وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ

Dan apabila manusia dikumpulkan, mereka menjadi musuh bagi mereka, dan kufur terhadap pengabdian mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُwa-idzaa husyira n-naasudan apabila manusia dikumpulkan
  2. كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءًkaanuu lahum a'daa'anmereka menjadi musuh bagi mereka
  3. وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَwa-kaanuu bi-'ibaadatihim kaafiriinadan kufur terhadap pengabdian mereka

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. حُشِرَhusyiradikumpulkan
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. كَانُواkaanuumereka selalu
  5. لَهُمْlahumbagi mereka
  6. أَعْدَاءًa'daa'anmusuh-musuh
  7. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  8. بِعِبَادَتِهِمْbi-'ibaadatihimpada pengabdian mereka
  9. كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir

Inti bacaan

Kata (أَعْدَاءً, a'daa'an) yang berarti "musuh-musuh" muncul 3 kali di Al-Qur'an (3:103, 46:6, 60:2).

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pembuka (وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ, wa-idzaa husyira n-naasu) yang berarti "dan apabila manusia dikumpulkan" memuat kata kerja pasif (حُشِرَ, husyira) dari akar ح-ش-ر, sehingga pengumpulnya tidak tertulis. Kata kerja pasif lampau dari akar ini muncul 3 kali di Al-Qur'an, yaitu 27:17, 46:6, dan 81:5. Di 27:17, (وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ, wa-husyira li-sulaymaana junuuduhu) yang berarti "dan dikumpulkanlah untuk Sulaiman bala tentaranya", dan di 81:5, (وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ, wa-idzaa l-wuhuusyu husyirat) yang berarti "dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan". Ketiganya tanpa pelaku. Bentuk aktif (نَحْشُرُهُمْ, nahsyuruhum) yang berarti "Kami mengumpulkan mereka" juga muncul 3 kali, yaitu 6:22, 10:28, dan 17:97, dan di ketiganya pelakunya disebut dengan kata "Kami". Terjemahan 46:6 mengikuti Arabnya dan memakai "dikumpulkan" tanpa pelaku. Pihak yang dikumpulkan ditulis (النَّاسُ, n-naasu) yang berarti "manusia", tanpa pembatas golongan.

Kalimat inti (كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً, kaanuu lahum a'daa'an) yang berarti "mereka menjadi musuh bagi mereka" memakai kata (أَعْدَاءً, a'daa'an) dari akar ع-د-و, bentuk jamak yang diterjemahkan "musuh". Bentuk ini muncul 3 kali, yaitu 3:103, 46:6, dan 60:2. Di 3:103, (إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً, idz kuntum a'daa'an) yang berarti "ketika kalian dahulu bermusuhan", dan di 60:2, (يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً, yakuunuu lakum a'daa'an) yang berarti "mereka menjadi musuh bagi kalian". Rangka kata kerja kaana, huruf li, dan a'daa'an di 60:2 sama dengan 46:6. Bedanya, di 60:2 kata ganti kedua pihak berlainan orang, yaitu "mereka" dan "kalian", sedangkan di 46:6 keduanya memakai kata ganti jamak orang ketiga yang sama, sehingga pihak yang memusuhi dan pihak yang dimusuhi tidak dapat dibedakan dari kata gantinya. Terjemahan mempertahankan kata ganti itu dan tidak menggantinya dengan kata benda.

Dua ayat lain memberi petunjuk tentang kedua pihak itu. Ayat 46:5 memakai (وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ, wa-hum 'an du'aa'ihim ghaafiluuna) yang berarti "sedang mereka lalai terhadap seruan mereka" untuk pihak yang diseru. Ayat 19:82 memakai (وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا, wa-yakuunuuna 'alayhim dhiddan) yang berarti "dan menjadi musuh bagi mereka", dan ayat itu tersambung dengan 19:81 yang menyebut tuhan-tuhan selain Allah. Karena itu pihak yang diseru dapat dibaca sebagai pelaku di 46:6, dan pihak yang menyeru sebagai sasarannya. Pembacaan ini tetap berupa kemungkinan, sebab ayat 46:6 sendiri memakai kata ganti yang sama untuk keduanya.

Kata kerja (كَانُوا, kaanuu) muncul dua kali dalam ayat ini. Pada kalimat pertama terjemahan memakainya sebagai "menjadi", sebab rangka yang sama di 60:2 diterjemahkan "menjadi musuh bagi kalian". Pada kalimat kedua kata itu menyatu dengan (كَافِرِينَ, kaafiriina) yang berarti "orang-orang yang kufur", dan terjemahan merapikannya menjadi satu kata kerja, "kufur", karena bahasa Indonesia tidak memerlukan dua kata kerja untuk satu keadaan.

Kalimat terakhir (وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ, wa-kaanuu bi-'ibaadatihim kaafiriina) yang berarti "dan kufur terhadap pengabdian mereka" memuat (بِعِبَادَتِهِمْ, bi-'ibaadatihim), yaitu kata 'ibaadah dengan awalan bi- yang berarti "terhadap" dan akhiran -him yang berarti "mereka". Akar ع-ب-د di sini dipadankan dengan "pengabdian", sama dengan padanan (نَعْبُدُ, na'budu) di 1:5 pada (إِيَّاكَ نَعْبُدُ, iyyaaka na'budu) yang berarti "hanya kepada-Mu kami mengabdi". Bentuk (عِبَادَتِهِمْ, 'ibaadatihim) dengan akhiran yang sama muncul dua kali, yaitu 19:82 dan 46:6. Di 19:82, (سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ, sa-yakfuruuna bi-'ibaadatihim) yang berarti "mereka akan kufur terhadap pengabdian mereka" memakai kata kerja yang menunjuk waktu mendatang, sedangkan 46:6 memakai kaanuu dan kaafiriina.

Rangka kaanuu, awalan bi-, sebuah kata benda, lalu kaafiriina hanya muncul dua kali, yaitu 30:13 dan 46:6. Di 30:13, (وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ, wa-kaanuu bi-syurakaa'ihim kaafiriina) yang berarti "dan mereka kufur terhadap sekutu-sekutu mereka itu", orang-orang itu kufur terhadap pihak yang mereka jadikan sekutu. Di 46:6 mereka kufur terhadap pengabdian itu sendiri, yaitu apa yang pernah diberikan pihak penyeru. Terjemahan memakai "kufur terhadap" di kedua ayat.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pembicaraan dari tantangan di 46:4 dan pertanyaan di 46:5 ke hari manusia dikumpulkan, dan di hari itu ayat ini mencatat dua keadaan, yaitu menjadi musuh dan kufur terhadap pengabdian. Ayat 46:4 menyuruh pihak yang menyeru selain Allah menunjukkan apa yang diciptakan sesembahan mereka, dan 46:5 menyebut pihak yang diseru itu tidak mengabulkan sampai hari kiamat serta lalai terhadap seruan mereka. Bila kata kerja kaanuu dibaca merujuk pada pihak yang diseru, 46:6 melanjutkan keadaan mereka dari lalai ke sikap yang jelas, meskipun ayat tidak menjelaskan bagaimana perubahan itu terjadi.

Ayat ini tidak memuat ucapan siapa pun. Hal itu berbeda dari 10:28, yang mencatat ucapan sekutu-sekutu itu sendiri, (مَا كُنْتُمْ إِيَّانَا تَعْبُدُونَ, maa kuntum iyyaanaa ta'buduuna) yang berarti "kalian tidak pernah mengabdi kepada kami", dan dari 6:22, yang mencatat pertanyaan kepada orang-orang yang mempersekutukan, (أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ, ayna syurakaa'ukumu) yang berarti "di mana sekutu-sekutu kalian". Ketiga ayat itu menyorot bagian yang berbeda dari persoalan yang sama, yaitu hubungan penyeru dengan yang diseru. Ayat 46:6 menyorot keadaan dan tidak menyorot percakapan, sehingga ketiganya tidak perlu dibaca sebagai satu adegan.

Ayat berikutnya memakai susunan yang serupa dengan arah yang berlainan. Ayat 46:6 dibuka (وَإِذَا حُشِرَ, wa-idzaa husyira) dengan kata kerja pasif, dan 46:7 dibuka (وَإِذَا تُتْلَىٰ, wa-idzaa tutlaa) dengan kata kerja pasif pula, tetapi 46:7 kembali ke saat tanda-tanda Kami dibacakan kepada mereka. Dengan begitu 46:6 berdiri sebagai gambaran akhir yang terletak di antara pertanyaan tentang kesesatan di 46:5 dan penuturan tanggapan terhadap bacaan di 46:7.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 46:4 dan 46:5 menyebut seruan yang ditujukan kepada selain Allah dan menyatakan seruan itu tidak dikabulkan sampai hari kiamat. Ayat 46:6 menambahkan bagian lain dari gambaran itu: pada hari manusia dikumpulkan, pihak yang diseru dapat dibaca mengambil sikap sendiri terhadap penyerunya. Karena ayat ini hanya memuat keadaannya, pembaca tidak diberi tahu mengapa sikap itu berubah. Pertanyaan yang tersisa ada pada pembaca: kepada apa harapannya paling sering dialamatkan, dan bila sandaran itu diminta bersikap di hadapan banyak orang, apakah sandaran itu akan membela pengharapnya atau menjauh?
  • Seruan yang tidak dikabulkan sampai hari kiamat di 46:5 mendapat tanggapan di 46:6, dan tanggapan itu dapat dibaca berupa permusuhan dan kekufuran, tidak berupa pengabulan. Dibaca berurutan, penantian yang panjang berujung pada sikap yang berlawanan dengan apa yang diminta. Menurut 46:4 dan 46:5, seruan itu ditujukan selain Allah, dan 46:6 mencatat tanggapan dari pihak yang diseru itu. Pembaca dapat bertanya, dari arah mana jawaban yang selama ini dinantikan akan datang, dan jawaban macam apa yang sudah disiapkan untuk diterima?
  • Ayat 46:6 menyebut penolakan yang diarahkan pada pengabdian, dan penolakan itu tidak berhenti pada permintaan yang tak terjawab. Bila pengabdian itu dibaca sebagai pengabdian penyeru kepada pihak yang diseru, yang menurut 46:4 dan 46:5 adalah selain Allah, ayat ini memperlihatkan bahwa ada pengabdian yang penerimanya sendiri menyangkalnya pada hari manusia dikumpulkan. Pembaca yang mengabdi pada sesuatu dapat menimbang, apakah penerima pengabdiannya akan mengakui bahwa pengabdian itu pernah diberikan kepadanya?
  • Kata kerja pasif dikumpulkan menaruh manusia sebagai pihak yang dikumpulkan dan tidak sebagai pihak yang mengumpulkan. Kata manusia tidak dibatasi golongan, sehingga ayat ini dapat dibaca sebagai gambaran tempat pembaca sendiri berada. Hari itu tidak diatur oleh pembaca, dan pengaturnya tidak tertulis di ayat ini. Pembaca masih dapat menimbang sekarang hubungan apa yang akan dibawanya ke sana, dengan siapa saja, dan atas dasar apa hubungan itu dipelihara.
  • Ayat 46:6 mencatat dua keadaan tanpa satu pun kutipan percakapan, sedangkan 10:28 mencatat ucapan sekutu-sekutu itu dan 6:22 mencatat pertanyaan kepada orang-orang yang mempersekutukan. Satu persoalan dapat dituturkan lewat ucapan, dan dapat dituturkan lewat keadaan. Ketika pembaca menilai hubungannya dengan sandaran hidupnya, pembaca dapat membedakan apa yang diucapkan sandaran itu dari keadaan yang ditimbulkannya. Pertanyaannya terbuka: keadaan apa yang tampak bila semua ucapan dikesampingkan, dan apakah keadaan itu sejalan dengan yang selama ini dipercayai?
  • Penyeru dan yang diseru memakai kata ganti yang sama dalam ayat ini, sehingga hubungan yang semula satu arah, seruan dari penyeru kepada yang diseru, tampil sebagai dua pihak yang berhadapan. Menurut 46:4 seruan itu ditujukan selain Allah, dan menurut 46:6 hubungan itu tampil sebagai permusuhan. Ayat tidak menyebut apa yang terjadi di antara keduanya selain dua keadaan itu. Pembaca dapat menimbang hubungan satu arah yang sedang dijalani, yaitu memohon atau bergantung pada sesuatu, dan apakah hubungan itu akan tetap searah bila kedua pihak dikumpulkan?