قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Katakanlah, “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara para rasul, dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadap kalian; aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِmaa kuntu bid'an mina r-rusuliaku bukanlah rasul yang pertama di antara para rasul
- وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْwa-maa adrii maa yuf'alu bii wa-laa bikumdan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadap kalian
- إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّin attabi'u illaa maa yuuhaa ilayyaaku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku
- وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌwa-maa anaa illaa nadziirun mubiinundan aku tidak lain seorang pemberi peringatan yang menjelaskan
Terjemahan per kata (24 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- مَاmaatidaklah
- كُنْتُkuntuaku adalah
- بِدْعًاbid'anhal baru
- مِنَminadari
- الرُّسُلِr-rusulipara rasul
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَدْرِيadriiaku tahu
- مَاmaaapa yang
- يُفْعَلُyuf'aludilakukan
- بِيbiikepadaku
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- بِكُمْbikumkepada kalian
- إِنْintidaklah
- أَتَّبِعُattabi'uaku mengikuti
- إِلَّاillaakecuali
- مَاmaaapa yang
- يُوحَىٰyuuhaadiwahyukan
- إِلَيَّilayyakepadaku
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَنَاanaaaku
- إِلَّاillaakecuali
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مُبِينٌmubiinunyang menjelaskan
Inti bacaan
Kalimat (إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ, in attabi'u illaa maa yuuhaa ilayya) muncul tiga kali di Al-Qur'an (6:50, 10:15, 46:9).
Penjelasan pilihan kata
Kalimat (مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ, maa kuntu bid'an mina r-rusuli) yang berarti "aku bukanlah rasul yang pertama di antara para rasul" memuat kata (بِدْعًا, bid'an) dari akar ب-د-ع. Bentuk bid'an muncul 1 kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:9. Akar yang sama muncul di (بَدِيعُ, badii'u) pada 2:117 dan 6:101, yang diterjemahkan "pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya", dan di (ابْتَدَعُوهَا, ibtada'uuhaa) pada 57:27 yang berarti "mereka ada-adakan". Di ketiga tempat itu akar ini membawa arti mengadakan atau menjadi sesuatu yang baru. Karena itu bid'an di 46:9 berarti sesuatu yang baru, dan "bukan bid'an di antara para rasul" terbaca sebagai bukan yang pertama dalam deretan rasul. Kata (مِنَ الرُّسُلِ, mina r-rusuli) muncul 3 kali, yaitu 5:19, 46:9, dan 46:35. Di 5:19, (عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ, 'alaa fatratin mina r-rusuli) yang berarti "setelah beberapa saat terhentinya pengutusan rasul-rasul" menunjuk deretan rasul yang sudah ada sebelumnya, dan di 46:35, (أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ, uluu l-'azmi mina r-rusuli) yang berarti "para rasul yang berketetapan hati" menunjuk sebagian dari deretan itu. Karena ayat membandingkan pembicara dengan deretan rasul, terjemahan memilih "yang pertama". Arti "baru dalam jenisnya" memakai arti dasar yang sama dan tetap mungkin dibaca, tetapi kedua ayat pembanding itu menyebut deretan rasul sebagai sesuatu yang sudah ada lebih dahulu.
Kalimat (وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ, wa-maa adrii maa yuf'alu bii wa-laa bikum) yang berarti "dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadap kalian" memuat kata (أَدْرِي, adrii) dari akar د-ر-ي. Bentuk ini muncul 4 kali, yaitu 21:109, 21:111, 46:9, dan 72:25, dan di semuanya pembicara orang pertama mengaku tidak tahu. Di 21:109, (وَإِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ أَمْ بَعِيدٌ مَا تُوعَدُونَ, wa-in adrii a-qariibun am ba'iidun maa tuu'aduuna) yang berarti "dan aku tidak mengetahui apakah dekat ataukah jauh apa yang diancamkan kepada kalian". Penyangkalan di tiga ayat itu memakai (إِنْ, in), sedangkan 46:9 memakai (مَا, maa) pada (وَمَا أَدْرِي, wa-maa adrii). Yang tidak diketahui di keempat ayat itu menyangkut waktu dan akibat: dekat atau jauhnya yang diancamkan, apakah penundaan itu cobaan, dan di 46:9 apa yang akan diperbuat. Kata kerja (يُفْعَلُ, yuf'alu) berbentuk pasif dan muncul 1 kali di Al-Qur'an, sehingga yang berbuat tidak tertulis. Terjemahan memakai "akan diperbuat" sebab kata kerjanya menunjuk perbuatan yang belum selesai. Kata (بِي وَلَا بِكُمْ, bii wa-laa bikum) memakai awalan bi- dua kali, sehingga yang tidak diketahui itu menyangkut dua pihak, pembicara dan pendengarnya.
Kalimat (إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ, in attabi'u illaa maa yuuhaa ilayya) muncul 3 kali, yaitu 6:50, 10:15, dan 46:9. Di 6:50 dan 10:15 terjemahannya "aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku", dan terjemahan 46:9 disamakan dengan keduanya. Data morfologi menandai (إِنْ, in) di sini sebagai penyangkal, sehingga susunan bersama (إِلَّا, illaa) berarti "tidak ... kecuali" dan tidak berarti "jika". Kata kerja (يُوحَىٰ, yuuhaa) berbentuk pasif dari akar و-ح-ي, dan gabungan (يُوحَىٰ إِلَيَّ, yuuhaa ilayya) muncul 8 kali, yaitu 6:50, 7:203, 10:15, 18:110, 21:108, 38:70, 41:6, dan 46:9. Karena pasif, pemberi wahyu tidak tertulis di 46:9.
Kalimat (وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ, wa-maa anaa illaa nadziirun mubiinun) yang berarti "dan aku tidak lain seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" memakai susunan (نَذِيرٌ مُبِينٌ, nadziirun mubiinun) yang muncul 11 kali di 10 surah, yaitu 7:184, 11:25, 22:49, 26:115, 29:50, 38:70, 46:9, 51:50, 51:51, 67:26, dan 71:2. Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) diterjemahkan "pemberi peringatan", seperti di 67:9 dan 35:24. Kata (مُبِينٌ, mubiinun) adalah bentuk keempat dari akar ب-ي-ن. Kata kerja bentuk keempat dari akar ini hanya muncul 1 kali dalam data morfologi, yaitu (يُبِينُ, yubiinu) di 43:52 pada (وَلَا يَكَادُ يُبِينُ, wa-laa yakaadu yubiinu) yang berarti "dan hampir tidak dapat menjelaskan". Di 43:29 dan 44:13, (رَسُولٌ مُبِينٌ, rasuulun mubiinun) diterjemahkan "seorang rasul yang menjelaskan". Terjemahan 46:9 mengikuti keduanya dengan "pemberi peringatan yang menjelaskan", sedangkan untuk sihir di 46:7 kata yang sama diterjemahkan "nyata", sebab sihir tidak berbicara.
Tafsiran
Ayat ini menaruh pembicara di dalam deretan para rasul dan membatasi apa yang diklaimnya tentang dirinya dalam empat pernyataan berurutan. Dua pernyataan pertama menyangkal, yaitu pembicara bukan rasul pertama dan tidak tahu apa yang akan diperbuat. Dua pernyataan terakhir membatasi dengan illaa, yaitu pembicara hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya dan tidak lain seorang pemberi peringatan. Urutan itu bergerak dari apa yang tidak diklaim menuju apa yang dipegang.
Ayat 46:8 sebelumnya menyerahkan penilaian kepada Allah sebagai saksi, dan 46:9 menyatakan batas pengetahuan pembicara sendiri. Pengakuan tidak tahu dari orang pertama muncul di 4 ayat (21:109, 21:111, 46:9, 72:25), dan di keempatnya yang tidak diketahui menyangkut waktu atau akibat. Tidak ada yang menyangkut isi apa yang diwahyukan. Di 6:50 pernyataan serupa menyangkal tiga klaim sekaligus, termasuk (وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ, wa-laa a'lamu l-ghayba) yang berarti "aku tidak mengetahui yang gaib", lalu berakhir pada kalimat yang sama dengan 46:9, yaitu in attabi'u illaa maa yuuhaa ilayya. Ayat 46:9 menambahkan satu pernyataan penutup tentang tugas.
Kata (بِي وَلَا بِكُمْ, bii wa-laa bikum) menaruh pembicara dan pendengarnya dalam keadaan yang sama di hadapan pengetahuan itu. Apa yang akan diperbuat terhadap keduanya sama-sama tidak diketahui pembicara, dan ayat tidak merinci perbuatan itu atau pelakunya. Pernyataan ini tidak menjanjikan nasib yang lebih baik bagi pembicara daripada bagi pendengarnya.
Ayat 46:4 dan 46:9 memakai pembanding yang lebih dahulu ada. Ayat 46:4 meminta (بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا, bi-kitaabin min qabli haadzaa) yang berarti "kitab yang sebelum ini", dan 46:9 menyatakan pembicara bukan yang pertama. Keduanya menimbang perkara ini dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Penutup 46:9 menyisakan satu tugas yang sama dengan 9 surah lain, yaitu pemberi peringatan yang menjelaskan.
Renungan dan Hikmah
- Kata katakanlah di awal ayat menaruh pengakuan tidak tahu sebagai bagian dari apa yang disampaikan kepada orang lain. Satu ayat sebelumnya, di 46:8, penilaian diserahkan kepada Allah yang lebih tahu dan menjadi saksi, dan di 46:9 pembicara menyebut batas pengetahuannya sendiri. Dua ayat itu berdampingan: ada pihak yang mengetahui seluruhnya, dan ada pembicara yang mengaku tidak tahu apa yang akan diperbuat. Kapan terakhir kali pengakuan bahwa dirinya tidak tahu diucapkan pembaca di depan orang lain, dan apakah pengakuan itu terasa mengurangi atau menambah bobot ucapannya yang lain?
- Apa yang akan diperbuat terhadap pembicara dan terhadap pendengarnya sama-sama tidak diketahui pembicara, dan ayat tidak menyebut siapa yang akan berbuat. Pembicara tidak menjadikan dirinya jaminan bagi pendengar dan tidak menjadikan pendengar sebagai ancaman bagi dirinya. Ayat 46:8 menyebut Allah sebagai saksi antara keduanya, sehingga ketidaktahuan itu tidak berdiri sendirian. Kepada siapa nasib pembaca disandarkan, dan apakah sandaran itu pernah mengaku tidak tahu seperti pembicara dalam ayat ini?
- Ayat menyebut satu pegangan pembicara, yaitu apa yang diwahyukan kepadanya, dan kalimat yang sama di 10:15 diikuti pernyataan bahwa pembicara takut akan azab hari yang agung bila mendurhakai Tuhannya. Pembaca dapat memilah isi pegangannya sendiri menjadi dua kumpulan: apa yang diterima dari pihak yang memberinya kabar, dan apa yang disusun dari dugaannya. Kumpulan mana yang lebih sering diucapkan dengan nada yang sama?
- Pernyataan bukan rasul yang pertama menaruh pembicara dalam deretan yang sudah berjalan. Ayat 46:4 meminta kitab yang sebelum ini, sebagai pembanding bagi seruan kepada selain Allah, dan 46:9 menyebut deretan rasul yang sudah ada. Pembaca ayat ini diminta menilai sesuatu yang dapat dibandingkan dengan yang terdahulu, dan tidak sesuatu yang datang tanpa pendahulu. Bila sesuatu yang diterimanya mengaku punya pendahulu, apa saja yang dapat diperiksa dari pendahulu itu?
- Klaim pembicara dalam ayat ini kecil dan dapat diperiksa: pembicara mengikuti apa yang diwahyukan dan menjelaskan peringatan. Ayat tidak menyebut kuasa atas pendengar sebagai bagian dari tugas itu. Pembaca dapat membandingkan klaim sebesar itu dengan klaim dari pihak-pihak yang sedang diikutinya. Apakah klaim yang kecil dan terukur lebih mudah diperiksa daripada klaim yang besar dan luas?
- Di empat ayat pembicara mengaku tidak tahu soal waktu atau akibat, dan di 72:25 yang tidak diketahui itu ditaruh di tangan Tuhannya: apakah yang diancamkan itu dekat, ataukah Tuhanku menjadikan baginya suatu tempo. Di 46:9 pengakuan tidak tahu disusul tugas yang tetap disebut pada akhir ayat. Pembaca dapat memperhatikan bahwa batas pengetahuan dan keteguhan menjalankan tugas muncul dalam satu napas. Dalam urusan apa tindakan ditunda karena menunggu tahu lebih dulu, padahal tugasnya sudah jelas?