قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kalian sembah selain Allah! Perlihatkanlah kepadaku manakah dari bumi yang telah mereka ciptakan, ataukah mereka memiliki peran serta di langit! Datangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini atau peninggalan dari pengetahuan, jika kalian orang-orang yang benar.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِa-ra'aytum maa tad'uuna min duuni llaahiterangkanlah kepadaku tentang apa yang kalian sembah selain Allah
- أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِaruunii maadzaa khalaquu mina l-ardiperlihatkanlah kepadaku manakah dari bumi yang telah mereka ciptakan
- أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِam lahum shirkun fii s-samaawaatiataukah mereka memiliki peran serta di langit
- ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَiituunii bi-kitaabin min qabli haadzaa aw atsaaratin min ilmin in kuntum saadiqiinadatangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini atau peninggalan dari pengetahuan, jika kalian orang-orang yang benar
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'Say thou: “Have you seen1 to what you call2 besides3 God? Show me what they have created of the earth.
Aplikasi
Tantangan empiris tegas: 'perlihatkanlah kepadaku bagian manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan... datangkanlah kitab... atau peninggalan dari pengetahuan'. Konkretnya: tiga jenis bukti yang diminta (kontribusi nyata, teks otoritatif, jejak pengetahuan) menjadi standar verifikasi yang wajar bagi klaim keagamaan apa pun, kerangka pengujian yang bisa diterapkan pada klaim serupa di masa kini.