Dua ucapan itu menyangkut hal yang berkaitan dengan Allah: tanda-tanda-Nya yang dijadikan olok-olok, dan Dia sendiri yang dipuji. Pembaca yang menimbang lidahnya dapat memperhatikan ke arah mana ucapannya lebih sering mengalir. Ke mana arus perkataan pembaca lebih sering mengalir sepanjang hari, ke bahan tertawa atau ke pujian?