أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ ۖ كَفَىٰ بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۖ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Bahkan, mereka berkata, “Dia telah mengada-adakannya.” Katakanlah, “Jika aku mengada-adakannya, tentu kalian tidak mampu sedikit pun menghindarkan aku dari Allah. Dia lebih tahu apa yang kalian percakapkan tentangnya. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dan kalian. Dialah Sang Pengampun lagi Sang Pengasih.”
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُam yaquuluuna ftaraahubahkan, mereka berkata, dia telah mengada-adakannya
- قُلْqulkatakanlah
- إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًاini ftaraytuhu fa-laa tamlikuuna lii mina llaahi syay'anjika aku mengada-adakannya, tentu kalian tidak mampu sedikit pun menghindarkan aku dari Allah
- هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِhuwa a'lamu bi-maa tufiidhuuna fiihiDia lebih tahu apa yang kalian percakapkan tentangnya
- كَفَىٰ بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْkafaa bihi syahiidan baynii wa-baynakumcukuplah Dia menjadi saksi antara aku dan kalian
- وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُwa-huwa l-ghafuuru r-rahiimuDialah Sang Pengampun lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (25 kata)
- أَمْamatau
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- افْتَرَاهُftaraahuia mengada-adakannya
- قُلْqulkatakanlah
- إِنِinijika
- افْتَرَيْتُهُftaraytuhuaku mengada-adakannya
- فَلَاfa-laamaka tidak
- تَمْلِكُونَtamlikuunakalian memiliki
- لِيliibagiku
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- هُوَhuwaDia
- أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
- بِمَاbi-maatentang apa yang
- تُفِيضُونَtufiidhuunakalian membicarakan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- كَفَىٰkafaacukuplah
- بِهِbihiDia
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
- بَيْنِيbayniiantaraku
- وَبَيْنَكُمْwa-baynakumdan antara kalian
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- الْغَفُورُl-ghafuuruMaha Pengampun
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Pertahanan logis: 'jika aku mengada-adakannya, tentu kalian tidak mampu sedikit pun menghindarkan aku dari azab Allah', argumen risiko yang menunjukkan berbohong tentang Allah adalah taruhan sangat tidak masuk akal bagi penyampai pesan itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini membantah tuduhan bahwa Al-Qur'an adalah karangan Nabi sendiri, dengan argumen bahwa jika benar demikian, tidak ada yang dapat melindunginya dari Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh Nabi-Nya memakai risiko sebagai bukti. Kalau ini karangan. Tidak ada yang bisa menolongku.
- Argumennya berbalik ke diri sendiri. Bukan menuduh mereka. Mempertaruhkan dirinya.
- Kalimat penutupnya menyebut Dia lebih tahu apa yang mereka percakapkan. Allah menutup ruang bisik-bisik. Yang dibicarakan diam-diam pun terdengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini: “Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Bedakan dari 58 ayat rumus indefinit (mis. 2:173) yang jadi “pengampun lagi pengasih” (huruf kecil): di SANA sebutan indefinit, di SINI takrif. Corpus yang memutuskan, bukan pola teks Indonesia. Rumus “ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya 1× di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaan ≠ rahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap.