مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ

Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan; dan orang-orang yang kufur berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّىmaa khalaqnaa s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa illaa bi-l-haqqi wa-ajalin musammanKami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan
  2. وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَwa-lladziina kafaruu 'ammaa undziruu mu'ridhuunadan orang-orang yang kufur berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  9. وَأَجَلٍwa-ajalindan ajal
  10. مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
  11. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  12. كَفَرُواkafaruukufur
  13. عَمَّا'ammaadari apa yang
  14. أُنْذِرُواundziruumereka diperingatkan
  15. مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak

Inti bacaan

Susunan (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:151, 10:5, 15:8, 15:85, 17:33, 25:68, 30:8, 44:39, dan 46:3.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama ayat ini menyangkal dan sekaligus menyebut daerah penciptaan: (مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا, maa khalaqnaa s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa) yang berarti "Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya". Kata kerja (خَلَقْنَا, khalaqnaa) berakar خ-ل-ق, berbentuk lampau dengan pelaku "Kami", dan dinegasikan oleh maa. Rangkaian langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 15:85, 25:59, 30:8, 32:4, 44:38, 46:3, dan 50:38. Pada tiga di antaranya, yaitu 25:59, 32:4, dan 50:38, rangkaian itu disusul (فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ, fii sittati ayyaamin) yang berarti "dalam enam masa", sedangkan pada empat lainnya, yaitu 15:85, 30:8, 44:38, dan 46:3, kalimatnya berbentuk penyangkalan. Kata (بَيْنَهُمَا, baynahumaa) memakai akhiran untuk dua hal, "keduanya", walaupun (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) berbentuk jamak, sehingga akhiran itu menunjuk langit sebagai satu pihak dan bumi sebagai pihak lain.

Penyangkalan itu disusul pengecualian, (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) yang berarti "kecuali dengan kebenaran", dengan kata kebenaran berakar ح-ق-ق. Susunan (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 6:151, 10:5, 15:8, 15:85, 17:33, 25:68, 30:8, 44:39, dan 46:3. Lima di antaranya menyangkut penciptaan, yaitu 10:5, 15:85, 30:8, 44:39, dan 46:3. Tiga lainnya, yaitu 6:151, 17:33, dan 25:68, menyangkut membunuh jiwa, dan satu lagi, 15:8, menyangkut turunnya malaikat. Penciptaan yang dibantah dalam ayat-ayat lain memakai kata berbeda: (لَاعِبِينَ, laa'ibiina) yang berarti "dengan main-main" di 21:16 dan 44:38, dan (بَاطِلًا, baathilan) yang berarti "dengan sia-sia" di 38:27. Enam ayat memuat penyangkalan "Kami tidak menciptakan langit dan bumi" dengan pelaku Kami, yaitu 15:85, 21:16, 38:27, 44:38, 44:39, dan 46:3. Sebagai kontras, tiga di antaranya, 21:16, 38:27, dan 44:38, menolak alasan yang keliru, sedangkan 15:85, 44:39, dan 46:3 langsung menyebut kebenaran sebagai alasan yang benar. Terjemahan memakai "dengan kebenaran", sama dengan 15:85 dan 44:39.

Penghubung wa menyambung kebenaran dengan hal kedua, (وَأَجَلٍ مُسَمًّى, wa-ajalin musamman) yang berarti "dan waktu yang ditentukan". Kata (وَأَجَلٍ, wa-ajalin) berakar أ-ج-ل, dan (مُسَمًّى, musamman) berakar س-م-و dalam bentuk pasif. Kata musamman muncul dua puluh satu kali di tujuh belas surah, antara lain di 6:2, 30:8, 46:3, dan 71:4, dan di setiap kemunculannya kata itu mengikuti kata ajal. Terjemahan memakai "ditentukan", seperti di 2:282, 6:2, 22:33, dan 39:42. Kata ajal itu bersambung dengan huruf yang berbeda-beda: (إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى, ilaa ajalin musamman) yang berarti "sampai waktu yang ditentukan" muncul sebelas kali, yaitu di 2:282, 11:3, 14:10, 16:61, 22:5, 22:33, 31:29, 35:45, 39:42, 42:14, dan 71:4, dan (لِأَجَلٍ مُسَمًّى, li-ajalin musamman) muncul tiga kali, yaitu di 13:2, 35:13, dan 39:5. Pada empat belas kemunculan itu ajal menjadi batas yang dituju. Susunan (وَأَجَلٍ مُسَمًّى, wa-ajalin musamman) muncul dua kali saja, yaitu di 30:8 dan 46:3, dan di sana ajal berdiri sejajar dengan kebenaran sebagai hal kedua yang menyertai penciptaan. Ayat 46:3 tidak menyebut siapa yang menentukan waktu itu. Di 6:2 kata yang sama diikuti (وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ, wa-ajalun musamman 'indahu) yang berarti "dan ajal yang ditentukan ada di sisi-Nya", sesudah ayat itu menyebut Dia yang menciptakan manusia dari tanah liat.

Kalimat kedua beralih ke orang-orang yang kufur: (وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ, wa-lladziina kafaruu 'ammaa undziruu mu'ridhuuna) yang berarti "dan orang-orang yang kufur berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka". Kata (عَمَّا, 'ammaa) tersusun dari 'an "dari" dan maa "apa yang". Kata kerja (أُنْذِرُوا, undziruu) berakar ن-ذ-ر dan berbentuk pasif, sehingga pihak yang memperingatkan tidak disebut. Bentuk persis itu muncul dua kali, yaitu di 18:56 dan 46:3, dan keduanya menyangkut orang-orang yang kufur. Di 18:56 bunyinya (وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنْذِرُوا هُزُوًا, wa-ttakhadzuu aayaatii wa-maa undziruu huzuwan) yang berarti "dan mereka menjadikan tanda-tanda-Ku dan apa yang diperingatkan kepada mereka sebagai olok-olok". Peringatan yang sama disambut dengan olok-olok di 18:56 dan dengan berpaling di 46:3.

Kata (مُعْرِضُونَ, mu'ridhuuna) berakar ع-ر-ض, berbentuk pelaku jamak, dan muncul empat belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:83, 3:23, 8:23, 9:76, 12:105, 21:1, 21:24, 21:32, 21:42, 23:3, 23:71, 24:48, 38:68, dan 46:3. Sasaran yang dipalingi berbeda-beda. Di 21:32 sasarannya tanda-tanda langit, (وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ, wa-hum 'an aayaatihaa mu'ridhuuna), dan di 12:105 tanda-tanda di langit dan bumi, (وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ, wa-hum 'anhaa mu'ridhuuna). Di 23:71 sasarannya peringatan mereka sendiri, (فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ, fa-hum 'an dzikrihim mu'ridhuuna). Di 46:3 sasarannya apa yang diperingatkan. Terjemahan memakai "berpaling", seperti di 12:105, 21:32, dan 23:71, dan memakai "kufur" untuk kafaruu.

Tafsiran

Ayat ini menaruh dua pihak berhadapan dalam dua kalimat. Kalimat pertama menyebut apa yang dilakukan "Kami": langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya diciptakan dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan. Kalimat kedua menyebut apa yang dilakukan orang-orang yang kufur: mereka berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. Antara kedua kalimat tidak ada kata penghubung yang menyatakan sebab, sehingga hubungan keduanya dibiarkan tak tertulis.

Penyangkalan atas penciptaan tanpa tujuan di ayat-ayat lain disusul hal yang menyangkut akhir. Di 15:85 kalimat penciptaan disusul (وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ, wa-inna s-saa'ata la-aatiyatun) yang berarti "dan sesungguhnya Saat itu pasti datang". Di 30:8 disusul (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ, bi-liqaa'i rabbihim) yang berarti "pertemuan dengan Tuhan mereka", yang dikufuri banyak manusia. Di 44:40 disusul (يَوْمَ الْفَصْلِ, yawma l-fashli) yang berarti "hari keputusan". Di 46:3 hal serupa dimuat dalam ayat yang sama: waktu yang ditentukan ada di kalimat pertama, peringatan ada di kalimat kedua.

Ayat 46:3 juga menjadi dasar bagi ayat sesudahnya. Kata kerja penciptaan yang dipakai "Kami" di sini, (خَلَقْنَا, khalaqnaa), kembali di 46:4 dalam bentuk (خَلَقُوا, khalaquu) yang berarti "mereka ciptakan", dengan daerah yang sama, bumi dan langit. Setelah ayat ini menyatakan apa yang Kami ciptakan, 46:4 menanyakan apa yang telah diciptakan oleh yang diseru selain Allah. Urutan itu menaruh pernyataan lebih dulu dan permintaan bukti di daerah yang sama sesudahnya. Pernyataan di 46:2 tentang asal Kitab, pernyataan di sini tentang tujuan penciptaan, dan permintaan bukti di 46:4 menjadi tiga langkah berurutan dalam lima ayat pertama surah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:8 menyatakan kalimat yang sama dengan menyebut nama pelakunya, Allah, dan 38:27 menyebut anggapan bahwa langit dan bumi dibuat sia-sia sebagai dugaan orang-orang yang kufur. Ayat 46:3 menaruh kebenaran sebagai dasar penciptaan, sehingga rasa bahwa segala sesuatu berjalan tanpa tujuan mendapat lawan yang tertulis. Pembaca yang pernah merasa hari-harinya tidak mengarah ke mana pun dapat membandingkan rasa itu dengan apa yang dikatakan ayat ini tentang langit dan bumi di sekelilingnya. Apakah rasa tanpa tujuan itu berasal dari apa yang dilihat, atau dari tempat pembaca berdiri saat melihatnya?
  • Waktu yang ditentukan disebut bersama kebenaran dalam kalimat yang sama, sehingga penciptaan dan batasnya muncul sebagai satu paket. Di 6:2 ajal yang ditentukan itu ada di sisi Dia yang menciptakan, dan ayat 46:3 sendiri tidak menyebut siapa yang menentukannya. Pembaca yang mengetahui bahwa sesuatu punya batas sejak dibuat biasanya memperlakukannya lain dari sesuatu yang dikira tidak berbatas. Sebuah kebiasaan, sebuah pekerjaan, atau sebuah hubungan yang diketahui punya batas dapat dirawat dengan cara yang tidak ditempuh bila batas itu dilupakan. Batas apa yang sudah ditentukan dan tetap diperlakukan seolah-olah tidak ada?
  • Kebenaran dan waktu yang ditentukan dijadikan dua hal yang menyertai penciptaan secara sejajar. Ayat 46:3 tidak memilih salah satunya: yang dibuat dengan kebenaran adalah juga yang dibuat dengan batas waktu. Sesuatu yang terbatas tidak otomatis menjadi tidak sungguh-sungguh, dan sesuatu yang sungguh-sungguh tidak otomatis menjadi abadi. Pembaca yang cenderung menganggap sesuatu yang sementara sebagai sesuatu yang tidak penting dapat memeriksa ukuran itu terhadap kalimat ini. Apa saja dalam hidup pembaca yang sementara, namun dibuat dengan kesungguhan yang penuh?
  • Ayat 46:3 menyebut langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya, tanpa merinci isi ruang antara itu. Ruang di tengah ikut disebut sebagai bagian dari yang diciptakan dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan, padahal ruang semacam itu mudah dilewati tanpa perhatian karena tidak punya nama sendiri. Pembaca dapat menoleh pada bagian hidupnya yang berada di antara hal-hal yang diberi nama, seperti perjalanan dari satu tempat ke tempat lain atau waktu menunggu. Teksnya tidak merinci apa saja yang termasuk di antara keduanya. Bagian mana dari hidup pembaca yang selalu dilewati begitu saja, padahal masuk dalam cakupan kalimat ini?
  • Di 12:105 tanda-tanda di langit dan bumi disebut sebagai sesuatu yang dilewati orang-orang yang berpaling darinya, dan di 18:56 apa yang diperingatkan dijadikan olok-olok. Ayat 46:3 menyebut reaksi lain terhadap peringatan, yaitu berpaling. Berpaling tidak membutuhkan lawan bicara dan tidak meninggalkan kata-kata yang bisa diperiksa, sebab tandanya terlihat pada arah tubuh dan perhatian. Peringatan apa yang pernah dilewati tanpa ditimbang sama sekali, tanpa satu bantahan pun, hanya karena perhatian pembaca sudah menghadap ke tempat lain?
  • Ayat 46:3 berbicara dengan "Kami" tanpa menyebut nama, sedangkan kalimat penciptaan yang sama di 30:8 menyebut Allah. Pembaca yang membaca 46:3 setelah 46:2 mendengar suara yang sama berpindah dari nama ke kata ganti, dan perpindahan itu terjadi di tengah-tengah dua ayat yang berdekatan. Dari kedekatan itu pembaca dapat menarik bahwa kata ganti tersebut menunjuk pihak yang baru saja disebut. Kapan terakhir pembaca memperhatikan siapa yang berbicara ketika sebuah kalimat besar tentang langit dan bumi dibacakan, dan apakah nama pembicaranya ikut terdengar?