قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah, “Apakah kalian memperhatikan apa yang kalian seru selain Allah? Perlihatkanlah kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi, ataukah mereka memiliki andil di langit! Datangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini atau peninggalan dari pengetahuan, jika kalian orang-orang yang benar.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِa-ra'aytum maa tad'uuna min duuni llaahiapakah kalian memperhatikan apa yang kalian seru selain Allah
- أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِaruunii maadzaa khalaquu mina l-ardhiperlihatkanlah kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi
- أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِam lahum syirkun fii s-samaawaatiataukah mereka memiliki andil di langit
- ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَiituunii bi-kitaabin min qabli haadzaa aw atsaaratin min 'ilmin in kuntum shaadiqiinadatangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini atau peninggalan dari pengetahuan, jika kalian orang-orang yang benar
Terjemahan per kata (29 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian memperhatikan
- مَاmaaapa yang
- تَدْعُونَtad'uunakalian seru
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- أَرُونِيaruuniiperlihatkanlah kepadaku
- مَاذَاmaadzaaapa
- خَلَقُواkhalaquumereka menciptakan
- مِنَminadari
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَمْamataukah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- شِرْكٌsyirkunbagian
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- ائْتُونِيiituuniidatangkanlah kepadaku
- بِكِتَابٍbi-kitaabindengan kitab
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- هَٰذَاhaadzaaini
- أَوْawatau
- أَثَارَةٍatsaaratinpeninggalan
- مِنْmindari
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Kalimat (أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ, aruunii maadzaa khalaquu mina l-ardhi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:40 dan 46:4.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", dan ucapan yang diperintahkan itu dibuka serta ditutup di dalam ayat ini sendiri. Pertanyaan pertamanya dimulai dengan (أَرَأَيْتُمْ, a-ra'aytum) yang berarti "apakah kalian memperhatikan", berakar ر-أ-ي. Bentuk persis itu muncul empat belas kali di delapan surah, yaitu 6:46, 10:50, 10:59, 11:28, 11:63, 11:88, 28:71, 28:72, 35:40, 41:52, 46:4, 46:10, 67:28, dan 67:30, dan terjemahan memakai "memperhatikan" di keempat belas ayat itu. Sebelas di antaranya didahului (قُلْ, qul). Hanya dua yang langsung disusul kata maa, yaitu 10:59 dan 46:4. Di 10:59 bunyinya (أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ, a-ra'aytum maa anzala llaahu lakum min rizqin) yang berarti "apakah kalian memperhatikan rezeki yang Allah turunkan bagi kalian", sehingga dua ayat itu menaruh dua benda untuk diperhatikan: yang diturunkan Allah di 10:59, dan yang diseru selain Allah di 46:4.
Frasa (مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, maa tad'uuna min duuni llaahi) berarti "apa yang kalian seru selain Allah" dan muncul tiga kali, yaitu di 19:48, 39:38, dan 46:4. Kata kerja (تَدْعُونَ, tad'uuna) berakar د-ع-و, dan terjemahan memakai "seru" untuknya, tidak "sembah". Bentuk (تَدْعُونَ, tad'uuna) juga terbaca di 7:194, 35:40, dan 39:38, dan diterjemahkan "seru" di ketiganya. Alasan memisahkannya dari kata untuk mengabdi terlihat di dua ayat yang menaruh kedua kata kerja dalam satu kalimat, yaitu (أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahi) di 6:56 dan 40:66. Kata kerja pertama, (أَعْبُدَ, a'buda), berakar ع-ب-د, dan kata kerja kedua, tad'uuna, berakar د-ع-و. Dua akar berbeda berdiri berdampingan dalam satu kalimat, jadi keduanya tidak dapat diterjemahkan dengan kata yang sama.
Kata (أَرُونِي, aruunii) berarti "perlihatkanlah kepadaku", tersusun dari kata perintah dan akhiran -nii yang berarti "-ku". Bentuk itu muncul empat kali, yaitu di 31:11, 34:27, 35:40, dan 46:4. Dua di antaranya, 35:40 dan 46:4, memuat kalimat yang sama kata demi kata, (أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ, aruunii maadzaa khalaquu mina l-ardhi) yang berarti "perlihatkanlah kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi". Terjemahan 46:4 memakai "apa yang telah mereka ciptakan dari bumi" seperti 35:40, dan (مَاذَا, maadzaa) diterjemahkan "apa". Di 31:11 bunyinya (فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, fa-aruunii maadzaa khalaqa lladziina min duunihi) yang berarti "maka perlihatkanlah kepadaku apa yang diciptakan oleh mereka yang selain-Nya", dengan kata kerja tunggal (خَلَقَ, khalaqa) untuk pelaku yang disebut sebagai satu golongan.
Kata (أَمْ, am) berarti "ataukah", dan (أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ, am lahum syirkun fii s-samaawaati) berarti "ataukah mereka memiliki andil di langit". Kata (شِرْكٌ, syirkun) berakar ش-ر-ك dan muncul dengan arti andil di 34:22, 35:40, dan 46:4. Di 34:22 bunyinya (وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ, wa-maa lahum fiihimaa min syirkin) yang berarti "dan mereka tidak mempunyai andil apa pun pada keduanya", yaitu pernyataan penolakan, sedangkan 35:40 dan 46:4 mengajukannya sebagai pertanyaan dengan "ataukah". Terjemahan 46:4 memakai "andil", seperti di dua ayat itu.
Perintah (ائْتُونِي بِكِتَابٍ, iituunii bi-kitaabin) berarti "datangkanlah kepadaku kitab". Kata (ائْتُونِي, iituunii) muncul lima kali, yaitu di 10:79, 12:50, 12:54, 12:59, dan 46:4. Di keempat ayat lainnya orang yang diminta datang, misalnya para penyihir di 10:79 dan seorang saudara di 12:59, sedangkan 46:4 meminta didatangkannya sebuah kitab. Kata (كِتَابٍ, kitaabin) tidak memakai kata sandang, jadi terjemahan menulis "kitab" dengan huruf kecil. Frasa (مِنْ قَبْلِ هَٰذَا, min qabli haadzaa) muncul dua kali, yaitu di 11:49 dan 46:4. Di 11:49 bunyinya (مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا, maa kunta ta'lamuhaa anta wa-laa qawmuka min qabli haadzaa) yang berarti "tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak kaummu sebelum ini", dan haadzaa di sana menunjuk berita yang baru disebut di ayat-ayat sebelumnya. Di 46:4 haadzaa menunjuk sesuatu yang tidak disebut namanya dalam ayat ini, dan terjemahan memakai "ini" tanpa menambahkan "(Al-Qur'an)".
Kata (أَثَارَةٍ, atsaaratin) berakar أ-ث-ر dan hanya ada di 46:4, dengan terjemahan "peninggalan". Akar yang sama membentuk (آثَارِهِمْ, aatsaarihim) yang berarti "jejak-jejak mereka" dan muncul enam kali, yaitu di 5:46, 18:6, 37:70, 43:22, 43:23, dan 57:27. Pada tiga di antaranya jejak itu milik orang-orang terdahulu yang diikuti: (فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ, fa-hum 'alaa aatsaarihim yuhra'uuna) di 37:70 berarti "maka mereka mengikuti jejak-jejak mereka dengan bergegas", dan (وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ, wa-innaa 'alaa aatsaarihim muhtaduuna) di 43:22 serta (وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ, wa-innaa 'alaa aatsaarihim muqtaduuna) di 43:23 memuat ucapan orang-orang yang mengikuti jejak nenek moyang mereka. Di 46:4 jejak yang diminta berupa pengetahuan, (أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ, aw atsaaratin min 'ilmin) yang berarti "atau peninggalan dari pengetahuan".
Susunan (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) berarti "jika kalian orang-orang yang benar" dan muncul dua puluh delapan kali di dua puluh surah, antara lain di 2:23, 7:194, dan 46:4. Sesudah perintah membawa kitab, susunan itu terbaca di 37:157, (فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, fa-'tuu bi-kitaabikum in kuntum shaadiqiina) yang berarti "maka bawalah kitab kalian, jika kalian orang-orang yang benar", dan di 28:49. Di 3:93 Taurat yang diminta dibawa, (فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ, fa-'tuu bi-t-tawraati). Di 7:194 syaratnya menyangkut sahutan: (فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, fa-d'uuhum fa-l-yastajiibuu lakum in kuntum shaadiqiina) yang berarti "maka serulah mereka, lalu biarlah mereka menyahut kalian, jika kalian orang-orang yang benar".
Tafsiran
Ayat ini menyusun satu tantangan dalam tiga permintaan yang dapat dibaca makin ringan. Permintaan pertama menuntut hasil kerja: perlihatkan apa yang telah mereka ciptakan dari bumi. Permintaan kedua menurunkannya menjadi kepemilikan sebagian: apakah mereka memiliki andil di langit. Permintaan ketiga menurunkannya lagi menjadi bukti tertulis atau sisa pengetahuan, lalu syarat (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) menutup seluruh ucapan. Dari hasil ke bagian ke sisa, tiap permintaan lebih kecil daripada yang sebelumnya, dan ayat tidak mengutip satu pun jawaban. Daerah yang ditanyakan, bumi dan langit, sama dengan daerah yang disebut di 46:3.
Dua permintaan pertama sama persis dengan 35:40, dan perbedaannya ada di permintaan ketiga. Di 35:40 permintaan ketiga berbentuk pertanyaan tentang pemberian, (أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا, am aataynaahum kitaaban) yang berarti "ataukah Kami beri mereka kitab". Di 46:4 permintaan ketiga berbentuk perintah kepada mereka sendiri untuk membawa kitab, dan perintah itu masih ditambah pilihan lain, yaitu peninggalan dari pengetahuan. Ujian di 35:40 menanyakan apakah mereka pernah menerima kitab, sedangkan ujian di 46:4 meminta mereka menunjukkan sesuatu yang tertulis atau sisa pengetahuan.
Dua permintaan memakai akhiran -ku, yaitu aruunii dan iituunii, sehingga penyampai ucapan berada di posisi penerima bukti, dan pihak yang diminta membuktikan adalah orang-orang yang menyeru selain Allah. Sapaan "kalian" di ayat ini kemudian menjadi "orang yang menyeru" di 46:5, dan tantangan kepada para penyeru berubah menjadi pertanyaan tentang kedudukan mereka. Kata tunjuk "ini" dalam "kitab yang sebelum ini" tidak diberi sasaran di ayat ini, dan sasaran yang paling dekat untuk kata tunjuk itu terbaca di 46:12, (وَهَٰذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ, wa-haadzaa kitaabun mushaddiqun) yang berarti "Ini adalah Kitab yang membenarkan", yang didahului (وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ, wa-min qablihi kitaabu muusaa) "Sebelumnya telah ada Kitab Musa". Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab 46:4 sendiri tidak menyebut nama kitab mana pun.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 46:4 mengajukan ujian yang sederhana kepada apa saja yang diseru selain Allah: tunjukkan apa yang telah dibuat. Ujian itu tidak menuntut penalaran panjang, cukup sebuah jari yang menunjuk, dan ayat tidak mengutip satu pun jawaban. Pembaca dapat membawa ukuran yang sama ke tempat-tempat yang dijadikan tumpuan harapan ketika terdesak. Bila diminta menunjuk, apa yang sudah dibuat oleh masing-masing tempat itu dari bumi yang dipijaknya, dan seberapa jauh daftar itu terisi dibandingkan daftar harapan yang dititipkan padanya?
- Tuntutan di 46:4 turun tiga kali: dari hasil ciptaan, ke andil di langit, ke sebuah kitab atau sisa pengetahuan, dan tidak satu pun dijawab dalam ayat. Penurunan sebanyak itu memperlihatkan bahwa pihak yang meminta bersedia menerima bukti yang sangat kecil. Pembaca dapat menaruh dirinya di hadapan permintaan semacam itu mengenai keyakinannya sendiri, mulai dari bukti yang paling besar sampai sisa yang paling kecil. Pada tingkat mana pembaca akhirnya berhenti dapat menunjuk sesuatu yang tertulis atau diketahui, dan apa yang masih dipegangnya sesudah titik itu?
- Di 37:70, 43:22, dan 43:23 orang-orang mengikuti jejak nenek moyang mereka, dan di 46:4 yang diminta adalah jejak pengetahuan. Dua jenis jejak itu dapat berdampingan di jalan yang sama tetapi tidak sama isinya, sebab jejak kaki hanya menunjukkan bahwa seseorang pernah lewat, sedangkan jejak pengetahuan menunjukkan apa yang diketahuinya. Pembaca dapat memeriksa jejak mana yang paling sering diikuti dalam urusan yang dianggap penting. Apakah yang diikutinya sisa pengetahuan yang bisa diperiksa, atau kebiasaan orang-orang yang lebih dulu berjalan di tempat itu?
- Ayat 46:4 bertanya apakah mereka memiliki andil di langit, dan 34:22 menyatakan bahwa mereka tidak memiliki seberat zarah pun di langit dan di bumi. Kata andil di sini menyangkut bagian dari sesuatu yang bukan dibuat oleh pemegang bagian itu. Pembaca dapat menimbang berapa besar bagian yang dikira dipegang atas hal-hal yang berjalan di luar kendalinya, seperti hujan yang turun, cuaca, atau umur. Sebuah rencana yang disusun matang tetap berjalan di atas langit yang tidak disusun pembacanya. Seberapa besar andil yang diakui atas hal-hal yang sebenarnya disediakan Tuhan, dan seberapa jujur pengakuan itu?
- Syarat "jika kalian orang-orang yang benar" di akhir ayat 46:4 menaruh beban membuktikan pada pihak yang membawa klaim. Syarat yang sama menempel pada klaim apa pun, termasuk klaim yang dibuat pembaca sendiri tentang apa yang diandalkan dan siapa yang diseru. Di 7:194 syarat itu menyertai permintaan agar yang diseru menyahut, dan di 37:157 menyertai permintaan membawa kitab. Pembaca dapat membayangkan seseorang berkata kepadanya sendiri, "perlihatkanlah kepadaku", tentang sesuatu yang diyakini. Apa yang sanggup diperlihatkan, dan seberapa lama sebuah keyakinan bertahan bila tidak ada apa-apa yang dapat diperlihatkan?
- Pertanyaan pembuka 46:4 mengajak memperhatikan lebih dulu, baru menuntut. Di 10:59 ajakan yang sama diarahkan pada rezeki yang diturunkan Allah, dan di 46:4 diarahkan pada apa yang diseru selain Allah. Dua arah itu memperlihatkan bahwa perhatian dapat dibagi, dan pembaca memutuskan sendiri ke mana ia banyak menghadap. Perhatian yang lebih sering tertuju pada yang diseru daripada pada yang telah diturunkan kepadanya akan menghasilkan daftar yang tidak seimbang. Mana yang lebih sering diperhatikan pembaca dalam sehari, apa yang sudah Allah turunkan kepadanya atau apa yang ia harapkan dari selain-Nya?