وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
Dan apabila manusia dikumpulkan, mereka menjadi musuh bagi mereka, dan kufur terhadap ibadah mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُwa-idzaa husyira n-naasudan apabila manusia dikumpulkan
- كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءًkaanuu lahum a'daa'anmereka menjadi musuh bagi mereka
- وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَwa-kaanuu bi-'ibaadatihim kaafiriinadan kufur terhadap ibadah mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- حُشِرَhusyiradikumpulkan
- النَّاسُn-naasumanusia
- كَانُواkaanuumereka selalu
- لَهُمْlahumbagi mereka
- أَعْدَاءًa'daa'anmusuh-musuh
- وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
- بِعِبَادَتِهِمْbi-'ibaadatihimpada pengabdian mereka
- كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir
Inti bacaan
Pembalikan mengejutkan 'mereka menjadi musuh bagi mereka, dan mengingkari ibadah mereka', objek yang dulu disembah justru berbalik menolak keterlibatan pada hari pertanggungjawaban.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(sesembahan itu)' tidak dipakai: subjek 'mereka' yang menjadi musuh sudah jelas dari konteks tanpa perlu diperjelas dengan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan pembalikan total pada hari kebangkitan: sesembahan yang dahulu disembah justru menjadi musuh dan kufur terhadap penyembahan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut pembalikan yang lengkap. Yang disembah jadi musuh. Yang dipuja menolak dipuja.
- Mereka bukan cuma diam, melainkan mengingkari. Bukan tidak menolong. Menyangkal pernah disembah.
- Yang dikumpulkan manusia, dan di situ semuanya terbuka. Allah menaruh adegan itu di hari berkumpul. Tak ada tempat menyembunyikan hubungan lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-sh-r, n-w-s, k-w-n, '-d-w, '-b-d, k-f-r): hushira n-naas diterjemahkan 'manusia dikumpulkan' (akar h-sh-r); kaanuu lahum a'daa'an diterjemahkan 'menjadi musuh mereka' (akar '-d-w); bi-'ibaadatihim kaafiriin diterjemahkan 'mengingkari ibadah mereka' (akar '-b-d + akar k-f-r, ibaadah (ibadah/penyembahan) DI SAMPING da'aa (seruan) 46:5: pola-ganda sama 22:11-12; tuhan-palsu menyangkal disembah, cf. 10:28-29, 35:14). Selaras.