Ayat 46:5

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah, yang tidak dapat mengabulkan-nya sampai hari kiamat, sedang mereka lalai dari seruan mereka?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِwa-man adhallu mimman yad'uu min duuni llaahidan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah
  2. مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِman laa yastajiibu lahu ilaa yawmi l-qiyaamatiyang tidak dapat mengabulkan-nya sampai hari kiamat
  3. وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَwa-hum 'an du'aa'ihim ghaafiluunasedang mereka lalai dari seruan mereka

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. أَضَلُّadhallulebih sesat
  3. مِمَّنْmimmandari orang yang
  4. يَدْعُوyad'uumenyeru
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. مَنْmanorang yang
  9. لَاlaatidak
  10. يَسْتَجِيبُyastajiibumemperkenankan
  11. لَهُlahubaginya
  12. إِلَىٰilaasampai
  13. يَوْمِyawmiHari
  14. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  15. وَهُمْwa-humdan mereka
  16. عَنْ'andari
  17. دُعَائِهِمْdu'aa'ihimdoa mereka
  18. غَافِلُونَghaafiluunaorang-orang yang lalai

Inti bacaan

Kelemahan fundamental sembahan palsu: 'tidak dapat mengabulkan seruannya sampai hari Kiamat, sedang mereka lalai dari seruan mereka', ketidakresponsifan total yang tidak disadari oleh penyembahnya sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(seruan)' tidak dipakai. 'Yawm al-qiyaamati' diterjemahkan huruf kecil 'hari kiamat', bukan kapital 'Kiamat'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kesesatan mutlak menyeru selain Allah: sesembahan yang bahkan tidak menyadari seruan mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut batas waktunya sampai kiamat. Bukan lama. Tidak pernah.
  • Yang diseru disebut lalai dari seruan itu. Bukan menolak. Tidak sadar dipanggil.
  • Perbandingannya dibuat Allah lewat pertanyaan siapa yang lebih sesat. Bukan vonis. Sebuah ukuran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-l-l, d-'-w, d-w-n, a-l-h, j-w-b, y-w-m, q-w-m, gh-f-l): man yad'uu min duun allaah man laa yastajiibu lahu…wa hum an du'aa'ihim ghaafiluun diterjemahkan 'menyeru selain Allah yang tak mengabulkan, sedang mereka lalai dari seruan mereka' (akar d-'-w + akar j-w-b, da'aa (menyeru), BUKAN 'menyembah'; yang diseru tuli & lalai, kontras Allah yang mengabulkan si-terdesak 27:62; pasangkan 46:6 ibaadah). Selaras.

Ayat 46:6

وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ

Dan apabila manusia dikumpulkan, mereka menjadi musuh bagi mereka, dan kufur terhadap ibadah mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُwa-idzaa husyira n-naasudan apabila manusia dikumpulkan
  2. كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءًkaanuu lahum a'daa'anmereka menjadi musuh bagi mereka
  3. وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَwa-kaanuu bi-'ibaadatihim kaafiriinadan kufur terhadap ibadah mereka

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. حُشِرَhusyiradikumpulkan
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. كَانُواkaanuumereka selalu
  5. لَهُمْlahumbagi mereka
  6. أَعْدَاءًa'daa'anmusuh-musuh
  7. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  8. بِعِبَادَتِهِمْbi-'ibaadatihimpada pengabdian mereka
  9. كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir

Inti bacaan

Pembalikan mengejutkan 'mereka menjadi musuh bagi mereka, dan mengingkari ibadah mereka', objek yang dulu disembah justru berbalik menolak keterlibatan pada hari pertanggungjawaban.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(sesembahan itu)' tidak dipakai: subjek 'mereka' yang menjadi musuh sudah jelas dari konteks tanpa perlu diperjelas dengan tambahan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pembalikan total pada hari kebangkitan: sesembahan yang dahulu disembah justru menjadi musuh dan kufur terhadap penyembahan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pembalikan yang lengkap. Yang disembah jadi musuh. Yang dipuja menolak dipuja.
  • Mereka bukan cuma diam, melainkan mengingkari. Bukan tidak menolong. Menyangkal pernah disembah.
  • Yang dikumpulkan manusia, dan di situ semuanya terbuka. Allah menaruh adegan itu di hari berkumpul. Tak ada tempat menyembunyikan hubungan lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-sh-r, n-w-s, k-w-n, '-d-w, '-b-d, k-f-r): hushira n-naas diterjemahkan 'manusia dikumpulkan' (akar h-sh-r); kaanuu lahum a'daa'an diterjemahkan 'menjadi musuh mereka' (akar '-d-w); bi-'ibaadatihim kaafiriin diterjemahkan 'mengingkari ibadah mereka' (akar '-b-d + akar k-f-r, ibaadah (ibadah/penyembahan) DI SAMPING da'aa (seruan) 46:5: pola-ganda sama 22:11-12; tuhan-palsu menyangkal disembah, cf. 10:28-29, 35:14). Selaras.