وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Hanya bagi-Nya segala kebesaran di langit dan bumi. Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-lahu l-kibriyaa'u fii s-samaawaati wa-l-ardhihanya bagi-Nya segala kebesaran di langit dan bumi
  2. وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-huwa l-'aziizu l-hakiimuDialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
  2. الْكِبْرِيَاءُl-kibriyaa'ukebesaran
  3. فِيfiidi
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  6. وَهُوَwa-huwadan Dia
  7. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  8. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Penegasan akhir 'segala kebesaran di langit dan bumi' milik-Nya semata, kesimpulan yang menyatukan seluruh tema keagungan sepanjang surah.

Penjelasan pilihan kata

'Al-aziizu al-hakiimu' diterjemahkan 'Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah', konsisten disiplin larangan superlatif ilahi. Ayat penutup Surah Al-Jatsiyah (37/37).

Tafsiran

Ayat penutup ini menegaskan kebesaran mutlak Allah atas seluruh langit dan bumi, didasari keperkasaan dan hikmah-Nya yang sempurna.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup surah dengan menyebut kebesaran, bukan ancaman. Yang terakhir disebut milik-Nya. Bukan nasib mereka.
  • Dua sifat disandingkan di ujung: digdaya dan penuh hikmah. Kuat saja tidak cukup. Kuat yang tahu ukuran.
  • Kata hanya ditaruh Allah di depan. Bukan sebagian besar. Seluruhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.