وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah, yang tidak dapat mengabulkan-nya sampai hari kiamat, sedang mereka lalai dari seruan mereka?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِwa-man adhallu mimman yad'uu min duuni llaahidan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah
  2. مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِman laa yastajiibu lahu ilaa yawmi l-qiyaamatiyang tidak dapat mengabulkan-nya sampai hari kiamat
  3. وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَwa-hum 'an du'aa'ihim ghaafiluunasedang mereka lalai dari seruan mereka

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. أَضَلُّadhallulebih sesat
  3. مِمَّنْmimmandari orang yang
  4. يَدْعُوyad'uumenyeru
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. مَنْmanorang yang
  9. لَاlaatidak
  10. يَسْتَجِيبُyastajiibumemperkenankan
  11. لَهُlahubaginya
  12. إِلَىٰilaasampai
  13. يَوْمِyawmiHari
  14. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  15. وَهُمْwa-humdan mereka
  16. عَنْ'andari
  17. دُعَائِهِمْdu'aa'ihimdoa mereka
  18. غَافِلُونَghaafiluunaorang-orang yang lalai

Inti bacaan

Kelemahan fundamental sembahan palsu: 'tidak dapat mengabulkan seruannya sampai hari Kiamat, sedang mereka lalai dari seruan mereka', ketidakresponsifan total yang tidak disadari oleh penyembahnya sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(seruan)' tidak dipakai. 'Yawm al-qiyaamati' diterjemahkan huruf kecil 'hari kiamat', bukan kapital 'Kiamat'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kesesatan mutlak menyeru selain Allah: sesembahan yang bahkan tidak menyadari seruan mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut batas waktunya sampai kiamat. Bukan lama. Tidak pernah.
  • Yang diseru disebut lalai dari seruan itu. Bukan menolak. Tidak sadar dipanggil.
  • Perbandingannya dibuat Allah lewat pertanyaan siapa yang lebih sesat. Bukan vonis. Sebuah ukuran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-l-l, d-'-w, d-w-n, a-l-h, j-w-b, y-w-m, q-w-m, gh-f-l): man yad'uu min duun allaah man laa yastajiibu lahu…wa hum an du'aa'ihim ghaafiluun diterjemahkan 'menyeru selain Allah yang tak mengabulkan, sedang mereka lalai dari seruan mereka' (akar d-'-w + akar j-w-b, da'aa (menyeru), BUKAN 'menyembah'; yang diseru tuli & lalai, kontras Allah yang mengabulkan si-terdesak 27:62; pasangkan 46:6 ibaadah). Selaras.