قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Katakanlah, “Apakah kalian memperhatikan, jika ia dari sisi Allah dan kalian kufur terhadapnya, dan seorang saksi dari Bani Israil bersaksi atas yang serupa dengannya lalu dia beriman, sedangkan kalian menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِa-ra'aytum in kaana min 'indi llaahi wa-kafartum bihiapakah kalian memperhatikan, jika ia dari sisi Allah dan kalian kufur terhadapnya
  3. وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَwa-syahida syaahidun min banii israa'iila 'alaa mitslihi fa-aamanadan seorang saksi dari Bani Israil bersaksi atas yang serupa dengannya lalu dia beriman
  4. وَاسْتَكْبَرْتُمْwa-stakbartumsedangkan kalian menyombongkan diri
  5. إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَinna llaaha laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinasesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian memperhatikan
  3. إِنْinjika
  4. كَانَkaanaadalah
  5. مِنْmindari
  6. عِنْدِ'indisisi
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وَكَفَرْتُمْwa-kafartumdan kalian kufur
  9. بِهِbihidengannya
  10. وَشَهِدَwa-syahidadan bersaksi
  11. شَاهِدٌsyaahidunsaksi
  12. مِنْmindari
  13. بَنِيbaniiBani
  14. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  15. عَلَىٰ'alaaatas
  16. مِثْلِهِmitslihisemisalnya
  17. فَآمَنَfa-aamanamaka beriman
  18. وَاسْتَكْبَرْتُمْwa-stakbartumdan kalian menyombongkan diri
  19. إِنَّinnasesungguhnya
  20. اللَّهَllaahaAllah
  21. لَاlaatidak
  22. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  23. الْقَوْمَl-qawmakaum
  24. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Kalimat (أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, a-ra'aytum in kaana min 'indi llaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an (41:52, 46:10).

Penjelasan pilihan kata

Kalimat (أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, a-ra'aytum in kaana min 'indi llaahi) yang berarti "apakah kalian memperhatikan, jika ia dari sisi Allah" muncul 2 kali, yaitu 41:52 dan 46:10. Kata (أَرَأَيْتُمْ, a-ra'aytum) diterjemahkan "apakah kalian memperhatikan" di 14 kemunculan pada 8 surah, yaitu 6:46, 10:50, 10:59, 11:28, 11:63, 11:88, 28:71, 28:72, 35:40, 41:52, 46:4, 46:10, 67:28, dan 67:30. Kata (عِنْدِ, 'indi) diterjemahkan "sisi", dan rangkaian (مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, min 'indi llaahi) ditulis "dari sisi Allah" di kedua ayat. Kata kerja (كَانَ, kaana) tidak memiliki pelaku tertulis di 46:10, sehingga terjemahan memakai "ia". Ayat-ayat sebelumnya membicarakan tanda-tanda yang dibacakan di 46:7, tuduhan mengada-adakan di 46:8, dan wahyu di 46:9, dan ayat 46:10 tidak memilih salah satunya. Di 41:52, (ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهِ, tsumma kafartum bihi) yang berarti "kemudian kalian kufur terhadapnya" memakai tsumma, sedangkan 46:10 memakai (وَكَفَرْتُمْ بِهِ, wa-kafartum bihi) yang berarti "dan kalian kufur terhadapnya", sehingga kufur di 46:10 berjajar dengan keadaan lain dalam satu rangkaian dan tidak ditaruh sebagai tahap sesudah sesuatu.

Kalimat (وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ, wa-syahida syaahidun min banii israa'iila 'alaa mitslihi) yang berarti "dan seorang saksi dari Bani Israil bersaksi atas yang serupa dengannya" memuat kata kerja (شَهِدَ, syahida) dan kata benda (شَاهِدٌ, syaahidun) dari akar ش-ه-د. Kata syaahidun muncul 3 kali, yaitu 11:17, 12:26, dan 46:10. Susunan (وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ, wa-syahida syaahidun min) muncul 2 kali, yaitu 12:26 dan 46:10. Di 12:26, (وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا, wa-syahida syaahidun min ahlihaa) diterjemahkan "dan seorang saksi dari keluarganya bersaksi", dengan kata kerja dan kata benda yang sama-sama berakar ش-ه-د. Terjemahan 46:10 memakai pasangan yang sama, "seorang saksi ... bersaksi". Dalam kedua ayat, saksi itu disebut berasal dari sebuah kelompok, (أَهْلِهَا, ahlihaa) di 12:26 dan (بَنِي إِسْرَائِيلَ, banii israa'iila) di 46:10. Susunan (مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ, min banii israa'iila) muncul 4 kali, yaitu 2:246, 5:78, 46:10, dan 61:14.

Kata (عَلَىٰ, 'alaa) diterjemahkan "atas", dan (مِثْلِهِ, mitslihi) diterjemahkan "yang serupa dengannya" dari akar م-ث-ل. Gabungan (عَلَىٰ مِثْلِهِ, 'alaa mitslihi) muncul 1 kali di Al-Qur'an. Akhiran -hi pada mitslihi sama dengan -hi pada (بِهِ, bihi) di kalimat sebelumnya, dan ayat tidak menyebut benda apa yang ditunjuk. Ayat juga tidak menyebut nama saksi itu dan tidak menyebut apa yang dilihat atau dibacanya sebelum bersaksi. Terjemahan mempertahankan "yang serupa dengannya" tanpa menambahkan nama benda.

Kata (فَآمَنَ, fa-aamana) yang berarti "lalu dia beriman" memakai fa- yang menyambung kata kerja ini dengan kata kerja saksi, sehingga urutannya bersaksi, lalu beriman. Kata (وَاسْتَكْبَرْتُمْ, wa-stakbartum) yang berarti "sedangkan kalian menyombongkan diri" memakai wa- yang oleh data morfologi ditandai sebagai penanda keadaan yang menyertai, dan itu sebabnya terjemahan memakai "sedangkan". Kata kerja (اسْتَكْبَرْتُمْ, istakbartum) muncul 3 kali, yaitu 2:87, 45:31, dan 46:10. Di 45:31, (أَفَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَاسْتَكْبَرْتُمْ, a-fa-lam takun aayaatii tutlaa 'alaykum fa-stakbartum) yang berarti "bukankah tanda-tanda-Ku telah dibacakan kepada kalian, lalu kalian menyombongkan diri" memakai fa- sehingga kesombongan datang sesudah pembacaan. Di 46:10 kata kerja itu memakai wa-, dan kesombongan hadir bersama keadaan saksi yang beriman.

Kalimat (إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ, inna llaaha laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiina) yang berarti "sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim" muncul 4 kali, yaitu 5:51, 6:144, 28:50, dan 46:10. Tanpa kata inna, rangkaian (لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ, laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiina) muncul 10 kali di 9 surah, yaitu 2:258, 3:86, 5:51, 6:144, 9:19, 9:109, 28:50, 46:10, 61:7, dan 62:5. Kata kerja (يَهْدِي, yahdii) berakar ه-د-ي, kata (الْقَوْمَ, l-qawma) berarti "kaum", dan (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) berarti "yang zalim".

Tafsiran

Ayat ini membangun satu argumen dari pengandaian: jika yang dibicarakan datang dari sisi Allah, dan seorang saksi dari Bani Israil bersaksi atas hal yang serupa lalu beriman, sedangkan para pendengar menolak dan menyombongkan diri, apa pendapat mereka? Ayat ini tidak menulis jawaban atas pertanyaan itu. Kalimat sesudahnya berupa pernyataan umum tentang petunjuk bagi kaum yang zalim.

Pembuka yang sama di 41:52 diikuti pertanyaan, (مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ, man adhallu mimman huwa fii syiqaaqin ba'iidin) yang berarti "siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berada dalam perselisihan yang jauh". Di 46:10 pembuka itu diperluas dengan satu saksi, dan penutupnya berupa pernyataan tentang petunjuk. Kalimat penutup yang sama muncul di 28:50 sesudah (وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ, wa-man adhallu mimmani ttaba'a hawaahu) yang berarti "siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya", dan di 6:144 sesudah pertanyaan tentang orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Di tiga ayat itu pernyataan tentang kaum yang zalim menyusul tepat sesudah gambaran sikap, dan ayat-ayat itu tidak menulis hubungan sebab di antara keduanya.

Saksi di 46:10 disebut berasal dari Bani Israil dan beriman, sedangkan ayat tidak mengatakan bahwa para pendengar berasal dari kelompok yang sama. Ayat 46:12 menyebut (وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ, wa-min qablihi kitaabu muusaa) yang berarti "sebelumnya telah ada Kitab Musa". Di 11:17, (وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ, wa-yatluuhu syaahidun minhu wa-min qablihi kitaabu muusaa) menyebut saksi dan Kitab Musa dalam satu kalimat, sedangkan di sini keduanya dipisahkan oleh 46:11 dan tidak dihubungkan secara tertulis. Ayat 46:9, 46:10, dan 46:12 sama-sama menunjuk sesuatu yang lebih dahulu ada, yaitu deretan rasul yang sudah berjalan, saksi atas yang serupa, dan Kitab Musa yang mendahului.

Pernyataan penutup memakai orang ketiga, kaum yang zalim, dan tidak memakai kata kalian. Pendengar dibiarkan menentukan sendiri apakah pernyataan itu menyangkut mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan dalam ayat ini dibuka dengan pengandaian bahwa yang dibicarakan datang dari sisi Allah, sehingga pendengar diajak menimbang sebuah kemungkinan sebelum memutuskan apa pun. Ayat tidak menuntut mereka percaya lebih dulu, dan tidak menuntut mereka memastikan bahwa kemungkinan itu benar. Pembaca dapat mencoba menimbang hal yang ditolaknya dengan cara yang sama. Bila kemungkinan itu ternyata benar, apa akibatnya bagi keputusan yang sudah diambil, dan seberapa besar bagian keputusan itu bersandar pada dugaan bahwa kemungkinan tersebut pasti keliru?
  • Saksi di ayat ini disebut berasal dari Bani Israil, dan asal para pendengar tidak disebut. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana asal pembawa kabar memengaruhi penilaiannya, apakah kabar yang sama terasa lebih kuat atau lebih lemah bergantung pada kelompok yang membawanya. Kapan terakhir pembaca menimbang sebuah kabar karena isinya, tanpa memperhitungkan dari kelompok mana kabar itu datang?
  • Ayat menaruh dua sikap terhadap hal yang sama dalam satu kalimat: saksi itu beriman, sedangkan para pendengar menyombongkan diri. Ayat tidak menyebut alasan lain untuk penolakan mereka selain kesombongan itu. Pembaca dapat membedakan keberatan yang berasal dari isi sebuah kabar dan keberatan yang berasal dari keengganan berada di posisi orang yang menerimanya. Keberatan manakah yang paling sering diucapkan pembaca, dan seberapa jauh isi kabar yang ditolak sudah diperiksa?
  • Ayat ditutup dengan pernyataan bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim, dan kata kerja petunjuk yang dipakai di sini satu akar dengan permintaan petunjuk di 1:6. Dengan begitu petunjuk tampil sebagai sesuatu yang diminta kepada Allah di 1:6, dan 46:10 menyatakan kepada siapa petunjuk itu tidak diberikan-Nya. Pembaca ayat ini dapat menimbang dengan sikap apa permintaan itu diucapkan: apakah permintaan itu datang dari orang yang jawabannya masih terbuka, atau dari orang yang sudah memutuskan jawabannya sebelum meminta, dan sikap yang mana yang paling sering menyertai permintaannya sendiri?
  • Ayat memakai fa- pada kata beriman, sehingga saksi itu bersaksi lalu beriman: kesaksiannya diikuti sikapnya sendiri. Para pendengar dalam ayat ini diminta menimbang kesaksian itu, dan ayat menyebut apa yang dilakukan saksi itu sesudahnya. Pembaca yang pernah bersaksi bagi sesuatu di hadapan orang lain dapat memperhatikan hal yang sama pada dirinya: apakah yang disaksikannya itu juga diikuti, atau hanya dikatakan kepada orang lain? Apakah kesaksian yang diikuti pemberinya sendiri lebih bermakna bagi pendengarnya daripada kesaksian yang tidak diikuti?
  • Di 45:31 Allah menyebut kesombongan datang sesudah tanda-tanda-Nya dibacakan kepada mereka, dan di 46:10 kesombongan hadir bersama keadaan saksi yang beriman. Dua ayat itu menaruh kesombongan di dekat sesuatu yang telah sampai kepada seseorang. Ayat tidak merinci apa yang terjadi di antara menerima kabar dan menyombongkan diri. Pembaca dapat memeriksa jeda itu dalam dirinya, yaitu bagian waktu antara mendengar sesuatu dan memutuskan untuk tidak mengikutinya, dan apa saja yang mengisinya.